About This Post

Dody WIBOWO

Correspondent Dody WIBOWO

Total 3 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 338 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Perempuan, Perang, dan Damai

Hari Jumat kemarin, seorang teman datang ke rumah kami dan memberitahukan bahwa hari Sabtu ini di daerah Sinakme akan ada pertunjukan tari tradisional Papua. Teman kami mengajak kami untuk ikut melihat pertunjukan itu.

Hari Sabtu siang, kamipun pergi ke Sinakme, ke tempat dilangsungkannya pertunjukan. Di suatu lingkungan yang terdiri dari beberapa Honai, terlihat ada dua orang perempuan sedang beraktivitas di ladang. Tak berapa lama setelah kami datang, pertunjukan pun dimulai.

Ternyata dua orang perempuan tadi merupakan bagian dari pertunjukan itu. Pertunjukan ini berupa drama menceritakan tentang seorang perempuan yang diculik oleh lelaki dari suku lain yang kemudian berakibat pada terjadinya perang antar suku. Akan tetapi drama ini berakhir dengan happy ending, kedua suku berdamai dengan simbolisasi wakil dari kedua suku bertemu dan kemudian mereka bersama-sama mematahkan sebilah anak panah.

Ada yang menarik ketika terjadi adegan perang antar suku. Disitu saya melihat ada perempuan yang ikut di dalam perang, dan dia mengayun-ayunkan dedaunan. Dan ketika perang berakhir, juga ditandai dengan kemunculan perempuan yang sekali lagi mengayun-ayunkan dedaunan.

Saya menanyakan kepada teman saya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh perempuan tadi di dalam situasi perang suku? Kata teman saya, perempuan yang mengayun-ayunkan dedaunan di saat perang bertugas untuk memberi semangat pada para lelaki yang sedang berperang. Sedangkan ketika perang berakhir, perempuan tadi yang memberi pertanda bahwa perang usai.

Ternyata peran perempuan dalam perang dan perdamaian cukup besar ya… perempuan bisa menjadi sumber terjadinya perang – seperti dalam cerita tadi yang diawali dengan penculikan seorang perempuan, lalu perempuan mampu mengobarkan semangat perang, tetapi kemudian perempuan juga mampu menjadi aktor yang menghentikan peperangan.

Dan dalam budaya tertentu, menyerahkan perempuan kepada pihak lawan yang menang juga menjadi pertanda adanya pengakuan atas kemenangan satu pihak.

Kejadian ini tidak hanya ditemui di Papua… di banyak daerah bisa pula ditemui kejadian serupa. Salah satu yang pernah saya lihat adalah di filem The Wajir Story, yang menceritakan peran perempuan di Wajir, Kenya, dalam meningkatkan perang maupun mengajak pada perdamaian.

Perempuan memang luar biasa…

by ayahshiva at 19 September 2007, 13:24

perempuan memang sangat unik diciptakan oleh yang maha pencipta

by Iman at 20 September 2007, 17:31

Hidup Perempuan! Apalagi Perempuan Indonesia. Hidup!

by ambar at 21 September 2007, 04:28

Pengalaman yang sangat menarik mas. Meski temen2 saya sering terbang ke Irian, tak satupun dari album photo mereka ada yang LIVE seperti ini. Anyway, mari sayangi istri yang sudah berkorban siang malam untuk keluarga kita ;-)