Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Octavianus Marthin

Penugasan POLRI pada misi PBB di Sudan

6 February 2009, 05:17 , by Oktavianus Marthin

 

Berawal dari mengikuti kursus bahasa Inggris tingkat advance di Sekolah Bahasa Polri di Cipinang Jakarta, maka saya berkesempatan mengikuti misi pemeliharaan perdamaian PBB di Sudan Afrika.

Let.Kol. Oktavianus Marthin di Sudan

Misi ini adalah misi ke dua kalinya untuk saya. Misi saya pertama dulu adalah misi perdamaian di Bosnia Herzegovina, pada tahun 1997 – 1998. Misi kali ini merupakan misi yang benar-benar berat, baik dari segi keamanan maupun segi kenyamanan. Memang setiap misi PBB itu berbeda karakteristik, tergantung dari kondisi Negara dan mandat yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal PBB. Salah satu mandat yang diberikan dalam misi di Sudan ini adalah mereformasi dan merestrukturisasi lembaga kepolisian Negara Sudan, yang ikut terkoyak akibat perang. Reformasi dan restrukturisasi lembaga kepolisian dimaksud telah diatur dalam bentuk:

1. Memonitor pelaksanaan tugas kepolisian lokal yang sesuai dengan kepolisian dunia yang menerapkan sistem yang demokratis. Monitor ini juga diberikan dalam bentuk pelatihan-pelatihan yang diberikan kepada petugas polisi lokal sehingga mereka menjadi lebih memahami tugas-tugas pokok mereka. Karena 99% petugas kepolisian Sudan adalah mantan kombatan perang saudara.

Polisi di Sudan

2. Melaksanakan patroli bersama dengan polisi lokal, baik patroli jalan kaki maupun patroli bermobil.

3. Mengunjungi lokasi kantor polisi, pos polisi maupun check point yang berada dalam area of mission.

4. Menerapkan Community Policing.

Community Policing in rural area in Sudan.

Perlu diketahui bahwa Sudan adalah salah satu Negara di Afrika. Negara terbesar dari segi luas wilayahnya, yaitu 2,505,810 km2 dan jumlah penduduk mencapai 41 juta jiwa, berdasarkan sensus tahun 2006. Sudan merupakan sebuah Negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam (70%), sisanya adalah menganut kepercayaan sendiri (25%) dan penganut agama Kristen (5%). Temperatur udara di Sudan bisa mencapai 2° C pada malam hari dan mencapai 48°C pada siang hari. Negara Sudan terbagi dalam 3 wilayah besar, yaitu Northern Sudan yang meliputi Khartoum sebagai ibukota Negara, Western Sudan yang meliputi Darfur pusat kotanya dan Southern Sudan yang meliputi Juba sebagai pusat kotanya.

Sudan memperoleh kemerdekaannya setelah menjadi koloni Inggris pada tanggal 1 Januari 1956. Oleh Inggris Sudan dibagi menjadi 2 wilayah besar, yaitu Southern (wilayah Selatan, yang didominasi oleh kaum Kristen) dan Northern (wilayah Utara yang didominasi kaum Islam).

Satu tahun sebelum merdeka pecah perang sipil pertama dikarenakan Sudan wilayah Selatan mengkhawatirkan akan dominasi Utara yang Islam atas Selatan yang Kristen. Perang sipil ini berlangsung hingga tahun 1972. Perang sipil kedua terjadi pada tahun 1983 hingga 2005. Perang itu berkobar karena adanya kelompok perlawanan dari kaum Selatan (SPLM = Sudan People Liberation Movement) dengan kelompok bersenjatanya (SPLA = Sudan People Liberation Army) terhadap dominasi kaum Utara yang tidak memperhatikan wilayah Selatan.

Perang sipil kedua ini berakhir pada tahun 2003 dengan diadakannya gencatan senjata dan proses perdamaian antara Pemerintah Sudan (GoS = Government of Sudan) dan SPLA. Pada tanggal 9 Januari 2005 ditandatanganilah CPA (Comprehensive Peace Agreement = Perjanjian Perdamaian Menyeluruh) di Nairobi Kenya, yang memberikan otonomi selama 6 tahun dan kemudian melaksanakan referendum dengan opsi kemerdekaan kepada wilayah Selatan.
Dalam merespon perjanjian perdamaian itu maka PBB membentuk misi penjaga perdamaian di Sudan yang diberi nama United Mission In Sudan (UNMIS). Misi ini diikuti oleh 45 negara kontributor, yang mengirimkan personel militernya, baik sebagai pemantau (observer) maupun sebagai pasukan dan personel kepolisian sebagai advisor.

