Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Sisingaan Indobatt buat Terpana Warga Lebanon

30 July 2010, 19:53 , by Sanra Michiko Moningkey

 

(Marjayoun; 29 Juli 2010). Satu lagi andalan kebudayaan dan kesenian Indonesia yaitu tari Sisingaan yang Indobatt tampilkan untuk menyemarakkan acara malam Festival Kesenian. Tari tersebut membuat terpana penonton festival yang mengambil tempat di salah satu ruas jalan utama Back Stone Square Marjayoun, tepatnya didepan Byblos Bank ke arah Marjayoun, dan dimotori oleh St. Couer’s Alumnae Association Marjayoun atau perkumpulan alumni siswa-siswi sekolah berbasis pendidikan Kristen St. Couer’s di kota Marjayoun. Hadir pada acara festival yang telah dihelat selama tiga malam berturut-turut ini adalah Wakil Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol (Mar) Guslin Kamase didampingi para pejabat CIMIC (Civil Military Cooperation) Indobatt Mayor Inf Rois Nahruddin.

SISINGAAN INDOBATT PUKAU LEBANON#17

SISINGAAN INDOBATT PUKAU LEBANON#14

Dengan jadwal kegiatan yang padat, Letkol Marinir yang pernah bertugas di Korea Selatan ini mengaku tetap berusaha menyempatkan diri untuk menghadiri kegiatan CIMIC yang menempati urutan pertama dalam skala prioritasnya. Menurut perwira yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Yonif 1 Marinir ini, kegiatan seperti festival ini merupakan kesempatan untuk merealisasikan visi dan misi UNIFIL sesuai dengan amanah yang diemban oleh masing-masing prajurit Peacekeeper, yakni bertugas dan mengabdi untuk menjaga dan memelihara perdamaian dunia.

“Situasi yang kondusif seperti saat ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Lebanon Selatan, festival seperti yang diselenggarakan saat ini, selain sebagai ajang silahturahmi diantara tokoh-tokoh masyarakat serta UNIFIL, namun juga untuk memberikan rasa kedekatan diantara UNIFIL dan warga Lebanon”, kata pria kelahiran Majene ini. “Dan yang tak kalah pentingnya, adalah kehadiran prajurit TNI yang tergabung didalam misi perdamaian PBB di sini sangatlah berarti sebab kehadirannya adalah untuk memulihkan trauma anak-anak akibat perang yang berkecamuk beberapa waktu yang lalu. Agar mereka mampu menghadapi masa depannya dengan penuh harapan”, ujar Wadan yang juga pernah bertugas sebagai _Peacekeeper _di MONUC/ Kongo tahun 2005 ini.

Sedangkan menurut Kasi CIMIC Mayor Inf Rois Nahruddin yang pernah menjabat sebagai Liaison Officer DITC di benua Australia tahun 2006, festival yang diadakan ini menuntut kehadiran seluruh kontingen negara yang tergabung pada Multinational Brigade Sector East UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) untuk menyumbangkan tampilan budaya serta kesenian dari negaranya masing-masing. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memberikan penampilan atraksi hiburan kepada keluarga besar sekolah St. Couer’s sekaligus sebagai tanda pengabdian alumni terhadap lembaga pendidikan yang telah menghantar mereka berhasil seperti saat ini. Mempererat tali persaudaraan serta mendukung lembaga pendidikan dalam menghasilkan insan-insan yang dapat diandalkan dimasa datang. Melalui kesempatan ini St. Couer’s Alumnae Association Marjayoun telah memberikan sumbangan dana yang telah dihimpun dari para siswa-siswi lulusan sekolah ini untuk dijadikan sebagai beasiswa bagi yang berprestasi.

SISINGAAN INDOBATT PUKAU LEBANON#2

Acara malam ini adalah malam puncak sebagai salah satu suguhan kebudayaan dari rangkaian tiga malam festival yang telah diadakan sebelumnya. Malam terakhir ini adalah malam pertunjukan kesenian dan hiburan. “Pukul 19.30 baru dimulai pertunjukkannya. Jenis hiburan yang dipertunjukkan mulai dari atraksi badut dan sulap oleh berbagai tim kesenian dari ibukota Beirut….Pokoke rame-lah….”, cetus perwira yang berasal dari Klaten ini.

