About This Post

Hilman HADI

Correspondent Hilman HADI

Total 2 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 442 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 5.0/10(1 vote cast)

Articles

Yang Menarik Tentang "WhellBarrow" di Liberia

Bukan suatu hal yang aneh kalau kita cerita tentang “gerobak dorong”(dengan masih menggunakan tenaga manusia tentunya) baik beroda satu, dua ataupun tiga mungkin beberapa roda. Kita dapat jumpai di banyak negara terutama negara yang sedang berkembang termasuk di Indonesia. Tetapi akan menjadi menarik kalau saya melihat “gerobak dorong” (“wheelbarrow” dalam bahasa Inggris dan demikian juga orang Liberia menyebutnya dengan aksen mereka menjadi “welbewow”…???), yang digunakan di Liberia.

Kalau di Tanah Air yang sering saya lihat gerobak tersebut hanya digunakan oleh pekerja bangunan untuk mengangkut semen, pasir, batu bata dan lain sebagainya selama proses konstruksi, namun di Liberia “benda ini” menjadi multifungsi dan dapat kita jumpai di seluruh wilayah negara si bau ketek ini (kata kang Luigi…..!!!).

Yang dimaksud multi fungsi disini adalah (selain fungsi utamanya di Indonesia yang digunakan oleh pekerja bangunan) juga digunakan untuk jasa angkut yaitu kalau kita keberatan untuk membawa sesuatu (belanjaan misalnya) kita dapat menyewa dengan bayaran kisaran LD(Liberian Dollar) 20-LD 50 sekitar kurang dari USD 1 (tergantung tawar menawarnya).Selain itu alat ini juga digunakan oleh pedagang keliling dari rumah ke rumah, atau juga pedagang mangkal (bukan kelelahan setelah berkeliling lho…..????, tetapi bener-bener mangkal…!), seperti di pinggir jalan atau kakilima.Sehingga bukan pemandangan yang asing di Liberia, baik di daerah paling pelosok sekalipun maupun di Monrovia(ibu kota negara) dapat kita jumpai si “WELBEWOW” tersebut.

Sehingga timbul rasa ingin tahu ngapa sih koq alat ini jadi idola digunakan mereka? . Akhirnya bertanyalah kepada beberapa mereka yang sedang menggunakan alat tersebut ternyata jawabannya sangat sederhana yaitu “mobilitas” dan “gampang ditutup plastik”(terutama pada musim hujan).Nah..jawaban tersebut membuat saya tersenyum sendiri dan ngebayang pedagang kakilima di tempat sendiri.Wah… kalau alasan “mobilitas” bisa disosialisasikan kepada pedagang kakilima di Indonesia, karena…. kalau petugas penertiban datang tentu dengan cepat bisa “ngacir”. Tapi memang kapasitas angkutnya tidak terlalu banyak, sedangkan pedagang kaki lima kitakan sudah jualan dengan jumlah besar(Mungkin di Liberia akan diganti yang lebih besar bila daya beli masyarakat semakin baik dan sudah nggak muat lagi belanjaan diletakkan di kereta tersebut).

Tentang sejarah sehingga masyarakat Liberia menggunakan si “WELBEWOW” tersebut, sampai sekarang belum mendapat informasi akurat (Mudah-mudahan nanti akan diselusuri kisah sejarahnya oleh para kampret nyasar yang masih berkeliaran di Liberia…ya kan …kang Luigi…????).Tapi yang jelas ada satu hal lagi yang sangat menarik tentang si “gerobak” ini (mungkin sudah jadi identitas perekonomian Liberia) adalah kalau kita melihat uang LD 20 (duapuluh dolaran Liberia) maka akan kita jumpai photo sederet pedagang menggunakan si “WELBEWOW”.

by Luigi PRALANGGA at 6 September 2007, 19:06

Mas Hilman,

Seperti pepatah mengatakan lain padang, lain belalang.. mungkin untuk Liberia, wheel-barrow macam itu cukup praktis, karena nggak harus membuat gerobak model lain yang butuh banyak material, yang penting “Plug ‘n play” macam perangkat komputer, jadi beli gerobakpasir dan muatin semua barang dagangan diatasnya dan langsung deh – ngacir berjualan :-)

Saya pernah coba angkat dan coba dorong si wheel -barrow itu, ternyata beraat sekali.. nggak heran mereka nggakperlu ke fitness center, udah kekar semua tangan-nya :D

by ambar at 10 September 2007, 05:45

ijin nambahin bang, kalo dah siang dagangannya nggak laku-laku dan si penjual dah kelelahan … langsung aja mereka BBC di atasnya … alias Bobo Bobo Ciang … he he he