Indonesia sebagai salah satu Negara anggota PBB kemudian mengirimkan juga personel kepolisiannya. Sejak tahun 2006 hingga kini telah dikirim 24 anggota Polri ke Sudan. Terakhir, pada tanggal 25 November 2008, sejumlah 14 anggota Polri diberangkatkan kembali ke Sudan. Mereka berasal dari beberapa Polda seluruh Indonesia dan berasal dari berbagai kesatuan maupun fungsi kepolisian, yang terdiri dari 9 orang Pamen, 3 orang Pama dan 2 orang Bintara. Menariknya salah satu Bintara adalah Polwan, yang merupakan satu-satunya Polwan pada rombongan/kontingen ini.

Pada tanggal 26 November 2008 jam 11.00 waktu Sudan kontingen tiba di Bandara Khartoum Sudan. Suasana dan udara panas terik langsung menyapa kulit seluruh anggota kontingen yang sudah kelihatan lelah akibat perjalanan jauh di atas pesawat Qatar Airways. Sejak tanggal 27 November 2008 hingga 8 Desember 2008 seluruh anggota kontingen mendapat pelatihan pengenalan (Induction Training) dari seluruh unit kerja di Markas Besar UNMIS (UNMIS HQ = Head Quarters). Pada tanggal 9 Desember 2008 seluruh kontingen dipecah menjadi 8 kelompok kecil sesuai dengan penempatan tugas baru.

Kontingen Garuda Bhayangkara di UNMIS

Setiap tempat tugas baru akan diisi oleh 2 orang personel Polri. Mereka adalah:

1. AKBP Eko Rudi S. dan IPTU Wahyu Candra Irawan di Team Site (Polsek) Rumbek.

2. AKBP Irfing Jaya dan Kompol Gigih Prabowo di Team Site Ed Damazin.

3. AKBP Oktavianus M dan AKP Raja Simamora di Team Site Yambio.

4. Kompol Arsdo dan Kompol M. Kamba di Team Site Bentiu.

5. Kompol R. Syukri dan AKP Bismo Teguh di Team Site Bor.

6. Kompol Suprijono dan Aiptu Samiyanto di Team Site Abyei.

7. AKBP Maru Siagian di Northern Regional HQ (Mapolda Utara).

8. Briptu Santy Rahmi di UNMIS Pol HQ.

Setiap personel akan melaksanakan tugas sebagai Police Advisor di tempatnya masing-masing, sesuai dengan mandat PBB yang diterimanya, yang telah dijelaskan di awal tulisan di atas.

Semoga perjalanan Bhayangkara Negara di Sudan dalam salah satu bentuk pengabdian diri kepada Negara ini diterima oleh masyarakat Sudan umumnya dan kepolisian Sudan khususnya.

Octavianus Marthin Oktavianus MARTHIN Super Intendent (Lieutenant Colonel) Oktavianus MARTHIN, SIk., was born in Jakarta, October 25, 1970. After finishing senior high school in Jakarta in 1989, then became a cadet of Indonesian Police Academy in Semarang. Graduated from that Academy in the year...

Detail Profile »

6  Comments

by bayzhaqy at 6 February 2009, 07:17

idealnya, hal-hal seperti ini menjadi headline news agar ada keseimbangan informasi, bahwa TNI-POLRI kita HEBAT, dan rakyat boleh bangga akan hal ini.

by Yudi Purwanto at 6 February 2009, 13:33

pengen kenal sama Briptu Santy Rahmi hehehehe…

by David Pangaribuan at 13 February 2009, 15:01

Selamat berdinas dan sukses untuk seluruh anggota Team, suatu kebanggan mengemban tugas negara. Salam buat temanku di sana Kompol Arsdo Simatupang.

by simamora at 25 February 2009, 14:18

waduh asyik juga dong ada ceweknya, bisa digilirlah ya?? apalagi disana item semua kan, pasti mbak ini yang pualing ayu nan sexy

by Jabinson Purba at 2 March 2009, 14:24

Dobardan Gospodin. Okta,semoga masih kenal dan ingat dengan saya. Dulu kita pernah sama2 seleksi misi Bosnia, saya tidak berangkat waktu itu. Tahun 2000-2001 baru saya ke Bosnia dengan Pak Boy sebagai Dan Konga XIV-14. sampaikan salam saya buat syukri, chandra, musakar, suprijono dan maru. saya sekarang di spn cisarua, sudah akbp tapi belum sespim, bgmn dengan Mas Okta? By the way, misi UNAMID berapa lama? saya juga mau coba ikut.

by ikays at 7 March 2009, 04:18

Saya turut bangga dengan tugas mulia ini. Semoga Tuhan senantiasa melindungi, membimbing, melimpahkan kesehatan, & kemampuan dalam melaksanakan tugas. Serta menjaga keluarga yg ditinggalkan di tanah air.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Kasman Taslim I don’t think this is the right blog for me. Architect who is not used to be visible around army or police. Serving with United Nations Assistance Mission in Afghanistan (UNAMA) since 1998, teach me “the closer, the more vulnerable”,...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago