Correspondent Muhammad IRAWADI
Total 1 comment
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 529 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Panglima TNI dan Menlu Kunjungi TNI Di Lebanon
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
hehe, jadi nggak boleh berburuk sangka dulu, mas. Buktinya nggak ada ...
by Vina Revi in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Jadi meskipun capek luar biasa, yang namanya narsis mah kudu tetep ...
by Vina Revi in Terbang bersama pengungsi (Refugee) Liberia
Sukses selalu untuk peacekeeper Indonesia. 50x/hari patroli darat? ke mana aja ...
by anbhar in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
Wauw.. What a beautiful.. Denger denger Kabul bersalju ya Mbak kalau ...
by Sulung Purwoko in Kabul is fascinating!
My deepest condolences goes to all the people who died on ...
by Sulung Purwoko in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
Its really a sad news. Well, i hope things will get ...
by Michael in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
All the rebels of the world fight for their cause by ...
by Ibtisam Affan in Deadly attack on UNAMID peacekeepers in North Darfur
Wah Seru juga ya Kang Sandy… Ibu ibu dan remaja ...
by Tjut Lita Lambeuso in Saat ibu-ibu KBRI bergembira naik panser PBB di LEBANON
Iya hebat. Program ini dilaksanakan di negeri orang. Di Indonesia program ...
by AnBhar in Kontingen GARUDA XXIII-B hijaukan “SOEKARNO BASE”
wah… kesempatan langka bisa naik Panser PBB. klo dah di ...
by AnBhar in Saat ibu-ibu KBRI bergembira naik panser PBB di LEBANON
Kontener perlengkapan ini, seharusnya diterima di Nakura terlebih dahulu sebelum didistribusikan, namun karena menurut pertimbangan tim COE, kontingen Indonesia menjadi prioritas pertama untuk menerimanya.

(Lebanon Selatan 7/2) — Hasil peninjauan tim COE (Contingent Owned Equipment) Unifil pada tanggal 27 Januari 2007, memberikan konsekwensi terhadap kontingen Indonesia. Dengan tibanya perlengkapan yang terdiri 2 buah ablution (kamar mandi) serta 15 buah corimec (hard wall) 3 modul/sekat dan 6 buah corimec 6 modul, tiba di kontingen Indonesia pada tanggal 5 Februari 2007. Kontener perlengkapan ini, seharusnya diterima di Nakura terlebih dahulu sebelum didistribusikan, namun karena menurut pertimbangan tim COE, kontingen Indonesia menjadi prioritas pertama untuk menerimanya.
Capt Philippe Ramaekers dari Engineer Officer sektor timur serta Fayyaz Asghar, Chief Engineering Officer Unifil, merekomedasikan beberapa keperluan yang dibutuhkan segera oleh kontingen Indonesia. Rekomendasi tersebut di lakukan untuk mendukung tugas, sehingga Satgas Indonesia menerima perlengkapan diatas. Berdasarkan ketentuan seyogyanya selama 6 bulan dalam penugasan, baru akan dibuatkan bangunan dengan hard wall (corimec).

Ablution adalah sebuah kamar mandi serba guna terbuat dari alumunim buatan Italia sedangkan bentuk maupun ukurannya mirip dengan kontener. Dalam 1 buah kontener berisi 3 buah shower, 3 buah WC , 2 westafel serta 1 buah urinor ( tempat buang air kecil). Sedangkan corimec sendiri diperuntukan sebagai ruang tidur pasukan (pengganti tenda). Jumlah personel yang bisa menempati jenis 3 modul dapat 12 personil. Sedangkan yang 6 modul untuk 24 personil. Baik bintara maupun tamtama, tiap sekat berisi 4 personil sedangkan untuk Perwira tiap sekat ditempati 2 personil.
Kebutuhan Ablution maupun Corimec khususnya di kontingen Indonesia baru terdukung sekitar 20%, sisanya akan dikirim dalam watu dekat. Dengan sistem knock down, bangunan untuk tempat ablution dan corimec sangat mudah dirakit serta ringan. Prioritas utama dalam pemasangan ini adalah untuk kompi motoris yang lokasi penempatannya berada di daerah terbuka. Rumah sakit lapangan Satgas Indonesia yang sudah tersedia, juga dibangun dari bahan yang sama
« Panglima TNI dan Menlu Kunjungi TNI Di Lebanon Sengsara Membawa Nikmat »