Latar belakang: Eeng..ing..eng..!
Suatu hari di bulan April, betino Plembang ini nerima 1 imel dari si Juragan Kampret yang bertahta di Liberia. Intinya adalah akan ada workshop di Entebbe, Uganda di akhir bulan Mei. Singkat kata, terbanglah betino Plembang ini ke ranah leluhur nan item dan memulai pengalamannya di Negara BawBaw.
Journey began on Monday, 24 May 2010 dan a very long & exhausting flights dimulai di Dili. Rute: Dili-Denpasar-Jakarta-Doha-Nairobi-Entebbe ditempuh hanya dalam 2 hari!! Dan itupun termasuk transit di 4 airport selama berjam2 tanpa mandi dan sikat gigi. Alangkah teganya travel unitku mencarikan rute yang bikin badan rontok dan remuk redam. But, because of the idea of jalan2 dan gak ketemu sama si-nenek-sihir-wewe-gombel (Baca: Boss gue) selama seminggu, jadi semangat 45 untuk menempuh perjalanan panjang itu. Dan untungnya numpak business class pulak diriku ini, gaya banget deh!.
Tampang meragukan terbang di kelas bisnis
Di Cengkareng, gue langsung dong menampakkan diri kedepan Check-in counternya si Qatar Airways di jalur business class dan disana udah ada digelar dilantainya karpet merah untuk proses check in. Sayangnya, bagi kebanyakan petugas check-in counter itu mungkin selalu beranggapan remeh dan mungkin sudah keseringan melihat tampang wanita Indonesia yang akan terbang ke wilayah timur tengah adalah TKW/TKI, dan dengan enaknya si petugas ground staff Qatar Airways mencegatku dan bertanya dengan kadar pede 2 juta: “Maaf Mbak, mbak ini penumpang business class?” – mau marah nggak sih? —-> Argghhh…!!. Rasanya pengen gue tampol tuh orang. Dalam hati rasanya sudah berasap ngebul dan berkata: “Lu kate gue TKW dan gak sanggup naek bisnis?”. Padahal sih, emang enggak sanggup sih kl bayar sendiri. kecuali urusan dinas – lol.
Perjalanan terbang dengan kelas bisnis jauh beda banget deh rasanya ketimbang naik kelas-kampret, rasanya nggak berhenti itu si mbakyu krew kabin nanyain apa mau ini dan itu (makanan) kalauperlu disuapin kali ya?. Ohya ini dia beberapa foto yang berhasil diambil saat perjalanan:
Bandara di Doha, ramai dengan banyak penumpang baik yang transit dan mengakhiri perjalanannya. Terminalnya bagus dan modern sekali:
Akhirnya sampai juga!
Sampe di Entebbe sekitar jam 7.30 malem dan ketemu sama juragan kampret dan bersapa-salam ala teletubbies. Walhasil, tidur pun jam 1 pagi sedangkan workshop akan dimulai jam 8 pagi. Ah, superwoman, banget deh gue!. Berhubung masih buta tentang exchange rate USD-Ugandan Shilling, kuberikanlah sejumlah uang tip kepada petugas bellboy hotel yang sudah berat-berat membawakan koper segede bagong ini hanya sebesar: 1000 Ugandan Shilling, sepintas aku melihatnya tersenyum dengan kering. Hati gue berkata: “kok gak enak ya liat senyumnya…” – Keesokan harinya, ternyata usut punya usut bahwa nilai 1000 Ugandan Shilling itu = US$ 0.50 alias Rp 4500!!! – Hahahaha…pantes aja senyum si bellboy kering kerontang gitu. Mau protes gak bisa. Maaf ya Mas Bellboy.
Hari pertama dan bertemu si Roger
Hari pertama workshop. Kepala rasanya mau pecah sebab akibat kurang tidur, perjalanan jauh dan jetlag. Pergilah si betino ini ke klinik dan dibantulah dengan 2 tablet paracetamol. Berhasil banget membantu melewati hari pertama. Selama hari pertama, yang kutunggu dibenak dan kalbu ini adalah: Lunch time!!! – Gila lama bener rasanya, setaan! – apalagi para peserta lain hanya sibuk berdebat perihal presentasi dan ini-itu nggak kelar-kelar, apalagi si juragan ini yang kerjanya proteesss melulu dan acapkali berdiri ditengah kelas dan mengumandangkan argumenya secara panjang lebar.
Gua pengen timpuk pake kursi aja rasanya, gakngerti bahwa perut ini udah keroncongan dari tadi, dan waktu menunjukkan pukul 12.30 sudah.
Akhirnya, ada satu orang lagi yang berbahasa Indonesia di Entebbe. Senangnya hatiku. Hmmm…. Ketemu Mas Tohir yang ujung2nya kami dapuk jadi guide/supri selama kami di sini. Makasih ya Roger (long story kenapa gue panggil dia Roger). Kita selalu janjian di kafetaria ini untuk makan siang, dan antrian selalu cepat memanjang, antarh karena nggak ada kafetaria lain dan/atau masakan di kafetaria ini emang enak banget (karena lapar).
Harus gua akui banget, bahwa dengan membandingkan masakan di Kafetaria di UNMIT – Timor Leste, masakan di Kafetaria ESB (Entebbe Support Base) rasanya masih jauh lebih enak disini, gak macam PX/Cafetaria di misi UNMIT sini yang kisaran makanannya nggak lebih dari isinya kari, kari dan kari. Puas???!!!.
Roger: Sang Pramuwisata
Selesai workshop langsung jalan2 dianter si Roger dan blanja souvenir kayak gak ada kesempatan lain aja buat belanja. But the highlight of the shopping time is me taking picture with supermarket security yang item, kurus kering dan bawa senjata. Ha ha ha.., I like that pic so damn much! It shows evidence that yes, I set foot on this BawBaw land. (Negeri si Baw-keleks-stadium-akuts).
I refer this country/land as BawBaw karena semua item di sini ‘wangi2’ alias baunya semriwing berat. Juragan Kampret aja yang sudah lumutan di benua ini tetep gak terbiasa apalagi diriku yang cuma pendatang. Hasilnya napas pendek2 dan kadang dari mulut dan berusaha keras untuk gak muntah. Kok bisa ya sebawbaw itu padahal di airport jualan parfum semua. Beli napa?.
Ini toh Luigi Pralangga?
Jalan2 bareng Juragan Kampret ternyata berasa jalan sama artis alias dia ngetop loh sampe ke Uganda segala!!. Bener, sumpee!. Ketemu temen-temen anggota dari Kontingen Garuda XX-G Kongo yang sedang cuti-rehat di Entebbe dan begitu dikenalin, mereka langsung reaksinya gini: “Oh, ini toh sing namanya Luigi Pralangga?.. Akhirnya bisa ketemu sama Luigi” , lengkap disertai salam2an dan cipikacipiki ala anggota MPR/DPR.
Kayaknya seneng banget ketemu dengan si Juragan yang harum namanya di antara para Indonesian yang ada di dunia persilatan UN. Kalo ketemu sama orang2 dari misi laen, reaksinya gini “Of course I know Luigi. I remember his camera”. Hahaha… selaen Juragan, dia juga ngetop sebagai photographer. Dan gue pun kadang2 didapuk jadi asisten photographer & model dadakan. Satu hal yang bikin gue heran, yaitu gue tetep gak bisa ngebayangin si juragan ini tiap hari bawa ransel segitu beratnya yang isinya lensa semua.
Kalo gue dah butuh tukang pijet kali kalo disuruh tiap hari bawa begituan. Berat aja gila!. Tapi thanks to Juragan jadi banyak foto2 gue dan laen-laen. Ternyata keputusanku untuk gak bawa kamera emang gak sia2. Coba kalo bawa, malu dong ngeluarin kamera bapukku dan disandingkan dengan kamera Juragan. Gak matching banget.
Bareng Roger dan kontingen Garuda, banyak banget kenangan yang gue dapet selama kunjungan singkat di negeri si BawBaw ini. Padahal waktu pertama kali ketemu mereka, gue ngantuk super berat dan pengen cepet2 njengking untuk tidur. Tapi setelah ngobrol ngalor-ngidul gak karu2an, hilang semua ngantuk dan capek gue diganti dengan ketawa2 dan perasaan asyik ngobrol dengan temen senegara di negeri antah-berantah ini.
Interesting Films
Malam pertama kita dinner di salah satu resto gaul yang menyajikan masakan cina, dimana plang di depan pagar resto ini jelas terpampang sebuah suguhan ‘interesting films’ (whatever that means ;-D ). Lengkap dengan udara dingin dan nyamuk2 bersliweran di antara kaki yang cuma bercelana pendek. Malam kedua kami pergi untuk dinner dipinggir danau Victoria – saking besar/luasnya ini danau seperti berada di pinggir pantai dengan deburan ombak kecil dan angin sepoi-sepoi ditambah lagi sorotan rembulan purnama. Untuk pacaran, suasananya bener-bener mantap abis deh!.
Nuansa makan malam benar-benar cantik nian. Mesen ikan bakar kebanggaan Uganda, yaitu ikan Tilapia dan pizza acak-adul yang gak jelas rasa, bentuk dan warnanya itu. Tapi berhubung lapar dan saking lamanya nunggu makanan, ya diembat juga sih. Sekitar hampir 2 jam semenjak memesan makanan, eh, rombongan bertambah dengan bergabungnya another betino Plembang, Falah, dan Nyoman. Tambah2 rame aja rombongan kami.
Muka jutek sang pelayan dan service yang lama gak berasa jadinya. Asli, tuh muka si pelayan pengen gue gambarin smily face biar senyum… entah kenapa kok melayani pesanan kita tampangnya persis bakiak di wese umum terminal bus blok-m itu!. Sumpah, pengen gue siram!.





















dear betino palembang
salam kenal saya Mr Guslin Kamase (dr Indo marine corps/navy) saya senang baca pengalaman perjalanan sang betino ini ke negeri bawbaw…tepatnya Entebbe ( bukan NTB lo. tertawa saya membaca jalannya sejarah yg diceritakan kembali oleh sang betino palembang…seruu…saya jadi inget di tahun 2006 ada 6 x saya transit dibandara dekat danau victoria itu. dan juga saya jadi inget hotel selevel melati seharga $45/malam 5 menit dari bandara.
saya turut bahagia atas perjalanan yang mengesankan sang betino..meeting tinggallah meeting…..bagaimanapun souvenir tetaplah penting buat teman2 yg ditinggal.
meeting selalu begitu atmosfirnya dimana2..prihatin juga sih masih jetlag bgt dipaksain meeting….mana si juragan masih jualan obat lagi juga…
seandainya ada waktu bagusnya ngajak sang jurangan kampret ke hulu sungai nil dekat perbatasan Uganda – Kenya, hanya saja harus tetap waspada bau kelek menyengat dimana2 apalagi saat berada di check point perbatasan antara kedua negara.(mana tahan huk..)
oke deh semoga semuanya lancar dan safe.
nice trip back to UNMIT, bravo Betino Palembang
salam garuda !!
Neng Jilly,
Seneng bisa akhirnya ketemu di Entebbe, seru memang perjalanan kita disana.. dan thanks buat “Roger” a.k.a. Tohir Dhuwarta itu :D yang udah setia nemenin kesana kemari.. gak begitu seru nampaknya kalau gak ada dia dan temen2 Garuda XX-G/MONUC.
Jadwal konferensi berikutnya mudah2an sebelum akhir tahun ini ya.. kita bisa ketemu lagi.. saat rampung jadwalnya, kita extend 1 hari aja ngacir ke Nairobi – Kenya, berbekal kostum extra kita foto2 deh bareng monyet dan gajah2 safari itu ya.. :D (aku motret dari atas mobil, dirimu dibawah bareng macan2 itu!).
PS: Ohya, titip kecap manis ya saat terbang kesini lagi buat bekel di afrika..
Wah…wah… Saya senabg baca nya pengalaman Betino Plembang. Maju terus,tetap semangat & BARAVO ! Salam saya u/ kang Luigi. Suatu saat nanti say juga penget seperti mbak Betino Plembang. So… Take care & Good Luck sister ! Salam dari Jakarta
Hehehe,..sangat menarik kisahnya,..negeri Bawbaw,.. Termasuk Luigi ya,..
Seru banget Jil cerita perjalanannya….gak kebayang bawbaw kelek-na orang-orang di aprika….ngebayangin aja ampe ilang appetite gw, apalg kalo deket-deketan yak…
Btw, upload photo-photo seru lu donk di efbe, biar bisa liat lebih bnyk lagi…miss u much darl
buset, kayaknya tuh kecap bakal sampe duluan ke liberia sblm next miting. kok tulisan gw jadi lucu bgt gini ya? sampe2 gw aja bacanya ngakak2 sendiri.
Kang, ntar macan2nya malah sibuk ngeliatin gw kyk si sekuriti itu. trus pada ngefans deh jadinya. wakakakaka….
Assalamu’alaikum wr.wb
Wah wah wah,,,, ulasan ceritanya sangat menarik sekali,,, saya senang bisa ikut tahu cerita2 yang interesting like this,,, ;)
Tentunya pertemuan dengan Mas Luigi tidak mengagetkan kan Mbak Adinda,,,?? Pantas lah beliau terkenal hohohoho :D
Salam semangat selalu
lewat darat yah,,kok mpe remuk redam..mang gito ,tp peranh dari beni Congo ke Uganda Via darat blo! Itu baru remuk benerran hehe…pisss…salam garuda.”
@Supriyanto Cakep: hahahaha… gw aja yg baca sendiri tulisan gw ngakak2. hasil dari perjalanan mudik ke dili adl stop di jkt dan pijet!! ta[pi sayang, gw ketiduran pas dipijet jd gak berasa…
Dear Maria,
Apa Khabar disana……… saya saat ini sedang berada di ESB Uganda……for cargo monitor..
Best Regards
Iswadi/MONUC
@eko, betino plembang dilawan. kau harus ketemu falah ko, itu logat plembangnyo totok nian. katek buangannyo. kupikir plembangku ok, tp dio cacam, lebih lagi. lah lamo aku dak denger ‘bengak, getah basah..
@kang lui, hehehe… dah tau gw pemalas akut, disuruh pulak nulis & moto..
Ytc.Mbak Maria Adinda(Namanya cakep deh seperti orangnya)
salam kenal,saya Vita, salah satu fans www.pralangga.com.
saya senang baca pengalaman perjalanan Mbak MA ke Entebbe(Di kuping sudah tak asing lagi lho Mbak, cuma entebe dengan satu “b”)
Senang, plus geli, plus penasaran, plus iri(pengen juga sih sekali kali dapet undangan dari UN (he he he MKY mbak…Mimpi Kali Yee),plus heran (berani bener pergi sejauh itu seorang diri, wanita lagi) membaca artikel ini.
macem macem lah…..
singkat kata …tulisan ini “Kejutan” buat ku…menyenangkan.
Dan pasti masih banyak cerita yang lainnya Kan???
Jangan disimpan dong Mbak…bagi bagi dong buat kita kita yang mau ke Singapura aja mesti cari temen…hi hi hi Dulu pernah ada sih masa berani kemana mana sendiri tapi semenjak sering jadi putri tidur agak khawatir pergi pergi sendiri, mudah-mudahan penyakit itu cepat hilang dari hadapanku,Amin.
Singkat tulisan..Selamat melanjutkan perjalanan berikutnya ya…saya tunggu cerita cerita menarik…
to Kang Luigi : bener…saya nyesel baru baca artikel ini sekarang…ternyata cakep euy…tulisan plus fotonya…Thanks Boss!!!
Dear Vita,
Enak bo’ jalan2 gitu. Gw mah selalu looking forward masa2 traveling dan exciting. ngapain takut? kita akan nemu new places, exploring new things dan story to tell. Apalagi yg gratisan, wuih. tambah demen deh. Kebetulan gw orangnya emang rada nekat sih smp keluarga aja geleng2 kepala kl gw bilang gw mau ke sini, gw mau ke sana. yg penting balik in 1 piece dan sehat. lol
Be brave darl. kl kita terlalu takut dan kebanyakan mikir, yg ada kita akan selalu jalan di tempat.
Thanks untuk kisah-kisah lucu dan menariknya. :-)
Jadi lebih terbayang suka-dukanya kalian yang selalu loncat dari satu negara antah berantah ke negara antah berantah yang lain dengan kultur yang berlainan, jadi menambah pengetahuan sekaligus apresiasi terhadap hidup ya.
Btw, pemandangannya cakep-cakep deh J
Jilly, Falah tuh dolor aku, memang gilo nian dio tuh, dulu kita sering di kejar kejar polisi karena dio ngebut. Takutnya kalau ketemu doi preman gw kumat, waduh entar hancur dunia persilatan wakakak.
Haa…haa…asyik juga ceritamu..salut banget dengan pertualangan yang pasti ga pernah akan dilupa
Well..bersyukurlah punya sedikit kesempatan melihat dunia lain walau harus babak belur tapi pasti puas dan ada hikmahnya..
Selamat melakukan pertualangan berikutnya..