Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Ossy DERMAWAN

Sebuah Perjalanan Dengan Berjuta Hikmah

26 September 2007, 11:43 , by Ossy Dermawan

 

Perjalanan saya mengunjungi negara-negara Eropa kemarin dalam rangka cuti penugasan merupakan salah satu kenangan yang sangat indah dalam hidup saya. Indah bukan hanya karena negara-negara yang saya kunjungi merupakan negara-negara maju, memiliki peninggalan kebudayaan yang berlimpah serta keindahan alam yang luar biasa.

Indah bukan hanya karena negara-negara tersebut adalah daerah wisata yang cukup terkenal di negara Indonesia. Tapi di belakang itu semua, saya merasakan perjalanan cuti kemarin sebagai perjalanan yang sangat indah karena saya tidak pernah menduga sebelumnya bahwa dengan pilihan hidup saya sebagai prajurit TNI dapat membawa saya menuju dunia yang sama sekali tidak pernah terbayangkan sebelumnya pada saat saya dilantik menjadi Letnan Dua pada tahun 2001 (at least not this fast).

Sudah bukan rahasia umum di kalangan masyarakat bahwa penghasilan prajurit TNI adalah termasuk rendah bila dibandingkan prajurit-prajurit dari negara lain. Dan apabila saya mengingat lagi kenangan saat saya dilantik menjadi Letnan Dua pada tahun 2001 dimana saya menerima penghasilan sekitar Rp.900.000/bulan, belum dipotong dengan uang kos saya selama di Bandung sebesar Rp. 150.000/bulan (karena saya tidak menerima rumah dinas), maka akan jauh dari bayangan saya untuk dapat melaksanakan suatu perjalanan liburan ke Eropa seperti yang saya lakukan kemarin. Selama 10 hari saya mengunjungi negara Italia (Venice, Roma dan Milan), Prancis (Paris) dan Jerman (Frankfurt). Dan betapa saya kagum dengan peninggalan-peninggalan bersejarah yang megah, very unique dan masih terawat secara baik.

Namun tetap di balik itu semua, saya tahu bahwa kebahagiaan saya menginjakkan kaki saya di benua Eropa adalah lebih kepada kepuasan bathin dan reward atas totalitas yang telah saya berikan untuk batalyon saya, untuk TNI dan mungkin juga untuk negara. Totalitas yang diberikan adalah dengan mengedepankan keinginan untuk bekerja tanpa pamrih dan bekerja tanpa memilih.

Mudah-mudahan saya akan tetap dapat menjaga performa yang telah saya laksanakan selama ini yang saya yakin masih jauh dari kesempurnaan bagi orang lain namun merupakan totalitas bagi saya pribadi. Berkat penugasan dan keterlibatan saya mengikuti penugasan di Unifil, Libanon maka saya mendapatkan kesempatan dan peluang yang cukup besar tidak hanya untuk sebuah perjalanan ke Eropa, namun juga perjalanan ibadah umroh, bekerja dengan perwira-perwira yang sangat berdedikasi (termasuk dapat merangkai kata-kata dalam situs ini).

Perjalanan telah usai, maka saya pun berniat untuk membagi hasil gambar yang sempat terekam dalam perjalanan tersebut. Namun sekali lagi bukan berniat untuk menyombongkan diri, namun lebih kepada tujuan untuk mengatakan kepada rekan-rekan lainnya bahwa kita harus memulai segala sesuatu dengan mimpi.

Selain itu, saya ingin mensyukuri apa yang telah saya dapatkan dalam dunia ini, betapa segala nikmat tersebut merupakan cambuk bagi saya untuk tidak berpuas diri dan terus melangkah menuju masa depan. Mengedit kata-kata dari seseorang yang mengatakan “Love comes to those who wait (who make it happened)!” maka kita harus sama-sama mengatakan bahwa “Something good comes to those who make it happened!” Janganlah menunggu karena kita akan ketinggalan. Mulailah dengan mimpi, raih dengan perbuatan serta perkataan dan syukuri setiap hasil yang diterima.

Ossy DERMAWAN Ossy Dermawan First Lieutenant Ossy Dermawan, an armor officer, currently served with Indonesian Battalion at United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), based in Adshit Al Qusayr, South Lebanon as an Armor Officer and Liaison Officer. Engaging in his first international assignment...

Detail Profile »

6  Comments

by h3rn4 at 26 September 2007, 15:05

Semua ada timbal baliknya Om..
Mungkin awalnya hanya sebuah totalitas untuk bekerja tanpa pamrih [dan tanpa memilih??], toh akhirnya sesuatu yang dulunya hanya ada dalam mimpi akhirnya terwujud…
Pelajaran berharga untuk kita bisa selalu bekerja dengan IKHLAS

Nice pics, sayang kurang banyak :)

Jadi kepengen.. Saya salah satunya orang yang bermimpi jalan-jalan kesitu :)

__ salam kenal dari Surabaya __

by Luigi Pralangga at 26 September 2007, 17:49

Dear Ossy,

Berkelana wisata, adalah salah satu dari ‘bonus’ keunggulan geografis yang bisa dinikmati dari bertugas dalam misi peacekeeping di PBB. Tidak pernahterbayangkan oleh saya juga kalau sempat berjalan-jalan keliling afrika barat, yang mana hal ini tidaklah memungkinkan bisa hanya menjadi turis biasa.

Masih banyak belahan bumi ini yang tak kalah indah, work smart and taking vacation hard, adalah salah satu cara memastikan ‘enjoyment’ saat bertugas di misi. Semoga jadwal liburanmu berikutnya sudah terencana.

Kapan main ke Afrika Barat? :-)

by Arya Nasoetion at 2 October 2007, 04:54

Kalau para prajurit? Kebagian ke Eropa juga? Atau cuma untuk para perwira?

by Teny at 2 October 2007, 11:37

Dear Ossy,

Really great experience, I think. U should write on as ur memoar of your journey of the lifetime, capturing the moments. I agree that we could start with dreams and don’t be afraid by living your life full with dreams and fantasies, here u go…miracle happens :) By reading your writing makes me feel that it’s not easy to be in ur shoes…but I just wanna say…as ur new friend…u are very cool!!!

by ambar at 4 October 2007, 16:20

Wah … pengalaman yg sungguh sangat membanggakan rekan2 TNI. Biasanya perjalanan ke LN buat kita adalah dinas semata, namun ini benar2 cuti … kata pepatah … pangkat PAMA rejeki PATI … he he he … Salam kompak dari UNMIL bro !

by fairuzzabadi alwi at 14 October 2007, 02:15

Itulah hidup, bagi yang belum pernah merasakan indah sekali karena perjalanan itu jarang dilakukan atau bahkan baru sekali. satu contoh, kata orang Paris itu kota yang sangat indah dan romantis,
nah ada tetangga yang kemudian karena menikah dengan orang paris dan dia harus menetap di kota itu, apa yang dia rasakan pada saat ini tidaklah sama dengan apa yang ia bayangkan dan apa kata orang karena dia ada didalamnya untuk waktu yang lama….
anyway cerita yang bagus buat sebuah perenungan betapa segala sesuatu harus dinikmati karena pengalaman yang seperti ini adalah anugrah, terimakasih telah berbagi.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Anggoro He joined United Nations since 2009. Currently serving United Nations Mission for Stabilization in Haiti / Mission des Nation Unies pour la Stabilisation en Haiti (MINUSTAH). Yogi Anggoro maneuvered from private sector to the humanitarian field as a Field Coordinator...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago