Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 29 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 687 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Armed for peace - Success to Indonesian Contingent to UNIFIL >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Namun demikian lain halnya dengan Liberia, ambil contohlah ibukotanya, Monrovia. Nama Monrovia saja, sudah kedengeran mentereng gimana gitu.. namun buat kampret yang memang sudah pernah berkunjung kesini, dan/atau tinggal disini (maksudnya di Monrovia) kalau kita-kita ditanya soal jajanan khas apa dan rasanya bagaimana, satu kata atau satu ekspresi singkat, yaitu: Jangan pernah coba makanan jajanan, bisa sakit nanti!
Seperti banyak orang selalu bercerita saat mereka baru saja selesai berkunjung ke suatu daerah, salah satu bahan obrolan yang tak kalah menarik adalah jajanan yang khas daerah tersebut.
Layaknya Jeng Nien selalu ngoceh tanpa cape (entah dia dikontrak per-tahun-nya berapa banyak oleh si empunya warung), akan maha dahsyatnya ueenak dan pueadess-nya sambel goreng di Warung Makan Ibu Rudy, masakan khas Surabaya, yang mana kita belum berkesempatan mencicipinya.
“Kamu pasti belom pernah nyobain, samebl rujaknya si Ceu Etty yang ada persis di pengkolan jalan Suka Nyungsep itu, khan?”
“Wah berarti kamu belom resmi bilang udah pernah ke kota Anu…”
“Tau nggak sih, di bawah toko Sinar Terang itu, ada mamang bakso yang lakuuuu banget – pokok-nya You won’t miss it-lah!..”
“Mamang-mamang penjualnya pendek, perutnya buncit dan kumisnya-nangung gitulah.. persis potongan kamu deh si penjualnya!” (Sialan!)
Dan ekspresi serupa yang bisa sampei 7 hari 7 malam tak akan habis ceritanya kalau soal urusan jajanan dan seputar isi perut serta belanja.
Namun demikian lain halnya dengan Liberia, ambil contohlah ibukotanya, Monrovia. Nama Monrovia saja, sudah kedengeran mentereng gimana gitu.. namun buat kampret yang memang sudah pernah berkunjung kesini, dan/atau tinggal disini (maksudnya di Monrovia) kalau kita-kita ditanya soal jajanan khas apa dan rasanya bagaimana, satu kata atau satu ekspresi singkat, yaitu:
Jangan pernah coba makanan jajanan, bisa sakit nanti!
« Welcome to Pralangga.org! Armed for peace - Success to Indonesian Contingent to UNIFIL »