Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Tantangan mengemudi di daerah operasi misi PBB: Drive to arrive alive

17 June 2010, 13:07 , by Luigi Pralangga

 

Pagi itu, pukul 7:00AM, seperi hari-hari biasa secara rutin saya sudah mendapati diri beranjak keluar dari kompleks perumahan UNMIL bergegas menuju kantor. Jarak dari hunian staff PBB di Monrovia dimana saya tinggal dengan kantor tidaklah terbilang jauh, kalau diukur kisaran 14 Km jauhnya, hanya saja perjalanan menuju kesana harus melalui banyak rintangan, dari mulai kondisi jalan yang buruk berlubang, beberapa titik persimpangan selalu ramai dengan seabrek-abrek pedagang kaki-lima yang memenuhi badan jalan dan para supir angkutan umum yang acapkali mengendarai taxi kuningnya secara sontoloyo. Maka perjalanan dengan waktu tempuh bebas hambatan hanay 10 – 15 menit, bisa berujung hampir 1 jam saat semua elemen runyam itu menghadang. Ya!, 1 jam, lho!.

Memang benar kejadian juga, saat saya melaju di sisi kiri lebih jauh, sebuah kendaraan dari sebelah kanan menyalip masuk kendak berbelok ke kiri untuk mengambil arah putar balik. “Braaak!”, bertabrakanlah 2 kendaaan itu. Sisi spakbor kanan mobil saya menghantam sisi pintu supir sebelah kiri mobil satu lagi. dalam hitungan kurang dari 1 menit, kerumunan masa sudah seperti semut-semut yang menemukan seonggok gula pasir. Heboh pisan-lah!

Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya malah menjadi berkelahi beradu argumen akan menceritakan bagaimana 2 mobil itu bertabrakan, sementara saya dan supir kendaaan yang bersangkutan malah tenang-tenang saja menyaksikan mereka, para penonton itu beradu urat-leher – sambil kita menunggu kehadiran UNMIL Security Personnel dan LNP (Liberian National Police).

IMG_0644 IMG_0643

Setelah mereka tiba di lokasi kejadian, catat-mencatat dan dokumentasi lapanganpun dibuat dengan mendata dari hasil bukti dijalan dari sisa guratan ban mobil yang membekas lalu penyok pada body kendaraan, semuanya dicatat untuk proses lebih lanjut.

IMG_0642 IMG_0640

IMG_0639

Berkendara di Liberia (dengan menggunakan kendaraan dinas PBB) bukanlah perkara sepele, baik di kota Monrovia yang sarat dengan lalu-lintas padat nan semrawut, ditambah lagi bagi mereka yang bertugas di sektor pedalaman, kubangan lumpur dan jalan berliku tanpa ada rambu serta lampu penerangan adalah makanan sehari-hari. Itulah mengapa pihak manajemenmisi telah memprasyaratkan bagi semua staff, tidak pandang bulu atas jennis kontrak dan jabatan yang akan dipangkunya kemudian; apakah itu staff sipil level asisten, kepala bagian sampai kepada kepala misi sekalipun WAJIB menjalani tes mengemudi dengan kendaraan double gardan (4×4 Wheel Drive), baik secara tes tertulis dan praktek.

Dalam jangka 1 minggu semenjak kedatangan, seorang staff baru (Baca: New Arrivals) harus menyelesaikan proses pendaftaran (Mission’s Check-in), dan Driving Test. Hampir kita semua umumnya sudah pandai mengemudi dan memiliki kartu SIM (Surat Ijin mengemudi/Driving License) dari negara asal masing-masing. Namun demikian, saat seseorang bergabung pada misi PBB dan mengendarai kendaraan dinas berlogo-kan “UN” dan simbol PBB, maka kartu SIM nasionalnya tidak berlaku kecuali menggunakan SIM khusus untuk Staff PBB yang hanya bisa dipakai untuk menyalakan mesin mobil (Integrasi sistem Carlog) dan mengendarai kendaraan dinas tersebut.

Agung Tusih 066

Agung Tusih 050

Agung Tusih 052

Tes mengemudi baik itu tertulis dan praktek, sepintas adalah gampang-gampang-susah, apalagi bagi mereka yang terbiasa mengendarai di sisi setir kanan lalu saat bertugas di misi harus mengendarai kendaraan dengan setir kiri. Nah, saat diuji parkir mundur, belok kiri-kanan dan berada di jalan ditengah kota dengan situasi lalu-lintas sebenarnya bisa saja menjadi gugup dan akhirnya gagal memperoleh SIM tersebut.

Driving - Turning

Driving Test - Signs

Driving Test - Lanes

Kemampuan berkendara pada daerah operasi misi PBB, memang membutuhkan kepiawaian tersendiri. Medan jalan yang buruk, sikap pengguna jalan di negeri setempat dan bagaimana local traffic regulations yang berlaku serta prosedur penanganan kecelakaan dijalan pada daerah misi dan sikap pengemudi staff PBB bilamana terlibat dalam sebuah kecelakaan lau-lintas adalah suatu wacana baru yang penting untuk difahami, agar bisa menyiasatinya dengan baik dan terhindar dari potensi/resiko kecelakaan.

IMG_7952

Cars 245

Cars 301

Saat nasib sial menghadang seperti terlibat pada kecelakaan lalu-lintas dimana kendaraan dinas menjadi rusak dan malah menimbulkan korban di pihak ketiga, usai proses penyidikan/investigasi oleh pihak “Security Section” hasilnya akan menentukan apakah staff misi yang bersangkutan dinilai lalai menjalankan kewajibannya dalam menjaga tata tertib mengemudi dan apakah kerusakan dan biaya reparasi kendaraan PBB tersebut dibebankan sebagian atau sepenuhnya pada staff ybs tadi. Runyam, khan?.

Mereka yang berkendara di sektor pedalaman juga tidak luput dari tantangan yang bukan kepalang. Belumlagi sikap pengemudi staff misi yang suka sok tahu dan nggakmau menuruti aturan, serta mereka yang sok pede memaksakan untuk menerjang suatu medan, yang akhirnya malah memperosokkan kendaraan itu kedalam kubangan atau nyari terjungkal. Kacau, deh!.

DSC_0353

DSC_0346

Itulah mengapa pentingnya setiap staff yang akan berangkat bertugas pada misi PBB agar disiapkan dari tanah airnya dahulu. Bagi rekan-rekan dari Kontingen Garuda, saya percaya bahwa PMPP-TNI telah mempersiapkan personilnya masing-masing agar faham dan terbiasa mengemudikan kendaraan setir kiri, dan persiapan keselamatan berkendara lainnya, agar semuanya bisa selamat dalam berkendara tidak hanya saat berdinas di misi, namun juga saat cuti mudik dan purna tugas, tetap mampu dan piawai dalam menjaga keselamatan berkendara. Drive to arrive alive mestinya selalu menjadi pegangan teguh setiap individu dalam mengemudi. Have a safe driving while on mission as well as at home.

Ayo ceritakan bagaimana pengalaman mengemudimu saat tiba di daerah penugasan misi PBB?.

Dody Muhtar Taufik Dody Muhtar Taufik, currently holding a rank in Major Cavalry. Graduated in 1995 from Indonesia’s military academy, Possesses various military course to include Basic Armor, Staff Officer’s Course, Para Trooper and several other to include the latest in Civil Military...

Detail Profile »

14  Comments

by Yeni Trisiani at 17 June 2010, 18:57

Gilee..sampe mobil bertumpuk kayak kerupuk..mungkin kondisi jalanan di Liberia mirip dengan di India. Hampir 90% mobil di sana cuma punya satu spion (sisi pengemudi) saja. Yang sisi satunya lagi, udah pada buntung kena sabet mobil lain. Sampe India mengeluarkan mob-nas (mobil nasional)nya, sengaja hanya pake satu spion saja.

by antokoe at 17 June 2010, 20:46

wah bapak satu ini salah satu personil perdamaian PBB toh….
salut bung, sebuah pemaparan yang lengkap dan detail.
omong-omong kalau di Indonesia mobil bekas (bertumpuk) sudah jadi inceran para pemburu rupiah, he…he…

by Ivone Whie at 18 June 2010, 03:26

Salut… Di Jakarta aja, Ivone sudah keder. Satu kemanjaan yang hrs ditanggulangin, nih.

SIM sudah mati bertahun2 hrs di-refresh kapan ya bagusnya?

by Judith Schaad at 18 June 2010, 03:29

Heemmm.. benar2 membutuhkan Kebersamaan yang kuat :)

by Yogi Anggoro at 18 June 2010, 03:35

hohohoho… mau gak mau suka ngga suka dipaksa kudu jadi off-roader Kang… n biasanya dimana UN Mission berada pasti infrastructure negara ybs acakadut (kalau negaranya maju n tertib mah kagak perlu UN Mission ya..?)..

Kudu tenang, santai n stay focus.. n kendaraan umum disini ama bajaj di Jkt juga sama, hanya Tuhan dan supirnya aja yg tau kapan dia mau belok atau berhenti…hihihihi ;)

by Debbie Lanawang at 18 June 2010, 03:45

Kalo soal off road, kek nya bisa eksport supir2 metromini di indonesia deh…….hehehehe…..

by quinie at 20 June 2010, 19:37

holllaaa mas luigi…aka domba garut.. hahahaii saya kok kepikiran es telernya sinar garut yak?! :D
semalem sayah juga mampir kemari, cuma rada bingung aja, mana postingannya yak?

hohoho.. seru juga pengalaman menyetirnya. wew… menyetir dengan kemudi di kanan ajah sayah ga bisa apalagi di kiri? saya cuma user angkot & taksi doang :D.

btw, pas liat kendaraannya ampe bonyok gitu, just wondering… itu kecelakaannya guling2 di jalan tol atau dipukulin orang?

salam dari indo :)

ps. makasih atas tawarannya untuk bergabung. saya liat2 dulu ya persyaratannya :)

by Tommy Aria Dwianto at 4 October 2011, 03:05

Artikel yang sangat faktual…!!

Hal seperti itu pun pernah terjadi pada diri saya, dimana Nissan Patrol yg cukup “tough” pun bisa terbalik gara2 sebuah lubang yang tidak terlalu besar di jalan antara Maridi County and Juba – South Sudan.

Akhirnya MSA satu bulan sedikit banyak terkuras untuk mengganti biaya perbaikan dan beberapa spare-part.

Jadi benar tentang “The DOs and Don’ts perihal driving. Lebih baik menggunakan *Metode Defensive Driving.

Regards,

Tommy Aria
CoESPU – Vicenza

by Farid Umar at 4 October 2011, 03:06

Nice experience, wah itu buat saya entar deh kalau jadi beneran join yah, baru deh bisa cerita ​..

Hεε☺…hεε☺…hεε☺….

by Sangulosquaw at 5 October 2011, 03:47

Kang Luigi, onggokan mobil-mobil bekas itu mah bisa jadi peluang bisnis orang Madura yang kini sudah menjadi juragan pengumpul besi tua dan kapal-kapal karam di tanah air hasil etos kerja ulet mereka :-) hahahaa… Banyak bener tuh bangkai mobil-mobil yang rusak akibat kecelakaan…. Ketauan dah, selain medannya berat mungkin banyak juga pengemudi staff misi yang bersikap sok jagoan, mudah2n rekan2 Kontingen Garuda tidak begitu yaa… Ohya, “Drive to arrive alive” mudah2an bisa juga diterapkan pada supir-supir metromini & kopaja di Jakarta. Thanks for the nice article….

by Tjut it Lambeuso at 6 October 2011, 01:29

Terimakasih Artikel nya kang Luigi, jadi bahan pengetahuan nih.. thnks ya. dan goodluck juga take care. kang Luigi.

salam.
Tjut Lita.Lambeuso.

by Indung Peuting at 6 October 2011, 04:11

Assalamu’alaikum…..

Kang Pralangga, kumaha damang….? lami teu aya wartos…, eta geuning nuju pakeupuk pisan, kade ach……bilih kumaonam…..he he

Wilujeng damel kang…., wios ach ku basa sunda, Da moal aya anu ngartieun……he he. Iraha bade mudik ka lembur….wilujeng damel kang…..Nuhun, salam kanggo kulawargi….

by Benny Krishna at 6 October 2011, 06:34

wah…..selesai tugas bisa piawai sebagai off roader….nih!
Pengn tahu seperti apa sih perbandingannya dengan medan yang ada di Indonesia?

by Papa'na Dodo at 7 October 2011, 05:48

wah…..

Kalau pulang ke Indonesia, tdk ada saingan offroad hehehe
tetap semangat Om Lui.

salam,
Papa’na Dodo

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

798 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Isa Soemawidjaja Isa Soemawidjaja was born in Jakarta, 10 March 1983. He is currently working as Protection Assistant at United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Jakarta where he is doing Refugee Status Determination by interviewing asylum seekers, drafting legal assessments and...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 7 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 14 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 17 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 17 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 18 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago