Berdasarkan Surat perintah Force Commander Letnan Jenderal Babacar Gaye untuk menggeser peralatan TNI yang terbaru, setelah mendapatkan dukungan alat berat (alber) sejumlah tujuh unit dengan berbagai jenis dari pemerintah Indonesia yang sudah dua minggu berada di Uganda. Alber yang dibawa dari Uganda dan Bunia ke Dungu, dimana Kontingen Indonesia berada dalam rangka membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan bangunan dalam misi perdamaian di negara DRC (Democratic Republic Congo).
Dengan bekal surat perintah dari pimpinan tertinggi militer MONUC, perjalanan yang sangat menantangpun di mulai. Dengan jarak 700 KM dari Uganda ke Dungu yang melewati sekitar lima Distrik dan medan yang sangat berat, karena harus melewati hutan belantara yang penuh dengan binatang buas dan iklim yang sangat ekstrim serta rawannya keamanan, karena daerah yang dilewati adalah salah satu wilayah kekuasaan milisi (LRA) dan milisi-milisi lainnya tidak menyiutkan nyali Tim pembawa alber yang berjumlah 21 orang yang dipimpin langsung oleh Komandan Kontingen Garuda XX-G Letnan Kolonel Arnold A.P. Ritiauw
Dalam menggeser alat berat milik Kontingen Indonesia di Kongo. Perjalanan yang memakan waktu 15 hari dan harus menginap di dalam hutan mempunyai kesan tersendiri bagi prajurit TNI yang sedang mengemban tugas misi perdamaian dibawah naungan organisasi PBB. Ofroad kendaraan berat yang harus melewati jalan yang cukup curam dan kadang tidak bisa dilewati oleh kendaraan berat terpaksa harus menurunkan beberapa kali eksapator untuk memperbaiki dan membuat jalan sendiri sehinga konvoi kendaraan bisa lewat dengan mulus.
Adapun pertimbangan Dankontingen untuk memutuskan membawa Alat berat melalui jalan darat adalah untuk menghindari kerusakan terhadap alat berat yang kita miliki, untuk mengambil keputusan dengan cepat, melewati daerah berbahaya, serta kebutuhan alat berat dalam mendukung percepatan pembangunan jalan Dungu-Faradje sepanjang 155 KM yang harus selesai pada akhir tahun ini.
Pada akhirnya bagi seorang prajurit sejati seberat apapun tugas yang diberikan negara kepadanya tak ada alasan untuk tidak dilaksanakan sepanjang perintah itu untuk kepentingan bangsa dan negara, seperti yang dilakukan kontingen Garuda XX-G dalam mengawal alat berat sejauh 700 KM dengan harus menembus medan yang sangat berat dan berbahaya serta harus siap jika suatu waktu ada gangguan keamanan dari milisi LRA (Lord Resistance Army). SP-30/IV/Konga XX-G/MONUC







Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago