Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

PBB periksa peralatan Satgas Zeni TNI

24 December 2009, 10:10 , by Agus Hermansyah

 

(Kongo, Afrika, 23 Desember 2009). Tim COE misi PBB di Kongo terdiri dari Mr. Aguda (Filipina), Mr. Jovanic (Rusia) dan Miss Cristhina (Serbia) selama dua hari (Senin s/d Selasa, 21 s.d 22 Desember 2009) memeriksa dan menilai seluruh kelayakan dan kemampuan peralatan, khususnya alat-alat berat yang dimiliki oleh Satuan Tugas (Satgas) Zeni TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-G/MONUC yang berada di Dungu – Kongo.

COE Inspection

COE Inspection

Pemerikasaan terhadap seluruh peralatan Kontingen Indonesia oleh Tim COE dari Markas Besar MONUC merupakan kegiatan rutin per tiga bulan yang dilaksanakan PBB guna melihat kemampuan dan kesiapan alat berat, peralatan medis, peralatan EOD dan alat pendukung lainnya dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh PBB kepada Pemerintah Indonesia dalam misi perdamaian.

COE Inspection

Tim inspeksi PBB juga memeriksa perlengkapan setiap prajurit yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI. Sesuai standar PBB, setiap personel pasukan penjaga perdamaian PBB harus dilengkapi dengan perlengkapan perorangan lapangan yang terdiri dari helm tempur, rompi anti peluru, jaket tempur, pakaian dinas lapangan, sepatu lapangan, jas hujan, sleeping bag, ransel, kelambu lapangan, veldples, senter militer, peralatan survival, perlengkapan P3K dan lain-lain.

Adapun tujuan pemeriksaan terhadap seluruh peralatan oleh Tim COE adalah : Pertama, untuk menilai kelayakan dan kemampuan serta kesiapan seluruh alat berat, alat medis, EOD dan alat-alat lainnya dalam mendukung tugas yang diberikan oleh PBB. Kedua, untuk memastikan apakah seluruh peralatan yang digunakan untuk melaksanakan tugas yang diberikan memenuhi standar yang telah ditentukan oleh PBB. Ketiga, untuk memutuskan apakah peralatan yang digunakan oleh Kontingen Garuda XX-G/MONUC mendapatkan reimbursement atau tidak.

Kegiatan pemeriksaan oleh Tim COE terhadap seluruh peralatan yang digunakan oleh Kontingen Garuda XX-G/MONUC diawali dengan paparan Dansatgas Letkol Czi Arnold AP Ritauw kepada Tim COE di ruangan Conference Room Kompi Zeni TNI yang dihadiri oleh Wakil Komandan dan seluruh Perwira staf. Dalam paparannya kepada Tim COE, Komandan menjelaskan tentang kekuatan, dan keberadaan alat berat Kompi Zeni TNI serta dijelaskan juga tentang kuantitas maupun kualitasnya. Setelah mendengarkan paparan, Tim COE melaksanakan pengecekan terhadap kelengkapan dan kesiapan seluruh peralatan Kontingen Garuda XX-G/MONUC secara langsung, baik yang ada di Home Base maupun yang ada di lapangan.

Menurut Tim COE yang diketuai oleh Mr Jovanic, Kontingen Indonesia dinilai sangat baik karena peralatan yang dioperasikan oleh Kontingan Garuda XX-G sesuai dengan standard kelayakan PBB. Indonesia juga mampu memelihara alat-alat berat, alat-alat medis, alat EOD dan alat lainnya, sehingga Kontingen Garuda XX-G/MONUC mampu melaksanakan tugas di lapangan dengan maksimal. Setelah hampir dua bulan melaksanakan tugas di Kongo, Kontingen Indonesia dinilai mampu mempertahankan dan melaksanakan standar operasional yang telah ditentukan oleh PBB.

COE Inspection

COE Inspection

COE Inspection

COE Inspection

Oleh karena itu, Tim COE mengharapkan Kontingen Indonesia dapat mempertahankan dan bahkan dapat meningkatkan kesiapannya dalam menghadapi tugas-tugas yang diberikan oleh PBB dimasa yang akan datang.

Pada kesempatan itu pula Dansatgas Konga XX-G, Letkol Czi Arnold AP Ritauw memanfaatkan momen tersebut untuk mempromosikan pariwisata dan budaya Indonesia kepada Tim COE dengan mementaskan kesenian Jawa Barat (Rampak Gendang dan Arumba) serta Kesenian dari Aceh yaitu tari Saman, serta menayangkan film dokumentasi tentang kepariwisataan Indonesia pada acara makan malam, di ruang makan perwira. Tidak lupa juga Dansatgas memberikan cendera mata berupa Batik (baju tradisional Indonesia) serta brosur tentang kepariwisataan Indonesia.

COE Inspection

COE Inspection

Mr. Jovanic selaku Ketua Tim COE beserta anggotanya merasa terkesan terhadap pertunjukan kesenian yang ditampilkan oleh prajurit Kontingen Garuda XX-G/MONUC. Kepada Dansatgas, Mr Jovanic mengucapkan terimakasih atas semuanya, dan beliau juga merasa puas atas kunjungannya ke Camp Garuda XX-G/MONUC dalam rangka COE, karena hasil dari pengecekan semua alat-alat Kontingen Indonesia sesuai yang diharapkan oleh Tim COE. SP-09/XII/Konga XX-G/MONUC

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Imelda TJAHJA Imelda Tjahja She has joined United Nations since 2003. Currently she is serving United Nations Mission in Sudan (UNMIS). Prior to her joining the UNMIS, she was assigned to United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) and United Nations Mission in East...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago