Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Peacekeepers "nge-Band"?, siapa takut!

26 September 2008, 15:59 , by Yuanita Soedono

 

Selama masa bertugas di UNAMA Afghanistan tahun 2004-2004, semua staff peacekeepers dan saya tinggal di UNAMA compound, dimana kompleks perkantoran dan guest house berada dalam satu areal. Hal ini disebabkan oleh pertimbangan keamanan dan potensi bahayanya, kota Kabul saat itu (sampai sekarang juga) masih tergolong duty station yang berbahaya sih. Semua staff UNAMA yang tinggal di UNAMA Compound sudah dipastikan nggak bisa kemana-mana apalagi ada curvew (Jam Malam) yang dimulai pada jam 8PM. Bilamana hendak bersantap malam ke restaurant, hanya dibolehkan untuk mengunjungi resto-resto yang oleh UN termasuk sebagai “Security Cleared Resto” dan ini terbatas jumlahnya, mungkin hanya 5 restaurants.

Bisa kebayang, khan betapa jenuhnya kami saat itu, sehingga rekan-rekan yang tinggal di UNAMA Compound harus pintar-pintar merancang acara activitas yang menyenangkan untuk weekend agar tidak gila. Kegiatan itu berkisar dari Pot Luck Party, Badminton, Taichi, dan lain-lain. Salah satu acara get- together yang paling seru adalah acara karaoke night di guesthouse kami. Dengan berbekal “Magic Sing“ – Karaoke System ditambah pinjaman projector “PA System” milik UNAMA, jadilah karaoke party. Mula-mula saya tidak “PeDe” untuk bernyanyi, tapi begitu mencoba malah saya jadi yang paling heboh diantara karaoke crowd lainnya hehe…Karena aktif untuk mengadakan acara get together ini pula UNAMA Welfare section akhirnya mengangkat saya sebagai salah satu Welfare committee.

Pindah ke Sudan, Alhamdulliah tidak ada curfew (jam Malam) yang dimulai pada jam 8PM. Namun demikian, penugasan di daerah negara-negara post-conflict lainnya, kita semua dianjurkan untuk tidak banyak mengadakan kegiatan “extra-curricullar” setelah jam kerja. Untungnya, saya masih sempat membawa Magic Sing Karaoke, sehingga acara kumpul-kumpul/get together dengan rekan-rekan dari Indonesia dan negara lainnya masih lancar sembari mengembangkan hobby menyanyi saya :), siapa tahu tahun depan bisa lulus seleksi Indonesian Idol :)).

Suatu hari saya bertemu dengan Bapak Dan seorang diplomat Canada, setelah ngobrol2 barulah saya tau kalau beliau juga tergabung dengan Band Haboob, (Haboob yang dalam istilah Sudan berarti “badai pasir”). Band ini dalah kumpulan diplomat dari berbagai negara yang bekerja di Khartoum. Seperti Dan (Canadian) dari Canadian Embassy yang bermain keyboard, Kenro (Japanese) pemain bass dari WFP (World Food Programme), Colin (Canadian) pemain gitar dari OCHA (Office of Coordinator of Humanitarian Affairs), Joe (American) pemain lap guitar dari OCHA, dan Mauro (Italian) pemain saxophone dari Italian Embassy. Kebetulan vocalistnya baru pindah ke London.

Melihat posisi lowong ini, adalah kesempatan emas buat saya nih untuk mengembangkan hobby menyanyi ke jenjang yang lebih profesional. Maka segeralah menawarkan diri untuk bergabung di Band Haboob, sebagai vokalis tentunya.

Dengan jadwal rehearsal (latihan) pada setiap akhir pekan, ini adalah, saya – sebuah “therapy bathin” setelah menjalani hari-hari sibuk dengan urusan sakit-kepala bekerja di UNMIS itu. Rehearsal bergilir di rumah/kediaman para personil band, dan karena saya juga memiliki sebuah keyboard di apartment, terkadang rehearsal itu juga dilaksanakan di apartment saya.

Kalian nyanyi lagu apa saja sih? – Nah, soal lagu-lagu ini, kita bawakan beragam, mulai dari jazz, blues, country, sampai rock. Dangdut belum dicoba, berhubung susah banget latihan “cengkoknya”, he he he. (Ada yang bisa ngajarin, nggak?)

Penampilan perdana kita adalah saat naik pentas pada sebuah Multi-Cultural Event yang diprakarsai oleh Norwegian Embassy, bertempat di kediaman Norwegian Ambassaador pada bulan May yang lalu. Acara naik panggung kali itu merupakan acara pengumpulan dana untuk amal (charity) bagi sebuah Sudanesse NGO “Amal Society” yang bergerak membantu anak jalanan di Khartoum.

Nggak disangka, lho… sambutan dari para pengunjung luar biasa!!.

Maklumlah, di Khartoum jarang ada pagelaran konser “live music”. Beranjak dari acara tadi, maka kemudian datanglah tawaran kedua, pada tanggal 19 September 2008 kemarin, kita dipanggil untuk naik pentas mengisi acara “Charity nights to support NGO Kids for Kids”sebuah LSM bergerak dalam program membantu anak-anak yang tinggal di desa terpencil di Darfur, acara itu diselenggarakan oleh para staff Kedutaan Besar Inggris.

Tidak hanya itu, seperti istilah jawa: Patil nyantol patil, maka kemudian, “Band Haboob“ kita ini menjadi laris-manis untuk memeriahkan acara penggalangan dana lainnya. Pihak British Embassy/Kedutaan Besar Inggris sudah tertarik untuk menawarkan kita mengisi acara pada program amal di bulan October mendatang, dengan tajuk “Black Tie Event”.

Rasa bangga dan senang sudah pasti menghiasi pada setiap anggota Band ini, karena sudah bisa tampil di berbagai acara penggalangan dana untuk amal di Khartoum ini, sekaligus kegiatan semacam ini [bernyanyi dan nge-band] lebih jauh dapat menyalurkan hobby, bersamaan dengan berbuat amal, dua fungsi bukan?. Inilah salah satu buktinya bahwa meski bekerja di daerah pasca-konflik, sebagai peacekeepers – kita tetap bisa berlanjut dengan mengembangkan hobby, berkreatifitas dan tetap bisa “having fun”!!! in a positive way. Bagaimana dengan kalian? – juga kawan-kawan peacekeepers di Mission area lainya.. What else have you done?

Hope to hear from any of you and warm regards from the singing-peacekeepers in the sunny Sudan.

Yuanita SOEDONO Yuanita’s career path has began in the year of 2000, when she joined UNTAET, the UN Transitional Administration in East Timor, then in 2004, she further supported the UN Mission in Afghanistan (UNAMA). A capabilities which then leads her into...

Detail Profile »

8  Comments

by Luigi Pralangga at 26 September 2008, 17:04

Mbaca ceritanya jadi penasaran nih seperti apa ya merdunya suara ‘mbak Nita’ ? – coba kirim demo casettenya, biar di promosiin untuk manggung di UNMIl nih, kita gak ada hiburan..

by didut at 27 September 2008, 06:21

youtube youtube …youtube request :P

by erfan ahmad at 27 September 2008, 14:25

ini dia nichhhh,kalau urang dayak bilang Galoeh Intani,intan yang tersembunyi eeehhh. kalau lihat GAYA mbak Nita pasti deh bakal jd DIPA di seantero UN. Setuju deh yg namanya Hoby harus di TBK kan yaaa mas Luigy. lanjut mbak kembangkan terus potensi nyanyi yg terpendam selama ini,biar kate jd DIPA di Africa emangnye siape takutttttt ye.

salam hangat

by rievees at 28 September 2008, 10:49

Butuh manager ga mba? :)

by Ary Laksmana at 28 September 2008, 11:53

Nitaaaaa,
Wah jahat gak ngajak2….hehehe, mau dong diundang ke Khartoum lagi….
Untuk bang Luigi, suara Nita memang merdu lho….acara Karaoke di Khartoum terasa bagai makanan hambar tanpa garam kalau Nita gak ada… Kami saja sampai “memohon” Nita untuk jadi MC di acara Medal Parade.

Salam dari Jakarta.

by silly at 3 October 2008, 17:10

Wahhh…

kalo ke Indonesia kita karaoke abreng yukkk mbakkk… saya juga banci karaoke, wlaupun kalo saya nyanyi, semua orang langsung bubar, lari terbirit2.. Gak ngerti kenapa… padahal suara saya keren lohhh… Gak kalah saya krisdayanti…

Nihh, coba dengerin yahhh…

<blockquote> Mencintaimuuuuuuuuuuu… (pake vibra)</blockquote>

<i>duh, siapa nih yang ngebekep saya, hhhgggghhhhhh </i> hihihihihihi :-P

Anyway, ini serius nih, mbak cakep dehhh, suer :)

by Dee at 10 October 2008, 18:13

A beautiful singer … sueerrrr !!!

by Mei at 18 October 2008, 21:57

Waduuh.. nyanyi apa di sana Nit? Goyang dombret lu bawain donk.. secara tu lagu lu nyanyiin di kantor subang tiap hari ….. huaekekekkkjajaajhaajahhahaahhhhhaha

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Ro'is Nahrudin Major Inf. Ro’is Nahrudin has been serving in the Indonesian Army (TNI AD) for over 13 years. Undertaking office at the Indonesian Defence Language Education and Training Center in Pondok Labu Jakarta Selatan. Holding a Graduate Degree in English Literature...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago