Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Srikandi Indonesia Jajal Kemampuan pada ’21,5 km + 10 kg Dancon March’ di Lebanon Selatan

28 July 2010, 14:37 , by Sanra Michiko Moningkey

 

(Naqoura; 20 Juli 2010). Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.

Start keluar dari gerbang Danlog, Kapten (Wara) Sanra Michiko Moningkey, Sertu (Wara) Reni Marlinawati Admaja dan Serda (Kowad) Nicky Novitasari menjalani setapak demi setapak rute perjalanan sejauh 21,5 kilometer dengan membawa beban ransel seberat 10 kilogram di punggung dan menghabiskan waktu kurang dari waktu yang sediakan yakni selama empat jam lebih. Bahkan Serda (Kowad) Nicky Novitasari dapat menempuhnya dengan waktu hanya tiga jam. Hal ini sangat membanggakan dan mengharumkan nama Kontingen Garuda Indonesia di UNIFIL.

WAN TNI IKUT DANCON MARCH#5A
WAN TNI IKUT DANCON MARCH#9

Dibanding dengan kontingen negara lainnya di UNIFIL, ukuran tubuh proporsional Indonesia Battalion kalah bersaing dengan negara-negara Eropa maupun dari negara benua Afrika yang tinggi besar. Namun hal itu, tidaklah menyurutkan semangat juang prajurit wanita Indonesia untuk adu nyali dan kemampuan dalam aktivitas yang menantang ini, Dancon March yang diadakan dua kali setahun di daerah Naqura, Lebanon Selatan oleh kontingen Denmark.

Commander of The Danish National Contingent (Komandan Kontingen Denmark di UNIFIL) Colonel C. D Bloch mengundang seluruh prajurit pemelihara perdamaian dari berbagai negara kontingen yang tergabung dalam UNIFIL untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang telah pernah diadakan pada Sabtu (03/07) diawal bulan Juli 2010 ini. Dan untuk kali kedua ini Sabtu (17/07), Danish Contingent menyelenggarakan kembali kegiatan jalan jarak jauh ini, yang menempuh jarak 21,5 kilometer.

Wakil Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol (Mar) Guslin berpesan untuk menjaga nama baik, menjaga keselamatan diri pribadi dan rombongan. Hal ini dikatakannya sesaat sebelum melepas lima puluh lima prajurit Indobatt yang akan berpartisipasi pada kegiatan ini.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk mengundang setiap orang yang berada di UNIFIL ini baik sebagai pegawai UN maupun dari militer untuk turut mengambil bagian didalam kegiatan ini”, ujar Komandan Kontingen Denmark Colonel C. D Bloch ini dengan ramah, sesaat sebelum memulai aktivitas ini di lapangan Danlog Naqura sebagai tanda dimulainya acara akbar yang terkenal selama 38 tahun ini.

Menurut sejarahnya, Dancon March yang terkenal ini ditetapkan sejak tahun 1972 saat kontingen pertama yang berasal dari Angkatan Darat Denmark (Danish Army) ditugaskan dalam misi perdamaian di Siprus. Perang telah membagi pulau Siprus menjadi dua wilayah yang didiami warga pengikut Turki di bagian utara dan Yunani di bagian selatan pada tahun 1974; pasukan PBB ditugaskan untuk menjaga batas genjatan senjata. Republik Turki—Siprus Utara tak diakui oleh dunia internasional, maka nama tempat warga Siprus-Turki dalam peta dunia diletakkan dalam tanda kurung (Lefkosa). Sejak itulah, setiap Kontingen Denmark yang tergabung di dalam misi-misi perdamaian PBB di seluruh dunia memiliki Dancon March-nya sendiri-sendiri. Dancon adalah singkatan dari Danish Contingent, namun kegiatan ini bukanlah berarti hanya diperuntukkan bagi anggota kontingen Denmark semata.

Kegiatan Dancon March kali ini mengambil jarak 21,5 kilometer yang harusnya dapat ditempuh dengan prakiraan waktu kurang dari enam jam dengan berat beban minimum yang dipikul seberat 10 kilogram. Berat beban ransel yang digunakan peserta lomba dapat terdiri dari semua perlengkapan yang dikenakan, ransel, rompi pengaman, batu ataupun lain-lain. Jadi, berat beban sebesar 10 kg haruslah dipertahankan selama perjalanan. Air dan makanan tidak termasuk dalam berat beban 10 kg ini.

Dancon March ini merupakan event jalan jauh yang termasuk dalam kegiatan yang bukan kompetitif. Walaupun demikian ada kebanggaan tersendiri dengan mengikuti jalan-jauh ini sebab diadakan di UNIFIL dan diikuti oleh beberapa negara seperti Republik of Korea, Belgia, Italia, Prancis, Malaysia dan oleh tuan rumah sendiri yakni negara Denmark. Partisipan datang dari berbagai kalangan dan sukarelawan dan masing-masing pejalan kaki menanggung resiko apapun yang ditemui selama mengikuti kegiatan ini. Menggunakan kendaraan apapun sangat dilarang. Walupun ada juga yang mendorong miniatur perahu layar Denmark disepanjang perjalanan yakni Ms. Mary anggota Danlog-Coy.

Aturan pakaian yang dikenakan bagi militer adalah seperti biasanya yakni militer mengenakan pakaian dan sepatu dinas sesuai dengan seragam negara masing-masing dengan segala aturannya. Sedangkan bagi pegawai UN, mengenakan pakaian bebas rapi. Jalan jauh ini melewati rute-rute yang dirancang oleh panitia yakni rute di dalam Naqoura Camp atau markas besar UNIFIL di Naqoura. Dengan kontur medan yang sangat terjal sebab rute sekeliling New-Land UNIFIL berada pada badan bukit yang landai. Salah satu tanjakannya yang paling terkenal diantara prajurit Kontingen garuda adalah ‘Tanjakan Setan’. Disebut dengan istilah demikian, karena tanjakannya yang sangat terjal, sesaat kepala mendongak hanya kelihatan puncak menara pengawas untuk anggota yang jaga di Observation Post (OP). Namun demikian, disediakan medali ‘Dancon March’ sebagai tanda penghargaan bagi yang mencapai garis finish sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Rute yang ditempuh, berawal dari Danlog Square, namun sebelumnya seluruh beban yang dikenakan oleh seluruh peserta ditimbang terlebih dahulu pagi harinya. Kemudian para peserta keluar dari gerbang Danlog, belok kanan dan berjalan kira-kira sepanjang 2,5 kilometer ke arah pos LAF (Lebanese Armed Forces) sebagai check-point 1-32, dimana dekat dengan batas genjatan senjata dengan pihak Israel, berbalik, dan meneruskan perjalanan ke arah lokasi New-Land UNIFIL. Dan berjalan sepanjang pagar perimeter, belok kanan pada bundaran bendera. Melanjutkan perjalanan mencapai pos pengamatan di tempat ketinggian di New Land. Saat turun dari New-Land para peserta harus melewati Danlog Square sebelum berjalan keluar ke check-point 1-32 dan kembali lagi, dan berjalan menanjak ke arah New-Land untuk kedua kalinya. Saat menuruni New-Land masuk gerbang Danlog Gate, belok kiri dan berjalan sepanjang jalan didalam Camp Naqoura sampai mencapai Rub Hall dan berbalik arah untuk tiba di garis akhir di Danlog Square. Tiba di garis finish, beban pikulan ditimbang kembali oleh alat penimbangan barang yang telah disediakan oleh panitia.

Bagi ketiga Srikandi Indonesia ini, mengikuti kegiatan jalan-jauh Dancon March ini memiliki kebanggaan tersendiri. Sebab dilakukan pada saat berada jauh dari Tanah Air, dikerjakan bersama-sama dengan para prajurit wanita yang datang dari berbagai bangsa. Sehingga, hal inilah yang menjadikannya begitu istimewa dan mengesankan. Serta memiliki nilai kebanggaan tersendiri apalagi dilakukan pada saat mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Jayalah Wanita Tentara Nasional Indonesia dimanapun berada dan bertugas!

Sanra Michiko Moningkey Captain Air Force Sanra Michiko Moningkey was born in 1976 in Manado, having been graduated from the Indonesia’s Air Force Academy in 2002 is presently serving the United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), as Indonesia’s Garuda Contingent – Military...

Detail Profile »

0  Comments

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Aziz Mahmudi Born in Gresik East Java, Aziz Mahmudi is currently assigned in the Democratic Republic of Congo (DRC) as UN Military Observer for MONUSCO. Prior serving in Congo, he has served under the United Nations’ assignment as a Arms Monitor Officer...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago