Selama masa bertugas di UNAMA Afghanistan tahun 2004-2004, semua staff peacekeepers dan saya tinggal di UNAMA compound, dimana kompleks perkantoran dan guest house berada dalam satu areal. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan keamanan dan potensi bahayanya, kota Kabul saat itu (sampai sekarang juga) masih tergolong duty station yang berbahaya sih. Semua staff UNAMA yang tinggal di UNAMA Compound sudah dipastikan nggak bisa kemana-mana apalagi ada curvew (Jam Malam) yang dimulai pada jam 8PM. Bilamana hendak bersantap malam ke restaurant, hanya dibolehkan untuk mengunjungi resto-resto yang oleh UN termasuk sebagai “Security Cleared Resto” dan ini terbatas jumlahnya, mungkin hanya 5 restaurants.
Bisa kebayang, khan betapa jenuhnya kami saat itu, sehingga rekan-rekan yang tinggal di UNAMA Compound harus pintar-pintar merancang acara activitas yang menyenangkan untuk weekend agar tidak gila. Kegiatan itu berkisar dari Pot Luck Party, Badminton, Taichi, dan lain-lain. Salah satu acara get- together yang paling seru adalah acara karaoke night di guesthouse kami. Dengan berbekal “Magic Sing“ – Karaoke System ditambah pinjaman projector “PA System” milik UNAMA, jadilah karaoke party. Mula-mula saya tidak “PeDe” untuk bernyanyi, tapi begitu mencoba malah saya jadi yang paling heboh diantara karaoke crowd lainnya hehe…Karena aktif untuk mengadakan acara get together ini pula UNAMA Welfare section akhirnya mengangkat saya sebagai salah satu Welfare committee.
Pindah ke Sudan, Alhamdulliah tidak ada curfew (jam Malam) yang dimulai pada jam 8PM. Namun demikian, penugasan di daerah negara-negara post-conflict lainnya, kita semua dianjurkan untuk tidak banyak mengadakan kegiatan “extra-curricullar” setelah jam kerja. Untungnya, saya masih sempat membawa Magic Sing Karaoke, sehingga acara kumpul-kumpul/get together dengan rekan-rekan dari Indonesia dan negara lainnya masih lancar sembari mengembangkan hobby menyanyi saya :), siapa tahu tahun depan bisa lulus seleksi Indonesian Idol :)).
Suatu hari saya bertemu dengan Bapak Dan seorang diplomat Canada, setelah ngobrol2 barulah saya tau kalau beliau juga tergabung dengan Band Haboob, (Haboob yang dalam istilah Sudan berarti “badai pasir”). Band ini dalah kumpulan diplomat dari berbagai negara yang bekerja di Khartoum. Seperti Dan (Canadian) dari Canadian Embassy yang bermain keyboard, Kenro (Japanese) pemain bass dari WFP (World Food Programme), Colin (Canadian) pemain gitar dari OCHA (Office of Coordinator of Humanitarian Affairs), Joe (American) pemain lap guitar dari OCHA, dan Mauro (Italian) pemain saxophone dari Italian Embassy. Kebetulan vocalistnya baru pindah ke London.
Melihat posisi lowong ini, adalah kesempatan emas buat saya nih untuk mengembangkan hobby menyanyi ke jenjang yang lebih profesional. Maka segeralah menawarkan diri untuk bergabung di Band Haboob, sebagai vokalis tentunya.
Dengan jadwal rehearsal (latihan) pada setiap akhir pekan, ini adalah, saya – sebuah “therapy bathin” setelah menjalani hari-hari sibuk dengan urusan sakit-kepala bekerja di UNMIS itu. Rehearsal bergilir di rumah/kediaman para personil band, dan karena saya juga memiliki sebuah keyboard di apartment, terkadang rehearsal itu juga dilaksanakan di apartment saya.
Kalian nyanyi lagu apa saja sih? – Nah, soal lagu-lagu ini, kita bawakan beragam, mulai dari jazz, blues, country, sampai rock. Dangdut belum dicoba, berhubung susah banget latihan “cengkoknya”, he he he. (Ada yang bisa ngajarin, nggak?)
Penampilan perdana kita adalah saat naik pentas pada sebuah Multi-Cultural Event yang diprakarsai oleh Norwegian Embassy, bertempat di kediaman Norwegian Ambassaador pada bulan May yang lalu. Acara naik panggung kali itu merupakan acara pengumpulan dana untuk amal (charity) bagi sebuah Sudanesse NGO “Amal Society” yang bergerak membantu anak jalanan di Khartoum.



Nggak disangka, lho… sambutan dari para pengunjung luar biasa!!.
Maklumlah, di Khartoum jarang ada pagelaran konser “live music”. Beranjak dari acara tadi, maka kemudian datanglah tawaran kedua, pada tanggal 19 September 2008 kemarin, kita dipanggil untuk naik pentas mengisi acara “Charity nights to support NGO Kids for Kids” – sebuah LSM bergerak dalam program membantu anak-anak yang tinggal di desa terpencil di Darfur, acara itu diselenggarakan oleh para staff Kedutaan Besar Inggris.

Tidak hanya itu, seperti istilah jawa: Patil nyantol patil, maka kemudian, “Band Haboob“ kita ini menjadi laris-manis untuk memeriahkan acara penggalangan dana lainnya. Pihak British Embassy/Kedutaan Besar Inggris sudah tertarik untuk menawarkan kita mengisi acara pada program amal di bulan October mendatang, dengan tajuk “Black Tie Event”.
Rasa bangga dan senang sudah pasti menghiasi pada setiap anggota Band ini, karena sudah bisa tampil di berbagai acara penggalangan dana untuk amal di Khartoum ini, sekaligus kegiatan semacam ini [bernyanyi dan nge-band] lebih jauh dapat menyalurkan hobby, bersamaan dengan berbuat amal, dua fungsi bukan?. Inilah salah satu buktinya bahwa meski bekerja di daerah pasca-konflik, sebagai peacekeepers – kita tetap bisa berlanjut dengan mengembangkan hobby, berkreatifitas dan tetap bisa “having fun”!!! in a positive way. Bagaimana dengan kalian? – juga kawan-kawan peacekeepers di Mission area lainya.. What else have you done?
Hope to hear from any of you and warm regards from the singing-peacekeepers in the sunny Sudan.
Mbaca ceritanya jadi penasaran nih seperti apa ya merdunya suara ‘mbak Nita’ ? – coba kirim demo casettenya, biar di promosiin untuk manggung di UNMIl nih, kita gak ada hiburan..
youtube youtube …youtube request :P
ini dia nichhhh,kalau urang dayak bilang Galoeh Intani,intan yang tersembunyi eeehhh. kalau lihat GAYA mbak Nita pasti deh bakal jd DIPA di seantero UN. Setuju deh yg namanya Hoby harus di TBK kan yaaa mas Luigy. lanjut mbak kembangkan terus potensi nyanyi yg terpendam selama ini,biar kate jd DIPA di Africa emangnye siape takutttttt ye.
salam hangat
Butuh manager ga mba? :)
Nitaaaaa,
Wah jahat gak ngajak2….hehehe, mau dong diundang ke Khartoum lagi….
Untuk bang Luigi, suara Nita memang merdu lho….acara Karaoke di Khartoum terasa bagai makanan hambar tanpa garam kalau Nita gak ada… Kami saja sampai “memohon” Nita untuk jadi MC di acara Medal Parade.
Salam dari Jakarta.
Wahhh…
kalo ke Indonesia kita karaoke abreng yukkk mbakkk… saya juga banci karaoke, wlaupun kalo saya nyanyi, semua orang langsung bubar, lari terbirit2.. Gak ngerti kenapa… padahal suara saya keren lohhh… Gak kalah saya krisdayanti…
Nihh, coba dengerin yahhh…
<blockquote> Mencintaimuuuuuuuuuuu… (pake vibra)</blockquote>
<i>duh, siapa nih yang ngebekep saya, hhhgggghhhhhh </i> hihihihihihi :-P
Anyway, ini serius nih, mbak cakep dehhh, suer :)
A beautiful singer … sueerrrr !!!
Waduuh.. nyanyi apa di sana Nit? Goyang dombret lu bawain donk.. secara tu lagu lu nyanyiin di kantor subang tiap hari ….. huaekekekkkjajaajhaajahhahaahhhhhaha