Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Saat ibu-ibu KBRI bergembira naik panser PBB di LEBANON

17 July 2008, 12:55 , by Sandy M. PRAKASA

 

Rasanya seperti mimpi bagi Umi Lestari, 55 tahun, dapat menaiki panser PBB di daerah konflik perang Lebanon – Israel. Namun itulah kenyataan yang terjadi saat Umi yang merupakan pejabat Minister Conselour merangkap HoC dan 41 warga Indonesia dari KBRI Damaskus (Syiria) mengunjungi prajurit-prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yon Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII B/UNIFIL di “Soekarno Base” UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr, Lebanon Selatan beberapa saat yang lalu.

Kunjungan rombongan KBRI Damaskus kali ini yang mayoritas terdiri dari Ibu-ibu dan remaja putra-putri (pelajar Indonesia di Syiria) kontan memberi warna tersendiri bagi pasukan Indonesia yang sedang bertugas di Lebanon. Suasana yang ceria dan akrab karena tingkah polah sebagian besar “kaum hawa” ini mampu mencairkan kekakuan para prajurit yang sehari-harinya bergulat dengan senjata dan kendaraan tempur dalam menjalankan misinya sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB (UN Peacekeeping Force).

Sebagaimana disampaikan oleh Windratmo Suwarno, Sekretaris II Pensosbud KBRI Damaskus, tujuan kunjungan ialah dalam rangka silahturahmi dan mempererat tali persaudaraan sekaligus ingin mengetahui dan mendapatkan pemahaman mengenai peran dan ruang lingkup tugas Konga XXIII B yang tergabung dalam misi pasukan perdamaian PBB di Lebanon Selatan (UNIFIL). Oleh karena itu untuk mencapai tujuan tersebut, rombongan KBRI Damaskus melakukan olahraga bersama dengan para prajurit Indonesia. Bahkan mereka menyumbangkan hiburan berupa tari dan kesenian sebagai bentuk apresiasi dan menghibur para Prajurit Garuda yang hingga saat ini sudah bertugas selama 7 bulan di Lebanon.

Tentu kesempatan berharga ini juga tidak disia-siakan oleh Ibu-ibu dan remaja putra-putri dari KBRI Damaskus. Seperti diceritakan sebelumnya, secara spontan mereka mengajukan permohonan kepada *Dansatgas Konga XXIII B Letkol Inf A M Putranto, S.Sos *agar diperbolehkan untuk menaiki kendaraan tempur Panser VAB yang dimiliki Kontingen Indonesia. Pucuk dicinta ulam tiba, begitulah kenyataan yang terjadi. Kebetulan, Dansatgas memang berkeinginan untuk melaksanakan “Joy Ride” bagi rombongan KBRI ini sebagai sarana promosi untuk menarik minat masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri agar mengetahui seluk beluk kehidupan TNI dan persenjataannya sehingga diharapkan dapat memotivasi keluarga rombongan KBRI agar putra-putri maupun sanak saudaranya kelak mau menjadi anggota TNI secara sukarela.

Demikianlah selanjutnya personel KBRI Damaskus dan keluarganya diajak “Joy Ride” di atas kendaraan tempur Panser VAB berkeliling melihat base camp “Soekarno Base” menempuh jarak sekitar 1,5 Km. Namun sebelumnya, diberikan penjelasan singkat oleh Wakil Komandan Kompi Mekanis “D” _Kapten Kav Nana Yuliana _tentang spesifikasi panser VAB, termasuk prosedur keamanan saat menaiki dan turun dari kendaraan tempur buatan Prancis tersebut.

Berkunjung ke Instalasi militer, khususnya di daerah operasi merupakan pengalaman langka bagi orang sipil. Apalagi bisa menikmati sebagian peralatan yang ada di dalamnya, tentu menjadi pengalaman tak terlupakan seumur hidup.

Dengar saja ungkapan dari Nur, 35 tahun, Asyik, Mas…awalnya deg-degan karena ini pertama kalinya naik panser, takut jatuh. Tapi lama kelamaan, kok rasanya nyaman. Wah,seru deh!. Namun lain lagi penyampaian Ade, remaja putri berusia 14 tahun ini berkomentar, Hebat! Aku seperti jadi tentara beneran…akhirnya tercapai juga keinginanku naik panser. Terima kasih, Pak Komandan!

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 17 July 2008, 12:59

Wah senangnya, mesti si shock-breakernya gak senyaman sedan.. pasti seru yah.. :D

Salam buat para ibu2 KBRI Damascuss itu deh.. nanti saat saya kunjungan kesana boleh nggak diajarin nyetirnya sekalian :D

panser di UNMIL – Liberia, dimilikin sama kontingen Pakistan dan Nigeria bara-rutut semua, gak se-kinclong milik Konga XXIII-B kita! :D

by AnBhar at 19 July 2008, 16:48

wah… kesempatan langka bisa naik Panser PBB. klo dah di Indonesia dan dicat loreng, udah bukan Panser PBB lagi dong hehehe.
sambil membayangkan naik Panser di atas“ :D
Sukses buat peacekeeper Indonesia

by Tjut Lita Lambeuso at 20 July 2008, 05:04

Wah Seru juga ya Kang Sandy… Ibu ibu dan remaja Putri bisa naik Panser……. emang sih kapan lagi ya………? kalaw lagi ada kesempatan mah hayuuuuuuk naik aja….?
Dan Tariiiiiik…. Mang Komandan….!
Terimong Geunaseh(Terima kasih bhs.Aceh) atas cerita2nya Kang Sandy.

Salam buat keluarga dan ati ati jg. tetap semangat…
Tjut Herlita,
Jakarta.

by nityo at 24 July 2008, 11:37

Salut untuk TNI, hidup Indonesia … salam kenal buat Mas Sandy

by Rudi at 27 July 2008, 17:52

Kesempatan emas untuk ibu-ibu KBRI hal ini jarang sekali terjadi, tapi jangan lupa untuk ke dapur, Bu… nanti bapak-bapaknya mau dikasih makan apa? heheheheee…..3x Selamat bersenang-senang yah, Bu !

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Dody WIBOWO After graduating from the University for Peace (UPEACE), a UN-mandated graduate school of peace and conflict studies in Costa Rica, Dody returned to his previous job as academic assistant at Master Program in Peace and Conflict Resolution, Gadjah Mada University...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago