Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Teruntuk seorang sahabat

20 September 2008, 15:27 , by Erfan Ahmad Piliang

 

Minggu demi minggu selalu kupandangi almanak yang tergantung disudut kamar ini dan waktu semakin mengeksekusi tanpa kompromi laksana algojo tanpa peradilan.

Tinggal sepekan lagi kebersamaan kita di Indo House ini tak terasa waktupun begitu cepat berlari…….Betapa akan terasa bagiku sepi & sendiri lagi.

Tak ada lagi teman bercengkerama,seorang teman dengan sosok yang keras,disiplin tapi selalu Arif dan bijak dalam berdiskusi,bercanda dan berceritera tentang apa saja dari hulu ke hilir dari tepian hingga muara,seorang mentor yang selalu sabar mendengarkan kisah suka dan duka saya di ranah Kinshasa ini.

SELAMAT JALAN …… Mayor Laut Arif Harnanto

Selamat kembali ke Bumi Pertiwi
Selamat bergabung kembali di pangkalan TNI-AL Surabaya
Selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta

TERIMA KASIH MAYOR … terima kasih Sohib
Terima kasih atas semua kebaikan & keramah tamahan yang tulus selama kebersamaan di Congo ini.

Pastilah semua ini akan menjadi kenangan manis bagi saya pribadi, kenangan dihari minggu dan betapa saya mensyukuri kalau Tuhan sudah mempertemukan kita tanpa sebuah rencana sekalipun.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan Rahmat & Hidayah-NYA, kesehatan lahir-bathin, sukses dalam karir dan kebahagiaan atas keluarga yang saling menyayangi.

Berbahagialah untuk Nikmat yang tiada henti dan rasa Syukur yang tiada putus BAHWA tidak ada satupun yang terjadi terkecuali atas izin Allah SWT.
Semoga kelak Tuhan mempertemukan kita kembali.

Salam hangat & jabat erat : Erfan Ahmad Piliang

Note : Bapak Mayor Laut Arif akan kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan tugas Negara nya s/d tgl 3 okt 2008.

Erfan Ahmad Piliang Erfan Ahmad Piliang is not new comer to Africa. Currently responsible to support Indonesia’s Sinar Antjol markets existence in the Democratic Republic of Congo (DRC). Previously serving in various eastern african regions, like Angola, Eritrea – Ethiopia, Comoros Island, Madagascar...

Detail Profile »

2  Comments

by Luigi Pralangga at 20 September 2008, 15:43

Mas Erfan,

Sahabat, adalah hal yang membuat kita mampu bertahan saat bekerja di daerah pasca-konflik ini. Tempat kita bertukar pikiran dan saling mendukung. Tentunya dalam mencari sahabat itu sendiri banyak lika-likunya. Semoga bisa terus bersialturahim dengan Mas Arif meski akan pulang ke tanah air. Salam juga buat beliau dari kita-kita di Liberia.

by Dee at 20 September 2008, 16:08

Sama deh Mas Erfan…
Saya juga akan kehilangan seorang sahabat terbaik saya karena dia akan pergi dari Surabaya dan bertugas di Jakarta. Tinggal menghitung hari sampai bulan Oktober nanti … hiks.
Tapi bersyukur setidaknya krn masih di Indonesia mungkin suatu saat saya bisa mengunjunginya……
Saya juga berdoa Semoga kelak Tuhan mempertemukan kami kembali.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Deden LUKMAN Graduated from the Air Force Academy in 1996. Initial service within the IAF begun Central Command Comms in Abdurrahman Sallah Air Force Base, Malang – Eastern Java. Following another assignment at Hassanudin Air Force Base, Makassar for 2,5 years. His...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago