Setiap hari, saat saya berangkat bekerja menuju kantor, saat memasuki kompleks the UN Headquarters banyak sekali menjumpai papan pengumuman yang berkata: Caution! Construction Zone – Authorized Personnel Only, dan lain sebagainya. Apa sih yang harus saya lakukan?. Tentusaja, menghindari masuk daerah-daerah yang dilarang tadi dan meningkatkan kewaspadaan saat melintas.
Namun kadang, tidak sedikit beberapa staff PBB yang berkantor di Markas Besar di New York ini malah berlaku sebaliknya, tidak sedikit terlihat agak penasaran dan malah menerobos masuk si pembatas, melongok kedalam areal konstruksi tersebut dimana mereka tidak tahu sama sekali resiko yang dapat saja terjadi.
Pekerjaan konstruksi terbilang menjadi salah satu lingkungan kerja yang sarat bahaya, dan penegakan upaya keselamatan pada lingkungan kerja adalah tujuan utama pada setiap daerah proyeck konstruksi. Seperti pada contoh saat pelaksanaan pembangunan Capital Masterplan dimulai, para pekerja konstruksi di areal pekarangan United Nations compound, mereka harus lulus dari program wajib akan keselamatan kerja.
Seperti terlihat dari beberapa jepretan diatas, mereka diwajibkan untuk menggunakan PPE, atau dikenal dengan kepanjangan dari: “Personal Protection Equipment” masing-masing, termasuk itu adalah helm proyek (hard hat), rompi keamanan (safety vest), sepatu kerja (safety shoes), dan kacamata pelindung (eye protection).
Sudah terbukiti bahwa para pekerja itu sudah mengerti akan pentingnya pengetahuan keselamatan kerja dan bergerak dengan aktivitasnya dilingkungan tersebut, serta mawas terhadap postensi bahaya yang mungkin terjadi, namun hal ini belum tentu dimiliki oleh para staff PBB tadi.
Masuk nyelonong kedalam lungkungan proyek, tidak hanya mebahayakan diri sendiri, namun juga menghambat dan meresikokan proses pekerjaan konstruksi itu sendiri serta para staff PBB di lingkungan Markas Besar itu secara keseluruhan, yang bisa saja karena sebuah insiden semua harus dievakuasi keluar kompleks dan lain sebagainya.
Untuk rekan-rekan yang tertarik mengetahui lebih lanjut tentang mega-proyek renovasi kompleks Markas besar (The Capital Masterplan) PBB ini, tanyakan saja langsung pada kantor the Capital Master Plan (CMP) Office pada telepon +1-917-367-5420. Tentunya informasi penting bisa didapatkan disana dengan mudah.
Untuk saya sendiri, sih.. nampaknya menikmati pemandangan pelaksanaan proyek CMP dari ketinggian ruang kantor ini masih jauh lebih menyenangkan.









Mantaf bos, kritis & lugas, mudah-mudahan di Indonesia juga bisa diterapkan seperti itu :)
ASSALAMUALAIKUM….
— keselamatan kerja mang harus tuh, kadang kala ada juga yang kurang perduli dengan itu, bagus banget lah kalo orang orang atas itu mau turun langsung kelapangan untuk meninjau , gmn sih ..disana , apa apa aja yang kurang…dan lain sebagainya, jadi ngga cuman perintah perintah doank..;-))
…semoga Indonesia juga bisa belajar banyak soal disiplin, tau sendiri kan , orang kita biasa nya bonek bonek..( bondo nekat ) orang Jawa bilang seng penting kerjo.
..Alhasil emang banyak banged yang akhirnya ngga selamat, jatuh lah, inilah itulah, itu hukumanya klo saya hubungkan sedikit sama agama, dia sudah menganiyaya dirinya sendiri… karena sudah teledor.., kan sarana untuk keselamatan pribadi udah ada kok malah ngga di manfaatkan dengan baik….
…yah mudah mudahan, lebih disiplin deh…, itu juga untuk kemajuan bangsa kita ,
salam dari tanah air…
selamat bertugas
wassalam
Thanks for the add. I admired your sincerity to reach out and work in the world of mankind, making a difference and the world a better place to be is a true achievement of happiness and your ability to share what’s happening at the UN. Looking forward for a better and mutual relationship.
iyaaaaaaa…biaar…ga…nyasaaaar…ke…42nd..st..yaa..mas….