Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 26 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 572 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Rumah Sakit Lapangan TNI Di Lebanon Siap Mendukung Tugas
Panglima TNI dan Menlu Kunjungi TNI Di Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dalam ceritanya, si Mbak Huntu-Roges ini mengisahkan kalau di kelasnya, ia sudah terasa susah berjalan di dalam kelas, yaitu ruangan berjalan pada baris diantara 2 deret meja kursi, dimana murid-muridnya sudah duduk berdempetan bahu-bertemu-bahu satu sama lain, alhasil ia hanya bisa mundar-mandir sambil mengajar terbatas di bagian depan saja, karena susah berjalan menengok barisan di balakang itu, entah apakah si kuncung berhidung pesek di baris paling belakang cukup jelas menerima penjelasan pelajaran yang diberikannya.
Setiap pagi, semenjak dari keluar pintu gerbang didepan rumah mau berangkat ke kantor, pemandangan pertama-tama yang terlihat dari kendaraan adalah gerombolan anak-anak kecil berseragam sekolah, melenggang dengan riang dengan langkah kecilnya dari rumah menuju ke sekolahnya masing-masing.
Warna-warni seragamnya pun beragam, ada yang kuning biru, merah-biru, maksudnya si kemejanya warna gonjreng merah lalu celana pendeknya warna biru tua, dan begitu juga kakak kelas mereka yang sudah berada di jenjang high school.
Sebutlah dia, Andrea Huntu-Roges, dia adalah tetangga si kampret ini yang tinggal persis disebelah rumah, kadang sesekali bertemu saat saya kembali dari seharian bekerja, senyum dan lambaian tangan sapa-nya menandai kekerabatan kita sebagai tetangga. Sesekali dalam satu akhir pekan, di depan gerbang pernah ngobrol-ngobrol bersama tetangga lainya yang kebetulan berjalan-jalan sore.

« Rumah Sakit Lapangan TNI Di Lebanon Siap Mendukung Tugas Panglima TNI dan Menlu Kunjungi TNI Di Lebanon »