About This Post

Ossy DERMAWAN

Correspondent Ossy DERMAWAN

Total 6 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 422 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.8/10(4 votes cast)

Articles

Sebuah Perjalanan Dengan Berjuta Hikmah

Perjalanan saya mengunjungi negara-negara Eropa kemarin dalam rangka cuti penugasan merupakan salah satu kenangan yang sangat indah dalam hidup saya. Indah bukan hanya karena negara-negara yang saya kunjungi merupakan negara-negara maju, memiliki peninggalan kebudayaan yang berlimpah serta keindahan alam yang luar biasa.

Indah bukan hanya karena negara-negara tersebut adalah daerah wisata yang cukup terkenal di negara Indonesia. Tapi di belakang itu semua, saya merasakan perjalanan cuti kemarin sebagai perjalanan yang sangat indah karena saya tidak pernah menduga sebelumnya bahwa dengan pilihan hidup saya sebagai prajurit TNI dapat membawa saya menuju dunia yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya pada saat saya dilantik menjadi Letnan Dua pada tahun 2001 (at least not this fast).

Sudah bukan rahasia umum di kalangan masyarakat bahwa penghasilan prajurit TNI adalah termasuk rendah bila dibandingkan prajurit-prajurit dari negara lain. Dan apabila saya mengingat lagi kenangan saat saya dilantik menjadi Letnan Dua pada tahun 2001 dimana saya menerima penghasilan sekitar Rp.900.000/bulan, belum dipotong dengan uang kos saya selama di Bandung sebesar Rp. 150.000/bulan (karena saya tidak menerima rumah dinas), maka akan jauh dari bayangan saya untuk dapat melaksanakan suatu perjalanan liburan ke Eropa seperti yang saya lakukan kemarin. Selama 10 hari saya mengunjungi negara Italia (Venice, Roma dan Milan), Prancis (Paris) dan Jerman (Frankfurt). Dan betapa saya kagum dengan peninggalan-peninggalan bersejarah yang megah, very unique dan masih terawat secara baik.

Namun tetap di balik itu semua, saya tahu bahwa kebahagiaan saya menginjakkan kaki saya di benua Eropa adalah lebih kepada kepuasan bathin dan reward atas totalitas yang telah saya berikan untuk batalyon saya, untuk TNI dan mungkin juga untuk negara. Totalitas yang diberikan adalah dengan mengedepankan keinginan untuk bekerja tanpa pamrih dan bekerja tanpa memilih.

Mudah-mudahan saya akan tetap dapat menjaga performa yang telah saya laksanakan selama ini yang saya yakin masih jauh dari kesempurnaan bagi orang lain namun merupakan totalitas bagi saya pribadi. Berkat penugasan dan keterlibatan saya mengikuti penugasan di Unifil, Libanon maka saya mendapatkan kesempatan dan peluang yang cukup besar tidak hanya untuk sebuah perjalanan ke Eropa, namun juga perjalanan ibadah umroh, bekerja dengan perwira-perwira yang sangat berdedikasi (termasuk dapat merangkai kata-kata dalam situs ini).

Perjalanan telah usai, maka saya pun berniat untuk membagi hasil gambar yang sempat terekam dalam perjalanan tersebut. Namun sekali lagi bukan berniat untuk menyombongkan diri, namun lebih kepada tujuan untuk mengatakan kepada rekan-rekan lainnya bahwa kita harus memulai segala sesuatu dengan mimpi.

Selain itu, saya ingin mensyukuri apa yang telah saya dapatkan dalam dunia ini, betapa segala nikmat tersebut merupakan cambuk bagi saya untuk tidak berpuas diri dan terus melangkah menuju masa depan. Mengedit kata-kata dari seseorang yang mengatakan “Love comes to those who wait (who make it happened)!” maka kita harus sama-sama mengatakan bahwa “Something good comes to those who make it happened!” Janganlah menunggu karena kita akan ketinggalan. Mulailah dengan mimpi, raih dengan perbuatan serta perkataan dan syukuri setiap hasil yang diterima.

by h3rn4 at 26 September 2007, 17:05

Semua ada timbal baliknya Om..
Mungkin awalnya hanya sebuah totalitas untuk bekerja tanpa pamrih [dan tanpa memilih??], toh akhirnya sesuatu yang dulunya hanya ada dalam mimpi akhirnya terwujud…
Pelajaran berharga untuk kita bisa selalu bekerja dengan IKHLAS

Nice pics, sayang kurang banyak :)

Jadi kepengen.. Saya salah satunya orang yang bermimpi jalan-jalan kesitu :)

__ salam kenal dari Surabaya __

by Luigi Pralangga at 26 September 2007, 19:49

Dear Ossy,

Berkelana wisata, adalah salah satu dari ‘bonus’ keunggulan geografis yang bisa dinikmati dari bertugas dalam misi peacekeeping di PBB. Tidak pernahterbayangkan oleh saya juga kalau sempat berjalan-jalan keliling afrika barat, yang mana hal ini tidaklah memungkinkan bisa hanya menjadi turis biasa.

Masih banyak belahan bumi ini yang tak kalah indah, work smart and taking vacation hard, adalah salah satu cara memastikan ‘enjoyment’ saat bertugas di misi. Semoga jadwal liburanmu berikutnya sudah terencana.

Kapan main ke Afrika Barat? :-)

by Arya Nasoetion at 2 October 2007, 06:54

Kalau para prajurit? Kebagian ke Eropa juga? Atau cuma untuk para perwira?

by Teny at 2 October 2007, 13:37

Dear Ossy,

Really great experience, I think. U should write on as ur memoar of your journey of the lifetime, capturing the moments. I agree that we could start with dreams and don’t be afraid by living your life full with dreams and fantasies, here u go…miracle happens :) By reading your writing makes me feel that it’s not easy to be in ur shoes…but I just wanna say…as ur new friend…u are very cool!!!

by ambar at 4 October 2007, 18:20

Wah … pengalaman yg sungguh sangat membanggakan rekan2 TNI. Biasanya perjalanan ke LN buat kita adalah dinas semata, namun ini benar2 cuti … kata pepatah … pangkat PAMA rejeki PATI … he he he … Salam kompak dari UNMIL bro !

by fairuzzabadi alwi at 14 October 2007, 04:15

Itulah hidup, bagi yang belum pernah merasakan indah sekali karena perjalanan itu jarang dilakukan atau bahkan baru sekali. satu contoh, kata orang Paris itu kota yang sangat indah dan romantis,
nah ada tetangga yang kemudian karena menikah dengan orang paris dan dia harus menetap di kota itu, apa yang dia rasakan pada saat ini tidaklah sama dengan apa yang ia bayangkan dan apa kata orang karena dia ada didalamnya untuk waktu yang lama….
anyway cerita yang bagus buat sebuah perenungan betapa segala sesuatu harus dinikmati karena pengalaman yang seperti ini adalah anugrah, terimakasih telah berbagi.