About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 11 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 268 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Seeking a better leader

Pemimpin, bukanlah selalu harus identik sebagai presiden atau kepala negara. Diri dan mengatur diri sendiri adalah satu contoh sikap kepemimpinan dan latihan awal untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan ini juga adalah kritik buat gua sendiri, sebenernya. :) – Kadang amat mudah buat kita melihat sisi minus seseorang ketimbang pergi berkaca dan melihat kekurangan kita sendiri.

Okeh, bicara soal idol atau Idola – istilah ini kembali populer lewat serial reality show – American Idols dan terus berlanjut ke Malaysian, Indonesian dan semua negara berlomba mendapatkan lisensi serta menyiarkan program acara tersebut.. Inget banget, jaman waktu penyisihan acara Indonesian idols dan salah satu program PETIR (Penghuni Terakhir) dimana ada salah satu karib yang memang menjadi kontestan didalamnya, penggalangan seru ucapan semangat dan ajakan berkirim SMS pun ramai dilayangkan..

Pertanyaan selanjutnya adalah – kenapa kok sesuatu yang berbau atau berhubungan dengan pencarian sosok idola itu menjadi topic yang banyak diminati?

Mungkin salah satu diantaranya adalah, kita butuh Idola! – kita butuh sosok pribadi yang bisa dikagumi dibanggakan atas prestasi, kemampuan dan nilai keunggulan lainya dari mereka orang kebanyakan.. jalur panjang perjuangan dan tempaan pun membuat banyak diantara mereka rontok
satu persatu, dan sisanya hanya tinggal mereka yang teruji dan tahan banting dan satu lagi, yaitu benar-benar berkualitas juga bisa memberi nilai tambah – in short: Bigger Better Deal!

Bicara soal idola dan Idols itu, pada medio Oktober 2005 di Liberia waktu itu, penduduk dan negeri itu sedang menyaksikan, mempersiapkan proses pemilu yang kemudian sedianya bisa menghantarkan negara berpenduduk 3,3 juta jiwa ini dengan pemilih terdaftar sebanyak 1,3 jutaan deh untuk bisa melaksanakan pemilu yang jurdil-luber-sukses deh pokoknya..

Dengan dimulainya masa kampanye di Monrovia, wah udah deh – buat kita para ondel-ondel baik itu ondel-ondel bule dan agak sedikit mbule – dan juga ondel-ondel geseng (Maksudnya: Staff internasional yang berasal dari regional afrika lainya), merasa agak sedikit (sebenernya banyak sih) ketar-ketir dengan ramainya massa yang dikerahkan di jalan.

Jalan macet penuh orang-orang yang tereak-tereak meng-elu-elukan sang idola calon presiden mereka, yang kalau buat kuping saya (meskipun mereka teraknya keceng banget – tetep gua gak ngerti mereka itu ngomong apa sih?) :)


Dia pilihanku!, Weeek!


Pilih nomor satu! : Untuk hidup baru!


Wah!, Six-packs maan! – Mboten stroong daku! :-)


Men, ada cewek didepan ngeliatin – Panu gue keliatan gak?


Ini orang kok pesek amat ya?


Capek ah tereak-tereak – ngaso dulu deh!

“Ya benar..kita butuh pemimpin, bukan hanya sebatas idola saja..”

Pemimpin yang bisa memberi rasa aman dan tentram, yang membela hak dan mengayomi dengan kebijaksanaan-nya dan lain sebagainya. Itulah mengapa dalam ajaran agama dijelaskan bahwa besar sekali pahalanya seorang pemimpin yang adil dan bijak, dan alangkah celakanya bagi mereka yang sebaliknya, terbukti dengan sederet contoh, baik di dalam negeri ataupun diluar sana, atau nggak usah jauh-jauh deh, di lingkungan keluarga masing-masing..

Pemimpin, bukanlah selalu harus identik sebagai presiden atau kepala negara. Diri dan mengatur diri sendiri adalah satu contoh sikap kepemimpinan dan latihan awal untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan ini juga adalah kritik buat gua sendiri, sebenernya. :) – Kadang amat mudah buat kita melihat sisi minus seseorang ketimbang pergi berkaca dan melihat kekurangan kita sendiri.

Apart from that, everyone is a leader of his/herself, so develop the leader within you..

Satu hal yang mungkin juga saya ingin juga berbagi melalui tulisan ini:

Be nice towards the people on your way up, as you will meet them on your way down.

by shanty at 27 November 2007, 21:10

bener banget jek…
paling enak ngomentarin keminusan orang lain, coba ngaca dulu sebelum komen (duh, kok jerawat keluar lagi siy BT)
:P

by hERNa at 28 November 2007, 08:25

wuuah, setuju banget Om…
Apapun yang terjadi seyogyanya kita “melihat” diri sendiri sebelum mengumbar sisi minus orang lain.
Dan ternyata perlu perjuangan ekstra, apalagi menyangkut keberadaan seorang “pemimpin” di sekitar yang sudah dianggap kurang mengayomi…
Namun terlepas dari semuanya itu, yang ada bisa dijadikan pembelajaran ke depannya bahwa tidaklah mudah untuk menjadi pemimpin yang senantiasa dipercaya dan dicintai oleh orang-orang yang dipimpin..

Keep smiling…. __

by Anita at 28 November 2007, 09:47

Hi Luigi! Nice pics:-).
Maklum otak lagi lemot jadi lagi males baca, liat gambar aja hehe

by triadi at 28 November 2007, 16:16

hai om luigi, sori baru kesini lagi nih…:)
indahnya kalo bisa menjalani proses memimpin…yang knows the way, shows the way, goes the way…buat diri sendiri juga buat orang lain..

pengen nanya,yang sering saya lihat di film-film kondisi politik di kebanyakan daerah africa kok kayane serem-serem ya,bener ga sih sampe segitunya?

by rumahkayubekas at 28 November 2007, 22:05

Salam,
Pertama sekali trims saya atas kunjungannya di rumahkayubekas yang sederhana. Kedua, semoga tidak sulit untuk dipercaya, sungguh berkesan sekali Blog ini. Saya yakin Blog ini amat sangat mencerahkan, manfaat dan mencerdaskan. Dan photo- photonya luar- biasa sekali cantik- cantiknya. Ketiga, ingin sekali saya mengomentari judul diatas. Tapi apa daya, nol sekali pengalaman saya sebagai pemimpin dan memimpin. Kecuali tentu saja sebagai suami dan ayah. Atau barangkali karena beberapa orang yang amat sangat membantu saya dalam pekerjaan sederhana saya..
Semoga kita semua diberi niat, keinginan dan kemampuan untuk dapat memimpin diri kita sendiri dan orang lain bila memang dikehendaki. Amin Ya Robbal Alamin.
Salam,

by Dimas at 29 November 2007, 12:15

I think… Luigi Pralangga is one of my idol, great job Mas! Sukses terus yak, take good care there :)

by ambar at 1 December 2007, 19:13

“…latihan awal untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, dan ini juga adalah kritik buat gua sendiri, sebenernya. :)…” Setuju banget tuh, sulit ntuk jadi pemimpin apalagi yang ADIL, yg bisa membahagiakan hidup di dunia dan menunjukkan jalan lurus untuk bisa selamat di Akhirat. Kalo boss jd pemimpin ntar gw dukung abiss deh … ;-))

by Willie Pratama at 2 December 2007, 16:47

Hi Luigi.. How are you.
Thanks ya for all messages thru shoutboxes, SMS, emails.

sorry banget nie, baru sempet mampir mampir lagi setelah sekian lama. Well, sebenarnya gw sudah meninggalkan dunia online dan blogging, for a personal reason.

Take good care of yourself out there, man…

by Lulu Flint at 3 December 2007, 23:28

Akhirnya berani juga deh bikin comment setelah sekian lama cuma jadi ‘ Lurker’.. padahal godaannya bnyk bgt apalagi klu artikelnya lucu pisan plus ditambah dgn nama2 pemeran2 diartikel itu yg kadang dikarang ngaco sm si kang Lui ini..

Hmm…harus kembali ke soal comment yaa..?? :P
Pokoknya, buat menjadi pemimpin yg adil mmg tugas yg berat..dan tidak semua org bisa melakukannya (dgn baik).
My great respect buat all great leaders.
And soal kritik, never look down on anybody unless you’re helping him/her up deh..

by richard adam at 4 December 2007, 21:49

Keep on your spirit keep peace on earth!!
and thx ut artikenya yang akang kirimin ke email-ku ya….

by Bagus Utomo at 15 December 2007, 20:59

tulisan yang bagus kang. salam semangat.