Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Donasion

Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru

21 June 2008, 01:34 , by Donasion

 

Bagi banyak orang, terutama para kerabat dan kawan baik di kampung, sering saya mendengar mereka berkata:

Bang, carikan aku kerja diluar negeri dong, seperti abang..”
“Saya sudah bosan nih berada di kampung, uang tak punya, pekerjaan tak jelas..”

Begitulah kilah mereka dan beberapa lainya dengan nada serupa. Mungkin itu ada benarnya dan bisa jadi bagi tiap individu pasti berbeda motif dan argumen-nya masing-masing.

Tinggal, hidup dan bekerja di negeri orang, memang begitu indah impresi-nya, apalagi saat katakanlah satu, dua bulan sampai 6 bulan pertama. Mungkin si empunya diri masih merasa tidak begitu berbeda seperti halnya pelancong mancanegara (Turis). Namun selepas itu, mulailah ada tekanan perasaan bergejolak didalam kalbu yang mengatakan; “Cukup, sudahlah kamu bersenang-senang (di negeri orang), maka pulanglah.. keluarga, handai taulanmu menunggu dirumah”

Saat ini, mereka lah keluarga saya di Liberia. Mereka adalah para staff asal Indonesia yang sama-sama bekerja disini, senasib dan seperjuangan.

Paling tidak perasaan itulah yang terus muncul dalan satu kurun waktu, bagi saya – selama berada jauh dari kampung (dan keluarga). Mungkin bagi mereka yang merantau, menyelesaikan masa studi dan menetap di negeri orang seperti di Eropa, Amerika, dan negara asing lain-nya dimana setting kehidupan masih dikategorikan pada setting kehidupan normal, perasaan rindu kampung muncul dan menggerogoti jiwa tidaklah sederas kuat arusnya sebagaimana kebanyakan dari kita yang bekerja di daerah pasca-konflik, seperti pada penugasan field peacekeeping assignment ini.

Saya harus bilang bahwa saat ini saya amat merindukan keluarga, kawan kerabat di kampung halaman, yaitu di Pekan Baru. Saya rindu makanan khas dirumah, dan berjalan-jalan di pasar tradisional menemani istri tercinta berbelanja, mengantar anak-anak ke sekolah atau sekedar meluangkan waktu berbincang di warung kopi pada tikungan jalan tidak jauh dari rumah.

Imanijasi ini terus bergulir dibenak ini, dan sering sekali saya tersenyum dibuatnya. Saya tahu apa yang akan saya lakukan pada saat cuti mudik nanti.

Mungkin istri saya setuju kalau diri ini adalah (dulu) amat romantis dan piawai berkata manis rayu-madu, sehingga ia jatuh hati pada diri ini dan kemudian setuju untuk menikah dengan saya.. seiring waktu berjalan, banyak lagu-lagu cinta itu yang mulai tidak begitu kuat untuk membuat hati ini bergeming dari mencuatkan rasa rindu.

Namun demikian, harus diakui bahwa lagu dari cuplikan video klip dibawah ini, mampu membuat diri ini menjadi amat sangat kangen sekali dengan mereka semua itu. Ya, tidak harus lagu-lagu cinta kekasih saja.. yang bisa membangkitkan rasa rindu pada sang terkasih.

Rindu pada tanah air.. itulah salah satunya dan yang saat ini melanda jiwa. Istri dan anak-anakku, mohon bersabar, saya juga menghitung hari sama seperti kalian untuk dapat berjumpa kembali.

PS: Saya tidak tahu apakah ada awak Pekan Baru yang mungkin bekerja di seputaran Afrika Barat, dan bagaimana perasaan kawan-kawan pembaca, terutama mereka yang saat ini sedang merantau. Apa yang kalian lakukan saat merindu akan kampung halaman, tetapi tidak bisa mudik saat itu juga. Bolehlah bercerita.

Donasion Donasion Having to conclude his initial assignment with the International Federation of Red Cross – IFRC, then successfully completed another at the British Red Cross during the Tsunami post-disaster rehabilitation in Aceh Province, Donasion further engaged into new challenges in the...

Detail Profile »

10  Comments

by aryo at 21 June 2008, 09:38

merantau adalah suatu pengalaman hidup yang penuh tantangan dan kesempatan untuk merubah hidup seseorang.meski berat,merantau asyik juga. hidup terpisah dari sanak keluarga tercinta…tp dengan merantau kita bisa menjadi mandiri, tau dunia luar dan banyak pengalaman yang hadir ke dalamke hidupan kita.belajar mengenal adat dan kultur negara orang….

by aliefte at 21 June 2008, 10:48

Rindu? Obatnya ya berjumpa dengan yang dirindukan..:D

Berhubung saya merantaunya cuma 100 km dari rumah, kalau kangen kampung halaman ya langsung aja deh pulang..

Salam kenal dari Semarang – Indonesia..:)

by silly at 23 June 2008, 20:05

haduhhh, terharu baca ceritanya. Memang tidak mudah berada jauh dari org2 yg kita cintai, namun mengemban tugas yg mulia seperti mas, juga merupakan kebanggaan tersendiri, tidak hanya abgi mas, tetapi juga bagi keluarga di tanah air.

So… jangan patah semangat yach… Selalu percaya, keluarga yg jauh pasti berada dalam lindungan-NYA… demikian juga teman2 yg bertugas ebagai Peacekeeper, silly doakan semoga selalu dalam lindungan-NYA.

Semoga tetap semangat berkarya bagi dunia.

salam hangat,

Silly

by ummil at 25 June 2008, 18:02

Waaaaaahh.. abang dr Pekanbaru yaaa..??
sama dong kitaaa.. tp alhamdulillah, aku sekarang udh dapet kerjaan yang alhamdulillah bagus di Pekanbaru.. hihiihihihi..

by Yoga at 27 June 2008, 12:48

Tiga minggu-an yll saya ke Pekanbaru, sedikit yang saya tahu tentang kota ini walaupun kunjungan itu bukan yang pertama. Yang berkesan, hampir semua jalan di sana mulus dan rata, bau karet dari pabrik dekat sungai itu masih tercium hampir di antero kota—yang awalnya saya sangka bau ikan asin goreng.. duh sampai sempat bikin saya lapar :) . Duriannya enak (dan mungkin durian paling nikmat yang pernah saya makan), tak lupa saya singgah makan ikan silais, bilih, udang dan ikan tawar lainnya. Di pasar bawah saya sengaja membeli dua bungkus ikan silais asap untuk persediaan di Jakarta dan oleh-oleh, harganya cukup lumayan tapi masih murah dibanding rasanya. Meski sempat jengkel karena kepulangan ke Jakarta tertunda semalam gara-gara pesawat mengalami kerusakan, tapi sebenarnya saya berharap bisa tinggal sehari dua lebih lama karena akhir minggu itu ada acara Malaka Strait Jazz, dimana acaranya gratis, tempatnya mudah dijangkau dan musisi-nya bagus-bagus. Moga-moga sedikit cerita ini bisa mengurangi kerinduan anda. Salam kenal.
:)

by sunardi at 28 June 2008, 09:24

Salam kenal dari Pekanbaru Bang. Keadaan Pekanbaru masih sama seperti waktu Abang tinggal dulu.
Berita-berita di Riau Pos, Tribune Pekanbaru, Metro, Koran Riau dan lain-lain masih sama, seputar persiapan PILKADA.
Pesta rakyat paling Pekanbaru Expo yang barusan selesai dalam rangka memperingati hari jadi kota Pekanbaru. Agustus ada Riau Expo di area Bandar Serai.
Selebihnya masih seperti biasa. Oh, ya. Hari ini hari terima raport anak sekolah. Kalau Abang anaknya sudah sekolah mungkin pingin tahu hasil raportnya hari ini?

Salam rindu juga dari kampung halaman.

by nandha at 28 June 2008, 18:32

pa, , , , , ,we miss u. . . .

pa, , ,bagus bgt artikel papa. . .

kami juga kangen banget sama papa. . .

obat kangen papa adalah kami naek kelas semua dengan nilai yg memuaskan, , ,and nanda msuk ipa pa, , ,

apalagi sekarang udah liburan. . .

sabar ya pa, , ,bentar lagi kan puasa, , ,kita akan kumpul lagi, , ,

mama pasti akan msakkan masakan kesukaan papa, , ,
pokoknya yg enak2 lah pa, , ,heehee. .

pa, , , ,kami semua bangga sm papa. . .

we love u so much pa. . .

jaga diri baek2 pa, , ,kesehatan juga. . .

makan jgn lupa pa, , ,

nda,ndy,iboy,and iqbal sayaaang bget sama papa. .

apalagi mama tercinta pa. . . . .

pa, , ,nda rasanya pengen bget explore artikel papa ke smua org biar org tau klo nada punya papa kyak papa. . .

mama, ,nanda, ,nindy, ,iboy ndut, ,ad iqbal utiah sayaaang bget sama papa, , , , , , ,

n.b:hati2 ya pa. . . salam syang semuanya. . . we love u daddy. . . miss u pa. . . . .

by luigi pralangga at 29 June 2008, 11:29

Mas Donasion,

Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena saya juga mengalami hal serupa. Alhamdulillah Alif sebentar lagi pengumuman kenaikan kelas, dari cerita bunda-nya mereka (Alif & Abigail) nampak hasil belajarnya menggembirakan.

Menghitung hari menuju liburan adalah hal yang selalukita lakukan baik kawan2 di TNI yang bertugas, dan keluarga adalah halyang mampu membuat kita bertahan dan terus semangat berjuang. Sabar-sabar yah Mas Don, bekerja di mission itu juga sebagian dari ibadah.

Salam hangat dari pantai Jimbaran, Bali dimana saya dan keluarga berlibur sejenak.

by lidya dwita at 8 July 2008, 10:44

pak etek……………. ko ilid dari cupak.
artikelnya bagus pak etek.
kami menunggu kepulangan pak etek di kampuang supayo jalan- jalan basamo, makan basamo, manciang basamo.
jangan pernah menyerah
tetap berjuang
kami mendoakan keselamatan dan kesehatan pak etek
wassssssssss.lidya

by Yunita Dwiana at 12 July 2008, 13:27

Memang menunggu kepulangan orang yang disayang dari tugas yang sudah dijalankan berbulan-bulan adalah berat.Berat juga bagi yang bertugas di negara orang. Sudah pasti rasa rindu ini menumpuk terus, tapi yang namanya tugas adalah tetap tugas. Yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan juga kesadaran. Tidak ada yang boleh memberatkan baik itu keluarga yang ditinggalkan sekalipun. Malahan keluarga harusnya yang paling mensupport semangat dari rekan-rekan yang sedang bertugas dengan cara tidak memberikan beban pikiran tambahan yang akhirnya membuat pekerjaan jadi terganggu. Rasa rindu ini pasti akan terobati seiring dengan jalannya waktu dan juga pada saat kepulangan kelak.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Diki Syahputra Briptu Diki Syahputra born in Medan, 25th June 1985, he is the 2nd from 3 siblings. After graduating from SMU Negeri 13 Medan in 2003, he and his twin brother Briptu Dian Syahputra joined the Bintara Polri recruitment together...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago