Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 32 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 464 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< UN Peaeckeepers' Medal : Prestasi dan Penghargaan bagi Military Observer - UNMIL
Peneliti USINDO di Kontingen INDONESIA >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
by Tjut Lita Lambeuso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Irawadi,
Wah, BIPSOT sudah jauh berkembang ya….saya juga “Alumni” ...
by Ary Laksmana in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
MAs Irawady, salam kenal ya
Mas, bisa bikin kita jadi tau ...
by Yunita Dwiana P in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
Mas Irawadi,
Dengan giatnya persiapan serta pelatihan TNI baik pembekalan didalam ...
by Luigi Pralangga in Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh
seng sabar ya nduk….
by Mewal in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini ...
by nadia febina in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling ...
by caroline in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Di-ujung sana, sebuah sosok yang bergerak, berteriak dan bersorak, sekumpulan dara berbalut sehelai atau dua pakaian pantai, dimana selebihnya adalah bikini berwarna sangat memukau yang memang membuat sudut mata itu tertarik menoleh dan menajamkan fokus pandangan, sesekali angan ini berkata: Ah, andai saja ia berada disebelahku saat ini, tak perlu-lah berbalut bikini, cukup diri ini bisa duduk bersebelahan.. I wish..
Well, seperti dalam beberapa posting terdahulu berikut foto-foto yang menyertainya, ijinkan kembali saya bilang bahwa kenyamanan disini itu jauh sekali dengan segala fasilitas umum yang ada di kampung..
Pergi ke pantai, adalah pilihan UTAMA dari kita-kita disini, baik penduduk lokal dan juga para expat yang bekerja disini, dan dari beberapa lokasi pantai wisata yang ramai di kunjungi di Monrovia, salah satu tujuan kelas wahid adalah —-> Thinkers Beach. Entah kenapa si pantai ini diberi nama Thinkers, apakah dulunya banyak pemikir datang kesini merenenung berpikir atau mungkin meratapi diri sembari melihat gemulung ombak yang tak henti menggebur pantai dari fajar hingga senja.
Hari itu, hari Sabtu dan merupakan akhir pekan yang panjang, karena pada hari Senin-nya adalah llibur nasional di Liberia. Maka tak heran kalau si Thinkers Beach itu penuh sesak bak pantai Miami Beach dimana bujur-bujur seksi banyak bergelimpangan disana, termasuk juga bujur-bujur gembrot pun banyak terlihat saru dari kejauhan.
« UN Peaeckeepers' Medal : Prestasi dan Penghargaan bagi Military Observer - UNMIL Peneliti USINDO di Kontingen INDONESIA »