Pralangga.org | Our Peacekeeping Journey

 
 
masthead

Peacekeepers: Who and what we do

 

Who is .. ?

Arny Wahyuni


Born in Semarang, on 4 may 1978, married with 1 child, Arny Wahyuni has been currently serving under Mission L’ONU en RD Congo (MONUC), the United Nations peacekeeping mission in the Democratic Republic of Congo. Graduated as nutritionist and further concluded her advanced studies in Food Technology at Universitas Katolik Soegijapranata in Semarang. Arny began her mission assignment on 7 November 2008 assuming the responsibility as Food Inspector, to conduct assesment on quality inspection towards supplied rations allocated for the military contingents. This role has given her the opportunity to roam around the larger-part of DR Congo (DRC). The country has been quite an expose to herself, as prior undertaking the assignment, Arny has been living in the DRC over 4 years, accompanying the spouse whose working at a private company operating in the DRC. The larger part of the country has been felt like a second home to her. Outside work, she is also an active member of UN-OV (United Nations Online Volunteer) under the umbrella of SCN (Seattle Community Network) playing the role as Indonesian translator since 2007. Arny will further share her stories from the DRC.

1  Comment

by Nanang at 1 September 2010, 05:04

Hi Mba Arny,

It’s nice to meet you here. How’s life?

nanang

 

Add Your Comment

Use the form below to comment on this article. Show who you are with a Gravatar. Your email will not displayed or passed on to any third party. Comments may be edited prior to publication and inappropriate comments may be deleted

Your Name


E-mail


URL


Message


Textile Help

Recent Articles by Arny Wahyuni


Goma: Sepotong Surga di Timur Bumi Kongo
Goma adalah sebuah kota yang terletak di bagian timur Demokratik Republik Congo atau yang dulu dikenal sebagai Zaire. Goma merupakan kota yang cantik berada di sepanjang Lake Kivu bagian utara,... »
Arny Wahyuni , 471 days ago

Sekilas sepak-terjangku di Goma, DRC
Makanan tersebut diajukan permintaan pengiriman-nya oleh setiap kontingen militer PBB/MONUSCO berdasarkan menu dan kalori (maksimal 4500 Kal) serta budget. Jadi setiap kontingen harus membuat menu untuk makan pagi, siang dan malam untuk 7 hari berdasarkan jumlah kekuatan militer mereka. Setiap 7 hari, menu tersebut akan berganti atau diputar. Makanan yang masih berada ditangan kontraktor bukan merupakan property PBB, setelah ada handover melalui Rations Delivery ini, barulah makanan tersebut menjadi property PBB yang tidak boleh diperjual belikan atau disumbangkan kepada pihak lain.
Arny Wahyuni , 504 days ago

Budaya orang Congo berfotoria
Orang-orang Congo sangat hobi untuk berfoto ria, jadi jangan heran jika tukang foto keliling bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota. Kebiasaan berfoto-ria ini memang sudah membudaya di masyarakat Congo,... »
Arny Wahyuni , 694 days ago

My assignment in Congo
Many people see Congo as a danger place and many negative points, “The heart of darkness” as Joseph Conrad called Congo, with it brutality and violence. Contrary, in my 5th years I spent in Congo, I still get surprised with the beauty of this land. In fact, I fell in Love with Congo since first time I landed to this country on 30th December 2005. My duty as a Food Inspector brings me around the Congo, and I found each place of Congo has it own beauty and it attracts me to know more about Congo.
Arny Wahyuni , 701 days ago


Subscribe to RSS

pralangga.org subscribe to feedburner

797 people subscribing to this blog

Enter your email address:

   

About

Welcome to Our Peacekeeping Journey, a website dedicated to the peacekeepers, the ones whose currently serving at United Nations Peacekeeping Missions, those who concluded the mission assignments, and those others whose line of work are in support of establishing peace wherever they are. This is our stories about our life. Read more ... »

Correspondent

Artesia IRAWAN Artesia IRAWAN Her world began to change once she took further on her endeavor. From the hometown of Bogor and moved on from previous career in Garuda Indonesian Airways, the company she had spent 3 years with as a cabin crew....

Detail Profile »

View All ...»

 

Recent Stories

Peranan Pendamping Peacekeepers
Well, edisi yang satu ini kalau mau diurai mungkin baru akan habis 4 hari 5 malam, kok nanggung?. Kenapa nggak sekalian aja 7 hari 7 malam?. Jangan dong.. nanti nggak tidur lantas hari Senin-nya nggak bisa bangun untuk kerja. Anyhow, merujuk judul artikel kali ini, saya ingin mengulas sedikit akan peranan sang pendamping. Biasanya jarang dalam artikel ini dan sajian bacaan di warung sebelah saya mengulas perihal si Idung Pesek ini. Ya, “Idung Pesek” itulah sebutan romantis sang pendamping saya. Mungkin bagi rekans yang selama ini sempat mengikuti rentetan panjang sajian cerita di warung sebelah akan faham seperti apa wujud, kelakar dan personality traits si pendamping peacekeepers ini.
Luigi Pralangga , 7 days ago

Pemberdayaan kapasitas Police Adviser Kontingen Garuda Bhayangkara
Dalam memenuhi permintaan PBB, Polri perlu mempersiapkan personilnya secara maksimal, oleh karena itu selain dari kemampuan yang handal, perlu mengetahui apa saja yang diminta oleh PBB sebagai Stakeholder. Dari sekian banyak persyaratan yang diminta, Komandan Kontingen perlu membawa jumlah personil yang banyak. Dibandingkan Negara lain, personil Polri dalam Misi Perdamaian PBB tidaklah banyak.
Krishna Murti , 10 days ago

TNI bantu Levelling Camp Guatemala
Di samping tugas pokok Mengerjakan jalan antara Dungu-Duru, kepada United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO), Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I, khsusnya personel... »
Sulikan , 10 days ago

Indobatt latihan dengan Tentara Spanyol di Lebanon
Latihan melibatkan empat tim dari masing-masing Kompi dengan skenario penempatan dua tim sebagai Temporary Observation Postn (TmOP) sebagai ujung tombak pencari informasi, dan dua tim lainnya sebagai Permanen Observation Post (PmOP), masing-masing postn terdiri dari enam personel Indobat dan 2 personel dari Spanyol, tim TmOP bertugas sebagai ujung tombak dilapangan sebagai pencari informasi dengan menggunakan peralatan pendeteksi canggih yang dimiliki Spanyol.
Wandi Suwandi , 11 days ago

TNI Bantu Clearing Landasan Helipad di Dungu
(Dungu-Kongo, 19/01). Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/MONUSCO dibawah pimpinan Letnan Kolonel Czi Sapto Widhi Nugroho selaku Komandan Satgas (Dansatgas) di samping tugas pokoknya memberi bantuan Zeni kepada Divisi Timur Brigade Ituri MONUSCO (Mission De L Organisation Des Nations Unies pour La Stabilization en Republique Demokratique du Congo) diantaranya mengerjakan jalan Dungu-Duru sepanjang 38 Km dan pemeliharaan Runway, juga melaksanakan clearing di sekitar landasan Helipad di Dungu agar tetap terjaga kebersihannya serta tidak mengganggu helly pada saat take off maupun landing, Rabu (18/1/2012).
Sulikan , 13 days ago

 

Recent Comments

frida jeane vera commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Tjut Lita Lambeuso commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


dody muhtar commented on Peranan Pendamping Peacekeepers
a few seconds ago


Sameer commented on Makhluk Tuhan Paling Sexy di Nepal
a few seconds ago


sutiana commented on Tibet dan romantisme putus cinta
a few seconds ago