Correspondent Tri Ambar NUGROHO
Total 1 comment
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 304 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Akang Luigi…..Bravo peacekeeper…..tulisan akang menggetarkan jiwa “peacekeper” saya ….tapi apa daya ...
by Catur Sulasdiarso in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
50x sehari patroli udara? hebat… but, bahan bakar dunia sdg naik, ...
by Lili in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
enjoy reading kang luigi’s article! well-done written. wish i can have ...
by ukirsari in 60th anniversary of UN Peacekeeping: Active participation
Terus kabarkan kepada DUNIA yang GEMPITA, bahwa masih banyak ...
by cowoktulen in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Hello Bapak, how are you doing? Its been a long time ...
by Nichael Supit in Sekolah kehidupan untuk anak Liberia
Selamat bertugas buat Konga XXIII B, dengan aktifnya Air Patrol ...
by Luigi Pralangga in Kontingen GARUDA XXIII B melaksanakan patroli pengintaian udara
wah, mantap banget, kalo permainan indonesia banyak banget, contohnya beteng2an, ….dan ...
by menwaums in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
sukses mas…saya selalu mengikuti berita dari sana meskipun nggak terus ...
by Sentot Hery Suseno in Tentara PBB di Lebanon ikuti lomba balap egrang
Mas Donasion,
Saya mengerti banget perasaan-nya jauh dari keluarga dan sanak-family, karena ...
by luigi pralangga in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
pa, , , , , ,we miss u. . . .
pa, ...
by nandha in Pekan Baru: Merindu yang sudah membiru
Kemana saja kita pergi, tanpa disadari atau tidak, diri ini membawa identitas, selain identitas diri, nama, keluarga, juga membawa identitas kampung halaman, suku, ras dan lingkup yang lebih luas lagi, yaitu Bangsa dan Negara kita berasal.

Ajang penugasan pada misi pemulihan perdamaian PBB seperti di bawah naungan UNMIL di Liberia, Afrika Barat ini, adalah merupakan sebuah ujian yang tidaklah mudah, selain menjalankan fungsi yang mana diri ini ditugaskan menjadi, menjaga harum dan nama baik serta kewibawaan kumpulan “identitas” tadi itulah yang membuat tugas ini berat-kuadrat!
Dalam semboyan yang terus dicanangkan dalam dunia kemiliteran di tanah air, istilah “honor above all else” adalah semboyan yang selalu memagari diri dan perilaku untuk tidak bertindak keluar dari batas dan norma, dan selalu memerankan diri agar senantiasa menjadi teladan, serta menjadikan pribadi sebagai duta bangsa dengan kemampuan yang andal sekaligus menjadi seorang komunikator yang handal.
Interaksi dengan rekan kerja dan kolega lainya yang datang dari berbagai negara dan bangsa, dengan latar belakang budaya, bahasa dan tabiat-kebiasaan adalah bentuk interaksi aktif yang tidaklah sesederhana saat dulu berinteraksi sesama kolega jaman masih menjadi taruna, dimana memang banyak kolega yang datang dari berbagai juru-pelosok tanah air dengan perbedaan kultur daerah masing-masing.
Ketidak-cocokan dan konflik pribadi pun acapkali muncul, dan salah satu diantaranya datang dari perbedaan budaya dan tabiat kebiasaan tadi. Meski emosi pribadi ini serasa sudah memuncak dibuatnya, kadang rem-kendali dan pagar pembatas yang kuat tertanam itulah menjadi pereda angkara untuk selalu dapat bersikap diplomatis namun tegas dalam menyelesaikan konflik, baik dalam urusan tugas dan/atau perihal interaksi pribadi.
Saya tahu dan faham sekali dari beberapa alumni MILOBS dari tanah air pada tahun sebelumnya, dan dari impressi kawan rekan MILOBS dari negara lainya bahwa MILOBS dari Indonesia selalu meninggalkan citra yang baik.
Dalam banyak kesempatan, banyak sekali penjelasan-penjelasan dari berbagai pertanyaan dilontarkan oleh kawan sejawat dan kolega staff di UNMIL tentang Indonesia dan situasi di kampung halaman, membantu mereka mengerti akan bagaimana, seperti apakah Indonesia itu dan siapa-sajakah orang-orang Indonesia dan apa saja prestasi anak bangsa Indonesia dalam percaturan internasional. Termasuk itu isu-isu global yang berkaitan dengan stabilitas dalam negeri dan lain sebagainya yang menjadi perhatian mereka.
Foto diatas diambil dari kejauhan, dimana nampak jelas seorang anggota polisi reaksi-cepat (FPU -Formed Police Unit) dari Kontingen QRF – Nepal yang berinteraksi dengan koleganya dari Liberian National Police (LNP) saat lepas mengamankan sebuah perhelatan penting.
You are an ambassador of one, disadari atau tidak itulah faktanya..
Penting buat kita semua kedepan ini untuk juga berperan sebagai duta bangsa yang cakap/diplomatis dan ‘knowledgable’ agar impressi Indonesia bisa senantiasa baik dan positif.
PS: Semoga kejadian yang tidak menyenangkan yang terjadi pada Wasit Indonesia oleh anggota polisi Malaysia bisa diselesaikan dengan bijak dan diplomatis. Saya mengajak kawan-kawan semuanya untuk dapat memerankan diri dan kapasitasnya sebagai seorang Duta Besar yang bijak dan cakap dalam menyikapi situasi yang berkembang.
Bener tuh kang Ambar..
Image positif/negatif terhadap diri kita/bangsa Indonesia bukan dengan cara kita paksakan orang untuk itu, tetapi secara akumulasi tingkahlaku yang merupakan refleksi jati diri itulah, yang akan kita sandang.
Bagimu negeri jiwa raga kami.
Salam merah putih.