About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 7 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 50 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 6.5/10(2 votes cast)

Articles

Perdamaian: Sebuah janji (yang sulit) diwujudkan

Hampir daripada kita setiap harinya disuguhkan dengan beragam berita buruk, sejak pagi, lalu siang, dan saat saatnya makan malam ditengah keluarga pun kadang si televisi itu ngoceh terus menyajikan berita-berita yang belum tentu semuanya menggembirakan.

Perang disini, pertikaian disana dan segala rupa konflik yang tersebar luas merata dibanyak penjuru bumi ini. Katakanlah politik itu berada dibelakang semuanya, dimana hal yang mungkin kekuatan manusia yang berupaya menegakkan perdamaian dengan jumlah mereka yang berusaha kembali merobohkannya bisa jadi tidak akan sebanding.

Konflik kekerasan, dan hingga terus kepada yang bersenjata, menghadirkan banyak kesengsaraan. Akankah kita mengambil bagian dari masalah atau solusi?. Peranan itu ada pada pilihan individu masing-masing yang dengan sikap, pola pikir dan kapabilitas individunya dapat memberi sumbangsih positif solusi sebuah konflik atau sebaliknya malah acuh.

Bisakah kita berjanji untuk mengakhiri konflik? Disadari atau tidak, masing-masing dari kita adalah seorang juru damai (peacekeepers). Maka bersikap dan bertindaklah seperti itu. Semoga cuplikan klip video yang saya temui di YouTube ini bisa memberikan gambaran bahwa janji itu (kali ini) harus ditepati.

Dengan tanpa melihat propaganda dan pesan-pesan yang mungkin dipolitisir, penting untuk kita fahami bersama bahwa perdamaian itu mahal harganya, dimana bagi mereka yang ingin hidup damai kadang harus siap untuk berperang untuk memperjuangkannya.

Salam hangat dari Liberia, Afrika Barat serta dari kita-kita para Indonesian peacekeepers di medan penugasan peacekeeping operations membentang dari Afghanistan, Sudan, Darfur Region, Ivory Coast, Goergia, Nepal, Timor-Leste, dan Liberia berjuang untuk sebuah perdamaian.

PS: Buat Puguh Pamungkas, staff UNAMID – Darfur Region yang baru semingguan ini tiba di medan penugasan, semoga tabah dan senantiasa berada dalam kelancaran… tentunya selamat datang di keluarga UN Peacekeeping dan selamat bertugas.

by jiwakelana at 16 May 2008, 14:14

perang, sebuah kata yang akan membawa kita pada bayangan letusan senjata dan ledakan misil. perang sebuah kata yang enteng diucapkan tapi membawa bencana yang sangat menakutkan. bukan bagaimana kita menyelesaikan perang tersebut sebagai solusi mengatasi situasi, tetapi lebih kepada bagaimana kita menghindari agar tidak terjadi yang namanya perang tersebut. jalur diplomasi adalah langkah yang sangat positif, tetapi ini tidak akan berlaku bagi pihak yang mempunyai sikap ego dan merasa paling berkuasa. karena bagi mereka perang adalah sebuah akses menuju cita-cita. salam dan selamat berjuang, perdamaian adalah idaman seluruh bangsa dan itu merupakan sebuah hak yang harus dihormati. thankz dan mampir…

by jiwakelana at 16 May 2008, 14:51

SALAM JUANG DARI KAMI
dibawah terik engkau berdiri
didingin malam engkau tetap terjaga
diantara dentuman senapan dan ledakan bom engkau merayap
diatas bara api engkau tetap melangkah…

bedil yang engkau usung bukanlah senjata
seragam yang engkau kenakan bukanlah bendera
bedil itu adalah perisai kami
seragammu itu adalah selimut kami…

kepadamu kami titip nasib kami
kepadamu kami titip kehidupan ini
kepadamu kami percayakan perdamaian ini…

sesekali waktu bila berada didekat kami
biarkan kami menyeka keringat yang membasahimu
katena itu adalah air mata kami
karena itu adalah darah kami yang mengalir dari tubuh tegapmu..

sesekali waktu bila engkau lelah
ajari kami untuk tahu itu
karena engkau tak pernah mengatakannya
atau mungkin engkau tak pernah merasakanya…?

salam juang kami ucapkan
pada semangat yag tak pernah berhenti
terima kasih kami ucapkan
atas darma bakthi yang tak pernah terkira

jika nanti engkau kembali
biarlah sejarah mencatatnya
sekalipun engkau tak mengharapkannya

(puisi ini kuidedikasikan buat seluruh prajurit pasukan garuda indonesia, tetap jaya dimanapun berada)

by aryo at 16 May 2008, 17:07

Pagi-pagi nyalain tv buat liat berita pagi…gak banget deh…mending jg putar CD lagu2 tradisional macam dari Bali atau Sunda….damai….peace man…
saya tidak mau pagi yg indah terkontaminasi dengan berita yang notabene isinya most of them kekerasan dan anarkhis. Memang hal itu terjadi di luar sana…..
but…
Let's make little peace space in ourselves then create little peace for our bedroom then our home.. and it gain become creating peace for our nation…let's start from ourselves….

Kita memang gak bisa mencegah perang itu untuk tidak terjadi…pada dasarya perang kecil2an jg sering terjadi di dlm jiwa kita.. jd perang awalnya dari dlm hati kita sendiri…so it depends to ourselves to mantain and manage it…..

by Deddy Andaka at 18 May 2008, 06:16

Wah, saya sudah lama ga denger kabarnya…
Kedamaian… siapa sih yang tidak mendambakan kedamaian? Namun masing2 memegang tekadnya untuk meraih kedamaian dengan caranya sendiri2. Termasuk berperang… ironis…

Met tugas mas. Semoga tugas2nya dapat diselesaikan dengan baik…

by imsuryawan at 18 May 2008, 19:11

perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…
perdamaian.. perdamaian…

banyak yang cinta damai
tapi perang semakin ramai..

bingung, bingung, ku memikirnya…

song by: Gigi

peace pak, dan selamat bertugas!

by linda at 22 May 2008, 08:39

janji memang harus ditepati kang :)
pa kabar kang? linda ganti alamat blog ya. hehehehe biar devisa gak kesedot katanya :) met bertugas kang

by Calvin Michel Sidjaja at 28 May 2008, 17:08

saya tidak bisa berkomentar terlalu banyak karena saya sudah agak lupa dengan teori2 resolusi konflik, tapi saya ingat sekali bahwa perdamaian sulit dicapai, khususnya karena satu kelompok dan kelompok lain melakukan demonisasi pada sosok masing2.

Saya sendiri heran, kenapa yah orang yang bertikai itu tidak pernah sejenak berpikir bahwa konflik tanpa henti itu akan membaca kehancuran bagi diri sendiri?