About This Post

Catur SULASDIARSO

Correspondent Catur SULASDIARSO

Total 16 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 354 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 7.5/10(2 votes cast)

Articles

Setengah Abad Kontingen Garuda

Aula Makostrad tanggal 8 November 2007 berubah menjadi UN HEADQUARTERS. Ada apa gerangan ? Mungkin itu yang menjadi tanda tanya sebagian orang yang kebetulan lewat didepan Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, apakah pemerintah sudah tidak mampu menangani permasalahan dalam negri?

Aula Makostrad tanggal 8 November 2007 berubah menjadi UN HEADQUARTERS. Ada apa gerangan ? Mungkin itu yang menjadi tanda tanya sebagian orang yang kebetulan lewat didepan Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, apakah pemerintah sudah tidak mampu menangani permasalahan dalam negri? Maklumlah negara kita sekarang sedang ”Gonjang Ganjing” alias carut marut jadi wajar kalau mereka bertanya-tanya begitu melihat banyak orang memakai baret berwarna “UN BLUE”.

Olala…..tidak kawan, pemerintah kita masih solid, pemerintah kita masih mampu menyelesaikan permasahan yang dihadapi. So what gitu loh..…kok hari itu Makostrad bernuansa UN BLUE.

Hari itu adalah hari dimana genap 50 tahun Pemerintah Indonesia dalam hal ini TNI berpartisipasi dalam usaha usaha menjaga perdamaian dunia. “Temu kangen setengah abad Kontingen Garuda Indonesia” begitulah beliau beliau menyebutnya. Temu kangen tidak saja dihadiri oleh para peacekeeper yang masih aktif di TNI tapi juga oleh beliau beliau yang sudah pensiun, diantaranya Bpk. Jendral (Purn) Himawan Sutanto (Sedianya juga akan dihadiri Bpk. Jendral Rais Abin, yang pernah menjadi Force Commander di Mesir yang legendaris itu) juga dihadiri oleh para wartawan yang dulu pernah mendampingi Kontingen Garuda dalam mengemban tugasnya, antara lain Bpk Sutrimo reporter handal dari TVRI, ibu Rini dan banyak lagi yang lainya, semuanya mengenakan baret berwarna UN BLUE.

Acara diawali sambutan oleh Pangkostrad Letjen. TNI Erwin Sudjono, SH beliau juga adalah mantan komandan kontingen Garuda di Kamboja, kemudian dilanjutkan sambutan Bpk. Himawan Sutanto. Pada kesempatan tersebut juga diinformasikan bahwa Ketua Legium Veteran Indonesia yang saat ini dijabat oleh Bpk. Rais Abin mengusulkan kepada pemerintah untuk memberi penghargaan bintang Veteran kepada seluruh mantan anggota kontingen Garuda.

Pada acara tersebut juga diputar film documenter kegiatan Kontingen Garuda yang berhasil diliput oleh para rekan-rekan wartawan, salah satu hal yang menarik adalah keberhasilan kontingen Garuda dalam merebut hati masyarakat kamboja. Hal tersebut tampak sekali pada saat pasukan Garuda akan meninggalkan Kamboja. Sepanjang jalan masyarakat Kamboja memberikan apresiasi yang sangat luar biasa, bahkan terekam dalam film tersebut 2 orang gadis kamboja dengan mengendarai sepeda motor mengejar iringan truk pasukan Garuda karena ingin memberikan rangkaian bunga sebagai ucapan terima kasih, alamak….!!! Lalu bagaimana apresiasi masyarakat Indonesia terhadap TNI yang sangat di banggakan oleh rakyat Kamboja ? tentunya kita harus bertanya pada “rumput yang bergoyang”.

by Koen at 2 December 2007, 21:51

Ya, terima kasih pada para wartawan Indonesia, kami jadi turut mengetahui apa yang terjadi di Kamboja waktu itu, dan kami bangga sekali. Juga sangat bangga pada rekan2 yang masih ditugaskan ke seluruh penjuru bumi menjaga damai dunia.

by ET at 5 December 2007, 10:51

wah pasti seru ya reuni sesama ‘peacekeeper’, saya turut bangga Indonesia turut andil dalam perdamaian dunia….

saya pribadi juga heran mengapa kita kurang bisa menghargai dan menjaga milik kita yang ‘sudah ada’…. sehingga nyanyian Ebiet pun jadi lantunan mas Catur menanyakan soal penghargaan kepada ‘rumput2 yang bergoyang….’ he…he…

mungkin bukan hanya penghargaan kepada TNI, penghargaan thd Reog Ponorogo, Batik dan angklung dll juga perlu di hargai sehingga keberadaannya tidak diakui orang lain dan tidak perlu ditanyakan kepada rumput2 yang bergoyang, tapi minta bang Ebit menciptakan lagu baru….

sukses u para ‘Peacekeeper’… semoga tetap semangat !

by Armany at 21 December 2007, 10:11

Huebat indonesia memang huebat…TNI di kagumi dibanyak negara tapi di dalam negeri ga diharagai ….inilah kehebatan bangsa indonesia

by T.Ibrahim Lamno at 26 December 2007, 16:16

TNI itu cerminan orang Indonesia yang tidak punya harga diri. Di depan bangsa lain ramah, jantan, gagah berani, simpatik. Tapi dengan bangsa sendiri tidak lebih dari setan.

by Luigi Pralangga at 26 December 2007, 17:56

Dear Pak Ibrahim,

Nampaknya email yahoo-mu itu palsu dan tidak bisa di konfirmasikan validitynya. Sayang sekali berani lempar batu-lalu sembunyi-tangan. namun biarlah, kita sudah tahu kalau masih ada karakter pengunjung situs yang seperti itu.

Terima kasih untuk kunjungannya pada situs web bersama Indonesian Peacekeepers: Our Peacekeeping Journey, pada artikel Setengah Abad Kontingen Garuda di alamat URL Artikel – www.pralangga.org/ar…

Komentar anda masuk pada tanggal 26 December 2007, jam 16:16.

TNI adalah organisasi besar dimana senantiasa dari waktu-ke-waktu membenahi diri, tumbuh berkembang menuju profesionalisme yang lebih baik dan senantiasa berdedikasi mengabdi pada negara dan bangsa.

Prestasi mereka, baik di dalam dan luar negeri sudah banyak dan gemilang membangun dan melindungi bangsa dan negara selama ini, tidaklah adil bila hanya dipandang miring, apalagi sesuai dengan komentar kebencian anda sesuai pada situs web, khususnya pada artikel tersebut. Seperti hal-nya dari apa yang saya saksikan di lapangan penugasan selama bertahun-tahun ini, mereka adalah pribadi yang berdedikasi tinggi dan loyalitas akan mandat yang ditugaskan dengan tanpa pamrih.

Mungkin anda berkata begitu karena hanya mengenal kulitnya saja dan berita-berita minus yang mungkin ditangkap media, namun demikian cobalah untuk mengenal mereka lebih baik dan lebih dalam-lagi. You’d be surprised that there are lots of good guys!

Saya memang bukan dari TNI, namun demikian alangkah baik-nya agar masing-masing individu anak-bangsa bisa kembali melihat dengan kacamata yang adil dengan tidak men-generalisir perihal negatif yang mungkin dilakukan oleh segelintir oknum, dan memberi cap negatif permanen padanya.

Hanya TNI dan rakyat yang bersatu-padu dapat mampu menjaga keutuhan bangsa dan negara, tanpa praduga. Kita masing-masing adalah duta bangsa atau komunitas dimanapun kita berada dan masing-masing individu, baik itu sipil dan TNI mempunyai tanggung-jawab bersama untuk senantiasa menciptakan citra positif dan bersama memperbaiki situasi kedepan. Cibiran dan caci-maki adalah konter-produktif dari usaha ini.

Kalau bukan kita yang mau dan mulai menghargai saudara-saudara kita di TNI, lantas siapa lagi? Terlepas dari seragam dan senjata yang dikenakan – mereka adalah saudara kita juga, ayo dukung dan bantu bersama agar keadaan bisa lebih baik… bukan seperti ini!!

Saya pikir, tidaklah pantas anda berkata demikian tanpa melihat lebih jauh dan lebih luas. I take this response of yours is absurd and baseless.

They are there to protect all of us. Let’s not finger-point of who did what wrong in the past, then ask yourself – what have you done to your country?. Kritik adalah normal dan sah saja, namun kebencian (hate) itulah yang mesti dikikis karena mengancam keutuhan bangsa.

Salam hangat dari afrika barat.


Luigi Pralangga
c/o. United Nations Mission in Liberia (UNMIL)
Procurement Section, Via Diplomatic Mail
PO Box 4677 Grand Central Station
New York, NY 10163-4677, USA

by Anca Syah at 26 December 2007, 18:08

Semoga ini akan menjadi pencerahan, saya selalu ingat akan pepatah : Karena Nila setitik maka rusaklah susu sebelanga.

Masih banyak TNI yang baik dan mengabdi untuk masyarakat, jangan saling menyalahkan tapi mari lah bahu membahu. Jika ada yang tidak pantas didepan mata maka tegurlah. Setidaknya untuk menghilangkan rasa gundah di hati

Salam dari saya

Anca Syah

by hERNa at 27 December 2007, 11:07

Seyogyanya kita tidak dengan mudahnya mendiskreditkan seseorang/suatu lembaga terlepas mungkin karena personal prejudge atau memang pernah melihat dengan mata-kepala sendiri mengenai sesuatu yang tidak pada tempatnya.

Benar, banyak TNI yang mengabdi sepenuhnya untuk masyarakat, bangsa maupun negara kita tercinta baik di dalam maupun di luar negeri. Itulah cara mereka untuk memberikan “sesuatu” untuk negara, karena itulah bidang mereka. Sama halnya dengan masing-masing dari kita yang berusaha memberikan “sesuatu” untuk negara tercinta.

by the way, Happy new Year 2008. Semoga tahun baru membawa kita ke dalam pemikiran yang lebih dewasa. Melihat segala sesuatunya dengan sudut pandang yang jauh dan lebih luas.. Sehingga pemikiran-pemikiran negatif menguap bersamaan dengan proses pendewasaan pemikiran kita.

..salam hangat dari Surabaya..

hERNa

by dee at 27 December 2007, 13:55

hey Mr. Ibrahim yang terhormat,
Mohon maaf kalau sebelumnya saya cukup “terkejut” membaca comment Anda yang sungguh sangat amat “sarkastis” sekali menurut hemat saya..

Tidak sepantasnya Anda mengatakan hal seperti itu untuk TNI, tidak hanya untuk TNI tapi juga bahkan berlaku untuk orang lain; Anda gak bisa menyamaratakan kelakuan buruk dari oknum2 tertentu dan mengatasnamakannya untuk suatu golongan tertentu…

Kalau Anda orang yang beragama dan tahu sopan santun, sudah sepantasnya Anda menarik kembali perkataan Anda itu…
Lihatlah di sekliling Anda, lihatlah komentar orang lain, banyak dari mereka yang bukan dari TNI, tapi lebih mengerti apa yang mereka ucapkan daripada Anda..

Keburukan boleh dibuka apalagi dengan niat tulus untuk memperbaiki diri, bukan hanya untuk menuduh tanpa ada solusi…i think, you really know what i mean here…

diluar apa yang TNI lakukan untuk negara di “negara orang lain”, bahkan di negara kita sendiripun, saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri, mereka berkorban untuk negara ini, seorang diri, di daerah Irian Jaya yang dingin, hanya untuk menjaga tower air..tanpa di bekali senjata apapun, hanya sebilah senter..agar tower itu tidak diganggu oleh kaum separatis..sendiri, terpisah dari istri yang sudah melahirkan anaknya dan tidak bertemu selama satu tahun lebih, dengan suhu hampir dibawah ) derajat celcius…ck..ck..ck…bukankah ini tindakan yang patut dihormati dan dihargai…?? tidak ada setan yang bisa berbuat semulia ini…kalau Anda mengatakan TNI=setan…

please consider what u said again…and take it back…

best regards,
dee

by Muhammad at 28 December 2007, 09:50

Menurut saya, itu hal yang sangat baik ketika indonesia telah berhasil menjaga perdamaian dunia untuk lebih dari 50 tahun.
Ketika beberapa daerah di dunia ini “caruk-maruk”, para “troopers” dari indonesia telah siap siaga untuk membantu.
Untuk pak Ibrahim, saya tidak setuju dengan apa yang anda katakan, tentara Indonesia adalah tentara yang gagah berani dan siap membantu kapan saja.
Sayapun kalau sudah dewasa kelak berharap saya menjadi anggota TNI.

Salam, Muhammad “Iron”
Dari U.S.A.

by Mas Catur at 29 December 2007, 12:11

Pak Ibrahim yang terhormat, pertama-tama saya saya sampaikan terima kasih kepada bapak Ibrahim atas komentar yang bapak berikan, itu tandanya bapak masih sayang dan cinta kepada TNI bukankah begitu Pak Ibrahim? Kalau tidak pasti bapak tidak mengamati sebegitu detailnya terhadap TNI. Ibaratnya kita sakit hati atau marah kepada mantan pacar, selama kita masih punya perasaan sakit hati atau marah pertanda itu kita masih mencintainya. Mungkin pendapat Bapak betul karena pengetahuan atau informasi yang bapak tentang TNI terima memang hanya sebatas itu. Kalau boleh saya analogikan, dulu waktu kita masih duduk di kals satu SD kita hanya tau bahwa 1+2=3 karena informasi yang kita terima hanyalah itu padahal 5-2 juga sama dengan 3, 6:2 juga sama dengan 3 bahkan mungkin orang lain sesuai dengan disiplin ilmunya juga akan menemukan angka 3 dengan cara yang lain. Untuk itu saya bisa menerima pendapat Bapak Ibrahim. Kalau bapak masih melihat ada pelanggaran atau tindakan Anarkhi yang lakukan oleh TNI, saya katakan secara JUJUR memang “YA” tapi perlu bapak ketahui bahwa tidak ada kebijaksanaan atau aturan dalam TNI yang membenarkan hal tersebut. Anarkhi ada pada diri setiap kita. Mari kita lihat contoh yang sangat sederhana..“Ada anggota TNI yang berbuat anarkhi karena didalam melaksanakan tugasnya mengawal unjuk rasa yang hanya berjarak 2 bahkan 1 meter didepan masa kemudian di caci-maki diludahin dan sebagainya. Mari kita bandingan dengan peristiwa pemukulan penonton oleh seorang pemain sepakbola pada kompetisi Liga mahasiswa, bebrapa tahun yang lalu disebabkan ejekan penonton padahal jarak antara penonton dan pemain elatif jauh. Dari dua kejadian tersebut saya yakin itu bukan perintah atau aturan,dan ada satu pertanyaan yang mungkin perlu di jawab oleb bapak Ibrahim siapakah yang melakukan pemukulan kepada pengunjuk rasa TNI atau pribadi yang berada di balik seragam TNI, siapakah yang melakukan pemkulan terhadap penonton sepak bola Mahasiswa atau pribadi dari seorang mahasiswa. Pada dasarnya setiap manusia ingin dihormati demikian juga TNI(Coba bapak Ibrahim baca tulisan saya yang berjudul “TNI JUGA MANUSIA“ Disitu saya mengungkapkan secara psikologis ketakutan saya sebagai seorang manusia ang saat ini saya berprofesi sebagai TNI. Mudah mudahan dengan logika yang sangat sederhana yang sudah saya jelaskan tadi bapak bisa melihat permasalahan dengan arif. Bapak Ibrahim yang terhormat terima kasih sekali lagi atas kecintaa bapak terhadap TNI saya menyarankan kepada bapak carilah informasi sebanyak banyaknya sehingga Bapak dapat melihat TNI seperti melihat angka 3 yang saya analogikan diatas. Bravo pak Ibrahim, Dan pada kesempatan ini saya mengucapkan Selamat Tahun Baru semoga ditahun mendatang kita bangsa dan negara Indonesia dapat menjadi bangsa dan negara yang terhormat dengan keberhasilan melaksanakan pembangunan. Wass

by sigit saksono at 30 December 2007, 17:14

Saya terkejut sekali membaca comment dari pak Ibrahim Lammo, nama itu bagi saya cukup familier karena itu nama dari Makassar,semoga itu bukan nama palsu dan identitas palsu
Trimakasih atas commentnya tapi seperti yang disampaikan rekan rekan semuanya bahwa jelas kita tidak bisa menyamaratakan suatu perbuatan perseorangan dengan sebuah institusi yang besar seperti TNI, Semoga bapak bisa lebih bijaksana dalam menilai suatu masalah dan berkomentar karena apa yang kita ucapkan sebenarnya adalah refleksi dari diri kita sendiri.Semoga bapak paham kalau benar benar bapak seorang yang arif dan bijaksana. Marilah kita bangun TNI bersama sama, karena TNI adalah milik bangsa Indonesia.
Untuk rekan rekan dan para senior “Kami yang berada di misi MONUC mengucapkan selamat Tahun Baru 2008, semoga tahun depan membawa kedamaian dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia dan kita Semua. Amiien

by hilman at 30 December 2007, 20:16

Terima kasih pak ibrahim atas perhatiannya terhadap TNI, dengan memberikan kritikan yang singkat tetapi saya rasa kurang menggambarkan sosok yang educated ya…? Karena menurut saya kalu bapak sedikit educated people tentunya akan mengkeritik secara profesional dan proporsional. Sedikit dengan tinjauan akademis, ah seharusnya saya nggak bersusah-susah memberi tanggapan ini karena keliatannya kurang selevel dengan mas catur yang sarat dengan pengalaman tugas diluar dan dalam negeri.Tapi ngga papalah sebagai tanggapan kepada anak yang baru belajar nulis di website.Bravo pak ibrahim semoga lebih banyak belajar lagi ya di tahun baru ini. Wass.

by Ariefin Makaminan at 31 December 2007, 13:01

Salut untuk TNI yang sudah berusaha untuk menegakkan nama Indonesia dipentas dunia. Sayangnya media sedikit sekali memberi informasi mengenai kegiatan dari pasukan Konga kita diluar negeri. Utk tipe-tipe seperti bapak Ibrahim saya paling benci. Berteriak paling lantang giliran dipanggil oleh negara mundur. Saya heran kenapa orang2 pada permasalahkan adanya Komponen Cadangan. Sejauh saya lihat Komponen Cadangan bertugas sebagaiman Army Reserve, Navy Reserve dll yang ada di US Armed Forces.
Semoga TNI makin maju dan bisa menjadi kekuatan militer yang profesional dan andal untuk membela RI tercinta ini
Wass.

by yani at 2 January 2008, 13:58

Saya sudah beberapa kali mengunjungi website ini tapi baru kali ini saya memberanikan diri untuk berkomentar tapi komentar saya tidak untuk menanggapi tulisan mas catur (saya sudah membaca semua tulisan mas catur disini + yang lain). Dan dari semua tulisan yang saya baca hanya tulisan mas catur yang bisa bikin saya ketawa ( I don’t know why?) . I’m not a soldier and I think a soldier is a serious man and I suprised that he could make me laugh so I agree with him that a soldier is an ordinaryman. so saya tunggu tulisan mas catur berikutnya and salam kenal.

by Donasion at 2 January 2008, 17:17

Pak T ( Tengku?) Ibrahim Lamno. Comment Bapak tentang TNI sangat singkat, padat dan ringkas. Tetaplah kunjungi situs ini Pak agar image Bapak tentang TNI berubah. Bapak dari Lamno Aceh Jaya ya?. Selamat Tahun Baru 2008. Wass.

by ri at 2 January 2008, 17:44

Mas..kok ono tulisan koyo ngono? Aku mpe mrinding bacanya.yang aku tahu sich TNI adalah kumpulan orang yang terpilih dengan intelektual tinggi, pribadi matang dan penuh tanggung jawab thd bela negara…Sabar n legowo yo, Mas…
I’ll always pray for you…Tetap semangat..!!!! cia yao….!!!