Correspondent Sandy M. PRAKASA
Total 5 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 36 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Suatu pagi di Panti Asuhan - Addis Ababa, Ethiopia
Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Rasanya seperti mimpi bagi Umi Lestari, 55 tahun, dapat menaiki panser PBB di daerah konflik perang Lebanon – Israel. Namun itulah kenyataan yang terjadi saat Umi yang merupakan pejabat Minister Conselour merangkap HoC dan 41 warga Indonesia dari KBRI Damaskus (Syiria) mengunjungi prajurit-prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B/UNIFIL di “Soekarno Base” UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan beberapa saat yang lalu.
Kunjungan rombongan KBRI Damaskus kali ini yang mayoritas terdiri dari Ibu-ibu dan remaja putra-putri (pelajar Indonesia di Syiria) kontan memberi warna tersendiri bagi pasukan Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon. Suasana yang ceria dan akrab karena tingkah polah sebagian besar “kaum hawa” ini mampu mencairkan kekakuan para prajurit yang sehari-harinya bergulat dengan senjata dan kendaraan tempur dalam menjalankan misinya sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB (UN Peacekeeping Force).
Sebagaimana disampaikan oleh Windratmo Suwarno, Sekretaris II Pensosbud KBRI Damaskus, tujuan kunjungan ialah dalam rangka silahturahmi dan mempererat tali persaudaraan sekaligus ingin mengetahui dan mendapatkan pemahaman mengenai peran dan ruang lingkup tugas Konga XXIII B yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL). Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut, rombongan KBRI Damaskus melakukan olahraga bersama dengan para prajurit Indonesia. Bahkan mereka menyumbangkan hiburan berupa tari dan kesenian sebagai bentuk apresiasi dan menghibur para Prajurit Garuda yang hingga saat ini sudah bertugas selama 7 bulan di Lebanon.
Tentu kesempatan berharga ini juga tidak disia-siakan oleh Ibu-ibu dan remaja putra-putri dari KBRI Damaskus. Seperti diceritakan sebelumnya, secara spontan mereka mengajukan permohonan kepada *Dansatgas Konga XXIII B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos *agar diperbolehkan untuk menaiki kendaraan tempur Panser VAB yang dimiliki Kontingen Indonesia. Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kenyataan yang terjadi. Kebetulan, Dansatgas memang berkeinginan untuk melaksanakan “Joy Ride” bagi rombongan KBRI ini sebagai sarana promosi untuk menarik minat masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri agar mengetahui seluk beluk kehidupan TNI dan persenjataannya sehingga diharapkan dapat memotivasi keluarga rombongan KBRI agar putra-putri maupun sanak saudaranya kelak mau menjadi anggota TNI secara sukarela.



Demikianlah selanjutnya personel KBRI Damaskus dan keluarganya diajak “Joy Ride” di atas kendaraan tempur Panser VAB berkeliling melihat base camp “Soekarno Base” menempuh jarak sekitar 1,5 Km. Namun sebelumnya, diberikan penjelasan singkat oleh Wakil Komandan Kompi Mekanis “D” _Kapten Kav Nana Yuliana _tentang spesifikasi panser VAB, termasuk prosedur keamanan saat menaiki dan turun dari kendaraan tempur buatan Prancis tersebut.
Berkunjung ke Instalasi militer, khususnya di daerah operasi merupakan pengalaman langka bagi orang sipil. Apalagi bisa menikmati sebagian peralatan yang ada di dalamnya, tentu menjadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup.


Dengar saja ungkapan dari Nur, 35 tahun, Asyik, Mas…awalnya deg-degan karena ini pertama kalinya naik panser, takut jatuh. Tapi lama kelamaan, kok rasanya nyaman. Wah,seru deh!. Namun lain lagi penyampaian Ade, remaja putri berusia 14 tahun ini berkomentar, Hebat! Aku seperti jadi tentara beneran…akhirnya tercapai juga keinginanku naik panser. Terima kasih, Pak Komandan!

Wah senangnya, mesti si shock-breakernya gak senyaman sedan.. pasti seru yah.. :D
Salam buat para ibu2 KBRI Damascuss itu deh.. nanti saat saya kunjungan kesana boleh nggak diajarin nyetirnya sekalian :D
panser di UNMIL – Liberia, dimilikin sama kontingen Pakistan dan Nigeria bara-rutut semua, gak se-kinclong milik Konga XXIII-B kita! :D
wah… kesempatan langka bisa naik Panser PBB. klo dah di Indonesia dan dicat loreng, udah bukan Panser PBB lagi dong hehehe.
“sambil membayangkan naik Panser di atas“ :D
Sukses buat peacekeeper Indonesia
Wah Seru juga ya Kang Sandy… Ibu ibu dan remaja Putri bisa naik Panser……. emang sih kapan lagi ya………? kalaw lagi ada kesempatan mah hayuuuuuuk naik aja….?
Dan Tariiiiiik…. Mang Komandan….!
Terimong Geunaseh(Terima kasih bhs.Aceh) atas cerita2nya Kang Sandy.
Salam buat keluarga dan ati ati jg. tetap semangat…
Tjut Herlita,
Jakarta.
Salut untuk TNI, hidup Indonesia … salam kenal buat Mas Sandy
Kesempatan emas untuk ibu-ibu KBRI hal ini jarang sekali terjadi, tapi jangan lupa untuk ke dapur, Bu… nanti bapak-bapaknya mau dikasih makan apa? heheheheee…..3x Selamat bersenang-senang yah, Bu !
« Suatu pagi di Panti Asuhan - Addis Ababa, Ethiopia Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur »