About This Post

Correspondent Luigi PRALANGGA

Total 18 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 32 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 8.3/10(3 votes cast)

Articles

Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia

Setelah melalui penerbangan yang melelahkan itu, 16 jam sudah dilalui dengan tertatih-tatih. Akhirnya tiba juga si kampret ini di Bandara Kotoka International Airport (KIA/ACC), di Ibukota Republik Ghana, yaitu_ Accra_. Lepas meninggalkan penerbangan Emirates, seperti biasanya sih angkot selanjutnya semestinya sudah standby nangkring di tarmac, yaitu UN-152.

UN-152 adalah inisial penerbangan United Nations Mission in Liberia. Pesawat ulang-alik (shuttle) khusus dioperasikan oleh pihak UNMIL guna mendukung keperluan transportasi personil sipil/militernya, baik itu untuk keperluan mengantar para staff UNMIL keluar Liberia menuju international airport hub terdekat, yaitu di Accra – Ghana, untuk meneruskan perjalanan/penerbangan selanjutnya.. atau juga sering dipakai untuk keperluan antar-jemput rotasi kontingan pasukan penjaga perdamaian PBB. Itulah mengapa saya sedikit heran mengapa si angkot ini (Boeing 757-300) tidak nampak di landasan, kemanakah gerangan?

Ini bisa berarti penundaan yang bisa berujung pembatalan penerbangan ke Liberia dan harus menginap semalam lagi di Ghana.

Rampung dengan urusan baggage claim, kami berempat akhirnya menuju terminal keberangkatan. Kali ini, sebuah keistimewaan sekali untuk bisa mencocokkan jadwal cuti mudik dengan rekan-rekan di Kontingen Garuda XXI-5, dimana lengkap semua anggota kontingen sepakat untuk mudik kampung bersama-sama. Mereka adalah Let.Kol. Joseph Rizki Prabowo (Komandan Kontingen), Let.Kol Agoeng Satiawanpoetra dan Major. Tusih Widayat.

Meski beberapa jepretan terlihat mereka segar-bugar dan tersenyum lebar, namun sumpah! itu adalah upaya keras agar terlihat ‘presentable’ didepan lensa dimana sudah pasti kita berempat merasa badan ini sudah remuk-redam dihantam lelahnya terbang menjelajah 2 benua ini. Kalau bisa ketemu kamar mandi dengan pancuran air hangat dan tempat tidur, sudah pasti bagasi-bagasi yang besar dan berat itu ditinggalkan saja.

Proses registrasi penumpang selesai, para staff MOVCON (Movement Control) di Accra Airport, mempersilahkan kita untuk segera naik ke pintu keberangkatan (Boarding Gate), selagi mereka sibuk berkoordinasi melalui Radio HTnya, terdengar cukup lantang kalau si pesawat ini (UN-152) akan tiba terlambat ke Accra.

Meski badan ini sudah soak di level 5 watt, namun pendengaran ini masih tajam, alhamdulillah.

“Kudjoe, what seems to be the problem with the flight?”, tanya saya pada Kudjoe Abedi Bright – Staff UNMIL Movcon.

“Nothing really, just a slight delay as the plane is making its second trip back…” jawabnya santai.

“Second trip back?? What do you mean? – Did the plane carried an earlier batch of UNMIL staffs?” balas dengan alis ini naik semuanya.

“Indeed, we have been taking some Liberian Refugees back to their homeland.. you should see us how hectict this morning was..” jelasnya.

“What!!!?? – Liberian Refugees? on our plane?.. Oh my!”

Pikiran ini sudah membayangkan gambaran bahwa pesawat yang nanti akan mengantar kita kembali ke Liberia akan penuh sesak dengan ‘penumpang tambahan’ dan mungkin dengan tetek bengek; ember, kasur, kompor, kucing, dan _kambing _mereka akan turut serta masuk kedalam kabin. Wah, gawat nih!

—————————————————
Kembali ke bulan Maret 2008 yang lalu, sebuah sore dimana saya dan seorang kolega dikantor sedang terjebak ditengah kemacetan di bilangan Tubman Boulevard, Monrovia. Terlihat dari kejauhan ada kerumunan massa, ini biasanya ada kecelakaan lalu-lintas, entah 2 kendaraan saling senggol, atau sepeda motor menyerempet seekor kambing, yang kemudian kambingnya marah, tidak dapat mengejar motor itu maka kendaraan terdekatlah yang diseruduknya.

Sembari menikmati kemacetan jalan, masih sedikit terhibur karena sedang dibahas dengan sengit tentang wacana pemulangan para pengungsi Liberia yang sejak tahun 2003 ditampung di Accra, Ghana dan _’emoh’ _untuk pulang keluar kembali ke negaranya.

Perihal pemulangan pengungsi Liberia di Ghana, adalah bukan cerita baru, pihak UNHCR, badan PBB urusan pengungsi ini juga sudah tidak kenal lelah membantu proses pemulangan mereka sejak tahun 2005.

Dimana dalam perdebatan sengit disiarkan oleh BBC World Service di frequensi FM 103.00, ada komentar seorang pengungsi yang mensyaratkan bahwa mereka HARUS dibekali uang sebanyak US$ 1000.00 per kepala keluarga, baru bersedia dipulangkan, sementara Badan PBB urusan pengungsi, yaitu UNHCR hanya mampu memberi sangu mereka US$100/kepala keluarga saja. Wah pokoknya ribut-rame deh, debat di radio itu.

Seperti dimuat berita headlines pada beberapa surat khabar di Liberia, menegaskan bahwa pemerintahan Ghana, tetap bersikukuh bahwa para pengungsi HARUS dipulangkan ke negara asal.


————————————————-

Ok, sekarang kembali ke cerita pesawat itu…

Mungkin waktu itu, pikiran ini sudah begitu paranoid, apa karena sudah lelah cadangan psikis dan fisik ini untuk harus berdesak-desakan dan menghadapi kerepotan lain-nya. Sementara para staff lainya pun juga terlihat sedikit terkejut kalau penerbangan pulang ke Monrovia itu akan dicampur oleh refugee.

“Ah, sudahlah.. whatever will be – will be, lah!” pikir benak ini sambil bergegas mencari kursi kosong yang panjang agar badan ini bisa digeletakkan tanpa kaki harus tertekuk. Mendapati kursi tunggu yang terbuat dari besi layaknya kursi-kursi di bandara itu, meski tidaklah begitu nyaman diduduki, nampaknya si kampret ini langsung roboh saja disitu, dengan ransel ini dibuat sebagai bantal kepala. Sesekali mata ini sebelah terbuka sedikit, untuk melihat apakah penumpang jurusan Liberia itu masih ada terlihat. Dari jam keberangkatan awal yaitu pukul 1500, kok kita masih nangkring saja di departure lounge.

Pukul 1700, akhirnya terdengar juga lantang suara PA (Public Announcement) speaker yang sember-pecah itu.

“tung-ting-tong-tung…” (gimana sih bunyi chime-nya announcement airport)

“Attention please, United Nations flight number UN-152 has just landed. For passengers travelling under flight UN-152, please proceed to the boarding gate..”

Dalam hitungan kurang dari 10 menit, kita – para staff UNMIL sudah disiapkan dan masuk kedalam bus untuk diantar ke sisi pesawat, maka terlihatlah disana antrian yang panjang para pengungsi Liberia, mereka ternyata sudah berbaris rapi menunggu kedatangan kita, sebelum mereka masuk naik pesawat. Terlihat saat bus kita melintas didepan deretan itu. Dari mulai anak balita, sampai para orang tua dengan barang bawaan-nya masing-masing. Tidaklah terlihat kasur, ember dan kambing atau kucing itu, seperti pikiran buruk saya sebelumnya.

Kelopak mata ini hampir penuh dengan genangan air mata kala melihat seorang bocah perempuan, mungkin sebaya dengan Abigailputri bungsu saya, yang notabene akan berulang tahun yang ke 6, akhir bulan juni ini. Meski tidaklah mirip dengan Abigail, namun barang bawaan yang erat sekali dalam genggamanya mengingatkan diri ini dengan si bungsu di kampung halaman, yaitu sebuah boneka Barbie yang nampak sudah usang baju bonekanya, dan rambut pirangnya agak terlihat belel-kulehe (Baca: Usang luntur, Bhs. Sunda. Red) begitulah!.

Andai saja stamina tubuh ini masih tersisa sedikit saja energi, mungkin saya akan berlari dan berfoto bersama si perempuan kecil Liberia itu. Begitu kelar naik tangga, duduk di kursi penumpang kosong terdekat, taruh barang-barang di overhead locker, pasang sabuk pengaman dan langsung deh.. “kerr… merem dan mengoroklah si kampret ini”.

Biarlah itu si pramugari/cabin crew cuap-cuap soal keselamatan penerbangan sendirian.. sementara si Kampret ini sudah pikirannya melesat ke bulan sembari ngorok. Perjalanan 2 jam terbang dari Accra – Monrovia, berjalan lancar.. hanya terdengar suara ngak-ngek-ngok bayi saja yang sempat teringat saat take-off dan landing.

Tiba di Monrovia, ternyata rombongan refugee/pengungsi itu keluar dari terminal yang terpisah, sempat saya celingukan mencari dimana perempuan kecil Liberia itu, lantaran di saku celana ini masih terdapat beberapa buah permen. Nampaknya, terbang bersama pengungsi Liberia yang mudik itu tidaklah seperti yang dikhawatirkan.

Note: Setelah teler tidur mungkin sambil ngorok dan _ngacai-meleleh selama lebih dari 10 jam, keesokan harinya bangun agak lumayanlah badan ini, sembari menelpon ke kantor mengabari kalau si Kampret ini tidak akan masuk ke kantor hari ini, istirahat menebus lelah perjalanan dan kemudian sempat membongkar isi koper-koper itu dan lihatlah apa-apa saja yang saya bawa turut serta dari kampung_: Perbekalan kesejahteraan, sodara-sodara!

by Vina Revi at 21 July 2008, 04:55

Jadi meskipun capek luar biasa, yang namanya narsis mah kudu tetep ya, mas? btw, due datenya oktober, ya? wah, moga2 tanggal lahirnya persis sama aku, ya. Yaitu tanggal 5. Minta di-caesar aja, Oom! :)

by Vina Revi at 21 July 2008, 05:02

hehe, jadi nggak boleh berburuk sangka dulu, mas. Buktinya nggak ada yang bawa ember plus panci segala, kan?

Justru malah ada yang bawa Indomie rasa kari ayam, tuh! :)
btw, kalo aku lebih doyan yang rasa ayam spesial, mas! halah, malah OOT.

by LieZmaya at 21 July 2008, 08:46

wow prodak indo dusnyamah.
deuh kumaha nya rasana kang? simkuring asa ngiringan nyeblak raraoseun hate teh :(

by Shiela Jumalon at 21 July 2008, 13:50

hi luigi,
ok . . . , i’m going check at your email that you giving me.
How’s like in liberia? do know badeth the so officer of SRSG in liberia? the big one lady in close-in scty. she is my former colluege her.

Are you still in liberia lui? regards to your co-UN Staff. may be next deployment will see you there.

Best wishes and goodluck to your job . . . . bye bye bye

by Donasion at 21 July 2008, 16:03

Saya udah menduga pikiran Kang Luigi seperti saat UN-152 cancelled waktu kita pulang bersama bulan Februari yang lalu. Kita harus menginap 1 hari di Accra, terbangun jam 2 malam karena mata ini masih mengikuti waktu di Indonesia. Perut lapar bukan kepalang dan untung ada keripik nangka.
Selamat datang lagi Kang di Liberia. Pasti udah seger lagi.
Titipan untuk saya dari Istri saya udah saya terima.
Salam
Don

by merahitam at 21 July 2008, 16:07

Wah, jalan-jalan soreku ternyata sampai di Liberia. Salam kenal kang. Dan blognya keren. Jadi tahu gimana kehidupan dan suasana di negeri lain, dengan penuturan yang lebih personal. kek-nya mesti aku tambahin di google readerku. :)

by Pipin at 21 July 2008, 19:32

weleh weleh…sayah ngabayangkeun si Akang mawa2 Supermie itu adalah stok terakhir dari Indo sehingga disayang2 pisan:)

aduh ceritanya.. membuat sayah inget bawa para pengungsi dari Aceh ke Medan waktu terjadi tsunami. tgl 29 Desember thn 03 eh 04 yah? yang namanya pesawat dipenuhi muka2 yg sangat kosong, anak2 kecil memelas, sering menangis selama perjalanan, Lalu baju2 pengungsi itu lusuh gak karuan seadanya. bayangkan sudah 4 hr gak mandi..jadi gak heran ada temen yg turun pesawat langsung muntah dan dia gak bisa makan 2 hari katanya krn inget para pengungsi dan baunya ruangan pesawat Merpati saat itu seperti bau anyir mayat dll. susah dibayangkeun lah..
Kami bersepuluh org menggiring org sepesawat merpati full (itu baru 1 kali) besoknya lagi gantian.
Saya dan teman2 menahan tangis sepanjang perjalanan sambil membagi2kan makanan dll. Duh Gusti jangan pernah terjadi lagi…

Btw, kamari pulkam bawa brp lagi?
Halah pulkam tara woro2 tau2 geus balik wae..dasar artis sibuk wae tah nya…
Okeh..Cu Take Care nya.. Salam wangi duren dan kembang setaman dari Indonesia

by Capt Sandy at 21 July 2008, 23:27

Horeee… Akang sdh datang!!!
Welcome to the jungle… :P

Bagi2 atuh Indomie-na, di dieu teu gaduh deui… Tos ludes-des-des! :D
Cerita Akang ini seperti ceritanya Kho Ping Ho…lgs menggebrak! Ditunggu cerita seru lainnya selama cuti kemarin…Tapi, ga ikutan demo BBM kan, Kang?

Summer regards from Lebanon,

by doel at 22 July 2008, 09:00

Wah, perjalanan panjang dan bekal beberapa bulan yang sekoper… bengbeng nggak ada, ya? :D

by eriezz Lee at 22 July 2008, 13:46

satu yng beda dari mas tuh..klo bikin cerita pasti rame..bodorr..kocak pisan..meskipun cape ..ntah kelelahan..entah faktor U hahaha tetep bisa bikin yg pada baca ketawa ngakak..geus ngacai malah..
tapi semua cerita nya klo eris baca pengalaman pribadi..wah hebat mas bisa mengemasnya sehingga mudah di pahami n bisa bikin para pembacanya ketawa..wakakakak

by shanty at 22 July 2008, 20:55

indomienya teteeeeeeeeeep, gak ketinggalan :))
inget yah, air rebusan pertama dibuang, setelah itu kasi air lagi baru boleh dikonsumsi ;)
welcome back to liberia yah

by Yudha at 23 July 2008, 17:55

Bener Kang,
itu Pak Letkol dan Pa Mayor mani kayak yang berat dadah nya :)

Selamat bertugas lagi yak …

by mascatur at 24 July 2008, 19:54

Akang selamat kembali ke dunia persilatan …. Akang Luigi masih beruntung nasib “REFUGEE” dari pada nasib saudara saudari kita TKI (TKP/TKW )……pernah saya ambil Double CTO pulang ke INDON (istilah kawan MALAY) bareng kawan Malay dan rombongan TKI…..Astagfirullah kawan malay kita langsung pakai “keplek” PBB UNMO…karena malu dikira TKI…nelongso kang rasanya hati ini

by Bruno at 26 July 2008, 17:57

I am sure by now you know that I am back at UNHQ, workwise UNIFIL is great but living there, no I do not think so, I would better be in Liberia 100xs.

Luigi, I need a small favour, my big brother Bennie Mushumbusi from UNHQ Engineering – New York is leaving tomorrow on SN Brussels flight for UNMIL – Liberia, could you please book him at that hotel that I stayed in?

I can not remember the name or if there is another hotel that is equally good in facilities and price then you could book him there instead. He will be there for 10 days.

Take care.

Bruno

NB: When do you come to New York?

by Christy at 26 July 2008, 23:21

Hallo kang Luigi,

Apa kabar? How was your holiday?

I guess the ‘toughest’ thing is when you have to go back to work after holidays, eh?) Hope you have had lovely times with your family!!

Kalian ke Bali ya? Pergi ke mana aja?

Bulan Agustus nanti Christy & keluarga juga berencana mau ke Bali plus Lombok. Skrg ini Mama & adik2 sudah ada di Jkt; Christy & Papi akan menyusul awal Agustus. Ufh, can’t wait to go! Eventhough we’ve tried to make Dubai our ‘home away from home’, still we’re looking forward to go home. There’s this ‘indescribable feeling’, isn’t it?)

Anyway, welcome back to work; hope you don’t feel too much of homesick!

Take care,
Christy

by Silly at 4 August 2008, 19:46

HAHAHAHAHHAAHAHA… bawaannya itu loh… berdus2 indomie :D

Anyway, as usual, ceritanya selalu menarik, ada kambing nyeruduk segala lagi, hehehe… Belum lagi cerita mengharukan tentang gadis kecil (kenapa kalo cerita ttg anak kecil kita semua suka terharu yah, anak saya juga suka sekali bikin saya berkaca2 ketika tiba2 dia datang dan bilang, “mommy… can I tell you something?… Saya bilang, “sure, what is ist darling?”… dia bilang, “I love u so much mom, don’t die like novi’s mommy, okay?”

haduhhh, saya gak bia bicara, saya cuma bisa meluk dia, sambil meyakinkan kalo saya akan selalu ada disampingnya, walaupun umur itu semua Tuhan yg atur. (sahabatnya baru saja kehilangan ibunya (meninggal)), dan dia takut saya juga akan mengalami hal yg sama.

Duh, curhat colongan deh tuh… :P

btw, bawa beras juga gak mas?… hehehe,…Artikel ini aku link yach

salam,
Silly

by Harriansyah at 8 August 2008, 10:25

wah bawa Indomie ya pak, buat menebus rasa kangen :D

by be samyono at 10 August 2008, 21:41

wah pengalaman yang luar biasa yah.

comment linknya kok error terus ya tiap kali sharing commentsnya :D ——> iki maksute apa yah mas? kekekek iyah lagi banyak kegitan blog terbengkelai ihiks

salam balik dari kampung

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help