Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 33 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 138 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Connecting people : Karaoke Night in Khartoum
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna .. sempurna
Ya, itulah bait-bait reff dari Andra and The Backbone, yang harus diakui mampu membuat bulu-roman ini bangkit berdiri-merinding-dengan-hebat dibuatnya.
Man, that song is so powerful for this lonesome guy..
Sejak 4 tahun lalu, kedua kaki ini menginjakkan diri di tanah negeri permata afrika barat.. tidak pernah terbayangkan bahwa tantangan terberat dari penugasan ini adalah BUKAN ancaman keamanan setempat, dan bejibun-nya beban pekerjaan yang menumpuk mengharuskan badan ini bekerja sampai malam, dan wabah malaria yang meluas, segudang mission hardship lainnya – namun melainkan rasa rindu/kangen yang menyayat hingga ke tulang sumsum ini.
Nggak percaya khan? – Well, that’s the fact – dude!
Saya pikir, saya adalah jagoan.. ah, kangen khan bisa telepon.. ngobrol bentar, ketawa-ketiwi..lalu lepas deh dahaga jiwa ini akan mereka yang terkasih di seberang lautan sana.. dan kembali menjalani rutinitas. _Easier said than done, my friend.. _
Nampaknya yang terjadi adalah tidak seperti itu. Kenyataan-nya tidaklah setiap dari kita disini itu ‘sibuk’ bekerja 24 jam. Fakta berbicara bahwa, setiap orang mesti punya saat anti-klimaks dalam keseharian-nya..
Ya saya mengalaminya saat badan ini sudah tiba dirumah, lepas dari bekerja, entah sekitar jam 7,8, atau 9PM..mendapati diri diruang tidur yang kosong, kawan satu-rumah mungkin sedang sibuk kongkow-kongkow di resto makan malam, atau hang-out di bar dengan kepulan asap rokok itu.. acapkali memang saya yang paling awal tiba dirumah dan mendapatinya dalam keadaan kosong melompong.
Butuh sekitar 5-10 menit, termenung di kamar mandi, sembari membolak-balik majalah yang ditaruh di wese itu. Bacaan itu tidaklah dilihat, hanya di bolak-balik saja lembar halaman-nya sembari melirik berita bergambarnya saja. Namun kadang untaian peristiwa yang terjadi pada hari itu, seperti kemudian diputar ulang, play-back dalam benak ini.. apa sajakah yang sudah dikerjakan diri ini?
Oh iya, hari ini saya ngomel-ngomel di telepon ada beberapa vendor
Oh iya, saya lupa menelpon si idung pesek itu pagi tadi
Oh iya, belum menghubungi ibu di kampung
Oh iya, tadi ikut training tentang advanced security training
Oh iya, tadi saya kena semprot (baca: kena marah) via email dari orang logistik belum ditindak-lanjutin
Oh iya, Abaigail (Putri Bungsu) bertanya ditelepon: Ayah kapan pulang?
.. dan berjuta-juta untaian peristiwa itu deras mengalir – seperti sebuah pertunjukan dokumenter.. hanya saja dia berlangsung di kamar mandi.
Dari situ, kadang banyak pertanyaan bermunculan.. ragu, bingung, kesal, dan sedih.. selain dari pencapaian-pencapaian positif hari itu, bergumul menjadi satu.. ya, sebuah evaluasi diri untuk hari itu.
4 tahun berlalu, Liberia – sebuah negara kecil di afrika barat, sudah menjadi saksi nyata bahwa endurans dan keuletan telah dan terus diuji. Kesabaran untuk terus berjuang menciptakan perbaikan langkah kedepan, buat siapa? – ya buat mu.. dan buat kita berempat.. kamu, dan kedua malaikat kecil itu dan saya..
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna .. sempurna
Wah, memang lagu ini kok ampuh sekali ya merobohkan keangkuhan diri ini.. bila saya mendengarkannya di kamar sendirian.. hari sudah gelap, dan suara generator dibelakang itu meski bisingnya bukan kepalang, lagu ini benar-benar nyaring benar melantun nyaring di kepala ini..
Dalam hitungan kurang dari satu menit.. dada ini menjadi sesak..
kedua mata ini menjadi berat karena kumpulan air-mata..
berat membebani mendorong keluar untuk jatuh..
nafas ini menjadi panjang dan berat sekali..
andai saja dirimu tahu.. rindu ini begitu hebat menjajah ruang jiwa..
Ah, sudah!
Everything is going to be alright. Bantah saya dalam hati.
Insyallah..
Kembalilah saya mendengarkan lagu itu.
Hanya bersama mu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidup ku lengkapi diriku oh sayang engkau begitu sempurna .. sempurna
Saya rindu genggaman tangan mu.. saya rindu genggaman tangan anak-anak itu.. gelak canda-tawa mereka sebelum tidur.. dan pertanyaan-pertanyaan itu.. akankah kamu masih mencintai saya, mau menunggu saya untuk membawa kalian ikut serta menjalani kehidupan bersama dalam satu atap?
—————————————————
Dari beberapa jepretan lensa ini, menjumpai kawan dari berbagai kebangsaan dan negeri yang datang bertugas pada misi pemulihan perdamaian ini, setiap daripada kita, pasti punya mereka yang terkasih berada ribuan mil jauhnya.. apart from the uniforms that encapsulate us, making us look tough and proud – we are only human in the inside, where us and those loved ones – the hearts beat as one.
Tidak bisa dipungkiri bahwa: Keluarga, Cinta, dan Kampung halaman ibarat sebuah Jangkar atau Sauh bagi peacekeepers yang sedang mengarungi samudera dengan didera amuk gelombang dan angin kencang ini. Mungkin hal serupa juga dirasakan oleh masing-masing dari mereka yang bertugas dan menggeluti profesi sebagai peacekeepers/humanitarian workers..
Until the day I got you all wrapped around by these two hands and feeling your heart beats as one with mine.. I am holding on, enduring the days ahead, and keeping myself and my love in one piece.
Guys, I am sure you must have this missing feeling of the loved ones back home. Care to share on how you guys go through the experience of such? Really appreciate it. :-)
PS: Thanks berat buat Dini Daniella di Surabaya – Seorang sahabat dan pembaca setia blog ini yang telah berbaik hati berbagi file Mp3 lagu “sempurna” ini.
Memang tiada kesempurnaan selain kita bersama keluarga yang tercinta ya mas.. Namun harus kita akui keterbatasan dari kita sebagai manusia, semoga mas dan mbak yang lagi bertugas diberikan kebesaran hati dalam bertugas dan mengemban tugas ini…..dan jangan lupa kampung halaman ya…….
tentara juga manusia, yang pastinya punya perasan. apapun perasaan itu.karena itu, bersyukurlah bahwa kita masih punya keluarga yang baik, setia dan mau mengerti tentang kita. tidak hanya mengerti tentang siapa kita, tapi juga sangat-sangat mengerti serta memahami profesi kita sehingga mereka (keluarga kita) akan selalu mendukung langkah kita. bukankah di belakang seorang tokoh besar ada wanita hebat?
salam hormat untuk keluarga bapak
semoga selalu dalam lindunganNYA, karena sesungguhnya DIA-lah sebaik-baik pelindung amiin
Mas luigi,
Aku jg suka bngt ama nih lagu, mellowww banget sih tp kata2nya dalem bangetttt….
Anyway, kita sama2 tau koq gmn sedih and pahitnya hidup jauh dr keluarga…huahuahua…jadi ikutan sedih nih.. so be strong and have faith.
btw, akhir bulan eke nyampe jkt nih, sok atuh ikutan ke jakarta hehehee…mudik yukkk…
A+
C
aduh akang,
setuju banget deh…yang namanya jauh dari keluarga,kampung halaman dan kekasih tercinta itu sangat berat…paling banter hanya bisa liat muka mereka di layar monitor via webcam…
bekutu kalanya ketemu..waktu harus terbagi…antara keluarga, teman, dan kekasih..tak cukup rasanya waktu untuk bersama yang hanya singkat…ingin teriak….belum puas….namun memang diri ini tak sempurna dan banyak keterbatasan…..apalah daya kita harus berpuas diridengan keadaan yang ada..meski berat dan perih….hiks… :-(
p.s : akang versi Gita Gutawa lebih mellow dan cedihhh lho…but bagus banget…
Sempurna,…
Not only just a word but it´s more the action how to keep it Sempurna. Your time is getting near dear friend…. I wish you all the strength and love. Don´t give up, head up, … I hope soon, real soon all of you can be reunited again.
Big hugs!
kadang kita selalu gak sadar sama orang2 disekitar kita, segalanya yang mereka lakukan memang tak pernah sempurna…tapi selalu jadi yang terbaik buat kita…
itu yang saya tangkap dari lagu sempurna…hehehe
Syair lagu itu memang cocok untuk di ucapkan kpd orang tercinta dan walaupun akang berjauhan sama buah hati dan si hidung pesek tapi sampai kapanpun akang akan selalu manjadi darah,jantung dan hidupnya. Semangat..
Pada saat berjauhan seperti ini-lah sebenarnya yg membuktikan & menguatkan Cinta & Kasih Sayang antara kita dgn yg di Tanah Air. Bagaimana posisi mereka dalam hati kita & sebaliknya. Pengalaman bertugas dalam Misi PBB ini mengajarkan betapa berharganya setiap waktu dalam kebersamaan dgn orang2 yg kita cintai & kita sayangi…
Warm regard from Lebanon,
Saya setuju dengan lagu ini yang mana juga merupakan lagu favorite saya mas. Dengan lagu ini kita bisa menggambarkan betapa besarnya kasih sayang dan cinta pada orang yang kita cintai dimanapun dia berada. Kau begitu……..Sempurnaaaaa
kangen..rindu…obatnya hanya dengan bertemu….ahhhhhh…rindu anda memang sempurna…karena nggak bisa bertemu sanak keluarga semudah jika bekerja di Indonesia…
he..he… nggak tau lagunya kang! tapi kayaknya pasti menyayat-nyayat ya? dari komen yang terbaca di situs ini…..
kang Luigi,
Hidup berjauhan membuat cinta sama keluarga smakin kokoh ya Kang? sementara yang berdekatan seringkali adu pendapat dan rebutan ‘suara’ mana yg paling benar…. he he… lirik lagunya emang bagus ‘n dalem … sedalem hati yg lagi ‘lonely….’ lagu ini juga sbg temen pulang ngantorku di tengah2 kemacetan yg smakin gila d Jakarta.
Tetap semangat yah ….!
“Kau genggam tanganku, saat diriku lemah dan terjatuh, kau bisikan kata dan hapus semua sesalku …” that’s my favorite part !
Jadi dirimu terharu biru dengan lagu itu juga yaa, hehehehe … sama doong !
Ada yang bilang, hal-hal yang terindah dan terbaik di dunia tidak dapat dilihat dan disentuh. Mereka hanya bisa dirasakan dengan hati. Jadi berbahagialah, karena dirimu sedang mengalaminya.
Tetap Semangat ! Cheers.
Wah mas Lui, kangen ma keluarga itu emang hal yang paling susah dibendung bagi kita perantau ya! Gak ada yg paling indah selain kumpul brg keluarga kan ya? Take care deh ya, sabar aja.. Mudah2an bisa cepat kumpul lagi ma keluarga!
Cheers,
Afa
Hey, this is the 1st time you made me cry!!!!! You rock Pralangga!!!!!
Kang, rasanya memang kalau kita perturutkan kali kata hati ini, tidak sanggup rasanya kita menerima kenyataan ini, berjauhan dari orang orang yang kita kasihi dan sayangi. Tapi hati kita menjadi semangat lagi ketika kita sadar bahwa kita pergi demi mereka dan tugas mulia. Kapan kita pulang bersama lagi?.
Humankind featured beyond their story, when missing someone, while feeling the fear of losing them, it is important to realize that we are only human. Kala hidup tidaklah selalu sempurna, kala waktu tidaklah selalu sama. Dikala rasa yang sama bisa dialami oleh orang lain disebarang sana, patutkah kita bertanya atau merenungkan akan kebesaran jiwa dan hati, kepada yang kita kenal ataupun tidak, kepada yang kita kasihi ataupun belum. Like people said “I will always return” that’s the reason to believe.
hmmm….sepertinya rasa rindu yang Mas Luigi alami sebentar lagi dialami oleh keluargaku. salah satu adik perempuanku dalam proses untuk penugasan di Somalia. Sangat bisa dipahami mas, sekuat-kuatnya kita,tetap pada suatu saat tertentu akan jatuh pada kerinduan yang sangat mendalam sekali. Ya gitu deh mas….sementara ini rasa itu bisa sedikit dikurangi dengan rasa ikhlas, sabar dan berpikiran positif saja, hehe….
Dari kita yang ditanah air sih tetap mendoakan yang terbaik buat mas dan temen-temen disana. Jangan khawatir, rindu itu akan terasa ringan dengan sendirinya karena doa dan harapan kita selalu searah, tidak terpisahkan jarak dan waktu.
Selamat bertugas ya mas!
cheers!
rynt
hehe..bener banget mas! – jangan mas luigi yang jauh disana, daku yang setanah air saja kangennya ampun-ampunan banget sama nyokap mas. dah lama gak ngerasain masakan nyokap.
Hari ini, siang ini, aku sengaja datang ke restoran palembang di daerah casablanca, sama teman kantor ber-2 naik motor yg cuma 2 biji! hahahaha…aku kebagian semotor ber-3!!
hmmmm….disana aku mencicipi masakan khan palembang, pindang ikan gabus, mmmmm….enak banget!! kalo di rumah di palembang, nyokap pinter banget masak pindang ini, enaaaakkk banget!! gak usah pake lauk lagi, cukup pindang dan nasi putih hangat.
hmmmmmm……terkadang kita suka dimanjakan dengan situasi, padahal kalo kita coba menerawang lebih lebar, lebih banyak lagi orang yang berasa ‘kangen’ dan ‘rindu’; ya! kerinduan akan harmonisasi memori yang indah yang sudah terpatri di benak kita. Ungkapan rasa mas luigi merupakan contoh bahwa kerinduan tak bisa terukur dari jarak, hmmm….bersabar, ikhlas dan berpikir positif terkadang bisa mengobati kerinduan mas, tapi memang bener, ada satu titik kita jadi lemas gak bisa menahan, hehehe…..didoakan semoga bisa lekas pulang ya mas, mewujudkan kerinduan mas luigi terhadap orang-orang tercinta mas luigi.
salam,
rynt
apa khabar Om….?
sabar…sabar….sabar…. :)
Iya aku juga mengerti kang…… sekalinya pulang….. di telpon aku aja ngga mau angkat… katanya “lagi tanggung” oiiiii hahahahaha
Agak freeky sih sebenarnya…
Jadi gini. Waktu lagi surfing, buka email sana sini, aku sambil bersenandung “Sempurna”. Terus pas balik lagi ke halaman pralangga.org buat baca postinganmu ini, kok kata-kata awalnya lagu “Sempurna” juga. Hehe… semoga ini pertanda kalau aku bentar lagi bisa jadi kayak Mas Luigi dan para kontributor. Amieenn…
Mas, udah pernah dengar versi “Sempurna“nya Gita Gutawa? Itu lebih dahsyat lagunya, Mas. Hehe… Jangan deh. Nanti dirimu malah nangis-nangis darah lagi.
Met tugas ya mas. Insyaallah perasaan kangen dan rindu akan keluarga itulah yang membuat kaki ini terus melangkah. Betul..?!
SEMANGAT!!!!
Luigi,
Besok saya akan ikutan rapat ACABQ utk budget UNMIL. Hari ini kita rapat dg DMS UNMIL. Saya sih akan ditempatkan di Ivory Coast, tapi diminta ikutan rapat budget UNMIL.
Saya bertemu cukup banyak org Indonesia di sini. Senang juga.
sama mas! saya juga terpisah ribuan mil. untungnya ada internet, tempat saya membunuh sepi dan membuang rindu! tapi tetap saja, seperti sebuah judul novel: rindu itu luka…
wah samanih dengan ku. lagi rindukampung halaman. pontianak meski aku cuma di yogya,tapi kerinduan sm keluarga juga kadang memuncak padahal cuma dibatasi laut cina selatan. gak kebayang kalo aku spt si akang yang jauh dr keluarga dengan anak yang lg lucu-lucunya. nelpon aja belum bisa menghilangkan dahaga.tetap saja ada sesuatu yang hilang dr dalam diri kita. tapi itulah hidup.. PERJUANGAN…
oh…aku baru tahu…
sebenarnya dari dulu pertanyaanku adalah kok Luigi seperti gak kangen2 sama keluarga…h..ha…maap ya…makanya gak pernah aku tanyakan. Teryata sekarang malah ccurhatnya seperti itu… Ya…semoga yang terbaiklah buat kamu.
amin.
Best regards,
susan
koq tau juga sih lagu itu?
kapan dengerinnya? :D
sabar ya Gi…
semua akan “indah pada waktunya”
Hugs from a friend :)
I understand How you feel lui.. I can imagine being away from the loved ones.. Suka ga suka kita tetep ajah harus jalanin..Aku juga begitu ..Kalo udah kangen ama emak di kampung.. mewek deui..tapi untung si oOm idung mancung dan anak-anak always around..
All i can say I wish I…..but wishing don’t change anything hey..
Ok Bro.. Maju terus lah..pantang mundur… bertahan di bau ketek country
dan terus nyanyikan “si sempurnya-nya” Andra and the back bone..
Sono’
Widi si kriting di Ostrali, tapi ga kriting lagi denk..:o)
Bravo Mas luigi, sorry baru balas nih..habis baru aktif sih..anyway sama juga kayak aku di Timor-Leste, tapi klu dah rindu aku sering bolos tuh dari kantor end lari ke West Timor to met my family..
Mas gi. aku yg dekat aja kangen banget, apa lagi yg kayak mas di sana..was bisa berabe deh…tapi ya..namanya juga lika-liku hidup jadi hadapilah apa adanya..n atu lagi harus banyak berdoa mas..biar slalu di kuatkan dan dilindungi..Amin…
salam
UNMIT-Timor-Leste
Selamat pagi, Kang Luigi…
Alhamdulillah, saya & seluruh rekan2 di sini sehat semuanya.
Wah, bentar lg dong Akang Cutinya. Dipuas2-in tuh Kang! Supaya ga terkenang-kenang lagi dgn lagu “Sempurna”-nya Andra…hehehe…. Apalagi klo Abang udah dengar yg versi Gita Gutawa…bisa menangis bombay akang tuh…hahaha…
Kang, insya ALLAH pada akhir bulan ini saya akan mendapat cuti. Rencananya mau umroh bareng sama istri lewat jalan darat dari Lebanon, gabung sama rombongan prajurit Konga XXIII B yg jg melakukan umroh. Mhn doanya Kang, spy lancar & mendapat berkah.
Masalah foto, insya ALLAH kita siapkan Kang. Klo perlu kita siapkan lebih dari yg Akang minta. Tp nt kirimnya ke alamat e-mail yg mana, Kang?
Itu aja deh, semoga Akang & teman2 lainnya jg sehat.
Kapten Chb Sandy M. Prakasa, S.IKom
Perwira Penerangan/Spokesperson
Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII B
United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL)
Mobile : +961 709 307 34
Hai luigi apa kabar. Luigi I need your help nih….
Kita mau undang orang Indonesia yang pernah kerja di UN dan sekarang ada di Jakarta. Seperti Luigi waktu itu…dan apakah Cathy Cristina masih ada di Jakarta ? kita mau mengundang this Friday kira – kira bisa gak yah ?..atau mungkin ada orang lain.
Aku tunggu kabarnya yahh. Salam untuk teman – teman disana.
Have a hardrockin’ day!!!!!
Okky Brahma Arimurti
Reporter / Creative assistant
87.6 Hard Rock FM
021-3908471 ext 125
so touching …
Wahhh, this time, posting ini bikin menye2 saya, hehehe… Tapi bener, jauh dari keluarga itu bener2 membuat siapapun… sekuat apappun dia… akan merasa kangen yg tiada tertahankan…
Saya benar2 kagum sama semua team peacekeeper ini… saya nyasar kesini karena kebetulan mas Luigi mampir ke blog saya, dan sempat meninggalkan jejak langkah yg akhirnya menuntun saya ke blog yang INCREADIBLE ini, akhirnya sudah beberapa hari ini saya terus mampir dan membaca blog ini… Duhhhh, benar2 dech… SALUT untuk anda semua… semoga semua masih punya semangat yg besar sampai akhirnya kembali dan berkumpul dengan keluarga disini… HANG in THERE…
Saya sebenarnya bukan org perantauan, tp teringat sahabat2 yg jauh dari Indonesia, like you all the peacekeeper… Saya lalu terinsirasi untuk posting lagunya michael buble tadi pagi… “WANNA GO HOME”…
So guys… that posting is for you all… semoga terobati kangennya dengan mendengar lagu itu.
(ps:.. I don’t know how to put the URL here, so I put the link on my name)
Sembah hormat untuk anda semua,
silly
« Connecting people : Karaoke Night in Khartoum Surat Cinta (dari Darfur) »