Kontingen Garuda (Konga) XX-G yang lebih dikenal dengan Indonesian Engineering Company (Indoengcoy) yang bertugas di Republik Demokratik Kongo melaksanakan pekerjaan konstruksi dalam misi perdamaian MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) membuat stasiun Radio FM (Radio Garuda FM) yang mampu mengudara sampai radius 15 Km di kota Dungu – Kongo.
Radio Garuda FM yang mengudara di Frekuensi 87.90 MHz, berdiri atas permintaan anggota Kontingen Garuda XX-G yang menginginkan informasi dan hiburan yang bisa didengarkan pada saat bekerja diluar Camp dan juga dapat dinikmati oleh masyarakat Dungu dan masyarakat disekitarnya.
Berdirinya stasion radio kecil ini atas pengalaman dan bantuan serta kerjasama dari anggota Satgas Perhubungan Konga XX-G dengan salah satu anggota Tim Jihandak Konga XX-G, yang di motori oleh Sertu Mar Sutriyono dan Sertu Yudo Budi Santoso dan dengan hanya bermodalkan dari pembuatan Oscilator Frekuensi FM Broadcast 88 s/d 108 MHz di posisi Frekuensi 87,90 Mhz dengan daya 30 Watt yang ditambahkan dengan Boster PRC 1077 serta Beststation Motorola GP 300.
Dalam aktifitas penyiarannya, siapapun anggota Satgas Kizi TNI yang tergabung dalam Konga XX-G yang mempunyai bakat Entertainer dapat mengisi acara tersebut, baik selaku penyiar maupun mengisi acara lelucon atau acara lainnya yang dapat menghibur para pendengar. Aktifitas penyiaran radio dimulai pada jam kerja, dari pukul 08.00 sampai dengan pukul 23.00 waktu Kongo. Acaranya diisi dengan pemutaran lagu-lagu, baik lagu yang berbahasa Inggris, Prancis, Latin, Arab, India dan lagu berbahasa Cina pun diputar dengan tujuan untuk menghibur masyarakat disekitarnya ataupun rekan-rekan anggota kontingen yang datang dari berbagai negara agar dapat menikmati lagu yang menjadi favoritnya.
Para pendengar Radio Garuda FM juga dapat meminta “_request_” lagu-lagu kesayangannya kepada penyiar yang saat itu sedang bertugas dan dapat diminta melalui radio pada channel 12. Selain itu, Radio Garuda FM juga digunakan sebagai media untuk memberikan informasi yang sangat baik kepada anggota Satgas yang sedang bertugas, seperti penyampaian informasi di bidang kesehatan, keagamaan, cuaca dan informasi kegiatan untuk esok hari serta informasi tentang situasi dan kondisi kota Dungu dan sekitarnya.
Pada akhirnya keberadaan Radio Garuda FM inipun diakui oleh semua anggota MONUSCO atau anggota Kontingen yang datang dari berbagai negara yang ditempatkan di kota Dungu serta masyarakat setempat, karena kehadiran radio tersebut dapat memberikan banyak informasi dan hiburan kepada mereka.




Menyebarkan informasi akan kebaikan dan kiprah anak Garuda Merah Putih adalah salah satu silaturahim aktif yang pantas diacungi jempol.. tetap semangat dan teruslah mengabarkan pada rekan Congolese bahwa peacekeepers Indonesia senangtiasa cinta damai dan memberikan terbaik dalam penugasan misi PBB di MONUSCO.
Ayo ajarkan mereka fasih berbahasa Indonesia juga.. :D