(Kongo, Afrika, 25 Februari 2010). Prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-G/MONUC adalah salah satu kontingen yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di negara DRC (Democratic Republic of Congo) dekat perbatasan Negara Uganda dan Kenya. Kompi Zeni TNI yang mempunyai tugas membangun infrastruktur di negara yang carut marut akibat perang saudara ini sangat diperhitungkan oleh MONUC (mission de I’Organisation Des Nations Unies en Republique du Congo), dikarenakan Kompi Zeni TNI sangat disiplin dalam menjalankan tugasnya serta dapat menyelesaikan setiap pekerjaan pembangunan infrastruktur yang diperintahkan oleh Force Commander MONUC seperti membangun jalan, Hellypad, pemeliharaan Run Way dan lain-lain yang ada di daerah Dungu. Selain itu, Kontingen Garuda XX-G belum tercatat dalam lembaran buku hitam PBB, seperti melakukan pelanggaran hukum bersifat kriminal maupun melakukan Asusila yang dapat mencoreng nama baik PBB dan Negara Indonesia.
Dalam kesempatannya menghadiri acara Contingent Commanders Conference di Kinsasa Ibukota negara DRC (Democratic Republic of Congo) selama dua hari (23 – 24 Februari 2010), Komandan Kontingen Garuda XX-G/MONUC Letkol Czi Arnold AP Ritiauw mendapat acungan jempol dari Force Commander Letnan Jenderal Babacar Gaye di depan para peserta konferensi pada acara pembukaan Contingent Commanders Conference yang dihadiri lebih dari 20 negara yang tergabung dalam misi perdamaian di Negara Kongo.
Acungan jempol ini melambangkan keberhasilan Komandan Kontingen Garuda XX-G/MONUC Letkol Czi Arnold AP Ritiauw dalam memimpin Kompi Zeni TNI di daerah misi, karena saat ini belum ada anggota Kontingen Garuda XX-G yang melakukan pelanggaran terutama yang terkait dengan SEA (Sexual Exploitation and Abuse).
Konferensi yang dihadiri oleh beberapa Jenderal pejabat MONUC seperti Brigadir Jenderal ATM Zia Ul Hasan (Komandan Brigade MONUC dari Bangladesh), Brigadir Jenderal Martin Owusu Ababio dari Ghana, Brigadir Jenderal Sharma Ajae Kumar dari India dan Brigadir Jenderal Nazam Ul Hassan dari Pakistan dan jenderal-jenderal lainnya terlibat dalam acara tersebut dan pertemuan ini adalah pertemuan yang sangat penting bagi para Komandan Kontingen.
Materi yang dibahas pada konferensi tersebut adalah tentang dukungan logistik terhadap FARDC (Force Army Democratic of Congo), dukungan angkutan udara MONUC, stress manajement, SEA (Sex and Explotation Abuse) dan lain-lain. Adapun tujuan dari konferensi ini adalah agar para Komandan Kontingen dapat meningkatkan disiplin dan dedikasi prajurit serta menghindari para prajurit dari pelanggaran hukum, baik yang bersifat kriminal maupun seksual sehingga tugas pokoknya dalam menjaga perdamaian dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Pada acara makan malam bersama, Jenderal Babacar Gaye mengatakan perlunya para Komandan Kontingen berkoordinasi di lapangan pada saat menjalankan tugas, sehingga pekerjaan yang di bebankan dapat dilaksanakan dengan baik. Selain itu, dalam menjalankan tugas di lapangan para Komandan Kontingen harus menekankan kepada para prajuritnya untuk mentaati peraturan-peraturan yang ada dan tidak melanggar hukum yang berlaku. SP-19/II/Konga XX-G/MONUC




Recent Comments
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago
a few seconds ago