Selanjutnya ditampilkan kesenian dari masing-masing batalyon yang tergabung dalam Brigade Sektor Timur UNIFIL seperti dari India, Indonesia, Malaysia, Nepal dan Spanyol. Indonesia menampilkan kesenian tarian Sisingaan yang dimainkan oleh dua puluh lima prajurit Indonesia Batalyon. “Yang menariknya, Indobatt melibatkan dua putra Lebanon untuk diarak dengan Sisingaan….digotong kesana-kemari…membuat tertawa semua yang hadir apalagi anak-anak Lebanon tak henti-hentinya bersukacita….…membuat suasana sangat akrab dan kekeluargaan”, kata Mayor yang pernah mengikuti pendidikan Manajemen Pertahanan tahun 2008 ini. Lantunan nyanyian tidak henti-hentinya dari Paduan Suara siswa-siswi sekolah St. Couer’s Marjayoun secara bergantian turut pula meramaikan perhelatan kali ini.

Lebih lanjut dikatakan, tim kesenian Sisingaan dari Indobatt merupakan tim kesenian yang paling representatif dibanding dengan kesenian lainnya. “Buktinya, penampilan kesenian ini yang paling membuat penonton penasaran dan tanpa disadari telah maju merangsek sampai ke depan panggung”, aku Kasi CIMIC yang telah melanglang buana bertugas di LN dari Singapura, Amerika, Australia dan Thailand ini. “Jika dibandingkan dengan tim kesenian India yang menyanyikan lagu berbahasa Lebanon….sampe-sampe Ummi disamping saya juga tidak mengerti apa maksud nyanyian itu. Nepal bawa Trombone dan Gong-nya. Malaysia, agak lumayan ada prajurit wanitanya yang membawakan tarian sejenis Marawis tapi pake Kuda Lumping…hampir mirip punya Indonesia tapi mereka sebut Kuda Kepang…. Aneh juga sih, duluan mana sih, telur ataukah anak ayam?” ujar Mayor Inf Rois penuh tanda-tanya.

Namun, secara keseluruhan Indonesia tampil sangat mempesona masyarakat Lebanon Selatan. Dan hal ini sudah merupakan prestasi tersendiri. Prajurit Indobatt selain sebagai Peacekeeper namun juga sanggup bertindak sebagai duta budaya bangsa. Festival ini dihadiri oleh sekitar tujuh ratus orang yang tumpah-ruah memenuhi badan jalan sehingga mengakibatkan lalu-lintas terhambat. Apalagi keberadaan stand-stand pedagang cukup menambah semrawutnya jalanan. LAF (Lebanese Armed Forces) bersama-sama patroli prajurit UNIFIL turun-tangan mengamankan dan mengatur arus lalu-lintas yang ada.

Hadir tokoh-tokoh masyarakat setempat, para pejabat pemerintah lokal distrik Marjayoun, serta seluruh Komandan Brigade Sektor Timur UNIFIL. Pada kesempatan ini pula, Wadan Indobatt Letkol (Mar) Guslin Kamase memberikan plakat dan cenderamata bagi Major (SPA) Gustaf dari G-9 CIMIC Sektor Timur UNIFIL sebagai tanda penghargaan untuk dedikasi dan kerjasamanya dengan Indobatt selama ini.

Sanra Michiko Moningkey Captain Air Force Sanra Michiko Moningkey was born in 1976 in Manado, having been graduated from the Indonesia’s Air Force Academy in 2002 is presently serving the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), as Indonesia’s Garuda Contingent – Military...

Detail Profile »

1  Comment

by didut at 2 August 2010, 12:25

Indonesia memang sudah terkenal dhn kekayaan budayanya ya :)

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Anno Soembolo Born in Jakarta, Indonesia. Graduatued Being Indonesia’s Police in 2004, holding a degree in majoring Chemistry and Law. A truly photography enthusiast with various photo hunting travels accross the country. Apart from the national academical achievements, Anno has concluded...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago