Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Our Stories: Experiences & Exposures

 

Articles

Hilman HADI

Yang Menarik Tentang "WhellBarrow" di Liberia

6 September 2007, 11:15 , by Hilman Hadi

 

Bukan suatu hal yang aneh kalau kita cerita tentang “gerobak dorong”(dengan masih menggunakan tenaga manusia tentunya) baik beroda satu, dua ataupun tiga mungkin beberapa roda. Kita dapat jumpai di banyak negara terutama negara yang sedang berkembang termasuk di Indonesia. Tetapi akan menjadi menarik kalau saya melihat “gerobak dorong” (“wheelbarrow” dalam bahasa Inggris dan demikian juga orang Liberia menyebutnya dengan aksen mereka menjadi “welbewow”…???), yang digunakan di Liberia.

Kalau di Tanah Air yang sering saya lihat gerobak tersebut hanya digunakan oleh pekerja bangunan untuk mengangkut semen, pasir, batu bata dan lain sebagainya selama proses konstruksi, namun di Liberia “benda ini” menjadi multifungsi dan dapat kita jumpai di seluruh wilayah negara si bau ketek ini (kata kang Luigi…..!!!).

Yang dimaksud multi fungsi disini adalah (selain fungsi utamanya di Indonesia yang digunakan oleh pekerja bangunan) juga digunakan untuk jasa angkut yaitu kalau kita keberatan untuk membawa sesuatu (belanjaan misalnya) kita dapat menyewa dengan bayaran kisaran LD(Liberian Dollar) 20-LD 50 sekitar kurang dari USD 1 (tergantung tawar menawarnya).Selain itu alat ini juga digunakan oleh pedagang keliling dari rumah ke rumah, atau juga pedagang mangkal (bukan kelelahan setelah berkeliling lho…..????, tetapi bener-bener mangkal…!), seperti di pinggir jalan atau kakilima.Sehingga bukan pemandangan yang asing di Liberia, baik di daerah paling pelosok sekalipun maupun di Monrovia(ibu kota negara) dapat kita jumpai si “WELBEWOW” tersebut.

Sehingga timbul rasa ingin tahu ngapa sih koq alat ini jadi idola digunakan mereka? . Akhirnya bertanyalah kepada beberapa mereka yang sedang menggunakan alat tersebut ternyata jawabannya sangat sederhana yaitu “mobilitas” dan “gampang ditutup plastik”(terutama pada musim hujan).Nah..jawaban tersebut membuat saya tersenyum sendiri dan ngebayang pedagang kakilima di tempat sendiri.Wah… kalau alasan “mobilitas” bisa disosialisasikan kepada pedagang kakilima di Indonesia, karena…. kalau petugas penertiban datang tentu dengan cepat bisa “ngacir”. Tapi memang kapasitas angkutnya tidak terlalu banyak, sedangkan pedagang kaki lima kitakan sudah jualan dengan jumlah besar(Mungkin di Liberia akan diganti yang lebih besar bila daya beli masyarakat semakin baik dan sudah nggak muat lagi belanjaan diletakkan di kereta tersebut).

Tentang sejarah sehingga masyarakat Liberia menggunakan si “WELBEWOW” tersebut, sampai sekarang belum mendapat informasi akurat (Mudah-mudahan nanti akan diselusuri kisah sejarahnya oleh para kampret nyasar yang masih berkeliaran di Liberia…ya kan …kang Luigi…????).Tapi yang jelas ada satu hal lagi yang sangat menarik tentang si “gerobak” ini (mungkin sudah jadi identitas perekonomian Liberia) adalah kalau kita melihat uang LD 20 (duapuluh dolaran Liberia) maka akan kita jumpai photo sederet pedagang menggunakan si “WELBEWOW”.

Hilman HADI Hilman Hadi Let. Col. Hilman Hadi recently arrived in Liberia in late 2006, embarking to his second UN Peacekeeping Mission assignment at the United Nations Mission in Liberia (UNMIL), as team leader of the Indonesian KONGA XXI-4. He is nothing new to...

Detail Profile »

2  Comments

by Luigi PRALANGGA at 6 September 2007, 17:06

Mas Hilman,

Seperti pepatah mengatakan lain padang, lain belalang.. mungkin untuk Liberia, wheel-barrow macam itu cukup praktis, karena nggak harus membuat gerobak model lain yang butuh banyak material, yang penting “Plug ‘n play” macam perangkat komputer, jadi beli gerobakpasir dan muatin semua barang dagangan diatasnya dan langsung deh – ngacir berjualan :-)

Saya pernah coba angkat dan coba dorong si wheel -barrow itu, ternyata beraat sekali.. nggak heran mereka nggakperlu ke fitness center, udah kekar semua tangan-nya :D

by ambar at 10 September 2007, 03:45

ijin nambahin bang, kalo dah siang dagangannya nggak laku-laku dan si penjual dah kelelahan … langsung aja mereka BBC di atasnya … alias Bobo Bobo Ciang … he he he

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help




Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

799 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Artesia IRAWAN Artesia IRAWAN Her world began to change once she took further on her endeavor. From the hometown of Bogor and moved on from previous career in Garuda Indonesian Airways, the company she had spent 3 years with as a cabin crew....

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Unsur Pimpinan Kontingan Garuda Sektor Timur UNIFIL Kunjungi Jenderal LAF
(Lebanon, 3/2). Unsur pimpinan Kontingen Garuda yang berada di bawah Sektor Timur (Seceast) UNIFIL melaksanakan kunjungan ke Markas Bigade 9 LAF, rombongan dibawah pimpinan Kolonel Inf Marzuki Wadan Sektor Timur UNIFIL diterima oleh Komandan Brigade 9 LAF Brigadir Jenderal Amin Abu Mujahidi di Markasnya wilayah Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (03/02).
Wandi Suwandi , 6 days ago

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 13 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 16 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 16 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 17 days ago

 

Recent Comments

ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


ranuoesman commented on TNI bantu Levelling Camp Guatemala
a few seconds ago


frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago