Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Puguh PAMUNGKAS

Suasana Ramadhan di Sudan: Panas terik hingga bibir semeter itu

10 September 2008, 19:48 , by Puguh Pamungkas

 

Ramadhan Kareem Allahu Akram, bulan yang penuh dengan rahmat dan barakoh ini harus dijalani dengan bersolo karier dimana dari menyiapkan sahur menjalankan puasa sampe berbuka.

Soal menu?, jangan ragu lagi deh ya kebetulan kita bisa mendapatkan yang namanya Indomie, wah udah paling mantap mengobati kerinduan kulinernya lidah ini dengan cita rasa kampung ya dengan ala Intel (Indomi telur) atau kadang, ya.. roti aja tergantung selera lidah dan mata ini.

Keseharian di Negeri Afrika bagian timur, yang merupakan mayoritas berdarah Arab ini, walaupun disana-sini kebayakan didapati bagian yang Arabnya urang-arang alias agak gelap-gelap dikit, ya ga jauh beda ma menjalani puasa di kampung. Soal ibadah, masih dapat dilaksanakan dengan Khusyuk. Insya Allah karena semua orang disini menjalankan ibadah dibulan yang suci ini.

Hari Jum’at ini kebetulan dapat jatah off-duty, namun biasanya, bagi mereka yang bekerja di bagian Movement Control (MovCon), itu mah boro-boro bisa dapat of-duty. Tengah malam aja harus siap bertugas, saat telefon berdering tralala-trilili.

Kadang yang menyebalkan adalah pertanyaan yang terdengar melalui telepon itu: “Mas, mas.. Cuma mo nanya – nama saya ada ngga di daftar passenger manifest penerbangan besok? dan jam berapa ya check-in nya?” atau perihal lain-nya seperti; tiba-tiba informasi dari duty officernya Air Operations (Airops) yang mengabari kalau penerbangan-nya batal-lah atau pesawatnya diganti-lah. Waduh lengkap deh!

Bayangin aja, telepon itu menjerit pada jam yang paling genting (tengah malam atau pagi buta). Nah jadi cerita kerjaan neh…

Ya begitulah kurang dan lebihnya, hari-hari yang dijalani saat ini, dunia baru dengan beraneka ragam menghiasi selama bertigas di UNAMID saat ini.

Oh ya jadi pengen berbagi ne soal kerjaan dimana akhir-akhir ini banyak kedatangan warga baru khususnya buat mereka, staff new arrivals yang di deploy ke UNAMID, dimana kedatangan para staff baru ini sempat tertunda beberapa waktu lalu karena alasan keamanan, yang konon udah naik ke skala Security Stage: Phase 4 di Darfur.

Memang Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan pengujian demi menuju kesuksesan membangun keimanan yang baik, menjaga hati dan seluruh perbuatan serta sikap. (kayak kyai aja!), lanjut dah..

Seperti banyak dari kita yang bekerja di bidang Air Operations, dimana banyak berurusan dengan calon penumpang penerbangan, dalam menghadapi pax (penumpang), benar butuh kesabaran yang sangat tinggi dan kendali emosi, kalau tidak mau ribut dan membatalkan puasa-nya (Sia-siakan dong hanya menahan lapar doang).

Personil yang bertugas di misi perdamaian hybrid Uni Afrika – United Nations di Darfur, Sudan ini datang dengan berbagai kategori staff/personil, yaitu:

1. UNMO (United Nations Military Observer). Dikenal sebagai Pengamat Militer PBB.
2. UNPOL (United Nations Police Observer), atau juga dikenal sebagai CivPol (Civilian Police), yaitu personil Polisi UN.
3. UNV (United Nations Volunteer), staff relawan PBB.
4. CV (International Civilian Staff), yaitu staff reguler sipil
5. IC (Independent Contractor) yaitu UN-Contractor
6. VIP, nah ini dia – bisa tamu yang datang dari New York headquarters atau delegasi asing dari negeri antah-berantah.

Uniknya menangani new arrivals ini, adalah kesempatan untuk mengenal mereka yang datang dari ujung dunia timur-ampe-barat-selatan-utara semuanya dijumpain disini. Tentunya dengan berbagai macam tingkah-laku serta ragam _bau kelek_nya.

Bagaimana tidak? – Begitu mereka masuk kedalam ruangan kita, kemudian menyerahkan lembaran MOP (Movement of Personnel) atau pun hanya sekedar numpang tanya, wah kalau bisa pake masker deh :-)
(hehehheeh ih Puasa ngomongin orang hehehehe abis pengen berbagi sih!).

Dari hasil pengamatan dan pengalaman, ada beberapa macam Pax yang ramai memenuhi dan menggunakan penerbangan shuttle UNAMID ini, mereka adalah:

1. Mister Tanyadong; Ini dia nih golongan yang terlalu banyak tanya dan bila sudah dijelasin malah ngga ngerti-ngerti. Sampe lima kali pun masih nanya dan salah melulu. waduh!

2. Mister Bibir-Smeter; nah, yang jenis ini gemar sekali menampakkan rawut uring-uringan, biasanya karena kesal MSA advance (Uang gaji misi) yang belum keluar dan/atau mereka yang sudah capek mutar-mutar (sambil kepanasan diluar) selepas proses Mission’s Check-in Procedures, begitu sampai tiba masuk di kantor kita langsung deh ngomel-ngomel, kita yang nggak tahu-meanhu kena imbasnya

3. Mister Estebe; Istilah ini (Estebe) kependekan dari “Sok Tau Banget”, dimana dalam banyak celotehnya mengaku sudah kenyang wara-wiri keluar-masuk bertugas pada misi-misi PBB bertahun-tahun sebelumnya dan kerap berpikir semua misi PBB itu sama. (Padahal bedakan ya mas2 dan mbak2 sekalian?)

4. Mister Juragan; Dalam kurang dari 3 menit saat masuk ke ruang kantor kita, udah berasa banget lagaknya yang dua-juta ini, bossy banget!. Minta perlakuan bak VIP-lah, minta ini-itu capek deh!, ibaratnya kalo dikasih jari mah dia kemudian mesti minta tangan neh!.

5. Mister Pokoknya-deh!; Dari ke-4 diatas, ini yang amat dihindari. Ciri khasnya selalu menuntut (demanding) dan nggak mau ngalah, tidakterbatas bagi orang baru (new arrival staffs) sampai mereka yang sudah lama bertugas di misi. Maunya semau gue ngga mau tau prosedur. Udah tau mau terbang dengan pesawat UNAMID, ya begitu nongol di ruang kantor barulah dia buat last-minute-passenger-booking! (Setan banget, khan!?? ^%#@^%#!!). Kejadian yang paling seru adalah dimana kita acapkali harus tarik urat leher dan penuh kesabaran harus bisa nyari solusi buat calon penumpang sontoloyo macam begini.

Harus di-ingat bahwa customer oriented service, mengingatkan kita agar dapat mengatasinya tanpa perlu ribut atau marah-marah. Hal ini mengingatkan saya juga pada sebuah panci presto. Dimana perihal Panci Presto ini bergulir saat berbincang dengan Kang Lui. Dikatakannya bahwa “kalo tekanannya memuncak, kudu dibuka katupnya biar ga meledak si panci-nya”

Begitulah ceritanya…

Oh, By the way, karena sejak pagi tadi lumayan cape banget sehabis jalan-jalan, biasalah saat off-duty, selain tidur seharian jadi kepengen jalan lihat kehidupan luar, selain aktifitas kantoran selama seminggu itu.

Nah setelah sahur tadi teringat juga akan janji ama Adam. Ohya, Adam ini pemuda eksodus di Khartoum, Sudan yang katanya berasal asli dari Elgenina . Elgenia itu adalah nama daerah paling rawan se-Darfur, tempat mangkalnya para Gangters alias pemberontak bernama Janjaweed. Kita-kita disini menyebutnya dengan JJ – seperti banyak khabar bahwa mereka didukung oleh pemerintah Khartoum.

Dari yang kita fahami, kelompok JJ ini memang terkenal kejam. Kembali ke topik kita, lalu bersama Adam coba jalan-jalan ke Omdurman yaitu salah satu bagian dari Ibukota Khartoum yang merupakan salah satu pusat pasar Grosiran-lah persis kayak kawasan dagang Tanah Abang – Jakarta atau seperti Pasar Petisah, Medan atau Pasar Aceh begitu deh!

Dengan maksud liat-liat sambil nyari2 oleh-oleh khas Sudan yang unik dan antik. Bermacam2 aneka kerajinan dan ukiran tersedia di sini dari bahan Papyrus hingga pernik yang terbuat dari gading gajah atau Kayu eboni juga ada. Banyak deh semua kebutuhan aya disini dari sandang serta papan dan pangan.

Setelah berputar hampir kurang lebih 3 jam dengan melintasi sungai nil dari yang biru sampai yang putih (Blue & White Nil) akhirnya dengan dahaga dan menjalankan puasa dengan suhu yang sangat panas kentara deh cuaca 50’C lumayan buat ceplok telur langsung jadi hehehe akhirnya perjalanan ini harus diakhir dengan mandi dan rebahan di tempat tidur wah nikmatnya sambil nunggu berbuka yang tadinya telah dikatakan sama Adam untuk Fatura Ramadhan Jammah (BUBAR Buka Bareng

Tanda berbuka puasa di Khartoum, ngga pake sirene atau beduk sih disini yang ada suara Azan nah begitu lima menitan hampir buka dapet ring-ring dari Adam ngajak buka ya tepatnya didepan rumah sih

Kumpulan tetangga yang begitu baik salami ini dengan saya maklum kalo mereka dengar nama Indonesia meraka langsung berkata: “Oh, dari Indonesia ya?

Memang negeri kita terkenal dengan banyak penduduk muslimnya, lebih kalo musim haji yang katanya melebih quota terus dengan mengelar tikar dan makanan dalam nampan yang lebar penuh dengan makanan serba serbi arab yang mana rasanya antara satu dan lainya ga beda Cuma nama dan warnanya aja yang beda neh.

Akhirnya kita menyelesaikan Ibadah yang penuh berkah ini dengan mengharapkan ridhaNya. Berbuka puasa di Khartoum, memang tak semeriah dan sehangat suasana bersama kamu dan Alqa, Nda. Namun ya, setidaknya ini dapat mengobati rasa rindu dan kehampaan relung hati yang kosong tanpa kehadiran kalian.

Selamat berpuasa dan marilah kita coba mensucikan diri di bulan yan penuh rahmat dan barokah ini…..Salam hangat dari Khartoum, Sudan.

Puguh PAMUNGKAS Puguh PAMUNGKAS With extensive hands-on experience in Movement Control and Air Operation field, Puguh Pamungkas contributed a significant role under the flag of UNHAS – United Nations World Food Programme Humanitarian Air Service, based in Banda Aceh, Aceh province – Indonesia. His...

Detail Profile »

15  Comments

by faisol at 11 September 2008, 09:29

terima kasih sharing info/ilmunya…
saya membuat tulisan tentang “Benarkah Kita Hamba Allah?”
silakan berkunjung ke:

achmadfaisol.blogspo…
(link di atas adalah tulisan ke-1 dr 2 buah link benarkah kita hamba Allah?)

Apakah Allah juga mengakui bahwa kita adalah hamba-Nya?

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

salam,
achmad faisol
achmadfaisol.blogspo…

by reinhard at 11 September 2008, 13:30

Ha ha ha mas Puguh ada aja istilahnya, ada bibir smeter ada ES TE BE ………… memang kalau saya perhatikan gambaran yang mas berikan itu persis sekali, apalagi di missi Hybrid yang katanya om bau kelek ini “berperan” sejajar dengan UN, walah malah kacau balau konsep yang ada di otaknya itu “Mister pokoknya” banget, saya jadi inget rekan UNPOL yang 3 orang di Nyala, mereka disuruh komandan sektornya untuk jaga malam di IDP camp Kalma, mereka tidak bersejata, padahal “Force Protection” yang jelas bersenjata dari batalion Nigeria jelas jelas ngga berani kesana……….. btw selamat menunaikan ibadah puasa mas, sabar aja deh ada himahnya, puasanya lebih afdol ……….. :P

by Rachmad INC at 11 September 2008, 18:39

Wah luar biasa bro, semoga makin khusyuk dalam jalanin ibadah puasa.. kalo entar jumpa ma pasukan JJ, bilang aja ente doraemonnya Indonesia, dijamin aman dah.. huehueheuheu

Btw, Lebaran rencana barengan ma Adam atau Alqa nie?

