About This Post

Puguh PAMUNGKAS

Correspondent Puguh PAMUNGKAS

Total 2 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 222 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Sang Penjual Daun Ubi

Trip kali ini aku lakukan kesebuah Pulau yang terletak dibagian barat pulau Sumatera yaitu Pulau Nias, dengan tujuan closing mission dari UN-HAS yang telah beroperasi lebih kurang 2 tahun 11 bulan keberadaanya sebagai support operation tsunami relief and earthquake Aceh-Nias menjadi sarana Humanitarian Air Service.

Nias adalah suatu pulau yang terkena efek gempa yang terjadi di bulan February 2005, keindahan alam Nias merupakan suatu anugerah ilahi yang sangat mengagumkan dengan kekayaan laut yang sangat berpotensi sangat besar bagi sector pariwisata Indonesia.

Suatu kebiasaan yang menarik terlihat setiap harinya disepanjang jalan dari UN compound menuju tempat kerjaku ‘Binaka Airport’ terlihat wanita-wanita Nias yang sedang mengumpulkan daun-daun ubi dari ladang mereka dan menjajakanya dipinggir jalan, daun ubi tanyaku awalnya buat apa sih daun ubi tersebut?. Ternyata setelah duduk lama bercerita, mereka pun mulai menceritakan manfaat daun ubi ini sebagai pakan hewan ternak mereka, hewan apa ya? Ternyata buat B1(Babi) istilah buat hewan ini di daerah Sumatera utara, ternyata daun ubi ini merupakan makanan yang bergizi dan disenangi oleh hewan tersebut.

Babi merupakan makanan yang lezat yang disajikan di restoran-restoran di Nias yang diolah menjadi berbagai jenis olahan, dari panggang, sop, rendang hingga cincang pokoknya komplit deh, namun buat saya hal itu tidak mungkin dong menikmati menu-menu tersebut.

Jadi jasa sang penjual daun ubi inilah yang sangat berperan penting bagi perternakan hewan tersebut mereka menjualnya dengan harga 10 ribu rupiah per ikatnya, daun ini akan dibeli langsung oleh peternak hewan tersebut, mereka hanya menjajakanya di pinggir jalan, kegiatan ini mereka lakukan untuk membantu biaya kehidupan keluarga mereka hingga dapat menyekolahkan putra-putri mereka sampai ke perguruan tinggi, suatu perjuangan hidup yang sangat gigih yang dilakukakan wanita-wanita pulau ini semoga hal ini akan menjadi suatu semangat bagi kita yang berjuang dijalan kita masing demi kehidupan yang lebih baik dan mendapatkan apa yang kita cita-citakan dalam mengisi sisa-sisa hari kita.

by icha at 15 January 2008, 01:25

aku baru liat bentuk daun ubi…ternyata beda sama daun singkong yah…
begitulah baiknya Allah SWT … dia beri kita segala macam yg ada dibumi…tumbuh2an…akhirnya bisa jd ladang pencarian sebuah keluarga …
subhanallah

by MARIA at 17 January 2008, 12:27

salam hi Mas Puguh…sy tertarik kerj di UN caranya gimana ya..kita bisa imel imelan ga?sy mw nanya banyak niy..! makasih