Correspondent Catur SULASDIARSO
Total 7 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 561 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Unifil kirim 'hard wall' untuk TNI
HUT Kavaleri ke-57 Dirayakan di Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dalam bentrok tersebut menimbulkan korban kurang lebih 400 meninggal dan luka. Kebayakan dari mereka adalah rakyat. Seluruh staff UN dari kalangan sipil diungsikan keluar kota sedangkan military di tampung di UN Camp dan dilindungi oleh pasukan peacekeeper dari India (tapi kali ini mereka ngga nyanyi-nyanyi).
Judul sebuah sinetron yang sukses ditayangkan salah satu stasiun televisi di Indonesia beberapa waktu yang lampau dengan setting cerita didaerah Sumatra. Walaupun waktu penayangan sinetron tersebut selalu ditunggu tunggu oleh pemirsa di Indonesia baik dari kalangan tua maupun muda namun saya sedikitpun tidak tertarik. Aneh bin ajaib binti heran, justru sekarang saya yang lagi nun jauh dinegeri orang (Sudan) mengalami apa yang dinamakan sengsara membawa nikmat.
Kurang lebih pukul 11.30 tanggal 14 Oktober 2006 ketika dect phone (4731) di mejaku berdering kriiing… dan ketika saya angkat terdengar diseberang sana suara Capt Issac (Zimbabwe), “Sir, your leave request not approved” Ketika itu perasaan saya bagaikan disambar petir disiang hari. Capt Issac adalah laison officer team site saya untuk Sector III (disamping mengerjakan tugas tugas resmi Capt Issac juga saya tugasi untuk mengurus cuti saya). Perlu diketahui saya ditempatkan di team site Bor sebagai Deputy Team Site Commander dibawah Sector III/Malakal termasuk Sudan Bagian selatan. Bor sendiri sebenarnya adalah sebuah ibukota propinsi, namun jangan pernah membayangkan kalau kota Bor seperti kota-kota di Indonesia pada umumnya. Bor hanyalah puing-puing akibat perang berkepanjangan selama kurang lebih 21 tahun. Disana hanya ada 3 buah bangunan yang terbuat dari batu/bata dan semen yaitu kantor gubernur. Rumah Gubernur dan satu lagi masjid sedang selebihnya bangunan yang terbuat dari kayu dan tanah liat mirip rumah adat pedalaman Irian. Akses jalan satu-satunya adalah melalui udara. Luas kota BOR sendiri kira-kira cuma 5 km persegi selebihnya adalah ladang. Namun bukan ladang jagung, gandum atau tanaman lainya melainkan… ladang ranjau!
Kembali ke masalah leave request, ini adalah usaha saya yang ketiga untuk mengajukan cuti lebaran setelah 2 kali usaha saya ditolak dengan alasan kuota sudah habis. Kini ada beberapa orang yang sudah kembali dari cuti tapi mengapa cutiku tetap ditolak? Segera saya telepon sector Commander untuk menjelaskan keinginan saya: berlebaran dengan keluarga di Indonesia. Namun sekali lagi usaha saya gagal. Dari 13 Military observers Indonesia hanya saya seorang yang gagal mendapat ijin cuti, 9 orang sudah berada di Indonesia, 2 orang sedang menikmati cuti di Uganda karena yang bersangkutan beragama Nasrani, tinggal saya dan Mas Ltk Dony Rizl Lubis yang tersisa di team site tapi Mas Dony sudah ada kepastian cuti di setujui. Tinggal menunggu waktu berangkatnya saja.
« Unifil kirim 'hard wall' untuk TNI HUT Kavaleri ke-57 Dirayakan di Lebanon »