Keep posting bro

by Luigi Pralangga at 11 September 2008, 22:28

Mas Puguh,

Sing sabar yang dines di Sudan dan ngejalanin kesehariannya disana. Kita sama-sama berjuang nih demia keluaraga dan sekaligus mengharumkan nama bangsa juga..

Itu temen preman-darfurnya boleh juga di kenalin ya..

Sing sabar ngadepin mister-mister “pokoknya deh” itu ya.. :D
Salam hangat dari liberia, afrika barat!

by didut at 12 September 2008, 08:30

jadi tergiur buat jadi UN volunteer :D

selamat berpuasa mas :D

by Maj Issam Aladwan at 12 September 2008, 11:42

Good morning .
salamat , I am Maj Issam from Jordan who replaced Maj Sigit from Indonesia . Congratulation for your Independence day & for Ramadhan .

Best regards,

Maj Issam Aladwan
COE Military Coordinator/Bukavu
Dem. Republic of Congo
Extn:4420
Mobile: +243-819247554
E-mail:buk-coe@un.org

by Cici Beckwith at 12 September 2008, 13:12

Mas…….,kalau bibir mengering khan gampang obatnya
gosokin saja cabe rawit biar berhenti combronya.

Moga sehat semua

by aida emaknya sanne at 13 September 2008, 01:21

Lumayan menunya ya, itu yang ditengah bihun goreng ? (keukeuh)

by Aida Gorkink at 14 September 2008, 06:06

So…. ceritanya seru pisan, jadi sekarang di Sudan ya, sementara gitu ?
Di rumah gag sempet baca, daripada ngorong mending mbales email hehehe… (kerjaan mah masih numpuk seeh) but otak sudah buntu, pokoknya deadline weekend ini dah nyampe. Menu buka puasa di Khartoum lumayan menggiurkan tuh, kayak ada bihun goreng di tengah-tengah nampan.

Selamat buka puasa bentar lagi,

Wass,
Aida

Ps. Ternyata indomie mendunia juga ya ?!

by Tjut Lita Lambeuso at 14 September 2008, 06:08

PUASA PUASA RAMADHAN BULAN MULIA….
PUASA PUASA SEBETULNYA MENYEHATKAN
PUASA PUASA WAJIB BAGI YANG BER IMAN………..

(dari Syairnya lagu Bimbo…)

So Selamat menjalan kan Ibadah Puasa ya… semoga kita mendapat Berkah dan Karunianya juga tambah kuat ibadahnya….
Amien.

Tjut Herlita.
JKT- IND.

by bomchicano at 15 September 2008, 13:12

ckckck kasian bener yang jauh dari keluarga:)
sabar guh hihihi
jadi balik kan lebaran???
semoga puasanya tetep full hahahaha

by mewal at 15 September 2008, 13:45

Boleh juga tuh menu berbukanye man…mo gw kirimin nasi liwet sama duren ngk..wakakakakak..biar kangen kampung halaman

by utchanovsky at 20 September 2008, 12:03

Wah2, jadi penasaran sma menu bukanya orang Sudan nih, apalagi pas ngasi liat screenshoot gambar makanannya… rotinya itu lho… bikin gk…

- ups, lagi puasa –

by erfan ahmad at 20 September 2008, 18:39

wah yg namanya sudan kebayang deh panasnya,pernah dl ikutan exebition disana. Tapi itu dia tuh buat kt yg terbiasa dgn panas nikmatnya luar biasa pd saat berbuka … salam

by Aat at 23 September 2008, 02:38

tetap semangat Bang…!!! menunaikan ibadah puasa dengan segala keterbatasan, semoga bisa tetap menjalaninya dengan penuh kesabaran…. amiin. Salut buat Bang Puguh.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Bambang Iswandaru Bambang Iswandaru, born in Pati November 21, 1976. He is an Indonesian Army engineering officer. At current time, he has been deployed in the Democratic Republic of Congo (DRC) for peacekeeping mission under MONUSCO, as part of Indonesian Engineering company...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago