Tidak seperti sebelumnya, kali ini Indonesia mengirimkan satu pasukan kontingen Garuda yang seluruh terdirinya dari pasukan “Elite” yang ada di
Indonesia untuk bergabung dengan misi pemeliharaan PBB di Libanon, UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Satgas FHQSU Kontingen Garuda XXVI-A/UNIFIL, dengan pimpinan Kol Mar Saud Tamba Tua, lulusan AAL 1986, bersama dengan 199 orang prajurit TNI lainnya mulai tanggal 7 Nopember 2008 menjalankan tugasnya sebagai satuan Force Headquarter Support Unit (FHQSU) dari UNIFIL HQ. Apabila sebelumnya pasukan “Elite” yang bertugas bersama Kontingen Garuda lainnya merupakan sebagian kecil saja, untuk Kontingen Garuda kali ini keseluruhan dari 200 orang prajurit TNI tersebut berasal dari seluruh pasukan “Elite” yang ada di Jajaran TNI. Dimulai dari TNI AD yang mengirimkan prajuritnya yang berasal dari satuan Kopassus, Detasemen 81, Kostrad Raider, Kostrad Linud, Taipur Kostrad dan Kav Serbu, TNI AL mengirimkan personel dari Marinir, Detasemen Jalamangkara, Pasukan Katak dan Taifib, serta TNI AU mengirimkan personel dari Pasukan Khas TNI AU dengan Detasemen Bravonya.
Kekhususan pengiriman kali ini merupakan permintaan langsung dari Dewan Keamanan PBB yang menginginkan personel yang diutus berasal dari pasukan “Elite”. Hal ini disebabkan penjabaran tugas yang diberikan adalah untuk mengamankan markas besar UNIFIL beserta seluruh aset dari Force Commander, pengamanan Konvoy dan tamu-tamu VIP/VVIP UNIFIL, sebagai pasukan Quick Reaction Force (QRF) dan penindakan huruhara (CRC). Keseluruhan tugas itu diyakini dapat dilaksanakan dengan hasil maksimal apabila dilakukan oleh pasukan yang memiliki kemampuan dan dilatih secara khusus dalam hal pengamanan jarak dekat, keahlian penggunaan senjata api/tajam dan ketabahan yang prima, yang kesemuanya merupakan hasil dari latihan khusus yang telah dilakukan oleh para “Elite” tersebut di satuannya masing-masing.
Tugas-tugas yang telah dijalankan oleh pasukan “Elite” ini di Libanon antara lain adalah pengamanan kunjungan Sekjen PBB Ban Ki Moon ke perbatasan Israel-Lebanon dengan meniadakan ancaman yang berasal dari pihak Israel maupun faksi bersenjata yang ada di Libanon Selatan, menjalankan tugas
pengamanan dari pos-pos pengamatan di suhu udara mencapai 0 derajat celcius dan angin mediteranian yang kencang. Penugasan yang tidak dapat dijalankan dengan keyakinan tinggi apabila tidak terlatih ataupun teruji sebelumnya.
Inilah penugasan pasukan “Elite” TNI pertama kali keluar negeri secara resmi, setelah operasi “Woyla”, untuk menunjukkan bahwa profesionalisme the “Elites” TNI tidak kalah dengan pasukan “Elite” lainnya di seluruh dunia.
“Tetap Semangat! Garuda!”
Tulisan oleh Letkol Inf Kurniawan Firmuzi Syarifuddin, SE. – Lulusan Akademi Militer TNI AD (Akmil) 1990.

Saat ini sedang menjalani misi UNIFIL dalam Kontingen Garuda XXVI-A mulai Oktober 2008 – Desember 2009, sebelumnya pernah ikut misi UNOMIG sebagai Military Observer (Milobs) 2002-2003. Peacekeeper ini mempunyai hoby membaca dan olahraga.
Selamat bertugas Pak. Semoga senantiasa mendapat keberkahan dan lindungan dari Yang Maha Kuasa.
Salam dari Indonesia.
Kepakkan sayap sang Garuda hingga ke luar negri. Keep the faith my brother, karena rekan2ku yg bekerja dan mengemban tugas di bawah bendera UN membuat nama bangsa Indonesia selalu harum. Good Job
My brother, I’m proud of you :-) please let your Labs School friends know when you arrived in Jakarta, we’ll provide you a red carpet and having fun with your old school pals. Take care and Peace bro!!!
semangat pak, rakyat Indonesia bangga dan slalu mendukung anda dan anak buah anda. Merdeka!!!!
Allah Bless u
selamat bertugas , bangsa ini membutuhkan putra2 pahlawan sejati..dan harapan masadepan yang gemilang untuk indonesia.jayalah pasukan garudaku..