Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Senjata ampuh bikin bujur melepuh

11 March 2010, 09:35 , by Luigi Pralangga

 

Ayah nanti mau dibekelein apa balik ke Liberia ini?. Pertanyaan itu selalu muncul dari si Idung Pesek-ku saat ia menyadari bahwa masa cuti mudik si kampret ini hanya tinggal 1 minggu lagi. Ya, sudah menjadi alarm rutin baginya untuk membantu persiapan perbekalan, sortir baju-baju termasuk quality control akan lembar/helai kolor si kampret ini akan mana yang masih patut dibawa kembali ke Liberia dan apa saja yang harus sudah harus dipensiunkan. . Bekal ini tidak berhenti sampai beberapa pasang kolor segar (baca: Baru) saja, namun juga termasuk itu logistik dapur, bahan camilan, sampai pada beberapa macam masakan jadi yang dibungkus sedemikian rupa. Semisal agar paket balado teri kacang atau balado jengkol itu tidak bocor/rusak hingga mencemari baju-baju didalam koper.

Logistics Support

Ya, bekal masakan khas ibu mertua, yaitu Balado Teri Kacang, Urak-arik Tempe, lalu bekal masakan Gulai Rendang khas Warung Ibu Anung yaitu ibunda dari sahabat Alif di sekolahnya, lalu tidak ketinggalan lagi masakan Balado Jengkol khas buatan Namboru Dewi Nita Siahaan, paling tidak salah satu atau beberapa dari macam masakan diatas selalu ada tersedia dan dibawa ke daerah misi. Sebagai cara jitu mengatasi rindu kampung, kebosanan citarasa saat lidah ini sudah mulai menyadari bahwa masakan yangtersedia di kafetaria UNMIL Headquarters itu mulai berasa persis makanan ternak, nah persediaan cadangan strategis (Balado Teri Kacang dan kawan-kawan lainnya) barulah mereka unjuk gigi diatas meja makan, keluar dari persembunyian di ruang freezer.

Pada saat peluncuran perdana grup masakan nusantara ini, biasanya sahabat-sahabat seperjuangan sudah menanti untuk santap bersama, disaat si kampret ini tiba di daerah misi. Wajarlah, mereka pun rindu kampung yang sangat, paling tidak dengan mencicipi si Gulai atau Balado jengkol asli buatan kampung halaman, setidaknya lebih dari 10% rasa rindu kampung ini terobati.

Staff Dinner

Balado jengkol namboru itu sama sekali tidak terasa bau khas nyaring jengkol-nya!. Si kampret ini pun sampai merem-melek menikmatinya. Beneran, sumpah!. Urusan wese hangseur (Baca: Bau Pesing) akibat dampak si balado jengkol ini adalah urusan belakangan.

Untuk masakan yang tahan tanpa harus masuk freezer, biasanya disimpanlah pada lemari dapur, dimana si kampret ini berbagi fasilitas dapur ini dengan staff PBB lainnya yang serumah. Kita sebut saja namanya: Radomir Sontoloyev, asli dari Minsk, Belarusia – dia adalah staff yang kebetulan tinggal bersama selaama 1 bulan, dirkirim dari kantornya Pusat Logistik PBB di Entebbe, Uganda untuk sebuah training di Liberia. Mas Sontoloyev ini ramah sekali, mampu untuk bisa akrab dengan banyak kolega antar-bangsa dan menghargai keberagaman budaya, sampai kepada rasa ingin tahu akan ragam citarasa kuliner teman-temannya. Singkatnya, semua makanan dicobanya.

Kita memang jarang bertemu selama dia berada 1 bulan di rumah kita, sebab dia pulang cukup malam dan si kampret ini sudah mendekam didalam kamar lewat jam 10, hanya terdengar saja suara aktivitas malam persis – tikus dapur. Dalam hati, ah biarlah, masakan khas kampung halaman itu tersimpan di lemari dapur dan didalam kulkas biarkansaja dicobanya. Selain memang Mas Sontoloyo ini tidak pandai memasak, namun dari beberapa kali sesi makan malam bersama dirumah, ia pandai sekali memberi pujian, apalagi pada makanan yang memang asing baginya, tapi tetap saja dia lahap menyantapnya tiada cape.

Seiring waktu berjalan, 3 minggu sudah berlalu cepat dan waktu penghujung masa training si Mas Sontoloyev ini pun berakhir, dimana besok pagi-nya ia harus terbang kembali ke duty station asalnya di Entebbe, Uganda. Maka, diundanglah kita serumah makan malam diluar, di sebuah restoran. Percakapan seru pun melintas dari satu ke berikutnya dan diakhir acara itu, sambil saya mengucapkan terima kasih atas jamuan makan malam tersebut, dia berucap mendekati bahu si kampret ini dan sedikit berbisik:

You people have the strongest stomach ever…!

Lalu saya tanya kembali dengan sedikit heran, karena pertanyaan itu tidak ada dalam obrolan santai barusan. Why?

I did not know exactly what the stuffs you have on that container jar, that little red-thing mixed with some peanuts altogether sweet and spicy like hell..

Balado Teri Kacang Close-up

Don’t get me wrong.. I like it.. BUT, I could not stand the fact that the next morning, especially at the office, I had to go back and forth to the toilet..
and I swear to God, it burns my bums…

Dia nggak berenti nyerocos sambil bisik-bisik kalau dia sampai harus minum tablet semacam stopcret begitulah untuk meredakan gejolak beteung (Baca: Perut), namun yang membuat si kampret ini tersenyum saat mendengarkannya berbisik, dia berkata: I love the food, please spare me some so I can take it with me.. (Wah, doyan dia!).

Saat itulah saya faham, bahwa si tikus dapur tengah malam itu adalah benar si Mang Sontoloyev satu ini, jelaslah sudah bahwa si Balado Teri Kacang itu menjadi cepat sekali surut isinya.

Hahahahhahahahahaaa! – maka meledaklah tawa kita berdua. Sementara teman-teman lainnya hanya keheranan melihat kita berdua tertawa seru.

Ternyata memang Balado Teri Kacang itu adalah senjata ampuh bikin bujur melepuh.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

10  Comments

by Nina at 11 March 2010, 09:50

balado jengkol??!!?? Woowww!! mantraaff!! hihihi.. haruuuumm, hmmm.. .

by YudhaPH at 11 March 2010, 11:30

Balado teri kacang memang top-markotov!
Untung Sontoloyev itu ga punya penyakit wasir/ambeien.

Bagaimana dengan rendang ala monrovia nya? sudah bosan?

by Nurul Fitri Lubis at 11 March 2010, 16:12

Mas Luigi… Cabe merah di Congo juga bisa bikin melepuh Mas… Kaya orang2 Medan pada umumnya, yang suka bgt dengan makanan pedas, suka kalap kalo liat sambel..Baru deh abis makan sambel pada nyesel karena harus antri kamar mandi.. he he he…

by Uncu Syahrial at 11 March 2010, 17:51

sambal lado teri kacang bikin persahabatan tambah lengket… wah gulai jengkol tanpa “efek samping” ? apa tuh resepnya..jadi rindu sama rendang jengkol amak ku!!!

by harto at 11 March 2010, 21:49

Wahhh…top markotop euyyy.. Jengkol nepikeun ka Liberia..uhuy! cobain jangkrik goreng mentega buatan kongo kang…kriuk…kriuk kayak udang.Anyway busway..met tugas Kang. Sehat dan selamat lahir batin, SUKSES

by Tommy Aria at 12 March 2010, 03:09

Hahahaha…biar tau rasa tuh sontoloyev….Besok2 dibawakan rujak cingur. Supaya bisa ngerasain cingur sapi.

by jarwadi at 13 March 2010, 06:51

meski sangat suka makanan pedas, bulan bulan ini saya harus mengurangi dosis nya

masakan aseli indonesia, te o pe deeeh

by Surya at 13 March 2010, 06:58

Ha…ha….dasar gelo….!
Si Sontoloyev gelo, nu tukang cerita lebih gelo lagi.

by Didut at 14 March 2010, 19:53

wahahahhaha~ gak tahan liat isi packing kopernya …pasti baju gak ada yg kebawa tuh di koper LOL

by Deded Wardi at 1 April 2010, 23:36

Kang, ada lagi yg lebih paten yaitu keripik jengky, nantilah kalo kang Lui balik indonesia lagi akan saya import langsung dari Padang… itu top kang di tambah balado merah nya… :)
dan juga Rendang Paru kesukaan Agus Mewal… you have to try it…

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

796 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Sulung PURWOKO Courage under fire, this would be sufficient to describe this fellow’s personal quality traits. Equipped with hands-on expertise in medical field, having been working in West Papua, Indonesia – Sulung Purwoko, began to step-up into a bigger challenges, that is...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 5 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 12 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 15 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 15 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 16 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago