Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Pergeseran Alber Satgas Zeni TNI

9 May 2010, 22:22 , by Agus Hermansyah

 

Berdasarkan Surat perintah Force Commander Letnan Jenderal Babacar Gaye untuk menggeser peralatan TNI yang terbaru, setelah mendapatkan dukungan alat berat (alber) sejumlah tujuh unit dengan berbagai jenis dari pemerintah Indonesia yang sudah dua minggu berada di Uganda. Alber yang dibawa dari Uganda dan Bunia ke Dungu, dimana Kontingen Indonesia berada dalam rangka membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan bangunan dalam misi perdamaian di negara DRC (Democratic Republic Congo).

alber-1

Dengan bekal surat perintah dari pimpinan tertinggi militer MONUC, perjalanan yang sangat menantangpun di mulai. Dengan jarak 700 KM dari Uganda ke Dungu yang melewati sekitar lima Distrik dan medan yang sangat berat, karena harus melewati hutan belantara yang penuh dengan binatang buas dan iklim yang sangat ekstrim serta rawannya keamanan, karena daerah yang dilewati adalah salah satu wilayah kekuasaan milisi (LRA) dan milisi-milisi lainnya tidak menyiutkan nyali Tim pembawa alber yang berjumlah 21 orang yang dipimpin langsung oleh Komandan Kontingen Garuda XX-G Letnan Kolonel Arnold A.P. Ritiauw

alber-2

Dalam menggeser alat berat milik Kontingen Indonesia di Kongo. Perjalanan yang memakan waktu 15 hari dan harus menginap di dalam hutan mempunyai kesan tersendiri bagi prajurit TNI yang sedang mengemban tugas misi perdamaian dibawah naungan organisasi PBB. Ofroad kendaraan berat yang harus melewati jalan yang cukup curam dan kadang tidak bisa dilewati oleh kendaraan berat terpaksa harus menurunkan beberapa kali eksapator untuk memperbaiki dan membuat jalan sendiri sehinga konvoi kendaraan bisa lewat dengan mulus.

alber-4

alber-7

Adapun pertimbangan Dankontingen untuk memutuskan membawa Alat berat melalui jalan darat adalah untuk menghindari kerusakan terhadap alat berat yang kita miliki, untuk mengambil keputusan dengan cepat, melewati daerah berbahaya, serta kebutuhan alat berat dalam mendukung percepatan pembangunan jalan Dungu-Faradje sepanjang 155 KM yang harus selesai pada akhir tahun ini.

alber-8

alber-11

Pada akhirnya bagi seorang prajurit sejati seberat apapun tugas yang diberikan negara kepadanya tak ada alasan untuk tidak dilaksanakan sepanjang perintah itu untuk kepentingan bangsa dan negara, seperti yang dilakukan kontingen Garuda XX-G dalam mengawal alat berat sejauh 700 KM dengan harus menembus medan yang sangat berat dan berbahaya serta harus siap jika suatu waktu ada gangguan keamanan dari milisi LRA (Lord Resistance Army). SP-30/IV/Konga XX-G/MONUC

alber-13

Agus Hermansyah Captain Caj. Agus Hermansyah was born on 15 August 1971, prior his assignment under the Indonesian Engineering Company under the United Nations Mission in the D.R. Congo (Mission d’el ONU en Republique du Congo – MONUC) as Military Public Information...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Nugroho Captain Yogi Nugroho was born in Malang, East Java, 31 years ago. The thought of earning well education, was the reason why he decided to attend the Taruna Nusantara High School and graduated from the school in 1997. As one of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago