About This Post

Puguh PAMUNGKAS

Correspondent Puguh PAMUNGKAS

Total 8 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 259 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

“Prang Aneuk Atjeh”(Perang Anak Aceh)

Inilah potret kehidupan anak Aceh yang terjadi saat ini mereka terlalu banyak melihat potret-potret konflik dengan mata kepala mereka sehingga hal ini secara tidak langsung terekam dan melekat pada diri mereka.

Setelah bertahun tahun Aceh diradang konflik yang panjang, akhirnya sudah 2 tahun lebih masyarakat Aceh dapat bernafas lega dalam dunia atmosfir perdamaian dengan di tanda tangani MoU antara Pemerintah RI dan Pihak GAM 15 august 2005 di Helsinki Finlandia. Hal ini membawa dampak yang positif bagi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Selain itu tentunya ada efek-efek yang memang bakal terjadi akibat dari konflik di mana pun konflik itu terjadi di belahan dunia ini, mungkin salah satunya buat Aceh hal tersebut terjadi pada dunia anak-anak Aceh.

Dalam dunia anak-anak kita sering kita mengenal permainan perang-perangan, dan hal juga terjadi di Aceh namun hal ini lebih dominan terjadi pada event-event besar seperti Idul Fitri dan idul Adha, dimana sebagian anak aceh memperlengkapkan diri dengan senjata (airsoft gun) mungkin lebih kita kenal dengan senjata mainan namun mainan ini berpeluru biji-biji yang terbuat dari plastic dan mereka bermain tanpa perlindungan apapun, terkadang sebagian dari mereka juga menggunakan kacamata atau saebo.

Mereka berperang terdiri dari dua kubu yang tidak mengenal satu sama lainnya, salah satu kubu berada di check point(point tetap) dan yang satunya lagi berada dia atas kendaraan bergerak(mobil angkutan umum, mobil charteran, bahkan diatas becak)

Kubu yang bergerak adalah kelompok anak-anak yang akan menuju pusat keramaian pada hari Idul Fitri mereka telah mempersiapkan diri dengan senjatanya untuk menyerang check-check point yang berada disepanjang jalan mereka menuju ketempat tujuan yang diduduki oleh anak-anak dari daerah tempatan. Dan ketika kubu berjalan melalui tiap-tiap check poin disitulah pertempuran terjadi tak jarang terjadi korban cedera diantara mereka, dan mereka benar-benar menikmati permainan ini tanpa menghiraukan masalah keselamatan mereka bahkan ada pihak yang terkena serangan mereka ketika harus bepapasan dengan gerombolan pertempuran anak-anak ini, ada banyak pihak juga telah melakukan tindakan pencegahan atas tindakan ini, namun mereka tetap saja bergerilya untuk bertempur tanpa ada pemenangnya.

Inilah potret kehidupan anak Aceh yang terjadi saat ini mereka terlalu banyak melihat potret-potret konflik dengan mata kepala mereka sehingga hal ini secara tidak langsung terekam dan melekat pada diri mereka, semoga ini hanya tetap menjadi permainan dan bukan menjadi suatu kebiasaan berperang dalam jiwa mereka dalam menyelesaikan suatu masalah yang akan mereka jalani dalam kehidupan mereka yang akan datang di masa depan yang begitu cerah dalam atmosfir perdamaian yang telah tercapai saat ini di bumi Aceh.

by Luigi Pralangga at 6 December 2007, 22:04

Semoga anak-anak itu senantiasa diberikan Allah SWT masa depan yang cerah sebagai pengganti pahit masa kecilnya akibat konflik yang terjadi di Aceh. Amin!

by Yeni Setiawan at 7 December 2007, 01:16

Sebaiknya sejak dini mereka diberi pengertian bahwa perang itu tidak bagus dan bukan sesuatu yang bisa dijadikan impian.

Sehingga ketika dewasa nantinya mereka tidak rindu perang.

by ambar at 8 December 2007, 00:13

wow ! seperti di liberia ! semoga tidak berkelanjutan. prihatin ngeliatnya.

by Astri at 12 December 2007, 14:59

One thing that I hate most from war :(
efeknya benar2 terekam dalam benak si anak sampai jadi seperti ini, kekerasan memang tidak menyelesaikan masalah tapi malah melahirkan masalah baru

by Sangulosquaw at 12 December 2007, 22:25

Mas Puguh, cerita ini mengingatkan saya pada almarhum kakak sepupu saya yg berkerja di PT Arun Aceh, dan tinggal di komplek perumahan Arun bersama keluarganya. Beliau sendiri juga menyaksikan konflik perang yg terjadi di Aceh semasa beliau bekerja untuk PT. Arun. Potret2 konflik tersebut juga menimbulkan konflik tersendiri di hati & pikiran kakak sepupu saya itu, terpendam di hatinya yg paling dalam. Akibatnya, beliau meninggal krn serangan jantung diatas kursi goyang di rumahnya di Aceh, sore hari sesudah beliau pulang kerja. TRAGIS!!

by Falva at 27 December 2007, 05:51

assalamualikum…..,
kasian sekali mereka….,anak anak ini adalah korban dari ketidakpuasan, kerakusan manusia,…….. Masa anak anak mereka cenderung meniru atas apa saja yang dilihatnya,di dengarnya,…………,konflik yang terjadi di aceh memang ..klo saya boleh bilang meracuni pikiran mereka,..satu contoh anak yang di didik secara militer dia juga akan tumbuh ala militer ,dan jika tidak ada faktor penyeimbang……maka budaya kedisiplinan dalam militer dapat diterima oleh anak anak ini secara salah.alhasil dia malah tumbuh menjadi jagoan diantara teman teman nya..suka main pukul , tendang,…dan lain lain nya….
…memang perlu usaha yang extra keras……….specilally untuk anak anak yang secara logika….secara manusia…merekalah yang akan melajutkan…bagaimana aceh ke depan………
….yah perlu usaha yang keras. memang……..,mencoba untuk mngalihkan pikiran mereka tentang kekerasan,penindasan….Media agama mungkin paling baik menurut saya, artinya memakmurkan masjid……saya rasa kalo ada keinginan yang kuat mnegingat juga aceh dengan julukan serambi mekkah…..memakmurkan masjid ini perlu digalakan,….dengan sering melakukan kegiatan kegiatan keagamaan yang tentu tdk salah juga jika di selingi dengan hiburan hiburan sehingga tidak menimbulkan efek jenuh pada mereka.dan mungkin menjauhkan mereka untuk menonton acara acara berita kriminal di televisi….kita kan tau bahgamana berita berita kriminal di televisi…menyedihkan ,menakutan……..Mungkin lebih seru jika anak anak ini disuguhi..acara acara….seperti si bolang.,..supaya mereka tahu, BAHWA…ada kok yang indah indah., yang seru seru…dibelahan dunia yang lain.
….‘semoga peran orang tua, guru,petinggi,..dan semua…bisa behu membahu….menyembuhkan penyakit anak anak aceh..yang memprihatinkan ini………..
“ jika kita tdk bisa membantu secara langsung,insya ALLOH doa kita……juga akanmembawa perubahan untuk mereka………..
……..we love you……….anak anak aceh…….
wassalm

by agus edy purnomo at 27 December 2007, 09:57

saya ikut berdoa, semoga Allah SWT berkenan menyelamatkan masa depan anak-anak Aceh, tidak banyak yang dapat kuperbuat selain itu

by Arina at 4 January 2008, 13:24

Saya jadi teringat di tahun pertama hidup di US dan berinteraksi dengan kehidupan sekolah anak saya…. Saat itu akan diadakan pesta air, anak2 dibolehkan membawa mainan apa saja yang berkaitan dengan air…. Karena belum tau ‘aturan main’ di sini, saya bertanya kepada gurunya, apakah boleh membawakan pistol air ke sekolah…. Gurunya kaget melihat saya bertanya spt itu, dan langsung berkata, bahwa mainan pistol dan sejenisnya tidak diperbolehkan ada di sekolah, tidak ditolerir sama sekali…. besoknya, saya mendapat segepok informasi yang dikemas dalam bahasa anak2 mengenai bahayanya senjata….. Sptnya, sang guru merasa perlu memberikan informasi itu ke saya spy saya tidak salah memberikan mainan ‘keras’ itu kepada anak saya…
Dari situ saya belajar, di tengah bebasnya senjata diperjual belikan di sini, begitulah cara mereka mendidik anak2 untuk tetap jauh dan terlindungi dari kekerasan…. dari tindakan belajar melakukan kekerasan…..

Semoga waktu bisa cepat mengembalikan kehidupan anak2 Aceh menjadi suatu kehidupan ceria khas anak2 dan jauh dari kekerasan….

Terima kasih untuk sharingnya…