Waktu menunjukkan pukul 07:00 dimana hari itu misi inspeksi (assessment) PBB sedianya akan berangkat melalui jalan darat dengan konvoy sebanyak 7 kendaraan armoured (tahan peluru) dari Base Charlie Zulu menuju Delta Sierra pada propinsi Al Anbar, Iraq. Komandan Konvoy telah memberikan Convoy’s Brief kepada seluruh anggota bersama deputynya di ruang meeting yang mencakup perihal rute, formasi konvoy, possible emergency eventualities, chain of command, satlink & comms, friendly and enemy forces sepanjang rute yang akan dilalui dan lain sebagainya.
“Alpha Tango this is Charlie Mike Zero-Five, message over..”
”Charlie Mike Zero-Five, send over..”
” Roger Alpha Tango, the bulls have left the barn heading for Echo Tango-Niner, ETA Echo Tango Zulu in Three Mikes, over..”
” Roger Charlie Mike Zero-Five,out!…”
Perjalanan konvoy yang saat itu sedang dilalui berangsur-angsur berubah dari area perkotaan (urban) masuk ke daerah perbukitan dengan alur jalan berkelok-kelok yang pemandangan disamping kanan-kiri adalah padang gurun berbatu cadas gersang disinari terik mentari yang sangat.
Iring-iringan kendaraan memasuki daerah perbukitan dengan alur jalan yang mulai berkelok-kelok, dengan kontur menurun bukit dan sebagian kemudian mendaki..
Saat konvoy memasuki koordinat Zulu-Papa, tiba – tiba konvoy kendaraan mendapat serangan bom yang dipasang di sisi jalan rute konvoy (Roadside Bomb), dimana kendaraan kedua menerima guncangan terkuat dari serangan bom tersebut dan hampir keluar jalur.
”Emergency.. emergency.. !, Alpha Tango this is Charlie Mike-Zero-Five, we’have been attacked by roadside bomb at coordinates Zulu-Papa.. all vehicle commander report to Mike Zero-Five on Damage Status, over”.. Crrk!
Sambil melihat kebelakang dan anggota team pada kendaaan yang saya tumpangi merunduk sambil menengok kebelakang guna menghitung jumlah kendaraan yang masih terus mengikuti konvoy yang kini melaju dalam kecepatan tinggi berupaya menjauh dari dearah serangan. Di channel VHF, terdengar ricuh laporan dari masing-masing vehicle commander menginformasikan bahwa tidak ada personil yang cedera..
Saat iring-iringan kendaraan memasuki tikungan yang menanjak, tiba-tiba dari depan muncul kendaraan hummer dengan senapan mesin yang duduk diatas kap/roofnya dengan seorang berseragam berada dibalakang pelatuknya mencegat-memotong laju kendaraan komandan konvoy, hingga menjadikannya terhenti total.. dan dalam kurang dari 5 detik, bermunculan kendaraan asing dengan model serupa dan beberapa truk yang mengangkut personil bersenjata dari balik bukit.
5 kendaraan konvoy milik PBB ini kahirnya terperangkap tanpa banyak ruang gerak tersisa untuk maneuver langkah seribu. Sementara pada saluran radio VHF di channel 3, lantang terdengar: “Ambush..!!!, ambush..!! – Jacky, take sharp left and maneuver away from this area..” sahut saya lantang pada sang pengemudi. Maka Toyota Land Cruiser berlapis pelindung dan tahan balistik itu membalik arah dengan geragas, mengakibatkan kepulan debu dan bebatuan terpental karna gerakan maneuver ban mobil yang memutar dalam kecepatan tinggi.
Saat kendaraan kita berhasil menjauh, terlihat 3 kendaraan konvoy kita tertinggal dan terperangkap oleh kendaraan hummer musuh tadi. Kami hanya merunduk sembari sang pengemudi berusaha maneuver menjauh dari kejadian ambush mengemudi sembari sedikit merunduk.
Pada radio VHF channel 1 yang terhubung dengan Base, saya sibuk menjawab panggilan radio: “This is Alpha-Tanggo to Charlie Mike Zero-Five, report your twenty,over..” – Crrk!
Dengan nafas yang ter-engah-engah, saya pun mencoba menjawab: “ This is Charlie Mike Zero-Five, message over..” Crrk!
“Send over…!” Balas Base dan sambil melihat kebelakang mencoba mengingat kendaraan konvoy nomer berapa yang tertangkap musuh dan seberapa jauh kita sudah berhasil kabur.
“This is Charlie Mike Zero-Five – the chain has been broken by roadside bomb and being ambushed.. mobile 1, mobile 2, and Mobile 3 reported no injury and got away from the ambushed site.. Mobile 4 and Mobile 5 status unknown and away from the current convoy, over..” Crrk!
Masing-masing personil dalan mobile 1, secara aktif mengamati keadaan sekitar, meski kendaraan melaju kencang melintasi jalan yang berada ditengah padang pasir bebatuan yang luas.. dan kurang dari 1 menit setelah itu, sisa konvoy memasuki jalan yang diapit oleh dua buah bukit dikedua sisi, dan tiba-tiba muncul dibalik sisi bukit, kelompok bersenjata dengan jenis kendaraan serupa merintangi jalan di ujung terdepan,berusaha menghentikan laju kendaraan dengan nyaris menyerempet dan beberapa kendaraan lainnya memblokir akses mundur pada ujung akhir konvoy.. maka terperangkap total-lah iring-iringan kendaraan kita..
Dalam hitungan beberapa detik saja, masing-masing kendaraan PBB sudah dikepung oleh personil bersenjata dengan seragam militer berteriak-teriak dalam bahasa arab.. meski entah arti dan maksud gerombolan bersenjata ini, satu hal yang saya fahami adalah mereka meminta kita keluar dari kendaraaan, dengan menggebrak-gebrak kaca dan pintu.
Meski kendaraan kita adalah kendaraan tahan balistik, tetap saja rasa shock dan mencekam, terutama bagi staff wanita yang menjadi bagian dari team inspeksi ini menjadi panic dan ikut berteriak-teriak ketakutan.. dan akhirnya secara tanpa sadar membuka salah satu pintu kendaraan..
Maka sudahlah kita semua digiring keluar.. persis drama penculikan bak film laga layar lebar itu – bedanya kali ini adalah:
Saya sendiri yang mengalami adegan itu. .. – Edan banget khan?.
.. dan beneran dijenggut bajunya dan dihempaskan ke tanah. Bobot badan ini sudah berat, ditambah lagi PPE (personal Protection Equipment) yang berupa rompi balistik yang beratnya sendiri saja sudah hampir 20 Kgs ditambah helm, kebayang bagaimana hebatnya hempasan yang harus ditahan oleh dada ini.. ditambah lagi terik matahari yang menyorot sangat silau.
Suara teriakan berbahasa arab itu makin lantang, dan disana sini terlihat granat sap warna merah dan kuning dilontarkan dikanan dan kiri kita.. walhasil seluruh personil staff PBB akhirnya ditiarapkan diatas tanah dengan tangan berada diatas kepala/helm. Salah satu dari staff kita ada yang faham berbahasa arab dan mencoba menjelaskan kepada personil lainnya tentang apa permintaan personil bersenjata itu, yang akhirnya dijelaskan bahwa setiap personil diminta melepaskan helm dan perangkat pelindung personil.
Saya hanya melihat kita semua, para staff PBB tiarap diatas tanah dan satu persatu para personil bersenjata itu melucuti PPE (Personal Protection Equipment kita, dan emosi para personil bersenjata itu masih tinggi terlepas dari upaya kita menuruti perintah mereka.
Tiba-tiba, teriakan salah seorang dari kelompok bersenjata itu terdengar lantang di radio – tentunya dalam bahasa arab, yang membuat seorang dari anggota mereka yang berdiri tidak jauh dari saya mendekat dan menggiring kearah kendaraan SUV yang sepertinya kendaraan yang ditumpangi komandan gerombolan ini.
Kepala ini dibenturkan hingga rapat menempel diatas kap mesin, sementara kedua kaki ini dipaksa geser berdiri melebar, dan tiba-tiba dimasukkannya sarung hitam masuk kedalam kepala ini, membuat penglihatan menjadi gelap seketika. Saya disekap!.
Kedua tangan ini tiba-tiba diikat dan badan ini seperti dipasangi semacam seragam jumpsuit, karena kedua kaki dan tangan ini dipaksa mengenakan sebuah kostum, saya hanya berusaha menoleh kanan-kiri mencoba mencerna imaji dari cahaya yang masuk dari celah-celah sarung kepala ini sambil bersaha menarik nafas dalam-dalam.. sudah pasti degup jantung ini cepat memdetak tidak keruan..
Didorongnya saya kemudian masuk kendaraan.. ya!. Saya disandera dan dibawa kabur dari anggota staff PBB lainnya. Manuver mundur dengan kecepatan tinggi dengan guncangan jalan berbatu, terasa benar dari goyangan kendaraan yang membawa saya pergi..
Dalam sekap kantong hitam menyelubungi kepala ini, saya berjuang untuk tidak panic dan berusaha bernafas secara normal, jika tidak saya bisa semaput! (Pingsan/tak Sadarkan diri karena claustrophobic).
Saat itulah saya kembali teringat akan apa-apa yang selama ini diajarkan dalam kelas pelatihan penyelamatan/keselamatan serta keamanan personil. Bagaimana bisa bertahan (survive) terhadap sebuah situasi penyanderaan, penculikan dan penyergapan pada sebuah konvoy, sebagai bagian dari rangkaian resiko bagi para staff PBB yang bertugas/akan bertugas di Iraq.
Alhamdulillahnya, drama penyergapan, penyerangan dan penculikan itu berakhir – sesuai scenario. Ya, ini adalah sebuah seknario dari rangkaian pelatihan di lapangan bagi para staff PBB sebelum bertugas diterjunkan ke Iraq. Dibawah ini adalah beberapa jepretan setelah usainya ‘Operasi penyelamatan’ yang kemudian membebaskan saya dari belenggu sekap dan ‘bahan peledak’ yang disisipkan didalam badan ini.
SAIT (Security Awareness Induction Training) adalah sesi pelatihan wajib bagi setiap personil staff PBB, dan NGO yang akan beroperasi di Iraq, dimana perpaduan antara pelatihan dalam kelas akan keselamatan, pemahaman kultur, situasi domestic, operasional, assessment kebahayaan, dan segudang pelatihan taktis lapangan yang diberikan oleh “instruktur handal berpengalaman dari IOM”: http://www.iom.ch/jahia/webdav/shared/shared/mainsite/activities/countries/docs/iom_iraq_vol210_newsletter.pdf (cek halaman 7) dan didukung/dipandu oleh pihak Militer Jordan, menjadikan kita semua, peserta pelatihan menjadi faham bagaimana menjaga diri dan menerapkan konsep keselamatan personil pada tingkat yang lebih baik.
Berikut beberapa jepretan saat kita menjalani pelatihan SAIT ini di dalam kelas:
Bagi rekans yang akan terbang dan bertugas ke Iraq, adalah kewajiban bagi pihak kantor/organisasi dimana kalian bernaung agar bisa mendaftarkan staffnya mengikuti pelatihan SAIT dan lulus dari program ini sebelum menginjakkan kakinya di daerah misi yang notabene sangat berbahaya dan perlu persiapan fisik dan mental yang prima.
Salam hangat dari Kuwait City.. dimana sejak seminggu lalu saya mulai bertugas, kunjungan saya ke Baghdad tempo hari berjalan mulus dan aman.. dan tidak lupa mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1431H kepada rekans yang merayakannya.






















Bagus, Mas...
keren
hehehe
ada video nya gk?
Wah seru sekali kang. walaupun cuma latihan tapi benar2 penuh dengan ketegangangan..!! sukses ya kang..!!
bakal menjadi pengalaman luar biasa, langsung ikut pelatihan seperti perang sungguhan…
pasti kalo menghadapi medan yang sebenarnya tambah menegangkan…
Met Idul fitri 1431 H
Maaf lahir dan Batin
selamat bertugas, mas
Salam dari Indonesia
wow.. what an experience… seru banget ya! walaupun juga serem. hehe.
selamat Idul Fitri ya…
Ampun! Macam film-film dan game-game action.
Seru dan menakutkan. hehe..
Selamat idul fitri, mohon maaf lahir batin.
Semoga selalu sehat. Amin..
Walaupun cuma simulasi, tapi bisa bikin ‘jiper’ juga. Yang punya jantung lemah dan urat takutnya belum putus mohon menjauhi zona ini. Hahaha!
Wuih, luar biasa. pengalaman yang membangkitkan andrenalin. Asyik buanget! gaya penulisannya juga mengalir dan narasi banget. Terimakasih Kang Luigi mau berbagi pengalaman. Selamat Lebaran…. God bless you all..
Interesting….seandainya bisa ikut latihan seperti itu.
Minal Aidin Wal Faizin….
Wah experiance quite exciting sir…
may still succeed…
greetings from Indonesia
Hi Luigi, how are you, hope u are well…I just arrived in Erbil, Northern Iraq this morning and I don’t receive any security up date yet, I’ll ask how to do it…I’m still little bit confuse about this experience, it is difficult to be away from family, and I was not used anymore…anyway I went home last week thanks to Eid, and i feel better…
Keep in touch I’ll let you know soon…
Ciao Gi
kereeen lui! penulisannya jg mantap, w jadi terbawa ma critanya euy ..,seruuu!! tapi tetep weh kudu hati-hati, man! gud’ luck!!
pengalaman yang luar biasa……tapi walaupun sudah punya persiapan yang baik tentu tidak berharap kejadian seperti di atas beneran kejadian ya kang! you know what they say: hope for the best, prepare for the worst.
kirain beneran, ngak bisa dibayangkan keadaan sebenarnya pasti lebih menakutkan
Ya …ampun….bacanya deg2an…walau udah tahu dari judulnya kalau Latihan.
Fotonya bagus…aduhh jangan deh ada perang…serem banget.
Saat kakak sepupu saya jadi WARA (tentara wanita Angkatan Udara), saya heran…membayangkan betapa beratnya. Tapi memang ada beberapa orang yang berbakat untuk bekerja di bidang ini.
Lha saya nonton film “Mission Imposible” aja, pegangan tangan sama anak perempuanku…dia juga penakut.Jadi kalau mau nonton film, pertanyaannya selalu….Serem nggak? Happy end nggak?
Syukurlah masih ada orang2 seperti kang Luigi, yang berani bekerja sebagai garda depan penyelamat negara dan bangsa ini.
Seru yah.. huebbaaat tenan. Awas palanya benjol & pipi melepuh ditempel ke kap mobil hehhehehe.
Serem banget yah klo beneran.. Seperti nonton film Alias. Loves it!
njrit serius baca kirain beneran, dan sempat heran gimana motretnya, dan juga sempat mikir apakah pakai camera spy yg canggih dg resolusi gede :)
lega setelah baca sampai ke bawah
selamat mas
walau sudah punya pengalaman di sini tetep ajah aslinya mah beda! hehehe …. pasti bagi yang mengalaminya berharap yang dialami hanya mimpi sedang di dalam pelatihan.
kayak nonton film action aja, menegangkan
sekarang nggak di Afrika lagi?
hihi, ngeri kalo beneran, kalo latihan kan posisi ledakan sudah diatur kan ya?
keren abizz sob…….saat menone baca seperti berada disana seruuu sereeemmmm hehehehehehehehe