Correspondent Kardibaldi WARDAJA
Total 3 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 324 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Bantuan Presiden RI Disambut Antusias
Stop Abuse: I wish I can go to school >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung disini dengan para peacekeepers, walaupun tugas saya hanyalah mengantar rekan2 peacekeepers kita selamat sampai di tujuan (amiin).

Untuk mencapai tujuan, para peacekeepers kita yang bertugas di benua Afrika / Asia (middle east), dari Jakarta akan terbang dengan pesawat jenis Boeing 777-300, yang berkapasitas lebih dari 400 orang. Penerbangan ke Dubai biasanya ditempuh dengan total waktu kira2 9 jam, termasuk transit di Singapore, Kuala Lumpur atau Kolombo, tergantung juga dari kondisi cuaca dan angin pada saat itu. Sesampainya di Dubai, biasanya dilanjutkan dengan jenis pesawat yang sama, atau dengan jenis pesawat lain yang tak kalah canggih, yaitu Airbus 330/340 yang berkapasitas lebih sedikit.

Dari Dubai, dibutuhkan kira2 3 sampai 8 jam untuk mencapai negara tujuan para peacekeepers. Posisi yang sangat strategis menjadikan Dubai salah satu tempat yang ideal untuk transit, baik ke sekitar Middle East, Afrika atau Eropa. Sayangnya dari beberapa negara tujuan di Afrika, dengan alasan keamanan dan sebagainya, penerbangan Emirates tidak menyentuh beberapa daerah konflik, contohnya Liberia. Sehingga para peacekeepers kita hanya bisa diantar sampai Accra (Ghana) saja. Selanjutnya mereka akan naik pesawat putih milik United Nations.

Saya sendiri belum genap 9 bulan bekerja di Emirates Airlines, menyusul rekan2 dari Indonesia yang terlebih dahulu bekerja disini. Dari sekian puluh ribu orang yang berasal dari kira2 110 negara yang bekerja di Emirates Airlines, jumlah kami hanya kurang dari 100 orang saja. Kebanyakan bekerja sebagi Cabin Crew, Ground Staff dan Engineer. Saat ini saya bertugas di fleet Airbus 330. Selain ke Eropa, hampir setiap bulan saya terbang ke Afrika, seperti ke Entebbe (Uganda), Addis Ababa (Sudan), Darussalam (Tanzania), Nairobi (Kenya), Tripoli (Libya), Tunisia dan Beirut (Lebanon, Middle East).

Salam kenal buat semua rekan2 peacekeepers dan sampai jumpa di udara.

Dear Om Baldi,
Seneng bisa diantar dengan armada-nya.. sebuah kehormatanjuga untuk bisa masuk,kenal dan diterima sebagai kerabat, berjumpa dengan pasukan Indonesia di Emirates pada kunjungan ke Dubai kita medio May 2007 lalu.
Kedepan ini akan lebih banyak lagi, kawan-kawan peacekeepers yang akan terbang bertugas dan juga sekedar cuti mudik, terbang dengan Emirates. Meski kerap penerbangan Emirates dari dan ke banyak tempat di Afrika kerap penuh sesak.. saat tahu dna berjumpa dengan cabin crew asal kampung halaman, hilang sudah bau kelek penumpang sebelah yang menyengat dan doyan sekali ngantuk menyender di bahu kita, karena dikombinasikan dengan obrolan seru dengan mereka [para cabin crew].
Selama terbang dengan Emirates, selalu merupakan pengalaman yang menyenangkan, terlepas dari hampir lebih dari 16 jam total kita terbang.
Ohya, kita akan kedatangan banyak kontingen POLRI bertugas ke Darfur, masuk melalui Khartoum, dan misi lainya di Central African Republic..
Thanks for being with us, Airlines’s Crew are also peacekeepers in the air.. making our flight in save, comfortable and in peace. :-)
Wow !!!! … seneng banget waktu itu bulan August 07, kita-kita di-guide ama Mas BALDY and crews di UAE. Suatu pengalaman yang sangat mengesankan bisa ketemu langsung dengan para pahlawan dirgantara ini. You will never ever have any problem at all if contact mas Baldy before journey to UAE !!! Let’s prove it ! Salam hormat buat keluarga mas Baldy.
wah mas baldi asik bener ne ya mas ……… bisa bantu mas2 peacekeeper kita oya mas infoin puguh dong klo2 ada informasi buat ground staffnya emirates ppamungkas@gmail.com
« Bantuan Presiden RI Disambut Antusias Stop Abuse: I wish I can go to school »