Correspondent Puguh PAMUNGKAS
Total 6 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 137 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Sebuah jangkar bagi peacekeepers ini..
Indonesia Turut Serta Latihan SHANTI DOOT-2 di Bangladesh >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Keinginan meningkatkan pengalaman professional telah menjadi suatu cita-cita, sehingga bulat sudah tekad ini. Inilah awal hasrat tersebut melintas dengan belajar tekun dan bekerja giat dari keseharian menjalankan aktivititas sebagai staff Air Movement yang digeluti sejak awal 2005, pada saat tragedi tsunami & earthquake respone operation (December 26th, 2004).
Hal ini ditekuni si kencur ini hampir 3 tahun dibawah naungan UNHAS/WFP-HAS yang merupakan suatu Common Air Service bagi Humanitarian Worker – mengakomodasikan dukungan bantuan kemanusian lintas udara ke daerah2 yang pada saat itu masih tidak mungkin dilewati jalan darat.
Kerusakan yang hampir 80% pada jalan sepanjang pantai barat, dari sini lah
“aiming high for betterment – becoming a servant for humanitarian cause”
kemudian lahir.
Memberanikan diri dengan melamar sebagai Volunteer pada sebuah UNV Website, bukan sembarang relawan, melainkan United Nations Volunteer. Hal ini telah disarankan oleh para senior – senior, rekan maupun supervisor, maka tergeraklah hati ini dengan cita-cita bahwa dalam waktu yang tidak lama lagi dapat mewujudkan impian tersebut.
Menggali seluk beluk dunia relawan (Volunteerism) mencari informasi dari para rekan peacekeepers dan teman-teman UN Volunteers berpengalaman dibidangnya – memberikan dukungan positif. Hal ini yang membuat sikencur makin antusias aja (terima kasih Mas-mas dan Mbak-mbak sekalian). Membentuk/membangun sebuah jejaring sosial yang menguatkan fondasi pijakan pun dilakukan, bermodalkan hanya semangat, keyakinan dan doa adalah wajib dilakukan.
Pada 31 January 2007, datanglah sebuah surat electronic (baca: Email) muncul diantara puluhan email yang baru masuk berderet dalam kotak masuk/inbox. Sebuah tawaran lowongan sebagai kandidat Movement Control (MOVCON) Assistant, pada misi hybrid PBB/AU di Darfur (UNAMID). Email itu datang dari Recruitment Office – Markas Besar UNV di Bonn, Germany.
Dengan perasaan optimis kuadrat – diri ini selalu berpikir yakin akan
berhasil bergabung, belajar banyak bersama dengan para Peacekeepers dan Humanitarian Workers senior itu sekaligus melalang-buana.
I guess this is my starting point to the next real thing! – Short-listing
ini membuat si Kencur ini (Baca: Penulis) yang mungkin terbilang masih ingusan kemudian melengkapi semua persyaratan administratif awal.
Ditengah kegiatan kerja dan rutinitas dijalani saat ini, Oh ya setelah
selesai misi bersama UNHAS 2007, si Kencur ini bergabung bersama UNHABITAT yang berkerja di sebuah pulau Simeulue-AteFulawan (Baca: Simeulu berhati emas). Si bau kencur ini menyempatkan diri untuk memperbaiki detail pada Curriculum Vitae dan semua berkas personalianya. Setelah itu ya bersabar, berdoa – semoga saja lamaran ini ditanggapi positif.
26 February 2008, sebuah pagi yang diawali dengan sapa-ramah sebuah email yang memberitakan agar si kencur ini bersiap2 dalam waktu dua hari untuk sesi wawancara via teleconference. Selang sehari berlalu, tepat pukul 16.30 waktu Pulau Simeule, berderinglah ponsel ini; tidit-tidit tidit-tidit!
-begitulah bunyinya.
Suara parau dari benua seberang sana berkata: *Halo this is Esteban from Sudan*… wawancara per telepon itu berlangsung lebih kurang 30 menitan. Alhamdullillah perasaan jadi lega sekali, telah melewati tahap tersebut, dan ini tidak hanya disini saja masih banyak tahapan lagi yang harus dijalani si kencur ini…
Hari demi hari berlanjut dengan indah di Pulau Simeulue. Penantian hasil wawancara itu ternyata bikin penasaran dan gemes juga. Sembari sabar menunggu, dicobalah untuk melakukan survey informasi di internet, sarana akses utama terhadap informasi para staff di pulau ini nampaknya harus berdamai dengan cuaca. Saat mendung sedikit saja berkuasa, maka langsung deh padam si akses pada internet itu, bila ditambah lagi dengan hujan, maka lengkap deh: Bisu-Budek-Buta-Internet.
Terima kasih buat Yudie, staff IT yang sangat professional UN-HABITAT di Simeulu. Beliau bersedia mengutak-atik dan menghubungi internet provider kita hingga kembali berfungsi.
Mencari informasi di Internet tentang Sudan khususnya Darfur region, dari beberapa online report, foto-foto, dlsb terlihat jelas bahwa betapa keras gambar kehidupan disana. Hati kecil yang kadang-kadang nyeletuk juga “serius lu mau pegi ke negeri bau kelek ini?”
Namun jawaban yang terdengar nyaring adalah: Darfur I am Coming
Tidak lama berselang, akhirnya datang kabar yang menyatakan si kencur ini sudah melewati seleksi. Alhamdulillah, sebuah kata yang terucap segera. Keberanian hati yang besar si kencur diajukan untuk mohon pamit pada teman-teman sejawat dan yang pasti para pimpinan di UN-HABITAT, kedepan-nya fokus pada persiapan Pre-deployment for Darfur sebagai pijakan karir berikutnya.
Dengan niat mencari keridhaan yang kata para ulama bahwa: Ketika kaki keluar melangkah buat mencari rizki dan keridhaan Allah maka sesungguhnya dijauhkanlah api neraka darinya. Insya Allah ini yang menjadi tonggak awal perjalanan ini, walau pun ketakutan juga membayangi, bagaimana tidak negeri yang yang entah berantah tersebut (Darfur). Dengar aja baru!!.
“Mau tugas kemana loe?”
“Ke Darfur, men!..”
“What, Dapur?…”
“Bukan Dapur, tapi Dar-Fur!”
Bagaimana ya nanti disana? .. Mau cari ini dan itu Di Darfur?. Hanya ini yang menjadi tanya dalam diri, namun doa, dukungan, arahan, dan petunjuk juga dari Si Bunda dan Si Bololotot (nama sayang buat Sikecil). Makasih Bunda dan Alqa, jangan berhenti ya!
Saat ini, persiapan pre-deployment tengah di lakukan, urusan medical clearance mengharuskan badan ini diobok-obok dengan berbagai macam treatment dan suntikan2 jarum keluar masuk, entah itu pengambilan sample darah maupun vaksinasi. Alhamdulillah semuanya berjalan baik, dan lancar hingga keluarlah sertifikat kelayakan kesehatan itu – bahwa saya sehat dan fit untuk pergi bertugas ke Dapur.. eh maksudnya Darfur!
Berangkat bekerja di misi peacekeeping ternyata HARUS mempunyai stamina dan lolos tes kesehatan. Persis seperti pesawat udara juga ya punya sertifikat kelayakan terbang DSKU. Lepas urusan medical clearance, kemudian banyak dibantu oleh mbak Grace dan Mas Ferdinand, dimana mereka berupaya memastikan bahwa keberangkatan akan dijadwalkan pada 4 April 2008. Namun demikian hingga hari ini, VOA (Visa-on-Arrival) belum juga diterbitkan dari Sudan.
Doa restu orang tua, saudaraku, teman-teman, para Peacekepeers dan Volunteers yang sudah berada di lapangan – adalah bekal perjalananku kali ini. Semoga perjalanan karir yang baru ini bisa membawa banyak keberkahan, dan terus akan menanti Surat-surat Cinta dari Illahi Pastinya kayak Film Aja). Terima kasih buat kalian!!.
Dear Puguh,
I remembered the days, when my first initial field peacekeeping assignment to Baghdad, Iraq under UNMOVIC back in 2003 was announced. People, from the colleagues at the office in UNHQ – New York, and folks back home were shocked and said: “Are you outta your mind? – people are evacuating out and instead – you decided to go in?”. I replied with smile and said to myself: “Insyallah God (Allah) will protect me on my assignment..”
And it was right – Alhamdulillah I was able to succeed, and when the war broke, we were all evacuated to Cyrpus and in safety.
Aim your career high, and do your best, confidence is required, but still obtain people blessings and prayers. Stay safe as your mission is not to become a hero on someone-else’s land, but to stay within the boundaries and support the mission.
One thing for sure that you can be proud of later down the road that whatever successes the mission claim – your contributions was significantly assist the whole success. I am proud of you iin taking up this assignment and I am sure both family and friends back home, as well as us – the peacekeepers currently on the ground are – praying for your safety – and wishing you all the best in your current endeavour.
Hugs from us, the peacekeepers at UNMIL – Liberia, West Africa.. :)
Mas Puguh….. wah bisa ketemu donk di Darfur….
Saya sudah pernah naik heli “super puma” seperti yang di gambar atas, memang antara 3 region di Darfur (El Fasher, El Geneina, dan Nyala tempat FPU Indonesia nantinya…) semuanya terhubung dengan sarana helikopter…. suatu pemandangan yang indah naik “truk” udara tersebut, apalagi melewati pegunungan “Jabbel Mara” yang ketinggiannya 3000 m…
Jangan kaget “airport” di darfur hanya tanah yang dikeraskan… hahaha…
keep contact mas…. saya bulan depan berangkat (10 mei)
Kesempatan datang dalam berbagai bentuk. tinggal apakah kita mau mengambil kesempatan itu tentunya dengan berbagai pertimbangan atau membiarkannya lewat begitu saja sambil berharap ada kesempatan yang lebih bagus lagi!
Setiap pilihan ada konsekuensi nya.
Apapapun pilihan tersebut; saya mengucapkan selamat datang di Sudan dan pastinya kalau ada waktu kita pasti ngumpul di Khartoum.
Dear Saudaraku Puguh,
Artikelnya bagus sekali, pada saudara kencur selamat datang dan bergabung dengan peacekeepers sebangsa dan setanah air di benua Africa serta selamat menjalankan tugas, be alert dan jauhkan penyakit, karena di benua hitam ini adalah sarang dan tempat penyakit ter-berbahaya di muka bumi.
Be semangat dan tekadkan sepenuh hati untuk berjuang demi keluarga and “for better tomorrow.”.!
Have a blessed day,
Santoso N.
ONUCI – Opération des Nations Unies en Côte d’Ivoire
Abidjan, Ivory Coast
www.onuci.org/
Mas Puguh, Peu haba?. Jadi ingat nich waktu naik pesawat dan chopper UNHAS dari Banda Aceh -Meulaboh menelusuri pantai Barat Aceh waktu saya kerja di IFRC. Pesawatnya itu nyaman sekali Mas. Untuk choppernya lebih kurang sama dgn yang dinaiki Vonny kemaren,, he ,,he. Membaa ceritanya, jadi ingat juga saat saat mau berangkat ke Liberia ini. Selamat ya Mas atas penugasan barunya.
Mas Puguh,
There you go.. . Met dateng ke Khartoum, semoga perjalanannya aman, lancar, selamat. Sekedar info, bila kelaperan di Dubai (04:45-14:40) mampir saja di resto dalam airport itu, gratis! :) Dari penampakanmu, sepertinya kudu makan tepat waktu nih hehehehe-> becanda.
Mbak Dian mungkin bisa update penyambutan UNV specialist di Khartoum.
Sekali lagi, selamat datang, Mas Puguh. Salam hangat dari Sudan Peacekeepers,
« Sebuah jangkar bagi peacekeepers ini.. Indonesia Turut Serta Latihan SHANTI DOOT-2 di Bangladesh »