Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Perayaan Idul Adha di Liberia bersama Pakistani Peacekeepers

30 November 2009, 05:42 , by Luigi Pralangga

 

Ponsel itu berdering, angka pada penunjuk watu masih memperlihatkan pukul 5 pagi. Sudah pasti itu telepon dari tanah air. Intinya mengingatkan untuk segera bersiap-siap untuk pergi menunaikan ibadah sholat ied. Takbir itu berkumandang, meski sayup-sayup. memang, sekita 3 menit berkendara dari Riverview compound, ada Camp Clara, yaitu barak dari kontingen pasukan reaksi-cepat Pakistan Army. Sepertinya disanalah saya akan menunaikan shalat Idul Adha ini.

Sungguh beda jauh akan suasana Idul Adha di tanah air dengan di Liberia. Harus diakui bahwa bila dibandingkan dengan khidmatnya perayaan, dan malam takbir Idul Adha dan Idul Fitri di negara ini, dari sudut pandang si kampret ini – masih lebih meriah dan khidmat merayakannya di tanah air. Meski masyrakat muslim di negara ini sudah terbilang cukup lumayan, menurut data dari Factbook CIA, bahwa komposisi ragam keberagamaan masyrakat di Liberia terdiri dari 40% kristiani, 20% muslim, dan sisanya sebesar 40% adalah kepercayaan terhadap nenek-moyang (indigenous beliefs). Besaran posesntase umat muslim di Liberia tadi umumnya berasal dari suku mandingo yang akar geografisnya datang dari negara tetangganya: Republique du Guinee dan sisanya pendatang yang sudah lama menetap dari Republique du Mali, Sudan, dan monoritas orang Somalia yang entah bagaimana juntrungannya menclok ke Liberia dan menikah berbaur dengan penduduk setempat.

Lebaran Haji kali ini adalah kali pertama saya bergabung dengan rekan-rekan saudara muslim dari Kontingen Pakistan, karena alasan jarak barak mereka yang hanya 3 menit dari rumah. Biasanya pada lebaran haji 2 tahun silam, si kampret ini bergabung dengan rekan-rekan Jordanian Peacekeepers, di barak mereka bertempat di Level 3 Jordan Medical Hospital didalam kompleks UNMIL Logistics Base, Monrovia.

Lepas sholat Ied, rekan-rekan Pakistani Peacekeepers itu saling berjabat tangan dan berpelukan. Buat si kampret yang kali pertama berada ditengah-tengah mereka, nampak sepintas wajah mereka semuanya sama (mirip),kalau nggak berkumis tebal ya berjenggot lebat. bertempat di Camp Clara, Pakistani Quick-Reaction Force batallion, inilah dia suasana jabat-erat itu:

Eid-al Adha in Liberia Eid with Pakistani

Eid-al Adha in Liberia

Eid-al Adha in Liberia

Eid-al Adha in Liberia

Sebelum sempat melihat acara pemotongan hewan kurban, si kampret ini sudah keburu diajak makan siang oleh beberapa sahabat para perwira dari PakEngrs-12 (Pakistan Engineering Company-12) di Kakata, sebuah daerah berjarak 90 km dari pusat kota Monrovia, dimana Pakistan Engineering Company 12 bermarkas. Disana, bersama para perwira dari kontingen peacekeepers lainnya, kita duduk satu meja panjang bertempat di Officer’s Mess Dining Hall – Pakistani Engineering Company, VOA Camp, Kakata.

Lunch with Officers

Berbincang-bincang dengan beberapa perwira menengah dan senior baik dari Pakistan, China, dan Kerajaan Jordan yang akhirnya undangan berkunjung ke markas mereka masing-masingpun saling dilayangkan, termasuk itu undangan besar dari Kontingen Transport PRC (China) yang minggu depan akan kedatangan tamu delegasi seni beladiri kungfu dari Beijing yang akan berkunjung ke Liberia sebagai tamu undangan dari Kontingen China tersebut yang juga turut mengundang presiden Liberia beserta rombongan pejabat tinggi negara dalam perhelatan besar itu. Sudah terbayang seperti apa nanti meriahnya program acara tersebut ya.

Sebelum pamit pulang, salah seorang perwira komunikasi dari PakEngr-12 kemudian mengajak si kampret ini berkeliling untuk melihat markas mereka dan menceritakan fasilitas dan aktivitas poyek CIMIC (Civil Military Coordination) mereka yang salah satunya memperbaiki jalan dan areal bandara internasional Roberts serta bandara domestik Spriggs-Payne di Monrovia.

Guard Post

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Pakistan Engineering Company

Bertugas pada misi pemulihan perdamaian PBB, selain dari menjaga stabilitas keamanan negara tuan rumah, para peacekeepers, baik sipil dan militernya juga turut berpartisipasi dalam berbagai program, seperti silaturahim antar sesama peacekeepers, program pertukaran kebudayaan, program-program substantif lainnya dan salah satu yang terpentingnya adalah aktivitas ibadah.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

13  Comments

by Wiwit Permata Asih at 1 December 2009, 06:39

Kang Lui Thanks Ya … Pengalaman Yang Menarik … Bgmn Dgn Kegiantan Para Wanitanya …

by Falva Arianiranandanty at 1 December 2009, 06:42

wahh, asik ya, sayang banget pas potong potongnya terlewat padahal kita kita mo tau banget tuh…hehehe , ya ngga apa deh,. yup ibadah mang number one donk… , pondasi dari setiap kegiatan yang kita lakukan.semoga diberikan lancar , Baroqalloh. selamat hari Raya Idul Adha 1430 H, UNTUK SEMUA KAWAN KAWAN DISANA.

by Idham Rously at 1 December 2009, 06:45

Nuhun pisan buat postcardnya… selamat Idul Adha ya…maaf lahir batin.

by Firman Lukman at 1 December 2009, 06:47

Kang, kumaha damang…Selamat hari raya Idhul Adha ya..God always bless u…

by Futtuh Firmansyah at 1 December 2009, 06:50

Selamat Idul Adha jg Pak…., meriah jg acara disana ya…?!

by Adee Syah at 1 December 2009, 06:51

Selamat hari raya idul adha 1430 H, minal aidin walfaidin.. mohon maaf lahir bathin.

by Made Kusuma at 1 December 2009, 06:54

Ikutan ngucapin Met Idul Adha jg Pak buat rekan2 yg ada di mission area semoga sehat selamat and sukses selalu

by Venorita de Ark at 1 December 2009, 06:56

Ucapin met Idul Adha jg buat Kang Luigi, mohon maaf lahir batin yea Kang…Mg sehat sll n dak ada halangan apapun…

by Wong Jalur at 1 December 2009, 18:15

Wah…pengalaman mengasyikan, kpn ya punya pengalamn yg ginian….
Salam kenal dan hangat selalu, dn terima kasih dh mampir ke wongjalur.com

by bayzhaqy at 1 December 2009, 21:23

Kang, hatur nuhun, makasih atas “kekuatan” yg di berikan… saya coba belajar jadi air, mengalir sajalah sekarang, asal jangan mengalir ke selokan atau kubangan yg kotor aja :P
btw, saya pikir lebih berat menjadi akang, belum tentu saya mampu… selamat hari raya Iedul Adha, semoga nggak kangen sama tongseng :D

by Joko Setiawan at 2 December 2009, 00:44

HHmmm….Alhamdulillah, semuanya bisa damai sekali di sana…
Saya jadi pengen ikut berada di sana nich mas… :)

by mpokb at 7 December 2009, 22:51

bener juga, Kang Luigi… orang Pakistan, kalau sudah pakai setelan gamis gitu, jadi mirip semua :D dulu pernah dibuatin masakan pakistan oleh seorang kenalan orang Pakistan, ayam pakai santan dan bumbu kari gitu (atau semacamnya ya? pokoknya enak :D).
trims untuk selalu berbagi momen2 unik ini. semangat terus yak :)

by edratna at 30 December 2009, 01:18

cerita yang menarik..
Btw, biasanya hewan qurban dimasak cara apa? Apakah mereka juga mengenal sate kayak di negeri kita?

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

0 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dicky Wijanarko Major (Marines) Dicky Wijanarko was born in July 1973 in the hilly area of Wilis Mountain in Madiun, East Java. He joined the military – naval academy and graduated from Indonesia’s Marines Corp in 1995. During years after graduation, Major...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago