(Naqoura; 20 Juli 2010). Kiprah Wanita Tentara Nasional Indonesia (Wan TNI) yang tergabung dalam Kontingen Garuda tahun 2010 pada misi penugasan UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) tidak kalah peran sumbangsihnya bagi TNI, bangsa dan negara Indonesia. Tiga dari lima Wanita TNI yang ada di Lebanon Selatan, menjajal kemampuannya dalam kegiatan jalan jauh atau yang lebih dikenal dengan nama Dancon March yang diadakan beberapa waktu lalu oleh Kontingen Negara Denmark dengan mengambil start dan finish di Danlog Square di dalam kompleks Markas Besar UNIFIL UN Posn 4-7C.
Start keluar dari gerbang Danlog, Kapten (Wara) Sanra Michiko Moningkey, Sertu (Wara) Reni Marlinawati Admaja dan Serda (Kowad) Nicky Novitasari menjalani setapak demi setapak rute perjalanan sejauh 21,5 kilometer dengan membawa beban ransel seberat 10 kilogram di punggung dan menghabiskan waktu kurang dari waktu yang sediakan yakni selama empat jam lebih. Bahkan Serda (Kowad) Nicky Novitasari dapat menempuhnya dengan waktu hanya tiga jam. Hal ini sangat membanggakan dan mengharumkan nama Kontingen Garuda Indonesia di UNIFIL.
Dibanding dengan kontingen negara lainnya di UNIFIL, ukuran tubuh proporsional Indonesia Battalion kalah bersaing dengan negara-negara Eropa maupun dari negara benua Afrika yang tinggi besar. Namun hal itu, tidaklah menyurutkan semangat juang prajurit wanita Indonesia untuk adu nyali dan kemampuan dalam aktivitas yang menantang ini, Dancon March yang diadakan dua kali setahun di daerah Naqura, Lebanon Selatan oleh kontingen Denmark.
Commander of The Danish National Contingent (Komandan Kontingen Denmark di UNIFIL) Colonel C. D Bloch mengundang seluruh prajurit pemelihara perdamaian dari berbagai negara kontingen yang tergabung dalam UNIFIL untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan yang telah pernah diadakan pada Sabtu (03/07) diawal bulan Juli 2010 ini. Dan untuk kali kedua ini Sabtu (17/07), Danish Contingent menyelenggarakan kembali kegiatan jalan jarak jauh ini, yang menempuh jarak 21,5 kilometer.
Wakil Komandan Satuan Tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-D/ Unifil (Indonesian Battalion/ Indobatt) Letkol (Mar) Guslin berpesan untuk menjaga nama baik, menjaga keselamatan diri pribadi dan rombongan. Hal ini dikatakannya sesaat sebelum melepas lima puluh lima prajurit Indobatt yang akan berpartisipasi pada kegiatan ini.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami untuk mengundang setiap orang yang berada di UNIFIL ini baik sebagai pegawai UN maupun dari militer untuk turut mengambil bagian didalam kegiatan ini”, ujar Komandan Kontingen Denmark Colonel C. D Bloch ini dengan ramah, sesaat sebelum memulai aktivitas ini di lapangan Danlog Naqura sebagai tanda dimulainya acara akbar yang terkenal selama 38 tahun ini.Menurut sejarahnya, Dancon March yang terkenal ini ditetapkan sejak tahun 1972 saat kontingen pertama yang berasal dari Angkatan Darat Denmark (Danish Army) ditugaskan dalam misi perdamaian di Siprus. Perang telah membagi pulau Siprus menjadi dua wilayah yang didiami warga pengikut Turki di bagian utara dan Yunani di bagian selatan pada tahun 1974; pasukan PBB ditugaskan untuk menjaga batas genjatan senjata. Republik Turki—Siprus Utara tak diakui oleh dunia internasional, maka nama tempat warga Siprus-Turki dalam peta dunia diletakkan dalam tanda kurung (Lefkosa). Sejak itulah, setiap Kontingen Denmark yang tergabung di dalam misi-misi perdamaian PBB di seluruh dunia memiliki Dancon March-nya sendiri-sendiri. Dancon adalah singkatan dari Danish Contingent, namun kegiatan ini bukanlah berarti hanya diperuntukkan bagi anggota kontingen Denmark semata.
Kegiatan Dancon March kali ini mengambil jarak 21,5 kilometer yang harusnya dapat ditempuh dengan prakiraan waktu kurang dari enam jam dengan berat beban minimum yang dipikul seberat 10 kilogram. Berat beban ransel yang digunakan peserta lomba dapat terdiri dari semua perlengkapan yang dikenakan, ransel, rompi pengaman, batu ataupun lain-lain. Jadi, berat beban sebesar 10 kg haruslah dipertahankan selama perjalanan. Air dan makanan tidak termasuk dalam berat beban 10 kg ini.
Dancon March ini merupakan event jalan jauh yang termasuk dalam kegiatan yang bukan kompetitif. Walaupun demikian ada kebanggaan tersendiri dengan mengikuti jalan-jauh ini sebab diadakan di UNIFIL dan diikuti oleh beberapa negara seperti Republik of Korea, Belgia, Italia, Prancis, Malaysia dan oleh tuan rumah sendiri yakni negara Denmark. Partisipan datang dari berbagai kalangan dan sukarelawan dan masing-masing pejalan kaki menanggung resiko apapun yang ditemui selama mengikuti kegiatan ini. Menggunakan kendaraan apapun sangat dilarang. Walupun ada juga yang mendorong miniatur perahu layar Denmark disepanjang perjalanan yakni Ms. Mary anggota Danlog-Coy.
Aturan pakaian yang dikenakan bagi militer adalah seperti biasanya yakni militer mengenakan pakaian dan sepatu dinas sesuai dengan seragam negara masing-masing dengan segala aturannya. Sedangkan bagi pegawai UN, mengenakan pakaian bebas rapi. Jalan jauh ini melewati rute-rute yang dirancang oleh panitia yakni rute di dalam Naqoura Camp atau markas besar UNIFIL di Naqoura. Dengan kontur medan yang sangat terjal sebab rute sekeliling New-Land UNIFIL berada pada badan bukit yang landai. Salah satu tanjakannya yang paling terkenal diantara prajurit Kontingen garuda adalah ‘Tanjakan Setan’. Disebut dengan istilah demikian, karena tanjakannya yang sangat terjal, sesaat kepala mendongak hanya kelihatan puncak menara pengawas untuk anggota yang jaga di Observation Post (OP). Namun demikian, disediakan medali ‘Dancon March’ sebagai tanda penghargaan bagi yang mencapai garis finish sesuai dengan waktu yang ditetapkan.
Rute yang ditempuh, berawal dari Danlog Square, namun sebelumnya seluruh beban yang dikenakan oleh seluruh peserta ditimbang terlebih dahulu pagi harinya. Kemudian para peserta keluar dari gerbang Danlog, belok kanan dan berjalan kira-kira sepanjang 2,5 kilometer ke arah pos LAF (Lebanese Armed Forces) sebagai check-point 1-32, dimana dekat dengan batas genjatan senjata dengan pihak Israel, berbalik, dan meneruskan perjalanan ke arah lokasi New-Land UNIFIL. Dan berjalan sepanjang pagar perimeter, belok kanan pada bundaran bendera. Melanjutkan perjalanan mencapai pos pengamatan di tempat ketinggian di New Land. Saat turun dari New-Land para peserta harus melewati Danlog Square sebelum berjalan keluar ke check-point 1-32 dan kembali lagi, dan berjalan menanjak ke arah New-Land untuk kedua kalinya. Saat menuruni New-Land masuk gerbang Danlog Gate, belok kiri dan berjalan sepanjang jalan didalam Camp Naqoura sampai mencapai Rub Hall dan berbalik arah untuk tiba di garis akhir di Danlog Square. Tiba di garis finish, beban pikulan ditimbang kembali oleh alat penimbangan barang yang telah disediakan oleh panitia.
Bagi ketiga Srikandi Indonesia ini, mengikuti kegiatan jalan-jauh Dancon March ini memiliki kebanggaan tersendiri. Sebab dilakukan pada saat berada jauh dari Tanah Air, dikerjakan bersama-sama dengan para prajurit wanita yang datang dari berbagai bangsa. Sehingga, hal inilah yang menjadikannya begitu istimewa dan mengesankan. Serta memiliki nilai kebanggaan tersendiri apalagi dilakukan pada saat mengikuti misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan. Jayalah Wanita Tentara Nasional Indonesia dimanapun berada dan bertugas!


Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago