About This Post

Donasion

Correspondent Donasion

Total 10 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 62 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 8.3/10(3 votes cast)

Articles

Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru

Bagi banyak orang, terutama para kerabat dan kawan baik di kampung, sering saya mendengar mereka berkata:

“Bang, carikan aku kerja diluar negeri dong, seperti abang..”
“Saya sudah bosan nih berada di kampung, uang tak punya, pekerjaan tak jelas..”

Begitulah kilah mereka dan beberapa lainya dengan nada serupa. Mungkin itu ada benarnya dan bisa jadi bagi tiap individu pasti berbeda motif dan argumen-nya masing-masing.

Tinggal, hidup dan bekerja di negeri orang, memang begitu indah impresi-nya, apalagi saat katakanlah satu, dua bulan sampai 6 bulan pertama. Mungkin si empunya diri masih merasa tidak begitu berbeda seperti halnya pelancong mancanegara (Turis). Namun selepas itu, mulailah ada tekanan perasaan bergejolak didalam kalbu yang mengatakan; “Cukup, sudahlah kamu bersenang-senang (di negeri orang), maka pulanglah.. keluarga, handai taulanmu menunggu dirumah”

Saat ini, mereka lah keluarga saya di Liberia. Mereka adalah para staff asal Indonesia yang sama-sama bekerja disini, senasib dan seperjuangan.

Paling tidak perasaan itulah yang terus muncul dalan satu kurun waktu, bagi saya – selama berada jauh dari kampung (dan keluarga). Mungkin bagi mereka yang merantau, menyelesaikan masa studi dan menetap di negeri orang seperti di Eropa, Amerika, dan negara asing lain-nya dimana setting kehidupan masih dikategorikan pada setting kehidupan normal, perasaan rindu kampung muncul dan menggerogoti jiwa tidaklah sederas kuat arusnya sebagaimana kebanyakan dari kita yang bekerja di daerah pasca-konflik, seperti pada penugasan field peacekeeping assignment ini.

Saya harus bilang bahwa saat ini saya amat merindukan keluarga, kawan kerabat di kampung halaman, yaitu di Pekan Baru. Saya rindu makanan khas dirumah, dan berjalan-jalan di pasar tradisional menemani istri tercinta berbelanja, mengantar anak-anak ke sekolah atau sekedar meluangkan waktu berbincang di warung kopi pada tikungan jalan tidak jauh dari rumah.

Imanijasi ini terus bergulir dibenak ini, dan sering sekali saya tersenyum dibuatnya. Saya tahu apa yang akan saya lakukan pada saat cuti mudik nanti.

Mungkin istri saya setuju kalau diri ini adalah (dulu) amat romantis dan piawai berkata manis rayu-madu, sehingga ia jatuh hati pada diri ini dan kemudian setuju untuk menikah dengan saya.. seiring waktu berjalan, banyak lagu-lagu cinta itu yang mulai tidak begitu kuat untuk membuat hati ini bergeming dari mencuatkan rasa rindu.

Namun demikian, harus diakui bahwa lagu dari cuplikan video klip dibawah ini, mampu membuat diri ini menjadi amat sangat kangen sekali dengan mereka semua itu. Ya, tidak harus lagu-lagu cinta kekasih saja.. yang bisa membangkitkan rasa rindu pada sang terkasih.

Rindu pada tanah air.. itulah salah satunya dan yang saat ini melanda jiwa. Istri dan anak-anakku, mohon bersabar, saya juga menghitung hari sama seperti kalian untuk dapat berjumpa kembali.

PS: Saya tidak tahu apakah ada awak Pekan Baru yang mungkin bekerja di seputaran Afrika Barat, dan bagaimana perasaan kawan-kawan pembaca, terutama mereka yang saat ini sedang merantau. Apa yang kalian lakukan saat merindu akan kampung halaman, tetapi tidak bisa mudik saat itu juga. Bolehlah bercerita.

by aryo at 21 June 2008, 10:38

merantau adalah suatu pengalaman hidup yang penuh tantangan dan kesempatan untuk merubah hidup seseorang.meski berat,merantau asyik juga. hidup terpisah dari sanak keluarga tercinta…tp dengan merantau kita bisa menjadi mandiri, tau dunia luar dan banyak pengalaman yang hadir ke dalamke hidupan kita.belajar mengenal adat dan kultur negara orang….

by aliefte at 21 June 2008, 11:48

Rindu? Obatnya ya berjumpa dengan yang dirindukan..:D

Berhubung saya merantaunya cuma 100 km dari rumah, kalau kangen kampung halaman ya langsung aja deh pulang..

Salam kenal dari Semarang – Indonesia..:)

by silly at 23 June 2008, 21:05

haduhhh, terharu baca ceritanya. Memang tidak mudah berada jauh dari org2 yg kita cintai, namun mengemban tugas yg mulia seperti mas, juga merupakan kebanggaan tersendiri, tidak hanya abgi mas, tetapi juga bagi keluarga di tanah air.

So… jangan patah semangat yach… Selalu percaya, keluarga yg jauh pasti berada dalam lindungan-NYA… demikian juga teman2 yg bertugas ebagai Peacekeeper, silly doakan semoga selalu dalam lindungan-NYA.

Semoga tetap semangat berkarya bagi dunia.

salam hangat,

Silly

by ummil at 25 June 2008, 19:02

Waaaaaahh.. abang dr Pekanbaru yaaa..??
sama dong kitaaa.. tp alhamdulillah, aku sekarang udh dapet kerjaan yang alhamdulillah bagus di Pekanbaru.. hihiihihihi..

by Yoga at 27 June 2008, 13:48

Tiga minggu-an yll saya ke Pekanbaru, sedikit yang saya tahu tentang kota ini walaupun kunjungan itu bukan yang pertama. Yang berkesan, hampir semua jalan di sana mulus dan rata, bau karet dari pabrik dekat sungai itu masih tercium hampir di antero kota—yang awalnya saya sangka bau ikan asin goreng.. duh sampai sempat bikin saya lapar :) . Duriannya enak (dan mungkin durian paling nikmat yang pernah saya makan), tak lupa saya singgah makan ikan silais, bilih, udang dan ikan tawar lainnya. Di pasar bawah saya sengaja membeli dua bungkus ikan silais asap untuk persediaan di Jakarta dan oleh-oleh, harganya cukup lumayan tapi masih murah dibanding rasanya. Meski sempat jengkel karena kepulangan ke Jakarta tertunda semalam gara-gara pesawat mengalami kerusakan, tapi sebenarnya saya berharap bisa tinggal sehari dua lebih lama karena akhir minggu itu ada acara Malaka Strait Jazz, dimana acaranya gratis, tempatnya mudah dijangkau dan musisi-nya bagus-bagus. Moga-moga sedikit cerita ini bisa mengurangi kerinduan anda. Salam kenal.
:)

by sunardi at 28 June 2008, 10:24

Salam kenal dari Pekanbaru Bang. Keadaan Pekanbaru masih sama seperti waktu Abang tinggal dulu.
Berita-berita di Riau Pos, Tribune Pekanbaru, Metro, Koran Riau dan lain-lain masih sama, seputar persiapan PILKADA.
Pesta rakyat paling Pekanbaru Expo yang barusan selesai dalam rangka memperingati hari jadi kota Pekanbaru. Agustus ada Riau Expo di area Bandar Serai.
Selebihnya masih seperti biasa. Oh, ya. Hari ini hari terima raport anak sekolah. Kalau Abang anaknya sudah sekolah mungkin pingin tahu hasil raportnya hari ini?

Salam rindu juga dari kampung halaman.

by nandha at 28 June 2008, 19:32

pa, , , , , ,we miss u. . . .

pa, , ,bagus bgt artikel papa. . .

kami juga kangen banget sama papa. . .

obat kangen papa adalah kami naek kelas semua dengan nilai yg memuaskan, , ,and nanda msuk ipa pa, , ,

apalagi sekarang udah liburan. . .

sabar ya pa, , ,bentar lagi kan puasa, , ,kita akan kumpul lagi, , ,

mama pasti akan msakkan masakan kesukaan papa, , ,
pokoknya yg enak2 lah pa, , ,heehee. .

pa, , , ,kami semua bangga sm papa. . .

we love u so much pa. . .

jaga diri baek2 pa, , ,kesehatan juga. . .

makan jgn lupa pa, , ,

nda,ndy,iboy,and iqbal sayaaang bget sama papa. .

apalagi mama tercinta pa. . . . .

pa, , ,nda rasanya pengen bget explore artikel papa ke smua org biar org tau klo nada punya papa kyak papa. . .

mama, ,nanda, ,nindy, ,iboy ndut, ,ad iqbal utiah sayaaang bget sama papa, , , , , , ,

n.b:hati2 ya pa. . . salam syang semuanya. . . we love u daddy. . . miss u pa. . . . .

by luigi pralangga at 29 June 2008, 12:29

Mas Donasion,

Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena saya juga mengalami hal serupa. Alhamdulillah Alif sebentar lagi pengumuman kenaikan kelas, dari cerita bunda-nya mereka (Alif & Abigail) nampak hasil belajarnya menggembirakan.

Menghitung hari menuju liburan adalah hal yang selalukita lakukan baik kawan2 di TNI yang bertugas, dan keluarga adalah halyang mampu membuat kita bertahan dan terus semangat berjuang. Sabar-sabar yah Mas Don, bekerja di mission itu juga sebagian dari ibadah.

Salam hangat dari pantai Jimbaran, Bali dimana saya dan keluarga berlibur sejenak.

by lidya dwita at 8 July 2008, 11:44

pak etek……………. ko ilid dari cupak.
artikelnya bagus pak etek.
kami menunggu kepulangan pak etek di kampuang supayo jalan- jalan basamo, makan basamo, manciang basamo.
jangan pernah menyerah
tetap berjuang
kami mendoakan keselamatan dan kesehatan pak etek
wassssssssss.lidya

by Yunita Dwiana at 12 July 2008, 14:27

Memang menunggu kepulangan orang yang disayang dari tugas yang sudah dijalankan berbulan-bulan adalah berat.Berat juga bagi yang bertugas di negara orang. Sudah pasti rasa rindu ini menumpuk terus, tapi yang namanya tugas adalah tetap tugas. Yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan juga kesadaran. Tidak ada yang boleh memberatkan baik itu keluarga yang ditinggalkan sekalipun. Malahan keluarga harusnya yang paling mensupport semangat dari rekan-rekan yang sedang bertugas dengan cara tidak memberikan beban pikiran tambahan yang akhirnya membuat pekerjaan jadi terganggu. Rasa rindu ini pasti akan terobati seiring dengan jalannya waktu dan juga pada saat kepulangan kelak.