Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Satgas POM TNI Ikut Pelatihan Penggunaan Alat Pendeteksi Bom

2 June 2010, 20:27 , by Muhammad Dahlan

 

Daerah konflik atau daerah yang telah dan (atau) sedang mengalami perang memiliki karakteristik khusus, antara lain adanya tingkat kerawanan terjadinya bahaya bom yang tinggi. Bahaya bom tersebut bisa berupa bom mobil, ranjau darat atau bahkan bom bunuh diri dan termasuk bom-bom yang sebenarnya telah dijatuhkan oleh pihak yang bertikai terhadap pihak lawannya, tetapi gagal meledak atau biasa dikenal dengan istilah “UXO” (unexploded ordnance). Uxo-uxo tersebut memang gagal meledak, tetapi pada umumnya masih aktif dan sangat berbahaya.

Di beberapa wilayah Lebanon, masih banyak ditemukan Uxo peninggalan dari perang yang terjadi sebelumnya. Sebahagian telah berhasil dijinakkan oleh satuan penjinak bom PBB, tetapi diduga masih banyak lagi Uxo yang tersebar dan belum terdeteksi keberadaannya, karena posisi yang acak pada wilayah-wilayah yang umumnya memiliki tekstur berbukit dan berjurang.

Satgas POM TNI Kontingen Garuda XXV-UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) meskipun fungsi utamanya sebagai Polisi Militer, namun wilayah operasinya tidak luput dari kerawanan bahaya bom-bom tersebut. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB, Satgas POM TNI juga dilengkapi dengan alat pendeteksi bom. Di samping itu, menyadari akan keanekaragaman jenis bom tersebut, sangat perlu bagi Satgas POM TNI untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang cara pendeteksian dan penanganan bom atau Uxo yang kemungkinan ditemukan demi menghindarkan kecelakaan yang bisa saja terjadi.

Oleh karena itu, dengan hubungan dan kerja sama yang sudah terjalin dengan baik antara Satgas POM TNI dan Kompi Zeni Turki, Dansatgas POM TNI Konga XXV-B/UNIFIL – Letkol Cpm Ekoyatma Parnowo mengirimkan 3 (tiga) orang perwiranya yaitu Kapten Laut (PM) Fajar Hasta Kusuma, Kapten Cpm Ashariarto dan Lettu Ckm Immanuel Irvanov Hutagalung untuk mengikuti pelatihan penggunaan alat pendeteksi bom yang diselenggarakan oleh Kompi Zeni Turki, yang salah satu spesialisasinya adalah sebagai satuan penjinak bom PBB.

Pelatihan tersebut berlangsung pada Sabtu, 29 Mei 2010 dan bertempat di markas Kompi Zeni Turki. Adapun materi pelatihan yang diterima, antara lain pengenalan jenis alat deteksi bom, cara pemakaian alat deteksi bom, pengenalan jenis bom yang umumnya berada di wilayah Lebanon dan cara pendeteksian bom bunuh diri, bom mobil dan Uxo.

P1010020

Sebagai penutup kegiatan pelatihan tersebut adalah demonstrasi penanganan bom yang langsung melibatkan anggota Satgas POM TNI sebagai petugas penjinak bom. Pelatihan tersebut berlangsung dengan lancar dan dirasakan sangat bermanfaat dalam menunjang kegiatan operasional Satgas POM TNI.

P1010069

P1010047

DSCN5012

Muhammad Dahlan First Lieutenant Muhammad Dahlan was born in Makassar, South Celebes, Indonesia. Joined the Indonesian Navy in 1992. He has been serving for the under the Indonesian Navy with most recent assignment as Linguist Instructor at the Indonesian Defense Language...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sadewi Mainawati Recently joined Surfaid International and assigned to Mentawai Island, at South and North Pagai. With responsibilities to raise awareness on preparedness and mitigating disaster. Relief and humanitarian field is nothing new for Sadewi Mainawati, since 5 years ago have...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago