Pada tanggl 2 April 2008 Kontingen Garuda XX-E yang berada di Beni, DR Congo menyelenggararan UN Medal Parade. Kontingen Indonesia kali ini di bawah komandan Letkol Czi T Yoga Pranata dengan wakil komandan Mayor Czi Darody beserta staffnya, dengan jumlah pasukan seluruhnya 175 orang.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi Kontingen Indonesia yang sudah bertugas selama 6 bulan di misi MONUC dengan lancar sehingga berhak mendapatkan anugerah United Nations Medal _. Rencana undangan akan dihadiri oleh GOC _(Komandan Eastern Division), North Kivu Brigade Commander dan tamu undangan lainya dari kontingen yang berada (Kontingen South Africa, kontingen India) beserta MONUC Staff yang bertugas di sekitar Beni.
Demikian juga dengan kontingen Indonesia yang jauh jauh hari mempersiapkan acara ini dengan segala aturannya. Kebetulan kami yang tergabung dalam Milobs dapat bergabung dengan kontingen. Sehari sebelumnya kami melihat gladi bersih yang dilaksanakan, mulai dari acara upacaranya sampai acara tambahan berupa demonstrasi yang di peragakan oleh prajurit dari Indonesia. Ada perasaan lain ketika bergabung dengan pasukan kita di Democratic Republic of Congo, sebuah kebahagiaan tersendiri di tengah tengah bangsa Indonesia yang sama sama bertugas di DR Congo.
Gladi dilaksanakan dengan maksimal oleh setiap prajurit yang bergabung di misi, karena ini adalah penampilan pertama kontingen INDONESIA di mata orang luar atau misi MONUC. Mulai dari tata upacara yang rapi dan teratur , pelaksanaan defile dan peragaan demonstrasi berupa bongkar-pasang senjata dengan mata tertutup, demonstrasi bela diri militer, tari kecak dari bali dan terakhir bela diri wushu (tentara cina seneng lihatnya kerena seni bela diri ini asalnya memang dari sana).
Tibalah hari yang di tunggu tunggu, setelah koordinasi terakhir kami mendapatkan kepastia kalau yang datang hanya GOC saja, karena komandan Brigade dari North Kivu tidak bisa datang karena situasi di Bunia sedang memanas dengan adanya demonstrasi oleh orang orang Congo terhadap MONUC. Dan yang paling tidak diduga lagi Komandan Eastern Division hanya bisa menghadiri selama 30 menit, padahal acara diperkirakan selesai dalam waktu 2 jam. Karena Heli yang digunakan akan digunakan juga sebagai Medivac _, complicated jadinya , untunglah setelah tarik-ulur waktu dengan Movcon dan AirOps, kami di beri waktu 45 menit on the grounds. Karena orang-orang MONUC tahu benar bahwa saat kontingen Indonesia bikin acara pasti _well managed. Thanks God.
Pagi itu kami jemput Komandan Easter Division di airport Mavivi yang berjarak 15 menit dari kontingen Indonesia. Dengan cepat langsung kami kawal menuju ke compound kontingen untuk melaksanakan upacara dengan didahului laporan oleh Komandan Kontingen dilanjutkan dengan ceremony penyematan tanda jasa secara simbolis kepada perwira, bintara dan tamtama. Untunglah semua prosesi itu berjalan 45 menit dan kami mengantar beliau ke bandara untuk kembali ke Goma. Tetapi acara tetap berjalan dengan acara lanjutan berupa demonstrasi oleh pasukan kita. Memang tampak sekali persiapannya sehingga penampilan demonstrasinya berjalan lancar dan disambut atusias dari para undangan yang hadir.



Kepuasan tampak pada Komandan Kontingen kita karena acara berjalan dengan lancar meski ada beberapa hambatan yang bisa diatasi secara cepat. Sekali lagi kami ucapkan selamat dan sukses, masih ada 6 bulan lagi dalam tantangan penugasan di misi MONUC.
Selamat atas anugerah tanda jasa “United Nations” untuk Konga XX-E di MONUC – D.R. Congo. Semoga hal ini senantiasa menjadikan kebanggaan dan senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme TNI di forum multi-lateral seperti United Nations Peacekeeping. Salam hangat dari peacekeepers Indonesia di UNMIL – Liberia dan team Milobs KONGA XXI-5.
wah..wah…wah… emang TNI itu yang paling OK deh dibandingin military negara lain
Semoga prestasi menjadi pacuan buat teman-teman di peace keeper misi lain nya!
weh…bangganya diriku jadi orang Indonesia…maju terus TNI!!!
Ternyata Bangsa Indonesia (TNI khususnya) begitu membanggakan diluar negeri. Saya terharu dan salut !
hidup TNI :cool:
selamat buat kontingen Indonesia…bravo !!!
Selamat utk personel Konga XX-E.
Walaupun semua personel yg tergabung dlm misi PBB pada akhirnya akan mendapat UN Medal ini, tidak di-khususkan pada personel tertentu atau negara tertentu KECUALI personel tsb meninggal dunia dalam penugasan PBB tsb maka berhak mendapat medali khusus DAG HAMMARSKJOLD.
Namun tetap suatu kebanggaan krn tidak semua prajurit mendapatkan kesempatan bertugas dalam misi PBB.
Kapan nih personel Garuda XXIII B di Lebanon mendapat medali yg sama? Kan harusnya sudah dapat juga? Selamat untuk personel Garuda XXIII B yg selama ini telah membanggakan bangsa Indonesia. Saya baca artikelnya di sini koq banyak sekali cerita serunya! Yg di Kongo malah ga ada tuh…
“ selamat berjuang tentaraku..! aku doakan semoga aman-aman saja disana….”
salamku dari tanah air…,
langijtiwa….
Congrats ya, baru tau ada blog tentang TNI. Ini reportase nya langsung ikut kesana ya??
UN medal diberikan kepada personel tentara yang bertugas di UN mission setelah 90 hari. Hal ini berdasarkan aturan dari UN HQ New York (SOP) dengan pertimbangan ada negara sebagai TCC merotasi pasukannya selama 4 bulan saja. Sedangkan untuk penyematan kepada pasukan tersebut tergantung request dari pasukan tsb juga dan kesiapan dari FC atau didelegasikan kepada Dansektor (fleksibelitas dilapangan). Sedangkan untuk medali tertinggi DAG HAMMARSKJOG diberikan kepada personel UN (militer dan sipil) yang meninggal selama penugasan. Request diajukan oleh negara ybs (TCC) ke UNHQ.
Sukses untuk Kontingen Garuda dimanapun…
Saya sangat bangga dengan bentuk dedikasi dan prestasi yang telah ditunjukkan oleh anggota TNI yang bertugas dalam Misi Perdamaian PBB ini. Ada atau tidaknya bentuk pernghargaan seperti Medal of Honor, namun bagi saya apa yang telah dilakukan oleh seluruh anggota yang bertugas dalam menjaga Perdamaian di negara manapun mereka bertugas adalah sangat membanggakan saya karena mereka rela berjuang melakukan ini semua untuk ikut menjaga Perdamaian di muka bumi ini.
siapa dulu doooong. Indonesia.
ahh, jadi bangga deh sama baret abu2, jd inget papa, hehe.
sukses yaaa!
always watch ur brothers back, and they will watch urs too!
Sukses selalu buat kontingen garuda… mengharumkan nama bangsa… so Indonesia tidak hanya terkenal krn terorismnya aje…
tentara indonesia kalo di luar negeri pasti tampil keren, itulah gaya tentara kita, padahal kalo di negara sendiri,tentara kita beraninya hanya dengan rakyat saja, menindas memeras menakut2i rakyatnya, gimana kalo tentara kita juga bersikap seperti pada saat mereka bertugas di LN ya?? bagus kali ye?? yg jelas tentara kita selalu ingin dibilang supdibilhelp, supaya dibilang huebat.