(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang mengambil tempat di salah satu ruas jalan utama Back Stone Square Marjayoun, tepatnya didepan Byblos Bank ke arah Marjayoun, dan dimotori oleh St. Couer’s Alumnae Association Marjayoun atau perkumpulan alumni siswa-siswi sekolah berbasis pendidikan Kristen St. Couer’s di kota Marjayoun. Hadir pada acara festival yang telah dihelat selama tiga malam berturut-turut ini adalah Wakil Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol (Mar) Guslin Kamase didampingi para pejabat CIMIC (Civil Military Cooperation) Indobatt Mayor Inf Rois Nahruddin.
Dengan jadwal kegiatan yang padat, Letkol Marinir yang pernah bertugas di Korea Selatan ini mengaku tetap berusaha menyempatkan diri untuk menghadiri kegiatan CIMIC yang menempati urutan pertama dalam skala prioritasnya. Menurut perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Yonif 1 Marinir ini, kegiatan seperti festival ini merupakan kesempatan untuk merealisasikan visi dan misi UNIFIL sesuai dengan amanah yang diemban oleh masing-masing prajurit Peacekeeper, yakni bertugas dan mengabdi untuk menjaga dan memelihara perdamaian dunia.
“Situasi yang kondusif seperti saat ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Lebanon Selatan, festival seperti yang diselenggarakan saat ini, selain sebagai ajang silahturahmi diantara tokoh-tokoh masyarakat serta UNIFIL, namun juga untuk memberikan rasa kedekatan diantara UNIFIL dan warga Lebanon”, kata pria kelahiran Majene ini. “Dan yang tak kalah pentingnya, adalah kehadiran prajurit TNI yang tergabung didalam misi perdamaian PBB di sini sangatlah berarti sebab kehadirannya adalah untuk memulihkan trauma anak-anak akibat perang yang berkecamuk beberapa waktu yang lalu. Agar mereka mampu menghadapi masa depannya dengan penuh harapan”, ujar Wadan yang juga pernah bertugas sebagai _Peacekeeper _di MONUC/ Kongo tahun 2005 ini.
Sedangkan menurut Kasi CIMIC Mayor Inf Rois Nahruddin yang pernah menjabat sebagai Liaison Officer DITC di benua Australia tahun 2006, festival yang diadakan ini menuntut kehadiran seluruh kontingen negara yang tergabung pada Multinational Brigade Sector East UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) untuk menyumbangkan tampilan budaya serta kesenian dari negaranya masing-masing. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan penampilan atraksi hiburan kepada keluarga besar sekolah St. Couer’s sekaligus sebagai tanda pengabdian alumni terhadap lembaga pendidikan yang telah menghantar mereka berhasil seperti saat ini. Mempererat tali persaudaraan serta mendukung lembaga pendidikan dalam menghasilkan insan-insan yang dapat diandalkan dimasa datang. Melalui kesempatan ini St. Couer’s Alumnae Association Marjayoun telah memberikan sumbangan dana yang telah dihimpun dari para siswa-siswi lulusan sekolah ini untuk dijadikan sebagai beasiswa bagi yang berprestasi.
Acara malam ini adalah malam puncak sebagai salah satu suguhan kebudayaan dari rangkaian tiga malam festival yang telah diadakan sebelumnya. Malam terakhir ini adalah malam pertunjukan kesenian dan hiburan. “Pukul 19.30 baru dimulai pertunjukkannya. Jenis hiburan yang dipertunjukkan mulai dari atraksi badut dan sulap oleh berbagai tim kesenian dari ibukota Beirut….Pokoke rame-lah….”, cetus perwira yang berasal dari Klaten ini.
Selanjutnya ditampilkan kesenian dari masing-masing batalyon yang tergabung dalam Brigade Sektor Timur UNIFIL seperti dari India, Indonesia, Malaysia, Nepal dan Spanyol. Indonesia menampilkan kesenian tarian Sisingaan yang dimainkan oleh dua puluh lima prajurit Indonesia Batalyon. “Yang menariknya, Indobatt melibatkan dua putra Lebanon untuk diarak dengan Sisingaan….digotong kesana-kemari…membuat tertawa semua yang hadir apalagi anak-anak Lebanon tak henti-hentinya bersukacita….…membuat suasana sangat akrab dan kekeluargaan”, kata Mayor yang pernah mengikuti pendidikan Manajemen Pertahanan tahun 2008 ini. Lantunan nyanyian tidak henti-hentinya dari Paduan Suara siswa-siswi sekolah St. Couer’s Marjayoun secara bergantian turut pula meramaikan perhelatan kali ini.
Lebih lanjut dikatakan, tim kesenian Sisingaan dari Indobatt merupakan tim kesenian yang paling representatif dibanding dengan kesenian lainnya. “Buktinya, penampilan kesenian ini yang paling membuat penonton penasaran dan tanpa disadari telah maju merangsek sampai ke depan panggung”, aku Kasi CIMIC yang telah melanglang buana bertugas di LN dari Singapura, Amerika, Australia dan Thailand ini. “Jika dibandingkan dengan tim kesenian India yang menyanyikan lagu berbahasa Lebanon….sampe-sampe Ummi disamping saya juga tidak mengerti apa maksud nyanyian itu. Nepal bawa Trombone dan Gong-nya. Malaysia, agak lumayan ada prajurit wanitanya yang membawakan tarian sejenis Marawis tapi pake Kuda Lumping…hampir mirip punya Indonesia tapi mereka sebut Kuda Kepang…. Aneh juga sih, duluan mana sih, telur ataukah anak ayam?” ujar Mayor Inf Rois penuh tanda-tanya.
Namun, secara keseluruhan Indonesia tampil sangat mempesona masyarakat Lebanon Selatan. Dan hal ini sudah merupakan prestasi tersendiri. Prajurit Indobatt selain sebagai Peacekeeper namun juga sanggup bertindak sebagai duta budaya bangsa. Festival ini dihadiri oleh sekitar tujuh ratus orang yang tumpah-ruah memenuhi badan jalan sehingga mengakibatkan lalu-lintas terhambat. Apalagi keberadaan stand-stand pedagang cukup menambah semrawutnya jalanan. LAF (Lebanese Armed Forces) bersama-sama patroli prajurit UNIFIL turun-tangan mengamankan dan mengatur arus lalu-lintas yang ada.
Hadir tokoh-tokoh masyarakat setempat, para pejabat pemerintah lokal distrik Marjayoun, serta seluruh Komandan Brigade Sektor Timur UNIFIL. Pada kesempatan ini pula, Wadan Indobatt Letkol (Mar) Guslin Kamase memberikan plakat dan cenderamata bagi Major (SPA) Gustaf dari G-9 CIMIC Sektor Timur UNIFIL sebagai tanda penghargaan untuk dedikasi dan kerjasamanya dengan Indobatt selama ini.



Indonesia memang sudah terkenal dhn kekayaan budayanya ya :)