Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Kadang sasaran itu tertuju pada peacekeepers

21 March 2008, 00:19 , by Luigi Pralangga

 

Dalam sebuah konflik, terutama konflik kekerasan dimana senjata dan perusakan sudah menjadi elemen yang berada didalamnya. Sudah pasti kerugian materil, dan terutama keselamatan serta nyawa jadi taruhannya..

Hampir seminggu lalu, sebuah kerusuhan terjadi di Liberia, dimana demo dari buruh lepas harian yang sudah tidak diperpanjang lagi kontrak kerja mereka karena banyak pertimbangan, berubah menjadi amuk massa yang tidak terkendali, mengakibatkan perusakan asset (kendaran oeprasional UNMIL) dan melukai beberapa kolega. Mereka adalah kawan/sahabat baik saya salah satu diantaranya.

Situasi di Monrovia, sudah stabil dan terkendali, namun demikian, UNMIL Headquarters building dan gedung perkantoran dimana saya dan beberapa kawan bekerja, ramai dijaga oleh pasukan peacekeepers dari batalion Nigeria dan batalion FPU – Kerajaan Jordan.. beberapa kawan military peacekeepers bersenjata lengkap dari Batalion Close Protection Philippines pun sering terlihat didalam office compound kita.

Memang tidak semua upaya peace operations itu selalu mulus dan gejolak pun selalu bermunculan. Senantiasa kita selalu harus waspada dan mawas diri. Seiring dengan peristiwa ini, saya teringat kembali dengan apayang pernah dikatakan seorang kawan, yang juga bekerja dalam misi peace operations PBB di Afghanistan:

Masih untung bisa keluar berjalan aman, tanpa harus dikawal.. kita disini harus selalu mengenakan balistic resistant vest (yang beratnya gak ketulungan), dengan helm biru dan kalau perlu harus dikawal military troops…

Cerita serupa tapi tidak sama pun juga terjadi di Mitrovica, Kosovo. Pada 14 Maret 2008 lalu, sebuah bentrokan terjadi dan perusakan terhadap asset UNMIK tidak bisa terhindarkan. Berikut joint press-release UNMIKKFOR sbb:

——————————
UNMIK-KFOR Joint Press Release/PR/1729
Monday, 17 March 2008

UNMIK and KFOR condemn violence in north Mitrovica

PRISTINA – Principal Deputy Special Representative of the UN Secretary-General (PDSRSG) in Kosovo Larry Rossin and COMKFOR Lt.-Gen. Xavier Bout de Marnhac condemn the resort to lethal violence, including direct fire, taken by a mob today at the Mitrovica Court house.

The PDSRSG and COMKFOR underlined that the violence directed at UNMIK
police and KFOR personnel, which had re-established control of the Court in a joint operation this morning, is a flagrant breach of UN Security Council resolution 1244. They urged all communities to exercise calm.
They said further that the resort to violence crosses one of the red lines that have been clearly articulated to the leaders of Kosovo Serbs in the north and to officials in Belgrade, adding that UNMIK and KFOR will reassert control of north Mitrovica.

As a temporary measure, UNMIK police from north Mitrovica are redeploying
outside of the city while KFOR re-establishes control. UNMIK police, supported by KFOR, remain in control at Gates 1 and 31 and in other parts of the Mitrovica region. The operation by UNMIK Police and KFOR to restore law and order in northern Mitrovica by re-establishing control of the UNMIK Court house began at approximately 5:30am this morning. The Court house had been forcibly occupied by a mob on Friday, 14 March.
 —————————-

Berikut beberaepa jepretan berkaitan dengan kerusuhan di Kosovo belum lama ini. Images diambil dari beberapa sumber dengan hak cipta masing-masing.

Nampaknya berjuang untuk perdamaian itu tidaklah mudah. Namun demikian peace and stability is necessary and worth every effort.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

18  Comments

by Sarbana S. at 21 March 2008, 00:44

As John Rambo said, in Rambo III, “It is not my war anymore”.
Hehehe, aku dulu dines disana Luigi, pernah serpihan bomb kena transceiver VSAT, and menimbulkan sobekan yang sangat rapi dan rata pada metal cover yang terbuat dari cast iron, bagaimana kalau kena anggota badan kita ya, seperti menyayat silken tofu kali ya.

Regards,
Sarbana S

by venus at 21 March 2008, 08:14

haduh, serem banget liat foto2nya :(

by pudakonline at 21 March 2008, 09:28

wah…nggak gampang juga

by Puguh Pamungkas at 22 March 2008, 13:44

Wah ngeri banget ya mas…….. Insya Allah Mas2 dan Mbak selalu dalam lindunganNya ya mas

by Arni Ernawati at 22 March 2008, 17:20

sy udah liat situs web abang..wah ngeri jg ya tgs disana taruhannya nyawa..abang hrs banyak berdo’a,baca al-qur’an n’ jgn lupa shalat 5 wkt jgn prnh ditinggalkan agar dilindungi Allah SWT dan dijauhkan dr segala marabahaya,amin..kasian ya kluarga abang trutama istri n’ anak pasti tdk tenang n’ kpikiran truz keadaan abang disana,kalau bs abang jg hrs sering kasih kbr via telp ke kluarga biar kluarga tenang tdk kpikiran truz..btw,anak n’ istri abang skrg tinggal dimana?abang dinaz disana smp kpn?kk sy jg kerjanya di afrika tp dia pelaut di kapal tanker..

by Supermummy at 22 March 2008, 18:39

Hi salam perkenalan dari Brunei. Just wanna ask are u still in Lebanon now and di sana ada internet service ya? Wow salute dgn mas2 smua ya..bener2 perwira.

by Yulia at 23 March 2008, 00:11

wah, memang mobil putih dan atribut berlambang UN kadang terlalu mencolok dan menjadi sasaran. Walaupun udah lulus basic n advanced security in the field juga tetep aja beda dengan “kejadian nyata” nya. Semoga teman-teman yang terluka cepat sembuh. Tetap waspada ya kang!

by Jiban at 23 March 2008, 11:23

serem….
menakutkan….

by cathy at 23 March 2008, 14:58

UN memang selalu menjadi target, karena ‘mungkin’ dipemikiran rakyat UN represent Amerika, ini mungkin loh…

tapi yang selalu kena getahnya ya organisasi kami ini, yang kebetulan juga menggunakan mobil putih. Tapi ini sudah jadi resiko buat siapapun yang sudah mengambil keputusan tuk bekerja dibidang ini.

Kemarahan rakyat adalah suatu ungkapan ketidakpuasan terhadap sistem dinegaranya, jadi sebagai field worker ya harus siap dng konsekuensi yang ada ;)

Extra hati-hati and allert on any condition is a must!

Salam hangat,
Cathy

by hilda at 24 March 2008, 06:46

anda wartawan? ato tentara?
makasi buat comment di blog saya yaa..

salam kenal

by Sandy Latief at 25 March 2008, 10:37

Setiap langkah yang diambil dari keputusan resolusi PBB selalu ada saja dinamika dalam proses menuju perdamaian yang sesungguhnya yang di nantikan oleh warga masyarakat di lokasi dimana misi PBB berada. Keep on going kang, brothers and sisters Indonesian Peace keepers. Think always safety dan tindakan antisipatif apa yang harus dilakukan disaat berbahaya bagi kita ( wah makanya all peace keepers kudu lulus security awareness in the field test ). Salam kompak selalu Kang Luigi, sukses utk semua rekans yang saat ini aktif bertugas sbg peace keepers.

Maj Sandy Latief
Korps Marinir TNI AL

by cewektulen at 25 March 2008, 12:03

semoga anda bisa pulang dengan selamat. Oya…kenapa orang selalu suka berperang???? pertanyaan klise yang sampai kini saya tidak menemukan jawabannya…

by YUNITA DWIANA at 25 March 2008, 13:44

Tetap hati-hati saja dalam menjalankan tugas ini , karena semua tidak ada yang bisa memprediksi kejadian apa yang akan terjadi di depan. Dimanapun kalian berada saya selalu mendo’akan keselamatan dan juga kesehatan ya…………………

Regards,

by et at 25 March 2008, 14:09

kok serem yah…. jadi takut neh….
Mudah2an temen2 yang bertugas diberikan kekuatan dan keselamatan oleh Tuhan YME, amin….

by Rio Octaviano at 28 March 2008, 08:02

Wah komandan…
di TNI yah….

Peace keepers menjadi tameng sebuah disorder massa…kasian…tapi..memang begitu jalannya…

turut prihatin…

by thuns at 1 April 2008, 05:13

ati ati ya broooo!
doaku selalu menyertaimu ;))

by aryo at 1 April 2008, 18:08

akang Luigi, hati2 selalu ya….

jadi pingin cepet2 gabung nigh..biar syeerem tapi asyik!!

by nasgorkam at 2 April 2008, 18:55

haduh bosssssssss, jaga diri disana, gw ngeliat fotonya sumpah serem, ngeliat kompor meledug aja gw lompat2, btw out of curiosity, ga ada acara balik ke indo for good ya ?

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Suwandi First Liutenant Suwandi, further from his military academy graduation began assuming duty as The Unit Chief at The office of Army Public Information, General Information Sub-Unit in Jakarta. Presently married with 2 children, he initially concluded his further military...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago