Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 36 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 617 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Di Perbatasan Israel dan Lebanon Selatan Kontingen Indonesia digelar >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Saat ia keluar dari parkir, maka terbukalah kunci ke-empat pintu mobil UN yang dibawanya, dan masuklah seorang wanita lokal tanpa basa-basi dan mengancamnya akan berteriak-teriak kalau dia mau diperkosa, jikalau tidak diberikan uang sebesar US$ 500.
29 November 2006, kira-kira jam 11:00 malam lepas shalat Isya, dimana badan ini udah terasa “bongkrek” (baca: lemah letih, lesu… dan boseeeen!) dari seharian bekerja, berkutat dengan berkas-berkas tender dan dokumen urusan sakit kepala, ditambah lagi olah raga di UNMIL Gym, berhasil membakar sekitar 500 Kkal dari jam 7:00 s/d 9:00PM.
Sejenak sebelum memejamkan mata untuk tidur, mantenglah sebentar di frekuensi radio FM 103.00 – mendengarkan sari berita di BBC World – African Service. Menu berita hari itu, seperti biasa, ya ada Irak dan kekerasan sektarian, bom meledug disana dan disini, kunjungan Paus ke Turki dan ini-itu itu-ini, mulailah mata ini terasa berat. Namun demikian, meski lantang suara radio itu relatif kecil, tiba-tiba saja mata ini menjadi terbelalak melotot, dan kemudian bangkit dari tidur mendekatkan kedua telinga ini dikala si pembaca berita itu menyebutkan bahwa telah terjadi kasus pelanggaran seks yang dilakukan oleh UN Peacekeeping troops di Haiti dan Liberia.
Pikiran ini kemudian berputar dan bekerja keras memikirkan, siapa lagikah personil dalam UNMIL yang bikin geger sampai bisa masuk BBC World Headline News? Personil militer-kah? Atau staf sipil internasional yang menjadi pelakunya? Mesti diantara kedua itulah…

Berikut kutipan berita tentang sexual abuse ini:
UN troops face child abuse claims
Liberian teenager who claims she was raped by UN peacekeeper. This Liberian teenager claims she became pregant following abuse
Children have been subjected to rape and prostitution by United Nations peacekeepers in Haiti and Liberia, a BBC investigation has found.
Girls have told of regular encounters with soldiers where sex is demanded in return for food or money. A senior official with the organisation has accepted the claims are credible.
The UN has faced several scandals involving its troops in recent years, including a DR Congo paedophile ring and prostitute trafficking in Kosovo. The assistant secretary-general for peacekeeping operations acknowledges that sexual abuse is widespread.
Jelaslah sudah kalau tindak kriminal ini dilakukan oleh personil militer, dimana ada kata “soldier” – ini berarti dilakukan oleh salah satu anggota dari kontingen military troops, BUKAN staff sipil maupun perwira (officers) yang biasanya bertugas sebagai UN Military Observer (UNMO).
Dalam UNMIL, terdapat beberapa negara penyumbang pasukan, dimana deskripsi personilnya menyandang kategori “troops/soldier“, mereka adalah Kontingen Battalion Transport China, Battalion Engineering Pakistan, Battalion Engineering Bangladesh, QRF (Quick Reaction Force) Batallion Republik Ireland, Sweden, Battalion Medis Kerajaan Jordan dan Battalion Rep. Federal Nigeria.
Nah, hal seperti ini juga pernah terjadi di Congo (Democratic Republic of Congo – aka Zaire) yang melibatkan juga personil militer (troops) pertangahan tahun ini kalau nggak salah dan itu sudah cukup menggemparkan dunia apalagi sistem internal UN, dan berawal dari situlah, perubahan internal dan kebijakan yang menyangkut SEA (Sexual Exploitation and Abuse) gencar dikampanyekan dan menjadikannya sebagai jurus preventif dan berbagai training awareness-pun diimplementasikan kepada setiap anggota mission staff, dari Militer sampai ke Staff Sipil di semua level kedudukan, lokal staf apalagi internasional.
Saya sendiripun diwajibkan dan telah mengikuti training perihal SEA dan masuk dalam beberapa workshop untuk perihal yang satu ini, dimana disana dijelaskan apa-apa saja yang dikategorikan sebagai exploitation dan abuse. Semua workshop dan training itu, buat saya pribadi pesannya adalah sebagai berikut:
“Dilarang menjalin hubungan seks selain kepada istri sendiri..
« Apa yang kau cari kakanda Di Perbatasan Israel dan Lebanon Selatan Kontingen Indonesia digelar »