Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

UNIFIL siagakan pasukan reaksi cepat Prancis di markas Konga XXIII-B

4 December 2008, 05:04 , by Sandy M. PRAKASA

 

(Adshit Al Qusayr, 1/12) Situasi di Lebanon Selatan kembali memanas. Pembongkaran technical fence sebagai simbol Blue Line di daerah Kfer Kella ternyata mengundang reaksi keras masyarakat Lebanon Selatan. Untuk mengantisipasi kemungkinan situasi berubah menjadi lebih buruk, UNIFIL menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat (Quick Reaction Force) dari Kontingen Prancis di Markas Garuda XXIII-B UN Posn 7-1 Adshit Al Qusayr (1/12).

Protes keras dari masyarakat Lebanon bermula saat Pasukan UNIFIL dari Kontingen Spanyol melakukan pekerjaan pembongkaran barbed wires (kawat berduri) dan technical fence (pagar pembatas antar negara) dalam rangka memperbaiki saluran pembuangan air (drainase). Drainase ini memang sering menjadi biang kerok timbulnya masalah saat terjadi hujan deras di mana air hujan tidak mampu tertampung oleh drainase yang ada sehingga mengakibatkan genangan air yang cukup tinggi di kedua lokasi baik di wilayah Lebanon maupun Israel yaitu sekitar 0,5 meter bahkan lebih.

Pada awalnya masyarakat Lebanon menanggapi dingin pekerjaan Tentara Spanyol itu. Situasi berubah panas manakala mereka mengetahui bahwa pada saat bersamaan, Pihak Israel ternyata juga melakukan kegiatan pembongkaran yang sama tepat di sisi wilayah yang sedang dikerjakan Tentara Spanyol, yaitu di wilayah antara Mtelleh and Meskaf Aam. “Kami protes karena fakta di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan yang dilakukan Tentara Spanyol cenderung menguntungkan pihak Israel, terutama karena drainase tersebut akan digunakan untuk pertanian di wilayah Israel dengan memanfaatkan air yang berasal dari Lebanon. Kami menolak pekerjaan (tentara Spanyol) itu!”, tegas Mohammed Rashid Tawil, Deputi Mayor (Wakil Kepala Wilayah) Kfar Kella saat pertemuan antara UNIFIL, Liason Officer (Perwira Penghubung) dan Komandan Brigade 12 LAF (Lebanon Armed Forces) Brigadir Jenderal Reslan Halwi.

Dari hasil pertemuan tersebut, diputuskan pekerjaan dihentikan sementara sambil mencari solusi lebih lanjut.

Mengantisipasi kemungkinan pecahnya konflik, UNIFIL kemudian mengeluarkan Perintah Operasi parsial (Fragmentary Order) untuk menyiagakan Pasukan Reaksi Cepat (Quick Reaction Force; QRF) dari Kontingen Prancis berkekuatan 1 Kompi lengkap dengan persenjataan beratnya seperti Panser VBL Panhard, Main Battle Tank Leclerc dan Panser VAB. Selanjutnya, tidak memakan waktu lama setelah keluarnya perintah tersebut, pasukan ini meluncur ke Hot Spot Area. Berdasarkan pertimbangan taktis, Komandan Pasukan QRF Letkol Joseph Rodriguez memutuskan untuk menempatkan pasukannya di Markas Konga XXIII-B “Soekarno Base” guna mencegah timbulnya persepsi yang salah, baik dari masyarakat Lebanon maupun Israel karena kehadiran senjata berat di sekitar wilayah Kfer Killa.

Kehadiran Pasukan Prancis ini disambut hangat oleh Dansatgas Yon Mekanis TNI Konga XXIII-B Letkol Inf A M Putrantos, S.Sos mengingat hubungan baik yang telah terjalin selama ini. “Selain alasan taktis, pasukan Prancis merasa aman di tengah-tengah Pasukan Indonesia yang terkenal sangat dekat dengan masyarakat setempat. Selain itu, mereka yakin dengan profesionalitas pasukan kita karena sebelumnya pernah latihan patroli bersama”, ulas Dansatgas saat memberikan briefing kepada Perwira Konga XXIII-B usai menerima Komandan Pasukan QRF Letkol Joseph Rodriguez.

Selanjutnya, koordinasi dan sinkronisasi kegiatan dan tindakan segera dilakukan oleh Perwira Seksi Perencanaan Operasi Kapten Marinir Burhanudin bersama dengan Kapten Michele Briton, Komandan Kompi Pasukan QRF. Perwira Wanita asal Prancis ini terkesan dengan kesigapan, kedisiplinan dan keramahtamahan Tentara Indonesia. Dia berharap, di masa yang akan datang dapat mengadakan latihan bersama atau kegiatan lainnya bersama dengan Pasukan Indonesia.

Dinamika situasi berubah cepat. Setelah diadakan pertemuan tingkat tinggi antara UNIFIL, Lebanon dan Israel diputuskan bahwa pekerjaan perbaikan drainase tetap dilanjutkan namun dengan pengawasan ketat dari Pasukan Internasional. Di sisi Lebanon, Pasukan UNIFIL bekerja sama dengan LAF mengawasi pekerjaan yang akhirnya dikerjakan oleh Kontingen Bellubat (Belgia Luxemburg Battalion).

Di sisi Israel, Tentara Internasional dari UNTSO (United Nations Truce Supervision Organization), bekerja sama dengan IDF (Israeli Defence Force) mengawasi pekerjaan kontraktor sipil dari Israel. Pekerjaan akan dilakukan selama kurang lebih 20 hari dengan target penyelesaian drainase sepanjang 50 meter.

Sementara Kontingen Spanyol berkekuatan 1 Kompi Mekanis diberi tugas untuk melakukan pengamanan Ring Luar bersama-sama dengan Pasukan LAF. Mereka membentuk 4 check point dari 2 arah yang berbeda dari lokasi guna mencegah provokasi maupun gangguan lainnya dari pihak-pihak yang mencoba memperkeruh suasana. Tugas Kontingen Indonesia sendiri, khususnya dari Kompi Mekanis-A / Lebah ialah memberikan pengamanan sekaligus membuka jalan untuk Pasukan QRF apabila dikerahkan menuju lokasi sewaktu-waktu.

Selain itu, Pasukan Garuda XXIII-B ini bertugas mem-back up bila eskalasi situasi semakin membahayakan mengingat kompi tersebut berbatasan langsung dengan lokasi proyek yang sedang dikerjakan.

Setiap tahun, permasalahan genangan air ini cenderung meningkat kerawanannya manakala ke-2 belah pihak berusaha mengatasi hal ini sendiri-sendiri. Saat Pihak Israel bekerja menguras genangan air, Pihak Lebanon curiga dan memprotes keras kegiatan tersebut karena Israel dinilai melakukan eksploitasi sumber air dari Lebanon.

Demikian pula halnya dari Pihak Israel, mereka pun menaruh curiga manakala Pihak Lebanon melakukan pekerjaan perbaikan di wilayah tersebut. Pihak Israel kuatir, pekerjaan itu menjadi kedok untuk membuat terowongan rahasia untuk menyusup ke wilayah Israel. Kecurigaan dan kekuatiran ke-2 belah pihak ini tak jarang diwujudkan dengan aksi face to face (berhadap-hadapan) sehingga rawan terhadap pecahnya konflik baru. Dengan inisiatip perbaikan yang dilakukan UNIFIL diharapkan ketegangan dan permasalahan yang ditimbulkan oleh genangan air tersebut dapat diselesaikan.

Sandy M. PRAKASA Graduated from Military Academy in 1997, then exposed to various deployments within the country and had attended several overseas military courses, Capt. Chb. Sandy M. Prakasa also enjoys traveling and photography. Currently acting as the Public Information Officer of the Indonesian...

Detail Profile »

2  Comments

by yunita Dwiana at 4 December 2008, 08:29

Kalau sudah begini ya sekarang sudah masuk ke dalam keadaan politik suatu negara, jadi harus pintar-pintarlah menjadi jembatan perdamaian yang memang sudah menjadi tugas KONGA yang bertugas. Semoga saja ada jalan keluar dari proses mediasi ini, dan kita yang bertugas dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya, serta menunjukkan kemampuannya.

by adrianzz at 10 December 2008, 07:21

Konga memang membanggakan pak….profesionalitasnya sudah diakui sama negara lain….ituah seharusnya tentara Indonesia…tentara yang tidak melupakan sisi manusianya

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Yogi Nugroho Captain Yogi Nugroho was born in Malang, East Java, 31 years ago. The thought of earning well education, was the reason why he decided to attend the Taruna Nusantara High School and graduated from the school in 1997. As one of...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago