Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tangisan anak-anak Lebanon lepas kepergian Pasukan Garuda

4 December 2008, 18:10 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 4/12) Kedekatan dan kebersamaan prajurit Garuda XXIII-B dengan anak-anak Lebanon merupakan suatu kenyataan yang tidak diragukan lagi. Melalui sarana Smart Car, pelayanan kesehatan, kursus komputer dan Bahasa Inggris, kegiatan kesenian serta bela diri maupun berbagai kegiatan Cimic (Civil Military Co-operation) lainnya, Prajurit Garuda XXIII-B telah berhasil mendapatkan tempat istimewa di hati anak-anak itu. Tak heran sewaktu digelar acara perpisahan beberapa hari yang lalu untuk melepas kepergian Kontingen Garuda (Konga) XXIII-B, mereka tak kuasa menahan kesedihannya. Beberapa diantara mereka bahkan sampai menitikkan airmatanya.

Acara yang mengambil tempat di Khiam Rehabilitation Center (KRC) Deir Sirriane digelar atas permintaan warga Deir Siriane yang ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas seluruh jerih payah yang dilakukan oleh para Prajurit Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B dalam membantu menciptakan stabilitas perdamaian di wilayah itu dan melepaskan trauma perang yang diderita anak-anak dan remaja Lebanon.

Samir (38 tahun) selaku Direktur KRC, dalam sambutannya mewakili warga Lebanon menegaskan bahwa kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Prajurit Indonesia benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat. ”Walaupun kalian akan pergi, kalian tetap saudara kami. Kenangan bersama dengan kalian adalah kenangan terindah dalam hidup kami”, pungkas Samir menutup sambutannya.

Diawali dengan Tarian Saman yang dibawakan oleh 4 orang anak-anak Lebanon, acara itu tak pelak telah membangkitkan memori di benak para Prajurit Garuda, termasuk Komandan Kompi Mekanis-C/Cheetah Kapten Mar Fredy Ardianzah yang bersusah payah mengajarkan tarian tersebut kepada mereka. Bagaimana tidak, anak-anak kecil yang saban hari bergelut dengan suasana perang, tiba-tiba belajar menarikan kesenian dari negara yang mungkin baru saja dikenal dalam hidup mereka. Walaupun belum tampil dengan sempurna, namun untuk ukuran pemula mereka telah berhasil menyajikan Tarian khas Aceh itu dengan antusias dan semangat.

Setelah penampilan tarian dan pemberian kata sambutan, acara dilanjutkan dengan ramah tamah warga setempat dengan para Prajurit Konga XXIII-B, termasuk Dansatgas Letkol Inf A M Putranto, S.Sos dan calon penggantinya Letkol Inf R. Haryono. Selain itu, turut hadir Kasi Cimic Mayor Inf A. Fauzi dan perwira staf dari satgas yang baru. Acara ini sendiri digelar di dalam ruangan yang dulunya biasa digunakan untuk kursus komputer dan Bahasa Inggris bagi anak-anak dan remaja Deir Sirriane.

Para asisten pengajar kursus yang notabene merupakan warga setempat juga hadir dalam acara itu, yaitu Nur, Sarah dan Ali. Di sela-sela acara, seluruh Prajurit Garuda mengisi waktu dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Lebanon ”Kulluna Lil Waton” dengan semangat, kompak dan serempak. Kontan, hal ini mengundang applaus warga yang hadir, bahkan akhirnya mereka pun ikut bernyanyi lagu ini bersama-sama.

Selanjutnya, Sertu Nur Rohmat berduet dengan Mayor Sus Yusuf membawakan sebuah lagu yang dipopulerkan Hadad Alwi, ”Al Ikhtiraf”, di-iringi petikan gitar nan syahdu oleh Kapten Tit Deny Lesmana, Msi dan tiupan merdu harmonika oleh Kapten Cpm Erwanto. Sebagai penampilan terakhir, para Prajurit Garuda XXIII-B dan warga Lebanon melantunkan shalawat nabi bersama-sama.

Sebelum mengakhiri acara perpisahan, Samir berharap agar satgas pengganti dapat mempertahankan tali silahturahmi yang telah terjalin harmonis dan melanjutkan kegiatan Cimic yang telah dirintis oleh prajurit Satgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B. Pada saat bersalaman untuk melepas kepergian para Prajurit Garuda XXIII-B, anak-anak dan remaja Lebanon tak kuasa membendung air matanya. Mata mereka terlihat berkaca-kaca. ”Kalian telah pergi meninggalkan keluarga demi kami”, ucap Ali sambil memeluk salah seorang prajurit Garuda. ”Kami ingin kalian tetap tinggal di sini, namun keluarga kalian telah menunggu. Jadi, pulanglah. Semoga ALLAH membalas kebaikan kalian dan melindungi perjalanan kalian”, sambungnya dalam Bahasa Inggris yang terbata-bata sambil menahan airmatanya.

Kontingen Garuda XXIII-B telah bertugas di Lebanon Selatan selama 1 tahun lebih di bawah bendera UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). Dalam kurun waktu tersebut banyak prestasi dan keberhasilan yang telah diraih oleh satgas ini, termasuk kedekatan dengan masyarakat setempat yang diakui sendiri oleh Force Commander (Panglima) UNIFIL Mayjen Claudio Graziano pada saat penganugerahan Medali PBB beberapa waktu yang lalu. Kini mereka akan segera menunaikan tugasnya dan digantikan oleh satgas yang baru. Sebanyak 412 Prajurit Konga XXIII-B dipimpin oleh Wadan Satgas Konga XXIII-B telah kembali ke Tanah Air pada pemulangan Tahap Pertama beberapa hari yang lalu. Sisanya yang berkekuatan 438 prajurit dipimpin langsung oleh Dansatgas akan menyusul pada pemulangan Tahap Kedua hari Jum’at (5/12).

Rencananya mereka akan mendarat di Terminal Kargo Bandara Soekarno Hatta menggunakan pesawat sewaan dari maskapai penerbangan Malaysia Airlines (MAS) pada pukul 19.00 WIB.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

15  Comments

by Luigi Pralangga at 4 December 2008, 18:15

Menyambung saudara – menjalin erat silaturahim, adalah ‘legacy’ yang ditinggalkan oleh Kontingen Garuda XXIIIB.. semoga jalinan silaturahim ini senantiasa dipupuk dan erat tersambung..

Sudah punya nomer Hp mereka masing-masing khan?. :-). Selamat buat Garuda XXIIIB yang senantiasa sudah berhasil menapakkan kesan positif dan mendalam-nya di Lebanon. Yakin satu waktu nanti salah satua Dubes Lebanon di Indonesia datang dari desa ini dan senantiasa berkata:

“Saya bertugas di Indonesia (menjadi dubes) karena cinta akan sumbangsih Kontingen Garuda dulu semasa saya masih kecil..”

..tentunya sebuah expression yang mendalam.. semoga saja.

by puji at 5 December 2008, 10:37

hiks…, kok aku jadi terharu ya…. :( (try not to shed a tear)…

by Nelly Zainalhasan at 5 December 2008, 15:39

Subhanallah bukti lagi bahwa keamanan ketenangan adalah kebutuhan utama setiap insan.

Alangkah indahnya kalau berita seperti disampaikan di tv, media masa lainnya dinegeri kita ya, akan menimbulkan kekaguman terutama generasi muda kita.

Selamat berjuang Insya Allah selalu dalam ridho-nya Aamiin.

Salam
Nel

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss…!

by Yulia at 5 December 2008, 18:24

Bangga banget bacanya…. soalnya anak-anak kan ga bisa bohong. Mengharukan :)

by Tjut Lita Lambeuso at 5 December 2008, 20:54

Terimakasih banyak atas cerita ceritanya, sukses ya dan salam untuk keluarga, Bravo juga untuk TNI Indonesia.

Salam,
Tjut Herlita.
JKT.

by Offi Kuswanto at 6 December 2008, 19:26

Sempat menitikan air mata saat Ali remaja Deir Sirriane menyampaikan kata perpisahannya,,,, so Deeply and Touching banget….
Diikuti rasa bangga terhadap seluruh pencapaian positif yang diraih Kontingen Garuda XXIII-B.
Thanks to Kapten Mar Fredy Ardianzah yang telah mengajarkan tarian Saman kpd anak2 Deir Sirriane,, mereka akan terus mengingat pengalaman yang menyenangkan itu.

Sependapat dengan Nelly, mengapa berita – berita Sepak Terjang Perjuangan Kegiatan Kontingen Garuda UNIFIL tidak pernah ditayangkan di Media Televisi Indonesia… Saya yakin banyak nilai moril yang bisa disampaikan untuk Remaja Indonesia yang masih saja berkutat dengan tawuran….

Kind Regard
Offi Kuswanto – BOGOR

by Eru at 7 December 2008, 10:49

Merinding bacanya …

Yep, may God membalas kebaikan kalian :)

by Sakura at 7 December 2008, 16:05

deeply in heart..truly touched…though i am just a stranger,but i knew its real..may God bless u all..peacemakers..

by Rafli L. Sato at 8 December 2008, 01:20

Creating balance, emotion and imagination, another new hope another new story, another happy story or sad story, equally love and care, beratapkan langit yang sama, berjuta harapan yang ada, dan kenangan ditinggalkan, senantiasa membekas dilubuk hati bersama.

by anbhar at 8 December 2008, 17:17

bangga dengan TNI (rock)

by adrianzz at 10 December 2008, 07:27

tentara yang tidak lupa sisi kemanusiaanya……u guys make me proud of my country….harusnya ditayangin nih…..sekali2 kasi acara khusus buat ngeliput konga dong….ga cuman sinetron mulu

by Fachrie at 10 December 2008, 09:30

subhannallah, I cant hold my tear,

Bravo Garuda

by mila at 28 December 2008, 09:30

sebelum suami diberangkat sebagai pasukan garuda XXIII C berat rasanya melepas kepergiannya. Tetapi setelah baca-baca artikel tentang pasukan garuda,saya jadi bangga telah memiliki suami yang berguna untuk nusa dan bangsa dimuka bumi ini. Trus smangat pasukan KONGA!! saya sbagai istri prajurit terus mendukung

by qqq at 15 July 2010, 22:19

the tru peace keeper.. keep a good sprit…

by harto.budiharto@yahoo.co.id at 22 August 2010, 04:57

setelah membaca dari awal judul sempe akhir, masya Allah hebat benar TNI dalam menjalin kekeluargaan kepada Rakyat Libanon, kalau bisa aq sendiri buat Penghargaan yang setinggi – tingginya kepada seluruh prajurid Konga XXIII-B yang bertugas selama 1 tahun. bravo Konga XXIII-B

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Septian Hermawan Saputra 2nd Lieutenant Septian Hermawan Saputra was born in Gresik, East Java, Indonesia. Later, he lived in a small town called Bojonegoro. He decided to study in the Taruna Nusantara High School and graduated n 2004. Upon pursuing his endeavor...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago