Untuk pertama kalinya Indonesia (TNI) mengirimkan para perwiranya ke dalam sebuah misi perdamaian PBB yang dilaksanakan dalam konsep political mission bukan peace keeping seperti yang selama ini dilaksanakan oleh para perwira TNI sebelumnya.
Salah satu kekhususan pelaksanaan misi kali ini adalah pola operasi yang dilaksanakan dalam bingkai arms and armed management serta para personel yang terlibat tidak diperkenankan untuk mengenakan seragam maupun atribut-atribut militer sebagaimana biasanya yang selama ini dilaksanakan oleh para perwira TNI dalam pelaksanaan tugas sebagai peace keeping (Military Observers).
Terdapat 6 orang Perwira TNI (Pamen) yang saat ini sedang bertugas di negeri yang dikenal sebagai negeri atap dunia tersebut sebagai Arms Monitor, kontingen TNI tersebut merupakan salah satu kontingen pertama yang tiba di misi yang baru dimulai pada pertengahan bulan Desember 2006 bersama-sama dengan beberapa kontingen dari negara-negara Norwegia, Finlandia, Swiss, Yemen, Jordania dan Equador, saat ini setelah misi berlangsung selama 10 bulan negara yang berpartisipasi berjumlah kurang lebih 40 negara.
Perkembangan terakhir dalam misi ini adalah akan dilaksanakannya pemilihan umum pada tanggal 23 November 2007. Keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan Pemilu pada bulan depan akan mempengaruhi pelaksanaan mandat PBB (UNMIN) di Nepal yang akan segera berakhir pada akhir Januari 2008.
file:
Factsheet_4_ENG.pdf [136.85KB]
Category: pdf
download: 190
Slamat Bertugas Bang, Semoga sukses menjalankan misi ini demi nama bangsa Indonesia di mata dunia.