Pengalaman merupakan guru yang terbaik, merupakan kalimat bijak untuk belajar dari pengalaman. Hal ini dialami oleh Kapten Valian, personel Konga XXIII-A yang ditunjuk oleh Dansatgas Kolonel Surawahadi untuk mewakili kontingen Indonesia menghadiri undangan pemerintah Spanyol. Undangan untuk memperingati hari nasional, diberikan oleh pemerintah Spanyol kepada pasukan yang bergabung di Unifil. Setiap kontingen diberikan seat sebanyak empat orang. Kapten Valian adalah salah satu dari empat perwira yang dikirim Konga XXIII-A menghadiri upacara negara tersebut.
Kontingen Indonesia menerima undangan seperti ini adalah yang kedua kalinya. Pada bulan Juni 2007, Italia juga mengundang personel yang tergabung di Unifil menghadiri hari kemerdekaannya. Dan pasukan Indonesia mengirim satu orang perwiranya ke Italia sesuai permintaan. Interaksi internasional ini tentunya memperkaya pengalaman dari jajaran perwira Indonesia. Selain melihat dan membandingkan code of conduct dari pasukan dunia juga memperluas wasasan dibidang kemiliteran.
Prosedur resmi telah dilakukan oleh kontingen Indonesia sebelum mengirim perwakilan perwiranya mengadiri kegiatan tersebut. Kegiatan diluar dari tugas sebagai pasukan pemeliharaan perdamaian di Lebanon namun merupakan undangan resmi yang disampaikan negara Spanyol. Ijin ke Mabes TNI dan koordinasi antar Atase Pertahanan dilakukan. Tidak semua negara memberikan kesempatan untuk hadir memperingati hari kebesarnnya selama penugasan PBB.
Dari pasukan Unifil yang diundang adalah 26 kontingen, dengan menggunakan pesawat boing 707 – 300 milik angkatan udara Spanyol dari kesatuan 47 Grupo Mixto, personel Unifil menuju Spanyol. Perjalanan ditempuh kurang lebih selama 5 jam dan pesawat kemudian mendarat di Torrejon Air Base. Penyelesaikan administrasi yang cepat dan sederhana, karena personel militer tersebut adalah tamu kehormatan Spanyol. Selanjutnya rombongan langsung menuju ke tempat akomodasi yaitu Hotel AC dan Hisperia di Getafe. Kedua hotel yang dipersiapkan oleh Departemen Pertahanan Spanyol untuk tempat istirahat personel Unifil. Jarak kedua hotel dengan ibukota Madrid kurang lebih 50 km. Kontingen Indonesia berada di Hotel AC bersama dengan perwakilan dari Kontingen Malaysia, Ghana, Tanzania, Turki dan Qatar.
National Day yang diperingati Spanyol pada tanggal 12 Oktober, disebut juga Saint Day. Ada dua catatan literatur yang menyebut 12 Oktober adalah waktu dimana Christopher Columbus mendarat di benua Amerika tahun 1492. Namun pada tanggal yang sama tahun 1913, seorang pengusaha Spanyol, bernama Faustino Rodriguez San Pedro, mengusulkan tanggal ini sebagai perayaan menghormati Virgin Pilar yang dalam bahasa Spanyol Fiesta de la Raza atau Festival of the Race. Sehingga di Spanyol tidak dikenal hari kemerdekaan dan telah menjadi tradisi pada tanggal tersebut digelar kemampuan militer secara besar-besaran. Perayaan hari ini juga dilaksanakan secara serentak dinegara-negara Amerika Selatan, seperti Uruguay dan Paraguay.
Upacara kebesaran militer
Kegiatan personel Konga XXIII-A selama di Spanyol diisi dengan melaksanakan geladi dan latihan defile yang bertempat di Getafe Air base, tempat pangkalan udara termodern milik Spanyol. Perwakilan dari kekuatan angkatan bersenjata Spanyol juga melaksanakan latihan bersama di tempat itu. Sebelum bergabung dan berlatih dengan pasukan angkatan bersenjata Spanyol, perwakilan kontingen-kontingen Unifil melaksanakan latihan tersendiri, untuk menyesuaikan dengan ritme langkah yang digunakan. Gerakan yang dinamis dari irama defile Spanyol, perlu segera dilaksanakan penyesuaian. Hal ini mengingat perwakilan negara yang diundang memiliki aturan baris-berbaris berbeda. Perwakilan dari personel Unifil dalam upacara ini adalah untuk membawa bendera negara masing-masing, termasuk Indonesia.
Kegiatan latihan pada 10 Oktober, yang juga bertempat di Getafe Air Base ditinjau langsung oleh Chief of Defence Staff, Jenderal Sanz. Jenderal berbintang empat ini menyampaikan rasa puasnya atas pelaksanaan latihan serta penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada seluruh pasukan, khususnya kepada perwakilan dari Unifil atas partisipasinya. Selepas istirahat siang, latihan dilanjutkan di Royal Guard Barracks di Prado, yang merupakan markas dari Tentara Pengawal Kerajaan Spanyol dan dipimpin langsung oleh komandan pasukan pengawal kerajaan. Sedangkan pada malam harinya tepat pukul 00.00, kegiatan dilanjutkan dengan melaksanakan geladi di The Colon Square, yaitu tempat pelaksanaan upacara parade maupun defile memperingati National Day ditengah kota Madrid. Kegiatan yang padat tidak menjadi rintangan dari empat perwira Indonesia yang sudah terlatih di daerah penugasan.
Jadual yang tersusun padat sudah dibuat sedemikian rupa sehingga diberikan satu hari untuk berkeliling kota Madrid oleh panitia. Seluruh perwakilan Unifil diijinkan melakukan city tour di kota Madrid dengan menggunakan dua buah bus. Beberapa obyek wisata yang dilalui antara lain Plaza Mayor dan Puerta de Sol yang merupakan shopping center yang berlokasi didalam bangunan kuno dan merupakan peninggalan sejarah yang tetap terawat dengan baik. Selanjutnya menuju Plaza de Soros, adalah tempat dimana matador menunjukan kemampuannya dihadapan penonton. Kemudian rombongan diajak menuju Stadion Santiago Bernabeu tempat Real Madrid di gembleng. Stadion yang cukup luas dan besar yang menjadi kebanggan masyarakat Spanyol. Beberapa tempat peninggalan abad ke 18 dan 19 juga diperkenalkan kepada personel Unifil sebagai pengenalan sejarah bangsa Spanyol.
Pada hari H yaitu tanggal 12 Oktober 2007, merupakan hari pelaksanaan upacara parade dan defile dalam rangka hari Nasional Spanyol. Kegiatan dimulai dengan upaca parade di hadapan Raja Spanyol, Juan Carlos, bertempat di depan Plaza de Colon yang berada di pusat kota Madrid. Upacara diikuti oleh 29 bendera negara undangan yaitu 26 perwakilan negara Unifil, sedangkan Amerika, Luxemberg dan Belanda juga mengirim perwakilannya. Keikutsertaan perwakilan kontingen Unifil merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap enam orang prajurit Spanyol yang gugur dalam penugasannya di Lebanon Selatan pada bulan Juni 2007.
Selesai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan demo terjun payung dari prajurit Spanyol dan atraksi udara dari beberapa jenis pesawat tempur angkatan Udara Spanyol. Defile kendaraan tempur yang dimiliki negara Spanyol menjadi tontonan menarik bagi personel Indonesia. Hal ini karena seluruh kendaraan tempur maupun perlengkapan militer yang dimiliki oleh Spanyol merupakan produksi dalam negeri. Brigade elit dari Guardia Real yang merupakan pasukan pengawal kerajaan Spanyol juga memeriahkan iringan tersebut.
Masyarakat Spanyol yang memiliki kebanggan terhadap pasukannya, ditunjukkan dengan penuhnya pengunjung yang memadati pusat kota Madrid tersebut. Masyarakat memadati ruas jalan mulai Gta Emilio Castelar, Plaza de Colon sampai dengan Plaza de Celebes yang digunakan dalam pelaksanaan parade dan defile. Sebuah masyarakat negara modern sekelas Spanyol yang masyarakatnya tetap memiliki kecintaan dan kebanggaan terhadap angkatan bersenjatanya. Di sisi lain tentunya kegiatan upacara ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi personel Indonesia karena untuk pertama kalinya dalam bendera Sang Merah Putih berkibar dalam perayaan upacara parade dan defile menyambut hari Nasional Spanyol.
Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago