Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 27 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 67 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Combating malaria and staying in good health while on mission
Sertifikat pelatihan komputer dari pasukan GARUDA XXIII B >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Tidak terasa dimana masa tugas saya di Liberia telah lewat 4 tahun, 5 April 2004 adalah kali pertama kedua kaki ini menginjakkan tanah Liberia. Negara permata afrika barat. Negeri dimana tidak pernah terbayang dalam benak saya 10 tahun silam dimana akan bertugas, menjalani keseharian disini.
Banyak warna dimana kedua mata ini menyaksikan rangkaian peristiwa, merekam ribuan kejadian, kehidupan yang berlangsung dimana hampir kesemuanya itu adalah sama sekali BUKAN cerita negeri dongeng dimana akhirnya selalu berujung bahagia – happily ever after. Dari beberapa imaji yang sempat direkam oleh kamera ini, anak-anak Liberia adalah salah satu pemeran utama dari proses perdamaian yang kini terus bergulir.
Beruntunglah mereka, bahwa perang telah usai. Beruntunglah mereka bahwa sekarang sudah banyak perubahan yang memungkinkan mereka bebas dari memanggul senjata dan dipaksa untuk bertempur, keluar masuk hutan dan bergerilya dari kampung pedalaman ke berikutnya.
Memang jalan menuju perbaikan belumlah usai, meski masih banyak diantara mereka yang masih harus bergulat dengan perjuangan hidup walau periode kali ini tanpa menyandang bedil.
Anak-anak Liberia, teruslah berjuang dan meski saat ini kalian belum semuanya mampu dan sempat mengenyam pendidikan di bangku sekolah, paling tidak “sekolah kehidupan” dapat terus mengajarkanmu untuk mandiri dan menjadi warga yang memiliki pekerti.
Semoga Yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan padamu kesejahteraan dan perbaikan di masa depan.
Touchy Gi, tapi nggak hanya anak2 Liberia saja yg seperti itu. Anak2 Indonesiapun seperti itu.
Jadi, kesimpulannya, masih lumayan Indonesia kang?
gmn kabarnya Lui? dah lama ga kirim post card ke semarang nih? dah lama juga ga sharing ya?
Akang…sedih banget melihat kenyataan yang ada…memang di seluruh belahan dunia ini tidak semua anak2 dapat merasakan indahnya masa anak2 seharusnya. duduk di bangku sekolah, bermain di halaman, merasakan hangatnya keluarga…. Sebagian mereka harus berada di “real world” yang seharusnya bukan konsumsi mereka..mereka harus berjuang dan menjadi tulang punggung keluarga…tidak mengalamimasa indahnya ebrmain dan belajar di bangku sekolah. Keadaan yang lain yaitu kondisi geografis suatu daerah yang membuat ketidakadaan fasilitas yang menujang sarana dan prasarana pendidikan yang memadai. tak perlu jauh2…di pulau jawa pun masih banyak sekolah terutama SD yang jauh darikata layak untuk mereka sebut sebagai sekolah…suatu kenyataan yang sangat ironis sekali bahwa masa depan bngsa ini berada di pundak mereka…anak2 penerus kehidupan bangsa
Assalamualaikum
Pakabar bro? Mudah2an sehat selalu juga keluarga.
Btw, kapan pulang ke Indonesia nih? Aku sekarang kerja di jkt mulai 5 mei 2008 di salah satu label rekaman di jakarta barat.
sampai jumpa … sukases terus ya bro
Take care n goodluck
regards,
menyedihkan mendengar nasib anak-anak Liberia, seperti yang terekam di novel Long Way Gone
Duhhh, terharu dech… jadi inget videonya Michael Jacson yg isinya tentang anak-anak di afrika juga, yg butuh uluran tangan dan kasih sayang… saya put disini, semoga bisa dilolosin sama akismet, videonya JADUL… tapi sama dengan foto2 yg mas put disini… bener2 menyentuh…
Makasih mas, ceritamu sungguh menginspirasi kita untuk bersyukur akan apa yg kita punya…
hugs from Indesia, to all the kids in liberia..
Silly
Mas,
this one much better dari video yg tadi saya kasih… duhhh, saya jadi seneng liat2 foto mereka gara2 mas pasang foto2 anak2 ini disini… :)
www.youtube.com/watc…
and this one… (lagu yg ngiringin lupa judulnya apa :D )
www.youtube.com/watc…
Semoga berkenan,
Hugs and love for the kids around there,
Silly
semoga keadaan cepat kembali pulih, so semua anak-anak di sana selain bersekolah di “University of life” bisa juga mengenyam pendidikan formal…
ngeliat kenyataan yang seperti ini kita diingatkan kembali bahwa keadaan anak-anak kita di sini masih lebih baik, meskipun tidak menutup kemungkinan masih banyak pula anak-anak di negara kita yang belum tersentuh pendidikan…
hopefully, God will always bless them all
hERNa
Bersyukurlah anak2 Indonesia yg masih bisa mengenyam pendidikan formal, karena di daerah2 terpencil Indonesia pun masih banyak anak2 yg hanya dapat menjalani “sekolah kehidupan”. Tapi memang itu kenyataan yang ada ….
aduhh..gw mau ngomong apa ya pak lui…
gw gbs basa basi…
ya smoga keadaan pendidikan di Liberia,lebih baik dari sebelumnya..pemerintah lebih touch sama pendidikan anak2 disana..cos education very important for young generation..
keadaan ini tidak jauh beda dengan negara Indonesia sendiri..
hanya orang2 berduit yang dapat menikmati pendidikan yang mencukupi…
yasud,g mau panjang lebar…ntr dikirain mau dakwah disni…
gmn liburannya di dubai…yahooiiiii…salam buat anak2 di Liberia..kalo gw kaya buangeettttt 7 turunan g hbis2…amin ya ALLAH…gw akan sumbangin deh…kayak oprah winfrey gt deh…amin
Kang Luigi, semoga perdamaian di seluruh penjuru dunia dapat terciptakan. Karena akibat perang pasti berdampak terhadap kehidupan anak-anak dan pendidikannya.
Ngomong-ngomong masih beteh nich di Negara di bau kelek hahaha… Atau menunggu penugasan di belahan dunia yang lain. Seandainya saya bisa melompat ke Eropah, saya pilih Bosnia Herzegovina.
Peace!
Bamby Cahyadi
sekarang masih di NY oom?
Subhaanallah, Alhamdulillah, Maha Pemurah-nya Allah telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengunjungi beberapa negara, dan bagi saya Indonesia negara yang berlimpah kekayaan, dan bersyukurlah setiap saat, apalagi bagiku, jauh dari Indonesia yang kutemui problem makanan, kecuali ke negara yang dekat-dekat Singapore atau Malaysia, tapi diluar itu harus hati-hati, dan berusaha cari yang halal.
hmmmm… <em>tarik nafas panjang</em>
Balik lagi, teringat video anak2 liberia ini lagi, lihat lagi lebih seksama, dan pagi ini sukses membuat saya memulai hari dengan menangis, entah terharu entah sedih… semuanya campur aduk… ada rasa sayang dan kasihan dalam hati ini melihat anak2 ini, demikian kerasnya kehidupan yg harus mereka jalani, on the other hand, saya bersyukur bahwa anak Indonesia, walaupun banyak juga yg tidak dapat mengenyam pendidikan dan kehidupan yg layak, namun jauhhhh lebih nayak yg masih lebih berunmtung dari anak2 di liberia ini..
Yahhh, semoga keadaan akan menjadi lebih baik buat anak2 ini kelak… Aminnnn…
<del>(btw, lagi terharu2 sambil ngelap airmata, langsung drop pas terakhir liat videonya, ada yg “kebagusan” ikutan nampang divideo anak2 liberia ini, sungguh sangat tidak layak disebut anak liberia, hahahahaha… “kebagusannnnn…. :D )</del>
Salam
Silly
Mengharukan..
Informasi yang sangat mengharukan….. terbayang oleh saya bagaimana penderitaan anak-anak yang sangat dalam menghadapi situasi negara yang tidak aman. Anak-anak memanglah asset bangsa yang tiada ternilai, jika kita kesampingkan keberadaan mereka, maka akan dibawa kemana negara ini dimasa yang akan datang.
Salam,
Ari Ardianto
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time since i wrote you my last message. By the way, thanks for the post card. Really , really appreciate it. Hows your holiday? Hows things are going in there? Hope this message finds you happy and in a good health. Best regards for your friends. Tetap semangat Bapak =)
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak MANUSIA yang TIDAK BERUNTUNG dan perlu uluran tangan dari yang BERUNTUNG..
keep peace…
salam
cowoktulen
hai luigi……kumaha damang?
dah lama yah gw gak kirim2 kabar …maklum riweuh pisan ….sibuk
sekarang gw kerja ngurusin asetnya Lippo Karawaci.
Gimana disana…? Masih pada keling2 orangnya?….hehehe……ya iyalaaaah Atw mgk dah dipindah ke negara orang kulit putih
oke deh ditunggu kabarnya yah….
Sannaz
Dikita juga masih banyak loh seperti di Liberia,coba kita potret anak2 daerah Nelayan. Tapi kita tetep masih berungtung dibanding mereka. Btw disono korupsinya merajalela kayak sini gak bro…?
Halo Luigi,
Apa kabar? I am now in Abidjan, Ivory Coast sejak 26 June kemarin. Saya coba mencari extension anda tapi kog tidak ketemu. Maklum masih baru dan belum tau banyak. Extension saya di ONUCI adalah 3578.
Kapan mau liburan ORB ke Abidjan?
Aini
OOT: Luigi, terima kasih banyak ya untuk selalu ngirim jobs opening ke aku. Cuman sayang nggak di New York si lowongan itu – karena sepertinya nggak memungkinkan kalo aku harus pergi sendiri ninggalin keluarga ……. udah ketuaan jadinya penakut gitu … hehehe!
Kita kabarnya baik2 aja dan aku masih tetap kerja di hotel dideket rumah di Secaucus, New Jersey.
Kapan mudik ke New York lagi?
hi…hi…
apa kabar kang??
owh….so sad…ya…liat anak2 disana….
ya ampyun…bisa kebayang donk…kehidupan mereka disana seperti apa…dan mereka masih bisa tersenyum????
terus buat artikel seperti ini ya kang terutama cerita2 ttg kehidupan mreka disana….
takecare…
Kang Luigi,
Cerita Akang menyentuh hati yang paling dalem ! bagus untuk kuceritakan pada anak2 biar semangat belajar…
Gimana balik kerja lagi ? sudah mulai sibuk kah?
salam hangat dari Jakarta Raya,
cheers…..
Endang Triastuti
so deep. kemana aja kang ga pernah nongol? salam dari kami2 di negri kutub.
Bravo Kang! Saya menikmati tulisannya sampai ke huruf terakhir. Salam Kangen.
« Combating malaria and staying in good health while on mission Sertifikat pelatihan komputer dari pasukan GARUDA XXIII B »