Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

United Nations Medal - Sebuah kebanggaan bagi Kompi Zeni TNI di MONUC

12 April 2008, 01:04 , by Sigit SAKSONO

 

Pada tanggl 2 April 2008 Kontingen Garuda XX-E yang berada di Beni, DR Congo menyelenggararan UN Medal Parade. Kontingen Indonesia kali ini di bawah komandan Letkol Czi T Yoga Pranata dengan wakil komandan Mayor Czi Darody beserta staffnya, dengan jumlah pasukan seluruhnya 175 orang.

Suatu kebanggaan tersendiri bagi Kontingen Indonesia yang sudah bertugas selama 6 bulan di misi MONUC dengan lancar sehingga berhak mendapatkan anugerah United Nations Medal _. Rencana undangan akan dihadiri oleh GOC _(Komandan Eastern Division), North Kivu Brigade Commander dan tamu undangan lainya dari kontingen yang berada (Kontingen South Africa, kontingen India) beserta MONUC Staff yang bertugas di sekitar Beni.

Demikian juga dengan kontingen Indonesia yang jauh jauh hari mempersiapkan acara ini dengan segala aturannya. Kebetulan kami yang tergabung dalam Milobs dapat bergabung dengan kontingen. Sehari sebelumnya kami melihat gladi bersih yang dilaksanakan, mulai dari acara upacaranya sampai acara tambahan berupa demonstrasi yang di peragakan oleh prajurit dari Indonesia. Ada perasaan lain ketika bergabung dengan pasukan kita di Democratic Republic of Congo, sebuah kebahagiaan tersendiri di tengah tengah bangsa Indonesia yang sama sama bertugas di DR Congo.

Gladi dilaksanakan dengan maksimal oleh setiap prajurit yang bergabung di misi, karena ini adalah penampilan pertama kontingen INDONESIA di mata orang luar atau misi MONUC. Mulai dari tata upacara yang rapi dan teratur , pelaksanaan defile dan peragaan demonstrasi berupa bongkar-pasang senjata dengan mata tertutup, demonstrasi bela diri militer, tari kecak dari bali dan terakhir bela diri wushu (tentara cina seneng lihatnya kerena seni bela diri ini asalnya memang dari sana).

Tibalah hari yang di tunggu tunggu, setelah koordinasi terakhir kami mendapatkan kepastia kalau yang datang hanya GOC saja, karena komandan Brigade dari North Kivu tidak bisa datang karena situasi di Bunia sedang memanas dengan adanya demonstrasi oleh orang orang Congo terhadap MONUC. Dan yang paling tidak diduga lagi Komandan Eastern Division hanya bisa menghadiri selama 30 menit, padahal acara diperkirakan selesai dalam waktu 2 jam. Karena Heli yang digunakan akan digunakan juga sebagai Medivac _, complicated jadinya , untunglah setelah tarik-ulur waktu dengan Movcon dan AirOps, kami di beri waktu 45 menit on the grounds. Karena orang-orang MONUC tahu benar bahwa saat kontingen Indonesia bikin acara pasti _well managed. Thanks God.

Pagi itu kami jemput Komandan Easter Division di airport Mavivi yang berjarak 15 menit dari kontingen Indonesia. Dengan cepat langsung kami kawal menuju ke compound kontingen untuk melaksanakan upacara dengan didahului laporan oleh Komandan Kontingen dilanjutkan dengan ceremony penyematan tanda jasa secara simbolis kepada perwira, bintara dan tamtama. Untunglah semua prosesi itu berjalan 45 menit dan kami mengantar beliau ke bandara untuk kembali ke Goma. Tetapi acara tetap berjalan dengan acara lanjutan berupa demonstrasi oleh pasukan kita. Memang tampak sekali persiapannya sehingga penampilan demonstrasinya berjalan lancar dan disambut atusias dari para undangan yang hadir.

Kepuasan tampak pada Komandan Kontingen kita karena acara berjalan dengan lancar meski ada beberapa hambatan yang bisa diatasi secara cepat. Sekali lagi kami ucapkan selamat dan sukses, masih ada 6 bulan lagi dalam tantangan penugasan di misi MONUC.

Sigit SAKSONO Originating from the Infantry, Sigit Saksono has been exposed to various assignments. Attended several overseas military in India, Australia, and Singapore. Presently serving at MONUC – the United Nations Peacekeeping in Dem. Republic of Congo as COE Inspector. Sigit will...

Detail Profile »

14  Comments

by Luigi Pralangga at 12 April 2008, 01:11

Selamat atas anugerah tanda jasa “United Nations” untuk Konga XX-E di MONUC – D.R. Congo. Semoga hal ini senantiasa menjadikan kebanggaan dan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme TNI di forum multi-lateral seperti United Nations Peacekeeping. Salam hangat dari peacekeepers Indonesia di UNMIL – Liberia dan team Milobs KONGA XXI-5.

by Wijaya at 12 April 2008, 03:57

wah..wah…wah… emang TNI itu yang paling OK deh dibandingin military negara lain
Semoga prestasi menjadi pacuan buat teman-teman di peace keeper misi lain nya!

by anton ashardi at 12 April 2008, 04:55

weh…bangganya diriku jadi orang Indonesia…maju terus TNI!!!

by Setiaji at 12 April 2008, 11:46

Ternyata Bangsa Indonesia (TNI khususnya) begitu membanggakan diluar negeri. Saya terharu dan salut !

by Febra at 12 April 2008, 21:59

hidup TNI :cool:

by cempluk at 13 April 2008, 15:00

selamat buat kontingen Indonesia…bravo !!!

by Cah Malang at 13 April 2008, 16:19

Selamat utk personel Konga XX-E.

Walaupun semua personel yg tergabung dlm misi PBB pada akhirnya akan mendapat UN Medal ini, tidak di-khususkan pada personel tertentu atau negara tertentu KECUALI personel tsb meninggal dunia dalam penugasan PBB tsb maka berhak mendapat medali khusus DAG HAMMARSKJOLD.
Namun tetap suatu kebanggaan krn tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan bertugas dalam misi PBB.

Kapan nih personel Garuda XXIII B di Lebanon mendapat medali yg sama? Kan harusnya sudah dapat juga? Selamat untuk personel Garuda XXIII B yg selama ini telah membanggakan bangsa Indonesia. Saya baca artikelnya di sini koq banyak sekali cerita serunya! Yg di Kongo malah ga ada tuh…

by langitjiwa at 13 April 2008, 16:47

“ selamat berjuang tentaraku..! aku doakan semoga aman-aman saja disana….”

salamku dari tanah air…,
langijtiwa….

by Nada Taufik at 13 April 2008, 18:39

Congrats ya, baru tau ada blog tentang TNI. Ini reportase nya langsung ikut kesana ya??

by Cavalry 91 at 15 April 2008, 08:47

UN medal diberikan kepada personel tentara yang bertugas di UN mission setelah 90 hari. Hal ini berdasarkan aturan dari UN HQ New York (SOP) dengan pertimbangan ada negara sebagai TCC merotasi pasukannya selama 4 bulan saja. Sedangkan untuk penyematan kepada pasukan tersebut tergantung request dari pasukan tsb juga dan kesiapan dari FC atau didelegasikan kepada Dansektor (fleksibelitas dilapangan). Sedangkan untuk medali tertinggi DAG HAMMARSKJOG diberikan kepada personel UN (militer dan sipil) yang meninggal selama penugasan. Request diajukan oleh negara ybs (TCC) ke UNHQ.
Sukses untuk Kontingen Garuda dimanapun…

by YUNITA DWIANA at 15 April 2008, 10:03

Saya sangat bangga dengan bentuk dedikasi dan prestasi yang telah ditunjukkan oleh anggota TNI yang bertugas dalam Misi Perdamaian PBB ini. Ada atau tidaknya bentuk pernghargaan seperti Medal of Honor, namun bagi saya apa yang telah dilakukan oleh seluruh anggota yang bertugas dalam menjaga Perdamaian di negara manapun mereka bertugas adalah sangat membanggakan saya karena mereka rela berjuang melakukan ini semua untuk ikut menjaga Perdamaian di muka bumi ini.

by tika surapati at 15 April 2008, 21:20

siapa dulu doooong. Indonesia.
ahh, jadi bangga deh sama baret abu2, jd inget papa, hehe.
sukses yaaa!
always watch ur brothers back, and they will watch urs too!

by cathy at 23 April 2008, 20:49

Sukses selalu buat kontingen garuda… mengharumkan nama bangsa… so Indonesia tidak hanya terkenal krn terorismnya aje…

by sintiong at 29 April 2008, 07:47

tentara indonesia kalo di luar negeri pasti tampil keren, itulah gaya tentara kita, padahal kalo di negara sendiri,tentara kita beraninya hanya dengan rakyat saja, menindas memeras menakut2i rakyatnya, gimana kalo tentara kita juga bersikap seperti pada saat mereka bertugas di LN ya?? bagus kali ye?? yg jelas tentara kita selalu ingin dibilang supdibilhelp, supaya dibilang huebat.

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Octave Ferdinal Octave FERDINAL Having previously assigned to UNAMSIL – United Nations Mission in Sierra Leone, Ocktave Ferdinal is nothing new to peacekeeping and DDRR process. Presently serving at UNMIN, the United Nations Mission in Nepal as Arms Monitor/Military Observer under Kontingen Garuda XXIV-1/UMN...

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago