Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Reminiscence: Port Sudan dalam kenangan

9 April 2008, 02:36 , by Wijaya Ngurah

 

Beberapa hari yang lalu, saya sempat teringat akan sebuah kenangan dimana hampir 9 bulan bertugas di Port Sudan. Kota pelabuhan di arah timur Negeri Sudan. Kota yang menjadi salah satu titik penting perhubungan Afrika Utara pada jaman dahulu menghubungkan Middle East.

Kota kecil nan nyaman ini sebenarnya mempunyai sejarah yang menarik. Cuman mungkin karena kesadaran sejarah penduduk atau mungkin karena pertikaian di Sudan menjadi agak terlupakan.

Kota yang berhadapan dengan Saudi Arabia dan juga bertetangga dengan Mesir ini sampai saat inipun masih menjadi tempat masuknya kapal-kapal dagang dan juga sebagai penyeberangan alternative murah-meriah untuk urusan ibadah bagi umat muslim baik itu untuk menunaikan ibadah Haji atapun sekedar beribadah Umroh.

Port Sudan sendiri mempunyai struktur kota yang hampir mirip dengan umumnya kota-kota bekas jajahan Inggris, teratur dan jalan-jalan yang lumayan lebar. Block demi block perumahan tertata rapi mengikuti alur pantai nya yang sunggguh mencengangkan lumayan biru (mengingatkan saya dengan cote d’Azur, he..he…. (bisa dikatakan miriplah walaupun mungkin kedengarannya maksa). Hanya saja mungkin karena sekarang populasi bertambah, komplek perumahan baru mulai terllihat berdiri dibangun secara ngawur.

Bagi staff United Nations yang bekerja di Sudan, Port Sudan terkenal dengan pasar ikan lautnya. Harga ikan laut sendiri tidaklah bisa dikategorikan murah, karena sekilo ikan laut yang berjenis popular (Kakap dan Kerapu bisa mencapai USD7.50/kilo) lumayan menambah variasi asupan protein untuk tubuh.

Port Sudan juga lumayan terkenal sebagai salah satu tempat diving yang menarik di Sudan. Umumnya para diver/penyelam amatiran ataupun professional datang dari benua Eropa . Sayangnya sebagai pencinta olahraga diving, saya belum sempat menjajal diving spot di daerah ini…

Tempat bersejarah yang sempat saya kunjungi adalah pulau kecil _ yang di kenal dengan nama SUAKIN. Kota tua yang dulunya mungkin sangat cantik, cuman karena pengapuran dan pengaruh cuaca laut tinggal puing-puing nya saja. Laut merah _(yang terus terang saja bahwa warna lautnya tidak merah) mengelilingi pulau kecil SUAKIN lama, dimana nuansa disana membuat kita kembali berbalik mengunjungi ke abad lampau.

Beberapa snapshoot ini tidak menggambarkan secara lengkap suasana tersebut (sorry flat battery).

Wijaya Ngurah SUKARASA Experienced in hospitality industry for 10 years, before join SKYLINK Aviation in Timor Leste during UNTAET/UNAMET mission as Ground Manager. Currently serving under UNMIS (United Nations Mission in Sudan) as Facilities Camp Management in Malakal (Southern of Sudan) then...

Detail Profile »

2  Comments

by Luigi Pralangga at 9 April 2008, 02:49

Bli Wijaya, boleh dong foto2 lainya dipasang – mosok yang naik online yang dibokongi ginih? :p.

Itu si mbok sing jualan kopi, jualan pisang goreng juga gak? :-) Salam buat anggota pasukan jendral kancil lainya di UNMIS – Sudan, juga buat rekan-rekan di UNAMID – Darfur.

by Wijaya at 9 April 2008, 21:00

he…he… tar tak cariin deh..habis kemarin habis rest comp… banyak files yang corrupt!
sayang nggak ada pisang goreng tuh! pastinya mantap deh kalao ada gorengan!

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago