Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 0 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 156 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Kadang sasaran itu tertuju pada peacekeepers >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Kegiatan pembekalan Milobs (Military Observers) yang dilaksanakan oleh TNI dibuka Kepala Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Brigjen Zahari Siregar di Mako PMPP Jakarta pada tanggal 18 Maret 2008. Pembekalan dimaksudkan untuk mengisi kemampuan para perwira TNI yang telah terpilih untuk memberikan gambaran tentang daerah penugasan, mekanisme kerja dan kondisi terakhir.
Para perwira yang telah diseleksi oleh matranya masing-masing merupakan asset TNI untuk mewakili bangsa Indonesia dalam bertugas di Peacekeeping Operations. Para perwira yang mengikuti pembekalan tersebut berpangkat Kapten hingga Letnan Kolonel. Dengan status tersebut TNI memberikan pembekalan untuk mematangkan kemampuan dan ketrampilan perorangan agar dapat bertugas dengan baik. Karena tugas Military Observers adalah tugas yang mengandung resiko maut dihadapkan dengan perubahan situasi yang seketika berubah.
Dalam sambutannya Brigjen Zahari Siregar menyampaikan bahwa kehadiran Milobs disuatu negara yang sedang dilanda konflik sangat diperlukan untuk menjalankan resolusi PBB untuk mewujudkan dan memelihara perdamaian diwilayah tersebut. Dalam beberapa kali pengalaman, pada awal penugasan seringkali terjadi kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan penugasan karena sulitnya mengaplikasikan bekal materi yang ada sebagai Milobs dihadapkan kondisi nyata dilapangan. Karena itu dalam pembekalan yang akan dilaksanakan, untuk segera memahami kultur yang berlaku dinegara penugasan. Karena adaptasi dengan kultur setempat akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penugasan.
Dalam kegiatan pembekalan tersebut hadir undangan dari berbagai institusi TNI, seperti dari Puskes TNI, Puspen TNI dan dari perwakilan TNI AD, TNI AL dan TNI AU. Sedangkan rencana waktu pembekalan akan berlangsung selama 1 bulan. Untuk penyampaian materi diberikan oleh para instruktur yang sudah memiliki pengalaman dibidang Peacekeeping Operations dan juga dari ICRC. Sedangkan materinya adalah berdasarkan modul yang di wajibkan oleh PBB. Dan pada kesempatan tersebut, Brigjen TNI Zahari Siregar mengajak para peserta pembekalan Milobs dan undangan untuk bersama-sama mengheningkan cipta untuk almarum Kolonel Laut Anumerta Sondang Dodi Irawan yang meninggal dalam melaksanakan tugas sebagai Milobs di Nepal.
Sedangkan saat ini jumlah Military Observer Indonesia berada di 6 misi PBB. Kongo sejumlah 17 orang, Lebanon 8 orang, Liberia 3 orang, Sudan 10 orang, Georgia 4 orang dan Nepal 5 orang.
« This time: Unity State! Kadang sasaran itu tertuju pada peacekeepers »