Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Seuntai Berita dari Fakfak

25 June 2010, 08:24 , by Listiati Rumatupa

 

Fakfak merupakan salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Papua Barat yang memiliki luas wilayah 14.320 km² dengan jumlah penduduk hampir sekitar 77.930 jiwa. Wilayah ini dibagi menjadi 9 distrik.

Dalam upaya pencapaian MDGs di Propinsi Papua Barat, UNDP melalui Program PcDP (People- centered Development Programme) melaksakan berbagai program di Kabupaten Fakfak sejak tahun 2007 dengan mengambil 2 distrik percontohan yaitu distrik Fakfak Tengah & Kokas. Tahun 2009, UNDP melakukan penambahan 2 distrik yaitu Distrik Fakfak dan Distrik Teluk Patipi untuk mendukung kegiatan Telecenter.

Adapun dukungan layanan yang diberikan UNDP antara lain: pemberian hibah ringan/kecil untuk kesehatan, pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, mendirikan pusat sumber daya, dan pengembangan kapasitas untuk pendampingan berkelanjutan di tingkat distrik serta dokumentasi dan publikasi dari pengalaman-pengalaman yang berhasil. Untuk melaksanakan layanan pendampingan program PcDP – UNDP di tingkat distrik di Kabupaten Fakfak, maka ditempatkanlah 4 orang N-UNV.

Fakfak dan Pala

Kota Fakfak dijuluki sebagai Kota Pala karena pala menjadi sektor unggulan bagi Kabupaten Fakfak disamping hasil kelautannya. Karena hampir sebagian besar hutan ditumbuhi oleh tanaman pala, kehidupan ekonomi dan aktifitas sebagian dari masyarakat berkaitan dengan tanaman pala. Adapun nilai ekonomis dari buah pala sendiri terletak pada biji pala dan fuli (mace) yang dapat dijadikan minyak pala. Daging buah pala yang merupakan bagian terbesar dari hasil panen buah pala merupakan suatu potensi bahan baku yang sangat besar untuk dapat dimanfaatkan, dalam pembuatan manisan pala, sirop, selai dsb.

BIJI PALABUAH PALA

Pada awalnya daging buah pala di kota Fakfak tidak ada yang memanfaatkan sehingga terbuang begitu saja. Namun sejak tahun 1980, salah seorang warga kampung Sekban Distrik (Kecamatan) Fakfak yang bernama Ibu Wa Jamiya (alm) beserta keluarganya mencoba memulai bisnis pembuatan manisan pala dan ternyata diminati oleh warga di Fakfak. Maka sejak saat itu, usaha pembuatan manisan pala di kota Fakfak trus berkembang hingga saat ini. Kini, lebih kurang sekitar 80 orang ibu-ibu (yang hingga sekarang menjadi kelompok dampingan UNV program PcDP-UNDP) warga Kampung Sekban dan warga Kampung Dulan pokpok Distrik Fakfak mempunyai usaha mengolah daging buah pala menjadi manisan, permen, sirop, asinan, kecap dan selai dalam rangka memenuhi kebutuhan rumah tangganya.

Manisan pala yang diproduksi oleh ibu-ibu dari Fakfak ini mempunyai rasa yang berbeda dengan manisan pala yang diproduksi dari daerah lain seperti dari : Banda, Manado (Sulawesi Utara) maupun dari Bogor. Hal ini disebabkan karena pohon pala yang berasal dari Fakfak (biasa disebut dengan pala papua) berbeda dengan pohon pala yang tumbuh di Banda maupun Bogor. Bentuk buah pala dari Fakfak agak lonjong dan lebih besar, rasa buah asam dan kurang sepat/sengar jika dibandingkan dengan pala Banda dan Bogor yang bentuknya bulat dan kecil rasanyapun lebih sepat/sengar.

Proses pengolahan produksi manisan pala maupun olahan lainnya umumnya masih dilakukan secara tradisional, tanpa bahan pengawet, dan mengandalkan panas matahari untuk penjemurannya. Walaupun manisan pala hasil produksi ibu-ibu tersebut pemasarannya masih berkisar di dalam kota Fakfak namun sebenarnya sudah banyak dinikmati oleh masyarakat di luar kota Fakfak. Hal ini dikarenakan banyaknya para tamu maupun warga Fakfak sendiri yang membeli manisan dan olahan daging pala lainnya untuk dijadikan sebagai oleh-oleh dari kota Fakfak

Pada awalnya, permasalahan yang dihadapi oleh ibu-ibu yang memiliki usaha industri manisan pala tersebut antara lain: belum memiliki nomor ijin Produksi Pangan (P-IRT) dari Dinas Kesehatan, masalah pengemasan yang belum memenuhi standart Kesehatan serta masalah pemasaran. Kini, permasalahan tersebut sudah mulai terjawab dengan pelaksanaan kegiatan “Pelatihan Keamanan Pangan Bagi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) Dalam Rangka Sertifikasi Produksi Pangan” atas bantuan dana dari program PcDP – UNDP.

Pelatihan Pertanian Tingkatkan Produktivitas Petani

Selain melakukan kegiatan pendampingan pada ibu-ibu yang memiliki usaha manisan pala yang mayoritas dikerjakan oleh para pendatang dari suku Buton (Sulawesi Tenggara), Tim N-UNV juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani Kahriangge (kahriangge adalah bahasa suku Iha yang artinya berbuah). Kelompok tersebut memiliki 22 orang anggota penduduk asli Fakfak yang terdiri dari 18 orang perempuan dan 4 orang laki-laki.

Kegiatan dengan Kelompok tani Kahriangge yang dimulai dari bulan November 2009 ini diawali dengan melakukan kegiatan pelatihan teknik menanam tanaman jagung manis dan sayur-sayuran. Persiapan yang dilakukan peserta sebelum hari pelatihan adalah dengan bekerja keras selama 9 hari untuk membuka lahan sekitar 1000m2 dan menyiapkan lahan semai sekitar 4m2. Ide untuk melakukan kegiatan pelatihan ini muncul setelah melihat kurangnya ketersediaan sayur-sayuran di kota Fakfak karena pasokan sayur-sayuran di Fakfak sebagian besar masih didatangkan dari luar Kabupaten Fakfak. Sebagai akibatnya, harga sayuran menjadi sangat mahal dan ketersediaannya tidak menentu terutama bila tidak ada Kapal Pelni yang singgah ke Pelabuhan Fakfak. Dengan adanya kegiatan pelatihan ini. para Petani di Kabupaten Fakfak diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akan sayur-sayuran bagi masyarakat di Kabupaten Fakfak sendiri maupun untuk memenuhi permintaan dari perusahaan-perusahaan asing yang beroperasi di Kabupaten Fakfak .

Lokasi lahan/kebun peserta pelatihan pun sangat menarik. Lahan tersebut terletak di daerah perbukitan, persis di depan Bandar Udara Torea Fakfak. Maka, kesibukan bandara dapat dinikmati dengan leluasa. Secara alamiah, lokasinya memang indah karena berlatar belakang laut Fakfak dan Pulau Panjang yang biru bening pada semua hari-hari yang cerah. Bagi tim dan petani, pelatihan makin menarik karena mereka harus mendaki bukti terlebih dulu sebelum mencapai lokasi.

Kelompok Tani tanam sayuranDr. Wahidin P. (Bupati FF) bantu cangkul

Panen Jagung Manis di Fakfak

Setelah lebih kurang dua setengah bulan kelompok tani Kahriangge memelihara tanaman jagung manis, maka tibalah saat panen yang sangat mereka tunggu. Sekda Kabupaten Fakfak yang hadir dalam pelatihan menanam kembali diminta hadir dalam penen tersebut. Kegiatan pertanian ini sendiri sangat sesuai dengan program yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Daerah Fakfak sehingga pemda menyambutnya dengan antusias. Di lain pihak, kesempatan inipun dimanfaatkan untuk sekaligus mencari dana untuk uang kas kelompok tani yang dilakukan dengan membuat acara bazaar hasil kebun.

Pada acara bazaar ini kelompok tani menjual hasil kebun seperti pisang, keladi, ubi jalar, termasuk juga jagung manis dsb. Selain itu mereka juga menjual masakan khas mereka yaitu sayur-sayuran yang dimasak di dalam bambu, juga keladi & ubi jalar yang dimasak dalam bambu kemudian dibakar, sayur tagas-tagas (terbuat dari daun singkong, ubi jalar, daun pepaya dan bunga pepaya yang ditumis), dan ikan kakap merah dibumbu saus asam manis. Bazar pun sukses menambah uang kas sekaligus meringankan petani karena hasil panen mereka dibeli oleh para pejabat yang hadir, termasuk Bupati. Bahkan Bupati akhirnya menginstruksikan kepada para Kepala SKPD/ Kepala Dinas untuk mengutus beberapa stafnya melakukan kerja bakti membantu kelompok tani Kahriangge dalam memperluas lahan untuk menanam, sekaligus membantu kelompok memberikan bantuan peralatan pertanian berupa cangkul, skop, parang dsb.

Dari kegiatan ini, para anggota kelompok tani merasakan bagaimana menanam dalam jumlah yang besar, sesuatu yang amat jarang mereka lakukan. Selama ini, para petani peramu ini hanya terbiasa dengan mengambil hasil bumi yang tersedia di alam atau mengandalkan hasil pala atau durian dsb sehingga mereka hanya akan menerima hasil pada saat musim/bulan tertentu saja. Dengan cara yang baru ini, mereka diharapkan akan mampu meningkatkan pendapatan kelompok maupun pendapatan keluarga.

Listiati Rumatupa Listiati Rumatupa, originally came from Pemalang, Central Java – Indonesia. An antropologist by academic from the University of Cendrawasih, Jayapura – Papua. She started her career in an NGO for Indonesian Family Planning Association (PKBI) in Papua where she worked...

Detail Profile »

5  Comments

by Luigi Pralangga at 25 June 2010, 12:02

Dear Mbak Listi,

Terima kasih sudah berbagi cerita tentang programnya di Fakfak, Papua – peacekeeping memang bukan hanya melulu urusan menjaga dengan senjata dan personil berseragam saja, namun juga dengan program-program pemberdayaan masyarakat seperti yang saat ini dilakukan disana.. saya salut dengan dedikasinya. Salam hangat untuk Paitua dan keluarga dirumah ya.. dari kita-kita di afrika barat..

by quinie at 26 June 2010, 18:06

huaaa nice post. hebat juga ya ibu alm. Wa Jamiya punya ide menjadikannya sebagai manisan. Mungkin ada ide baru untuk menjadikan pala ga sekedar manisan?

by NIna.ningrum at 29 June 2010, 00:18

Dear Listi,

NIice story,…Saya senang Listi bisa share tentang PcDP Papua disini. Berarti Listi sudah berbagi pengalaman tentang apa yg Listi Lakukan di Fak-fak. Semoga teman-teman dari UNV bisa menbaca disini dan salaing berbagi pengalaman gak hanya dari West Papua tetapi juga dari Papua sendiri.
Salam dari Papua Jayapura
Nina NIngrum, PcDP papua Team

by Garux Kuping at 6 July 2010, 08:26

terima kasih infonya…….

by afin at 18 August 2010, 03:34

menarik,,,, smoga masyarakat di fakfak tercinta dapat memanfaatkan potensi alam yg luar biasa,,,, “kitorang butuh pendorong dan penyadar bahwa kitorang punya potensi besar”

salam dari the timar kid

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Irdy Joviano Currently serving at MONUSCO (United Nations Stabilization Mission in the DR Congo) as a Military Observer in remote place namely Kanyabayonga in North Kivu Province, DRC. Marines Officer, with present in the rank of Major, born in Palu, Central Sulawesi...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago